The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Makanan Penutup



Fadhla membuyarkan pikirannya ketika Bulan hendak meninggalkannya sendirian di dapur. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya karena membayangkan sesuatu hal yang sebelumnya dia inginkan. Ya. Dia ingin memeluk Bulan. Namun perasaan itu Fadhla urungkan, karena hal itu akan membuat dirinya sangat kesulitan. Dia sudah tahu benar tentang apa yang akan terjadi padanya. Maka dari itu, pikiran Fadhla memikirkan hal resiko dari apa yang diinginkannya, sudah pasti dia akan menerima perlakuan buruk. Di tolak oleh Bulan. Fadhla pun setelah selesai mencuci, dia langsung mengeringkan tangannya dengan mengelap kedua tangannya. Setelah itu di mendekati Bulan dan tersenyum.


"Hei, apakah ada bahan yang belum di masukan?" tanya Fadhla kepada Bulan.


Bulan menengok. "Enggak kok. Ini udah aku masukan semuanya," kata Bulan sambil terus memasak.


Jika Fadhla benar-benar melakukan apa yang ada di dalam pikirannya tadi, mungkin tidak akan seperti ini. Tidak akan mendapatkan sebuah senyuman darinya.


"Jadi tinggal ngapain, nih?" tanya Fadhla.


"Mungkin buat makanan penutupnya kali, ya!" jawab Bulan sambil berpikir.


"Oh, iya. Mau makanan apa sebagai pencuci mulutnya?" tanya Fadhla kepada Bulan.


"Aku kurang tahu, sih. Mungkin beli aja kali, ya." jawab Bulan kebingungan. Dirinya memang kurang pandai dalam hal makanan penutup. Bahkan memasak untuk makan pun, dia masih melihat buku resep masakan. Untungnya Bulan tidak pernah merasa gagal akan hal masak memasak. Sebelum dia mulai memasak, dia selalu melihat resepnya terlebih dulu dan membayangkan bagaimana semua bahan itu akan di masak dan di eksekusi menjadi sebuah makanan.


"Mau beli aja, nih, sekarang? Mumpung beberapa jam lagi Eggy akan datang ke rumah," ucap Fadhla mengingatkan, sambil melihat ke arah jarum jam.


"Emangnya Kak Eggy gak akan ke rumah Adelia dulu?" tanya Bulan kepada Fadhla.


"Ya gak tahu, sih. Mana aku tahu juga. Haha. Tapi kamu jangan khawatir. Eggy akan setiap hari akan datang ke sini, bukan? Hari ini dia di kantor dan mengurusi kantor," jelas Fadhla.


Bulan sudah selesai memasaknya. Dia pun mematikan kompor tersebut. "Lalu kenapa kamu ada di sini? Kamu gak kerja, ikuti kak Eggy di kantor? Biasanya kamu masuk kantor juga, bukan? untuk melihat situasi kantor di sana?" tanya Bulan kepada Fadhla.


"Kamu tahu sendiri, aku kalau ke kantor kalau di panggil sama Eggy. Lagian aku di sana cuma magang dan bantu Eggy doang, sih. Aku belum di kasih kepercayaan untuk mengurusi sebuah perusahaan. Makanya aku tidak begitu peduli dengan perusahaan," jelas Fadhla kepada Bulan yang tengah memindahkan makanan di penggorengan ke dalam mamgkuk. Setelah itu Bulan berjalan untuk menyimpan makanan yang sudah jadi itu ke atas meja makan.


"Apa kamu tidak mencari pekerjaan lain, Fadhla?" tanya Bulan yang mulai beristirahat duduk di kursi meja makan.


Fadhla punengikutinya. Dia berjalan menghampiri Bulan dan duduk tepat di hadapan Bulan. "Keinginan bekerja, ya?" tanya Fadhla dan mulai berpikir sendiri. "Sebenarnya aku tidak ingin seperti Eggy sih. Jujur saja. Aku tidak berminat untuk mengurusi sebuah perusahaan," tambah Fadhla kepada Bulan.


"Kenapa? Bukannya itu sudah menjadi usaha yang turun temurun, ya?" ujar Bulan.


"Memang. Tapi tetap saja aku tidak mau. Aku ingin mencari profesi lain. Cuma memang belum menemukannya saja, sih," jelas Fadhla lagi.


fadhla menengok dan menatap Bulan. Kemudian dia tersenyum kepada Bulan. "Apa, ya? Aku sudah bilang belum menemukannya, sih. Jadi memang untuk saat ini aku tidak ingin menjadi apa pun dulu. Menikmati masa muda, sih, sebenarnya. Kamu tahu sendiri, bukan? Aku baru saja lulus kuliah? Kemudian bertemu denganmu dan jadilah seperti sekarang. Ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya," kata Fadhla dengan apa adanya.


"Iya. Kamu benar juga. Memang kamu baru saja lulus kuliah dan saat ini menganggur. Bahkan kamu sudah mempunyai istri pun tetap menganggur," sindir Bulan sambil tertawa kecil menertawakan nasih Fadhla.


"Ngejek, kan, ya? Tapi kalau di lihat pad kenyataannya, iya. Aku suami pengangguran yang mengandalkan kartu kredit dan uang tabungan. Hahaha. Mendapatkan uang pun jika aku masuk kantor. Berasa kerja jadi freelance, sih!" kata Fadhla mengingat dirinya sendiri.


"Lucu sekali hidup kita, ya, Fadhla," kata Bulan sambil memikirkan kehidupan yang dia alami sekarang.


Fadhla menatap Bulan. "Ya kamu benar. Kadang mengingat sebuah kehidupan yang nyata selalu lucu di banding melihat sebuah lawakan seseorang. Hidup penuh sandiwara lebih miris, di bandingkan hidup miskin," jelas Fadhla kepada Bulan.


Pembahasan itu langsung saja terjadi begitu saja. Bulan memang merasa sedikit tersinggung mengenai kalimat terakhir dari Fadhla, ia merasa bahwa itu memang di tujukan padanya. Namun Bulan tidak menampik. Dia memang merasa dirinya melakukan semua itu. Dia pun menerimanya dengan sabar dan sangat ikhlas. Dia pun menebar senyuman kepada Fadhla.


"Kehidupan memang pilihan Fadhla. Bersandiwara atau pun hidup dengan kejujuran, tetap saja akan ada resiko dan cobaan yang datang. Saat ini aku sedang menghindari resiko kemungkinan yang akan datang padaku jika aku jujur. Maka dari itu aku memilih bersandiwara untuk kepentingan pribadiku," kata Bulan dengan panjang lebar. Fadhla pun menatapnya dengan iba.


"Bulan ...," panggil Fadhla secara perlahan.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Jika ingin mengenalku lebih dekat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti pasti aku masukan kok. Jangan khawatir! :)


Terima kasih, semuanya. :*