The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 145



Adelia tersenyum sendiri ketika dirinya di terima oleh Eggy. Walau pun harus ada unsur pemaksaan, tetapi akhirnya Eggy selalu luluh ketika Adelia mencoba untuk mengajaknya. Hal ini benar-benar membuat perasaan Adelia merasa sangat senang. Ini adalah kesempatan yang baik untuk saling mendekati antar pria dan wanita sebelum menikah. Adelia merasa bahwa dia akan sukses membuat Eggy cepat jatuh cinta padanya. Dia sangat percaya diri dengan hal itu.


Akhirnya cincin untuk pernikahan mereka, telah dibeli dan sesuai dengan harapan Adelia. Walaupun dirinya tahu, Eggy tidak begitu menyukainya, tetapi Adelia tidak peduli akan semua hal itu. Dia hanya ingin hari pernikahannya berjalan dengan lancar dan sangat sempurna. Untuk persiapan pernikahannya pun harus sesuai dengan keinginannya selama ini. Karena bagaimana pjn ini adalah pernikahan yang pertama kalinya bagi diri Adelia. Dan hal ini harus benar-benar spesial. Maka dari itu untuk mempersiapkan semua ini, Adelia harus sangatlah perfectionis mengatasi semuanya. Sampai dirinya rela turun tangan ikut mempersiapkan pernikahannya.


Adelia dan Egi pun pergi dari toko berlian tersebut, kemudian mereka berniat untuk pulang dan tidak pergi ke mana-mana lagi. Karena niat Eggy hanya untuk menemani Adelia membeli cincin pernikahan saja. Adelia pun tidak meminta apa pun lagi setelah mereka memilih dan membeli cincin di sana. Setelah itu tak terasa mereka berdua sudah sampai di depan rumah. Adelia pun turun dari mobil Eggy. Namun sebelum Adelia memasuki rumahnya, dia masih berdiri di depan mobil Eggy. Eggy pun merasa heran dan mulai membuka kaca mobilnya untuk bertanya.


"Mengapa masih diam di sana?" tanya Eggy.


"Antar aku sampai depan pintu," jawab Adelia tersenyum.


Eggy menghelakan napasnya. "Tidak bisa kah kamu berjalan sendirian untuk menuju pintu rumahmu?"


Adelia menggelengkan kepalanya. "Tidak."


"Astaga," gumam Eggy memutar kedua bola matanya. Dengan terpaksa Eggy pun harus turun dari mobilnya untuk mengabulkan permintaan Adelia.


"Oke. Baiklah."


Eggy pun turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Adelia. Lalu dia berdiri tepat di hadapan Adelia.


"Ayo, pergi, " ajak Eggy.


"Tunggu dulu dong!" tahan Adelia.


"Apa lagi?" tanya Eggy dengan sangat malas.


"Aku masih ingin melihatmu," jawab Adelia.


Eggy memalingkan pandangannya. Dia tidak suka dengan alasan Adelia yang berlaku sangat manja itu.


"Jangan berpaling dong!" komplennya.


Eggy tidak mendengar, lalu dia mulai berjalan kembali menuju arah pintu mobilnya. Dia ingin segera pulang saja, sudah tidak tahan menghadapi sikap Adelia yang manja. Namun lagi-lagi Adelia menahannya.


"Eggy," panggil Adelia.


"Apa?" tanya Eggy.


Adelia hanya tersenyum memandang wajah Eggy. Eggy menatap tajam wajah Adelia. Namun dia hanya diam. Eggy membuang napasnya dan memalingkan pandangan dia kembali ke arah lain.


"Eggy, dengarkan aku!" ujar Adelia berusaha mendapatkan perhatiannya. Namun Eggy bersikap cuek-cuek saja seperti itu pada Adelia.


"Hei, berbalik kemari, Eggy. Aku sedang berbicara padamu," pinta Adelia.


"Kamu meminta aku mendengarkanmu. Bukan menatapmu," sahut Eggy.


"Ya. Aku tahu. Aku paham. Tapi seenggaknya kamu bisa menatapku jika berbicara denganku, Eggy. Tidak masalah, bukan?" tanya Adelia.


"Memang tidak ada salahnya," jawab Eggy.


