The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Bulan Bukan Boneka



"Hentikan!" ucap Bulan sambil berdiri dari tempat duduknya. Seketika dia menggebrakkan meja untuk menghentikan perbincangan mereka. Sontak Eggy dan Fadhla pun menengok ke arah Bulan dan terkejut melihatnya. "Kalian berdua kenapa, sih? Ribut terus, ribut terus, kenapa? Apa Kak Eggy gak suka aku menikah dengan Fadhla? Ini kan sudah menjadi keputusan kita bersama. Aku hamil, Kak. Aku mengandung anakmu. Fadhla hanya ingin menyelamatkan statusku saja dari hujatan orang-orang. Walaupun aku akan dihm hujat oleh orang lain karena aku menikah dengan adik mantan dari suami terdahulu, itu tidak masalah untukku, Kak. Aku tidak merasa keberatan sama sekali. Karena yang aku inginkan hanya dekat dengan Kakak saja, sebagai suamiku yang pertama," jelas Bulan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Bu-bukan begitu, Sayang. Aku tahu ini sudah menjadi keputusan kita. Hanya saja kan kamu saat ini sedang tidak hamil. Anak kita pun keguguran. Jadi pernikahan ini buat apa? Tidak ada artinya lagi, Bulan," kata Eggy dengan mudahnya.


"Apa, Kak? Coba ulang! Tidak ada artinya?" tanya Bulan.


"Iya. Jadi kamu cerai saja. Ngapain kamu bersama dia pun, aku suamimu yang sebenarnya," jawab Eggy.


"Gampang sekali Kakak berbicara seperti itu. Aku bukan boneka, Kak. Aku bukan boneka yang bisa kamu atur harus seperti ini dan itu. Aku juga punya perasaan," kata Bulan.


"Jadi kamu ingin bilang bahwa kamu memiliki perasaan terhadap adikku? Apa kamu akan berkhianat, Bulan?" tanya Eggy berpikiran buruk terhadap Bulan.


"Ya ampun, Kak. Aku berkhianat apa sama Kakak? Apa yang harus aku khianati? Apa hal ini mengkhianati suamiku sendiri? Kamu harus ingat, aku menikah dengan Fadhla itu secara sah. Dia suamiku juga dan kamu juga tahu, awalnya aku tidak menginginkan ini," kata Bulan.


"Oh, aku tahu. Kamu tidak ingin bercerai karena kamu mulai memiliki perasaan kepada dia kan? Benar kan? Jujur saja, Bulan!" tanya Eggy sambil nunjuk ke arah Fadhla. "Dasar, Bang4t! Kamu membodohiku dan juga Bulan untuk ke egoan dirimu sendiri," umpat Eggy kesal kepada Fadhla.


"Hei! Jaga mulutmu!" Fadhla mulai emosi dan tersinggung.


"Siapa yang harus menjaga mulut hah? Aku sudah menjaganya dengan baik, sehingga aku tidak sepertimu yang diam-diam mencuri perhatian istri orang dan mencuci pikirannya sampai kamu bisa menikmati tubuhnya. Benar kan?"


Mendengar hal itu membuat Bulan merasa sangat terhina. "Hentikan, Kak! Fadhla tidak pernah macam-macam denganku! Semalam dia memelukku karena menenangkanku saja. Apa kamu marah dan terus merasa dendam padaku karena hal itu, Kak? Benar bukan?" tanya Bulan.


"Seharusnya kamu meneleponku, Bulan! Tapi tidak kan? Kamu malah asyik berduaan sama dia di kamar kita, sampai aku datang kamu masih berpelukan mesra bersama dia. Apa artinya itu, hah?" kata Eggy mengungkapkan ke cemburuannya.


"Hei, Bung! Aku sudah meneleponm berulang kali, ya! Jangan salahkan Bulan atas itu. Aku sudah berkali-kali meneleponmu, tapi kamu tidak pernah mengangkatnya. Aku yakin, kamu sedsng memberikan hakmu kepada Adelia, bukan?" sindir Fadhla.


Eggy yang tidak ingin Bulan mengetahui itu pun mengelak pernyataan dari Fadhla.


"Hei, menuduh apanya? Itu kenyataan. aku bicara sesuai fakta, ya! Sudah pasti kamu melakukannya!"


Mendengar kalimat itu dan membayangkan apa yang sedang mereka bahas, yaitu tentang malam pertama Eggy dan Adelia, membuat Bulan merasa sakit hati dan terlukai akan perasaannya. Bulan merasa, jika memang Eggy melakukannya, sudah di pastikan Eggy sudah menodai cinta sucinya selama ini.


"Kurang ajar kamu!" kata Eggy sambil berdiri dari kursinya dan Fadhla pun ikut berdiri mengikuti Eggy.


Bulan merasa pusing kendengarkan mereka berdua bertengkar mengenai hal itu. Dia merasa sangat lelah dan capek harus mendengar pertengkaran mereka berdua di tengah-tengah kesedihan Bulan yang kehilangan anaknya.


"Udah! Udahlah. Kalian berdua ini kenapa? Sumpah! Aku benar-benar kesulitan untuk menjalani pernikahan ini. Sebaiknya kalian berdua ceraikan aku saja," kata Bulan dengan pasrah sambil menangis di hadapan mereka.


Sontak Eggy dan Fadhla pun terkejut mendengar kalimat yang di keluarkan oleh Bulan kepada mereka berdua.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti pasti aku masukan kok. Jangan khawatir! :)


Terima kasih, semuanya. :*