The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
EPISODE 138



Kring ... kring ... kring ...


Tiba-tiba suara telepon berdering masuk ke ponsel ke Bulan di saat mereka sedang asyik berbagi kisah bersama Angga. Sontak Bulan langsung mengambil ponsel dari dalam tasnya. Dia melihat nama kontak yang memanggilnya. Lalu dia menatap ke arah Angga. Angga memahami apa yang dimaksudkan oleh Bulan. Lalu dia pun menyuruh Bulan untuk menganggat telepon tersebut.


"Angkat saja, Bulan. Aku tak apa. Barang kali hal itu penting."


"Ah, baiklah. Tunggu sebentar, Angga. Aku akan mengangkatnya."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian Bulan berjalan pergi menjaga jarak dengan Angga. Lalu dia mengangkat teleponnya.


"Halo," sapa Bulan.


"Kamu ada di mana?" tanya Eggy datar.


"A-aku sedang bersama seorang teman," jawab Bulan gugup.


"Siapa? Sedang apa kamu di sana?" tanya Eggy yang mulai mengintrogasi. Dia merasa curiga terhadap Bulan, karena tidak biasanya Bulan pergi keluar malam-malam. Dia tahu bahwa Bulan adalah wanita yang sering berada di rumah.


"Temanku di restoran, Kak. Sedang makan di luar saja," jawab Bulan enggan memberitahu namanya. Bulan lupa bahwa dirinya belum memberitahu Eggy tentang pekerjaannya di restoran. Jika dia bilang sekali pun, Eggy pasti tidak akan menyukainya dan menyuruh Bulan untuk tidak bekerja. Kurang lebih jawabannya akan sama dengan jawaban Fadhla padanya. Maka dari itu Bulan memutuskan untuk tidak memberitahukan hal ini kepada Eggy. Sebisa mungkin, dia harus menyembunyikannya dengan amat rapi. Walaupun suatu saat dirinya akan tahu tentanf hal ini, setidaknya Bulan harus berusaha terlebih dulu.


"Apakah dia seorang wanita, atau seorang lelaki? Apakah kalian juga berkelompok, atau berduaan?"


Bulan merasa sangat tidak nyaman dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Eggy. Dia merasa bahwa Eggy sangatlah posessif padanya pada saat ini. Ini salah satu hal yang tidak disukai oleh Bulan.


"Ada apa dengan Kakak? Kenapa bertanya seperti itu padaku?" tanya Bulan terheran-heran.


"Hanya penasaran. Memangnya kenapa? Jawab saja, apa susahnya, Sayang!" sahut Eggy memaksa.


Bulan terkekeh. "Apa maksudmu, Kak? Apakah curiga padaku?"


"Bukan curiga, Bulan. Aku hanya prnasaran saja. Jika kamu tidak ingin menjawabnya, tidak masalah. Lupakan saja! Selamat melanjutkan makan malammu, Bulan."


Usai Eggy berkata seperti itu, Eggy langsung menutup dan mengakhiri percakapan dalam telepon tersebut dengan Bulan secara sepihak. Sontak Bulan mengernyitkan dahinya mendengar Eggy yang terdengar seakan marah. Bulan tidak menyangka bahwa hal itu akan terjadi kepada Eggy. Biasanya dia selalu bersikap masa bodo kepadanya. Namun kali ini tidak. Dia malah bersikap berbeda.


"Ada apa dengannya? Kok sensitif banget, sih? Apakah dia punya masalah di kantornya? Atau dia punya masalah lain di luaran sana? Ini benar-benar aneh. Tidak biasanya dia begitu. Aneh!" gumam Bulan penuh dengan tanya.


Tak pikir panjang, dia pun langsung kembali nenghampiri Angga. Dua tersenyum dan duduk saling berhadapan dengannya.


"Maaf, lama dan terganggu," ucap Bulan tersenyum.


"Ah, bukan masalah. Itu hak kamu, Bulan. Itu masalah pribadimu kok," sahut Angga kepada Bulan.


"Baiklah. Tadi pembicaraan kita sudah sampai mana, ya?" Bulan bertanya kepada Angga.


"Sampai mana, ya? Aku saja lupa soal pembahasan sebelumnya. Hehe," ujar Angga menyeringai.


"Ya ampun. Yasudahlah. Itu bukan masalah kok." Bulan tersenyum. Angga pun melempar senyuman pula.


Tak terasa, waktu pun sudah Bulan dan Angga lewati. Ini adalah waktunya Bulan untuk bergegas pulang ke rumah. Angga pun ada niatan baik untuk mengantarkan Bulan ke Rumahnya.


"Mari saya antar, Bulan. Ini sudah hampir tengah malam. Biarkan saya mengantarmhmu pulang," tawar Angga kepada Bulan.


"Ah, tidak udah. Aku pulang sendiri saja. Kamu pulang saja, Angga. Karena memang ini sudah malam sekali. Aku sampai lupa waktu dan tidak melihat waktu saat kita bersama tadi." Bulan merasa canggung.


"Mungkin karena saking enaknya dan saking asyiknya berbincang-bincang. Akhirnya sampai lupa waktu deh," sahut Angga berpendapat.


"Yup. Kamu benar juga. Pembahasan hari ini cukup menarik. Lebih dari cukup malahan."


"Berarti sangat menarik, dong!"


"Ya. Benar-benar menarik." Bulan tersenyun senang.


"Jadi, aku akan tetap mengantarkan kamu pulang, Bulan."


"Sudah, jangan banyak penolakan. Kamu tidak pernah tahu, ya, bagaimana rasanya ditolak?" tanya Angga kepada Bulan.


"Jelas aku pernah merasakannya, Angga," sahut Bulan.


"Nah, rasanya bagaimana tuh ditolak?"


"Cukup sakit dan kecewa," jawab Bulan kepada Angga dengan apa adanya.


"Nah, begitu pun denganku. Jika kamu menolak ajakanku, aku akan merasa sakit dan kecewa pula," sahut Angga.


Mendengar kalimat itu, membuat Bulan berpikir sejenak. Memang ada benarnya juga dengan apa yang dikatakan oleh dia dan juga Angga. Seolah kalimat dari Angga dibuat membalikkan fakta oleh Angga untuk membuat diri Bulan bungkam dengan kalimatnya sendiri. Alhasil, Bulan pun mengalah dan setuju dengan ajakan Angga.


"Baiklah. Aku akan setuju diantarkan olehmu, Angga. Tapi hanya kali ini saja, ya," kata Bulan.


"Baiklah. Bukan masalah. Mau berapa kali pun tidak masalah," sahut Angga dengan entengnya.


"Ish. Kalau tiap hari ya jangan. Nanti malahan jadi gosip dan banyak orang yang gibahin," kata Bulan menanggapinya dengan serius.


"Aku bercanda. Haha." Angga tertawa.


Bulan hanya tersenyum simpul.


"Yaudah, ayo kita pergi dan pulang, Bulan."


"Baiklah. Ayo."


Angga dan Bulan pun bergegas berjalan menuju mobil milik Angga. Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, dan segera Angga menjalankan mobilnya untuk mengantar Bulan pulang.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih sema4ngat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*