The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
EPISODE 120



Tak terasa perjalanan pun telah sampai di rumah. Bulan pun turun dari mobilnya bersama Eggy. Saat mereka turun dari mobil, mereka seperti pulang dari pemberkatan dan ikrar janji pernikahan saat pertama kali mereka lakukan. Lalu tiba di rumah dengan taburan bunga dan hiasan di dalam rumah. Masa lalu yang begitu indah jika harus diingat-ingat. Namun itu sudah masa lalu dan kini keadaannya memang berbeda.


Selepas itu, Bulan dan Eggy pun masuk ke dalam rumah bersama-sama. Lalu Bulan masih merasa tidak enak dengan kebersamaannya dengan Eggy. Dia pun mulai bertanya sekali lagi padanya.


"Kakak."


"Apa?"


"Mm ... apa, ya?" Bulan malah bingung sendiri.


"Apa, hayo?"


"Hehe." Bulan menyeringai tanpa malu.


"Ayo, katakan saja. Ada apa?" tanya Eggy sangat penasaran.


"Mm ... apa kakak beneran akan menginap di sini hari ini?" tanya Bulan ragu-ragu.


"Pertanyaan itu lagi. Iya. Aku akan menginap. Kenapa? Tidak boleh?" sahut Eggy merasa kesal.


"Boleh, kok, Kak. Yaudah aku akan mengunci rumahnya." Bulan pun mengunci rumah tersebut.


Terlihat sikap Bulan dan Eggy kembali canggung. Mereka berdua terdiam dan sesekali menatap satu sama lain dengan pandangan yang malu-malu.


"Apa kakak mau tidur di kamar tamu, atau ...." Bulan menggantung kalimatnya dan langsung menggigit bibir bawahnya. Saking merasa canggungnya.


"Atau ... apa?" tanya Eggy.


"Atau tidur di ka-kamar," jawab Bulan terbata-bata.


Eggy tersenyum. "Maunya kamu aku tidur di mana?"


Bulan terdiam mendengar pertanyaan itu darinya. Dia merasa sangat bingung harus menjawab apa. Karena itu menyangkut harga dirinya juga. Di sisi lain, sebenarnya Bulan ingin bersama Eggy. Namun, setelah mengingat kejadian kemarin, dirinya menjadi ragu untuk bersikap layaknya seorang istri.


Eggy pun sebenarnya masih ingin bersama Bulan, bahkan dirinya tidak ingin jauh-jauh darinya. Hanya saja memang dia harus menilih suatu keputusan yang sangat berat. Jika bukan karena perusahaannya yang hampir bangkrut, dan hanya bos itu yanh bisa menyelamatkan Eggy, jika ada cara lain untuk menyelesaikannya selain menikah dengan anaknya, Eggy tidak akan meninggalkan Bulan. Namun ini adalah keputusan yang terberat bagi mereka berdua.


"Mm ... terserah kakak deh mau di mana. Aku gak keberatan," sahut Bulan.


"Aku akan di kamar. Bersamamu."


Akhirnya Eggy memutuskan untuk bermalam di kamar bersama Bulan. Sedikit merasa lega dan senang.Namun tetap saja ini tidak begitu baik bagi mereka berdua. Mereka harus teta bersandiwara bagaimana pun situasinya.


"Baiklah. Aku akan membawa tambahan air minum ke kamar. Aku akan ke dapur dulu. Kakak pergi saja duluan ke kamar," kata Bulan.


"Baiklah. Aku akan menunggumu di sana, ya. Jangan lama-lama," sahut Eggy tersenyum.


"Iya, Kak."


Eggy berjalan menuju kamar dan membuka pintu kamarnya. Sejenak dia melihat ke arah sekeliling di dalam sana, dia mungkin akan rindu saat-saat kebersamaan dirinya bersama Bulan.


"Huft." Eggy menghela napas dengan kasar. Kemudian dia berjalan dan duduk di ranjang. Tak lama kemudian, Bulan pun datang ke kamar dengan membawa air botol dingin ke dalam kamar.


"Kak," panggil Bulan kepada Eggy.


Eggy menengok ke arah Bulan. "Apa, Sayang?" tanyanya.


"Seglas saja. Tolong bawakan," sahut Eggy dengan lembut.


"Baiklah, Kak."


Bulan berjalan menghampirinya. Kemudian dia memberikan gelas yang masih kosong ke arahnya.


"Tolong pegang ini, Kak. Aku akan menuangkannya."


Eggy mengambil gelas kosong itu. "Baiklah."


Bulan langsung menuangkan air dingin ke dalam gelas kosong tersebut. "Terima kasih, Sayang."


"Sama-sama, Kak."


Eggy meneguk air tersebut. Kemudian setelah air itu diminum habis setengahnya, dia langsung mberikan gelas tersebut kepada Bulan.


"Tolong simpankan untukku."


"Baik, Kak."


Bulan pun menyimpan gelas dan air botol itu di meja. Lalu dia duduk di samping Eggy dengan rasa gugup. Seakan dia merasakan malam pertama lagi dengannya. Heran memang. Namun hal itu seperti terasa baru lagi bagi mereka.


"Mm ... apa kakak akan tidur sekarang?" tanya Bulan.


"Mungkin saja, Bulan. Namun aku menunggu waktu sebentar lagi," jawabnya.


"Apa yang kakak tunggu?" tanya Bulan ragu-ragu.


"Dirimu," sahutnya dengan singkat, padat dan jelas.


"Hah, apa?" Seketika Bulan terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya itu. Dia tidak percaya.


Tunggu! Tapi apa yang dimaksud oleh Eggy?


Eggy memang ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Bulan. Apalagi dia harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Untuk besok dan hari selanjutnya, mungkin saja dirinya tidak akan bertemu atau bersama dengannya lagi. Apalagi pertunangan akan dilakukan sebentar lagi. Pastinya dia harus bersiap-siap dengan persiapan acara pertunangan mereka. Waktu untuk bertemu pun pasti sangat sulit, apalagi harus sampai bersama.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update sehari 2x. Terima kasih sebelumnya, readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*