The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
EPISODE 134



"Hai, Bulan!" panggil seseorang yang toba-tiba menghampiri Bulan yang sedang mencuci piring.


Bulan terkejut dan menengok ke arahnya. "Ada apa, Melda?" tanya Bulan penasaran.


"Aku pikir kamu pakai pelet," kata Melda. Membuat Bulan mengernyitkan dahinya tak mengerti. Dia bingung dengan apa yang dikatakan oleh Melda. Pelet apa maksud dia? Tentu jelas Bulan bukanlah seorang dukun, apalagi dukun beranak.


"Apa sih, kamu?" Bulan terkekeh dibuatnya.


"Sudahlah. Kamu akui saja," kata Melda menyenggol badan Bulan.


Bulan tersenyum melihat Melda bertingkah aneh seperti itu. Apa yang harus dia akui? Dia tidak melakukan apa-apa dan tidak ada kebohongan lain pun. Kecuali tentang statusnya.


"Akui apa, Melda? Aku tidak punya sesuatu rahasia yang perlu diakui," kata Bulan.


"Kamu dekat dengan Pak Angga. Apa ada hubungan khusus dengannya? Aku lihat kamu sangat akrab dengan dia. Jujur saja," ujar Melda memaksa.


"Astaga." Bulan menggelengkan kepalanya. "Apa yang kamu bilang? Apa kamu tidak waras, ya? Mana mungkin aku punya hubungan khusus dengannya. Ngaco deh. Kamu tahu sendiri, bukan, aku dengan Pak Angga tuh tidak ada hubungan apa-apa. Kenal pun baru beberapa hari. Kamu ada-ada aja nih," sangkal Bulan.


"Masa sih?" tanya Melda seakan tak percaya.


"Beneran," jawab Bulan menggelengkan kedua bola matanya.


"Mm ... sini deh. Aku bisikan sesuatu sama kamu, Bulan." Melda melambaikan tangannya sedikit ke arah Bulan.


"Bentar, bentar," tahan Bulan seraya menyalakan air keran. Kemudian dia pun mencuci tangannya terlebih dulu. Pekerjaannya terpaksa tertunda terlebih dulu karena Melda menganggu pekerjaannya. Seketika Bulan merasa sebal dengan Melda, tetapi bagaimana pun Melda adalah teman pertama yang dia kenal di dalam pekerjaan ini.


Setelah dia selesai mencuci tangannya, dia pun menciprat-cipratkan tangannya dan langsung mengelap kedua tangannya sampai tangan Bulan kering.


"Oke. Apa yang akan kamu bisikan padaku, Melda? Cepatlah. Biar pekerjaanku tidak tertunda lebih lama lagi."


"Oke. Sini!"


Bulan mendekatkan telinga ke mulut Melda. Kemudian Melda lekas membisikkan satu kalimat ke telinganya.


"Jangan-jangan Pak Angga suka sama kamu, Bulan. Aku yakin itu," kata Melda berbisik.


Sontak Bulan terkejut dengan ucapan yang dibisikan oleh Melda.


"Apa? Ngaco ah. Cuma sekadar ngobrol doang kok disebut suka. Ngaco nih kamu. Bukan begitu ah. Keknya Pak Angga gak bakalan suka sama aku, Melda. Masa suka sama pegawai. Aneh, deh," ujar Bulan tak habis pikir.


"Eh, siapa tahu kan dugaanku memang bener. Kalau bener, hidupmu bakalan enak. Gak bakalan jadi pegawai lagi."


"Apaan sih? Lagian mana berani aku dekati Pak Angga. Siapa diriku? Aku hanya pekerja biasa di sini, Melda."


"Ya gak ada salahnya, 'kan? Kalian berdua kelihatan sangat cocok."


Melda tetap. kukuh dengan keputusan yang sudah dibuatnya. Yaitu dengan menjodoh-jodohkan Bulan dengan Pak Angga. Namun. Bulan ini semua ini terjadi. Seandainya Melda tahu status hubungan Bulan saat ini masih istri orang, mungkin dirinya tidak akan berani berbicara seperti itu lagi padanya. Sayangnya Melda tidak tahu dan Bulan tidak ingin dia mengetahui akan hal itu. Hanya dirinya, Eggy dam Fadhla yang mengetahui bahwa status pernikahan antara dirinya dan Eggy masih terjalin.


"Ah, jangan begitu."


"Ekhem."


Tiba-tiba seseorang berdehem dan membuat mereka berdua terdiam kaku melihat siapa yang berdehem padanya.


"Ah, maaf." Melda merasa canggung. "Bulan, aku pergi dulu. Bye."


Melda pun pergi meninggalkan Bulan di dapur. Lalu, Bulan tersenyum simpul kepada seseorang itu. Dia merasa malu dan tidak enak telah menggosipkan dirinya bersama Melda. Hari ini Bulan mengalami kesialan. Semoga saja ini bukanlah masalah yang besar bagi dirinya. Jika tidak, Bulan akan merasa menyesal dan sangat bersalah akan hal itu.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*