
Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba ada telepon berdering masuk ke ponsel Eggy. Seperti biasanya, dia selalu melihat nama kontaknya terlebih dulu. Rupanya itu Adelia.
"Ada apa lagi, sih, Adelia?" tanya Eggy kepada diri sendiri.
Dia memberhentikan mobilnya di samping trotoar. Kemudian dia mematikan mesin mobilnya sejenak dan langsung mengangkat telepon tersebut.
"Halo, Adelia, ada apa lagi?" tanya Eggy dengan malas.
Terdengar suaranya cukup berisik, Adelia pun terbatuk-batuk. Eggy mulai merasa cemas dengannya.
"Adelia, ada apa? Kamu di mana?" tanya Eggy sekali lagi.
"E-eggy. Okh ... okh ... a-aku ...." Adelia mengantungkan kalimatnya. Dari suaranya, terdengar sangat berat dan sepertinya dia sedang kesakitan. Apa yang terjadi padanya?
"Yang jelas, Adel. Ada apa denganmu? Kamu di mana? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Eggy mulai panik.
"Eg-gy. A-aku sudah t-tidak ta-han la-gi," ucap Adelia dengan napas berat.
"Ada apa, Adelia? Ada apa? Kenapa?" tanya Eggy kebingungan. Dia menengok ke arah belakangnya, memastikan agar tidak ada kendaraan di belakang kendarannya. Kemudian dia segera menyalakan mesin mobilnya dan langsung menjalankan mobil itu sambil masih berbicara padanya.
"Dengar, Adel. Aku akan ke sana. Sebutkan kamu ada di mana? Cepat! Katakanlah! Adel ...." Eggy berusaha memanggil namanya. Namun dia tak kunjung menjawabnya. Eggy berusaha untuk meneleponnya kembali, tetapi tidak ada jawabam darinya. Perasaan Eggy mulai tidak tenang dan merasa sangat khawatir dengan keadaan Adelia. Dia ingin berpikir positif, tetapi perasaannya mengatakan tidak untuk hal itu. Dia terus berpikiran buruk kepada Adelia.
Eggy tidak bisa berpikir lagi, dia mencari ke arah yang sebelumnya Adelia lewati. Walaupun dia tidak tahu pasti di mana jalanan itu, tetapi perasaannya mengatakan bahwa ada kemungkinan jalan yang akan dia lewati.
"Ya ampun! Ada apa lagi dengan Adelia? Semoga dia baik-baik saja. Tidak ada masalah," gumam Eggy berharap.
Setelah beberapa jalan terlewati, Eggy tidak menemukan adanya masalah. Sepanjang perjalanan pun dia terus menelepon ke ponsel milik Adelia, tetapi tetap saja dia tak. kunjung menjawab. Dirinya mulai pasrah untuk mencari Adelia. Ketika dirinya akan melewati salah satu jalanan di sana, dia melihat ada keributan dan banyak orang yang berkumpul, entah kenapa. Ada beberapa oknum polisi dan juga ambulance di sana. Karena dia merasa sangat penasaran, dia pun langsung mendekati tempat tersebut. Namun setelah dirinya akan mendekati tempat itu, dia dilarang oleh seorang polisi.
"Maaf, Pak. Anda tidak bisa melewati tempat ini. Silakan putar balik arah Anda," kata polisi tersebut.
"Kenapa, Pak? Memangnya ada apa di depan sana?" tanya Eggy penasaran.
"Ada sebuah kecelakaan, Pak. Kami sedang mengatasi masalah ini," jawabnya.
"Apa? Kecelakaan?" Eggy mulai panik. Pikiran dia tertuju kepada satu nama, yaitu Adelia. Karena saat dia di telepon, Adelia berbicara dengan nada aneh yang tak biasanya. Bahkan suaranya terdengar sangat lah berat.
"Iya, Pak," sahutnya.
"Lalu, bagaimana kondisi korban?" tanya Eggy memastikan.
"Ada yang meninggal. Seorang wanita," jawab polisi tersebut.
Mendengar kalimat itu, Eggy sangat lah terkejut. Dia tidak menyangka hal ini akan terjadi begitu sangat cepat. Perasaannya mulai terpukul. Eggy pun segera mematikan mesinnya. Kemudian dia keluar dari mobilnya dan mencoba untuk berjalan menghampiri tempat kejadian peristiwa itu.
"Maaf, Pak. Anda mau ke mana?" tanya polisi itu sambil berteriak.
"Saya ingin melihat korban itu, Pak. Izinkan saya untuk melihatnya. Saya takut bahwa itu teman perempuan saya," jawab Eggy.
"Mohon hati-hati, Pak. Jangan sampai menyentuh Korbannya," kata polisi itu.
"Baik, Pak," sahut Eggy.