"Kalau begitu, tatap aku," ujar Adelia menantang kepada Eggy.


"Untuk apa?" tanya Eggy pada Adelia.


"Aku ingin ditatap oleh calonku sendiri," jelas Adelia.


"Akan ada waktunya aku menatapmu, Adelia," kata Eggy kepada Adelia dengan tegas.


"Saat apa? Saat aku mengatakan suatu hal yang membuatmu tercengang? Lalu kamu bingung untuk menjawabnya?" tanya Adelia menebak-nebak.


"A-ada apa, Eggy?" tanya Adelia terbata-bata.


Eggy menyentuh kepala Adelia dengan kedua tangannya. Kemudian Eggy mendongakan kepala Adelia ke arahnya.


"Jangan bilang bahwa kamu akan ...." Adelia sengaja menggantung kalimatnya. Dia menyangka bahwa Eggy akan menciumnya tanpa meminta izin apa pun padanya.


"Akan apa?" tanya Eggy dengan nada suara yang mulai berat.


Suara yang di keluarkan oleh Eggy, membuat telinga Adelia berdesir dan juga bergetar. Suara Eggy benar-benar sangat berat dan terkesan sangat seksi. Jika Eggy terus seperti ini, Adelia tak dapat menahannya lagi.


"Eggy, ini masih sangat siang dan ini di tempat umum dengan suasana yang terbuka.


"Lalu mengapa?" tanya Eggy makin mendekatkan dirinya ke arah Adelia.


"Jika kamu seperti ini padaku, aku tak dapat menahan diriku lagi."


"Menahan apa?" Eggy semakin mendekatkan wajahnya ke arah Adelia.


Adekia menelan ludahnya kembali. "Jangan memaksaku untuk melakukannya, Eggy."


"Lakukan saja!" tantang Eggy tanpa rasa takut.


"Kau ...." Adelia terkejut mendengar sahutan dari Eggy. Dia tidak menyangka bahwa Eggy seberani itu. Di balik sikapnya yang selalu cuek terhadap Adelia, rupanya Eggy pun sama seperti pria yang lain. Dia akan mengeluarkan sifat asli kelakiannya ketika ada kesempatan yang pas dengan keadaan dan suasananya.


Eggymulai memajukan kepalanya mendekati bibir Adelia. Segera dirinya menutup kedua matanya. Namun beberapa inci kedua bibir mereka saling bertemu, Eggy menahannya dan menatap Adelia sejenak. Kemudian Eggy kembali melepaskan kedua tangan dari kepala Adelia dan mulai menjaga jarak dengannya.


"Mengapa kamu menutup matamu?" tanya Eggy.


Sontak Adelia membuka mata. Dia terlihat salah tingkah di depan Eggy. Kemudian Adelia merapiksn rambut dengan jemarinya.


"Karena aku punya kelopak mata," jawab Adelia penuh rasa malu.


Eggy terkekeh. "Sudahlah. Cepat masuk rumahmu!" perintahnya, kemudian dia mulai berjalan pergi menuju mobil miliknya. Adelia melirik ke sana-kemari karena merasa malu. Sebelum Eggy masuk ke dalam mobil, sejenak dia menatap Adelia.


"Jika tidak ada yang penting, jika kamu masih mampu melakukannya sendiri, tolong jangan ganggu aku. Jangan telepon di saat waktu kerja dan saat aku beristirahat. Aku hanya akan bilang ini sekali saja dan aku tak akan pernah mengulang kalimatku," ujar Eggy dengan panjang lebar. Kemudian dia pun masuk ke dalam mobilnya dan mulai menyalakan mobil. Setelah itu, dia langsung menancapkan gasnya dan pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Adelia.


"Hah, apa? Eggy berani berkata seperti itu padaku? Ini tidak bisa dibiarkan. Apa dia sekarang mulai beranimelarangku?" gumam Adelia kesal.


Tak lama berpikir panjang, Adelia pun mulai berjalan masuk ke dalam rumahnya. Dia tidak ingin memikirkan hal itu dengan sangat lama di luar rumah. Sungguh tidak dia sangka.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback). Cerita terbaru "Pernikahan Rahasia", sudah dilihat 700ribu joy. Silakan di cek.


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*