Eggy pun segera berlari menuju area tempat kejadian peristiwa itu. Kemudian di sana ada tiga korban yang sedang di evakuasi untuk dibawa ke rumah sakit. Eggy sangat kesulitan untuk melihat wajah si korban. Kemudian, dia menatap ke arah mobil ambulance dan beberapa perawat di sana yang sedang menggotong korban, dia pun berinisiatif untuk menghampiri mereka dan melihat lebih dekat lagi. Sayangnya tetap tidak bisa, tetapi ada satu pemandangan yang membuat Eggy sangat terkejut. Yaitu ada satu korban terbaring di sana dengan penuh darah. Dia tidak sadarkan diri, dia mulai merasa panik dan sangat kaget akan hal itu. Dia berjalan mendekatinya sambil memanggil nama korban itu.
"Adelia!" panggilnya.
Ya. Korban kecelakaan itu adalah Adelia. Saat Adelia menelepon Eggy, dia tengah kesakitan dan masih setengah sadar. Dia sedang sekarat. Bahkan dia tidak sanggup untuk banyak bicara lagi. Dia berada di ujung maut. Adelia yang malang.
Dia melihat lebih dekat lagi wajah Adelia. Memang cukup parah, penuh darah dan luka-luka. Kemudian Eggy berusaha untuk. menyadarkan Adelia.
"Adelia, sadarlah!" harap Eggy.
"Saya ikut, suster," kata Eggy.
"Anda siapanya? Apakah Anda salah satu keluarga korban?" tanya perawat itu.
Sejenak Eggy terdiam, dia berpikir untuk memberi sebuah alasan kepada suster itu. Alhasil, dia pun memberitahukan sesuatu.
"Saya calon suaminya," jawab Eggy.
"Baiklah, silakan masuk. Anda bisa ikut kami untuk mengisi data formulir korban," kata peraeat tersebut.
Dengan segera, Eggy pun masuk ke dalam ambulance tersebut dan berangkat pergi menuju rumah sakit.
Di tengah-tengah perjalanan, Eggy terus merasakan cemas terhadap Adelia. Dia memegangi tangan Adelia, agar tangan Adelia mendapatkan sebuah kehangatan darinya.
"Adelia, bangunlah! Tetaplah bertahan, dan selamatkan diri kamu. Tetap bertahan, Adelia," kata Eggy yang terus berharap dirinya segera sadar.
Di balik kecemasan Eggy terhadap Adelia, ada Bulan dan juga Fadhla yang sedari tadi menunggunya di rumah. Dia sedang menunggu Eggy untuk datang ke rumahnya dan pergi bersama-sama. Tetapi sampai saat ini Eggy tak kunjung datang juga. Bulan dan Fadhla pun tidak tahu dengan keberadaan Eggy saat ini, bahkan ketika Fadhla mencoba menghubunginya, Eggy sangat sulit di hubungi. Dia tak kunjung menjawab. Begitu pun dengan Bulan. Dia mencoba untuk menghubungi Eggy lewat ponselnya, tetapi dia tak menjawabnya juga. Perasaan Bulan mulai tidak tenang dan sangat mengkhawatirkan Eggy. Dia takut bahwa Eggy ada masalah atau ada apa-apa terhadap dirinya. Bulan benar-benar sangat tidak tenang dengan hal ini.
"Kak Eggy ke mana, Fadhla? Dia tidak menjawab teleponku bahkan sudah berulang kali aku hubungi, dia tidak menjawab juga," cemas Bulan kepada Fadhla.
"Aku juga tidak tahu, Bulan. Dia juga tidak menjawab teleponku," sahut Fadhla.
"Ada apa ini? Mengapa perasaanku tidak tenang begini. Semoga Kak Eggy baik-baik saja, Fadhla. Aku jadi khawatir. Tidak biasanya dia seperti ini," kata Bulan mencurahkan hatinya.
"Memang. Eggy tidak biasanya begini. Dia kalau ada urusan, pasti menghubungi, walaupun hanya sekadar mengirim pesan saja. Namun ini berbeda. Ada apa dengannya?" Fadhla pun berpikir sendiri.
"Apa kita pergi menyusulnya?" sahut Bulan memberi usul.
"Ke mana?" tanya Fadhla.
"Ke rumahmu. Dia pasti ada di rumah, bukan?" Bulan menebak-nebak.
"Entahlah. Mungkin juga dia berada di rumah yang lain," sahut Fadhla.
"Ah, sial! Mengapa seperti ini?" umpat Bulan merasa kesal karena perasaan cemasnya.
Bulan dan Fadhla pun masih berdiam diri di rumah Bulan sambil menunggu kabar dari Eggy.
*****
PERHATIAN!
Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊
Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.
Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi ******* dengan akun (comeback). Cerita terbaru "Pernikahan Rahasia", sudah dilihat 900ribu joy. Silakan di cek.
Ada cerita kisah nyata tentang masa mudaku di aplikasi Kwikku berjudul Labil (plin-plan). Novel itu kisah nyata tentang masa mudaku di sekolah.
Jika ingin mengenalku lebih de
kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)
Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.
Terima kasih, semuanya. :*