The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
EPISODE 130



"Fadhla. Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Bulan tiba-tiba mengejutkan dirinya.


Spontan Fadhla mengembalikan halaman yang sedang dilihatnya itu untuk menghindari agar tidak ketahuan oleh Bulan.


"Eh, kamu. Sudah selesai kah?" tanya Fadhla.


"Suuu-dah. Kenapa? Kok kamu sepettinya sedang tegang. Ada apa?" tanya Bulan terheran-heran.


"Tidak apa-apa, Bulan. Tenang saja. Jangan khawatir. Aku tidak tegang sama sekali kok," sahut Fadhla kepada Bulan.


Bulan menganggukkan kepala dengan pelan. "Mm.... baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi. Eh, enggak deh. Aku masih ada banyak perrtanyaan. Hehehe." Bukan menyeringai.


"Kamu ada-ada saja. Yaudah, ayo kita pergi makan di luar sebelum malam banget. Mumpung masih agak siangan ini," kata Fadhla.


"Ayo. Aku siap pergi kok."


Fadhla mulai mengambil kunci mobilnya di meja dan berdiri.


"Hei, tunggu!" tahan Bulan kepada Fadhla.


"Ada apa?" tanya Fadhla.


"TV-nya tolong matikan lagi, ya," jawab Bulan.


Fadhla tertawa kecil. "Haha. Iya. Hampir saja aku lupa bahwa aku sedang menonton TV."


"Kamu ini!" Bulan menggelengkan kepala dengan heran.


Fadhla pun mematikan lagi TV-nya. "Yaudah, sudah aku matikan. Ayo pergi!" ajaknya.


"Oke."


Bulan dan Fadhla pun pergi dari rumah. Tidak lupa Bulan mengunco rumahnya rapat-rapat, agar tidak ada sembarang orang yang masuk ke dalam rumahnya. Kemudian mereka bergegas masuk ke dalam mobil dan mulai pergi untuk mencari makan.


Di tengah perjalanan, Bulan dan Fadhla berbincang-bincang tentang sesuatu.


"Apakah kamu merasa betah kerja di tempatkmu?" tanya Fadhla mengawali pembicaraan.


"Sepertinya begitu. Aku belum merasa begitu betah atau tidak. Karena memang masih baru sehari. Selama sati hari ini, cukup nyaman dan capek banget. Karena aku tidak tahu dengan apa yang harus aku lakukan di sana," jawab Bulan dengan panjang lebar.


"Iya. Kamu benar juga. Baru sehari ini kan, mana bisa merasakan betah sama enggaknya. Haha."


"Ya... begitulah. Namun di sana aku mendapatkan teman baru yang cukup baik. Dia sering membantuku dalam bekerja dan sering memberitahuku apa saja yang harus aku kerjakan di sana," kata Bulan bercerita lagi pada Fadhla.


"Benarkah? Syukurlah jika memang begitu. Itu bisa jadi awal yang baik untukmu, Bulan."


"Ya. Benar. Memang itu awal yang baik," sahut Bulan.


"Bagaimana dengan manager di sana, Bulan?" tanya Fadhla semakin kepo. "Manager di sana cewek atau cowok?"


"Untuk managernya baik. Dia humoris orangnya. Jika kenal dekat dengan dia, mungkin orangnya akan asyik deh. Sama asyiknya dengan kamu," jawab Bulan.


"Masa sih?" tanya Fadhla.


"Memangnya kenapa? Apa ada yang salah, ya?" Bulan kebingungan.


"Tidak juga sih. Dia cewek atau cowok?"


"Cowok. Masih muda."


"Oh, gitu."


"Kenapa?"


"Cuma tanya, Bulan. Kenapa sih? Memangnya gak boleh bertanya, ya?"


Raut wajah Fadhla seakan tidak ingin membahas tentang pria lain. Memang salah dia jika dia bertanya tentang pekerjaan sampai bertanya tentang manager di tempat kerjanya. Fafhla sepertinya mulai cemburu terhadap itu. Namun apa alasan untuk dia bisa cemburu padanya? Memang di antara Bulan dan Fadhla tidak ada hubungan apa-apa. Mereka berdua hanyalah sebatas kakak ipar dan adik ipar yang akrab saja. Tidak lebih dari itu.


"Yaudah deh, mau makan di mana kita?" tanya Fadhla.


"Restoran itu saja," kata Bulan sambil menunjuk ke arah tempatnya.


"Makanan seafood?" tanya Fadhla.


"Ya. Makanan seafood," jawab Bulan.


"Oke deh, ayo."


Beberapa saat mereka tiba di parkiran dan memarkiran mobilnya di sana. Setelah diparkirkan, Fadhla dan Bulan mulai masuk ke dalam restoran tersebut. Beberapa langkah setelah masuk ke dalam sana, tak sengaja dia berpapasan dengan seseorang.


"Eggy," panggil Fadhla. Bulan hanya menengok ke arahnya setelah mendengar nama itu, memastikan bahwa itu memang benar.


Eggy hanyaenatap terkejut mendapati Bulan dan Fadhla bersama.


"Hei, kamu. Kita bertemu lagi," ucap Adelia kepada Bulan.


"Ah, hei," sahut Bulan tersenyumn padanya.


"Kalian saling mengenal?" tanya Eggy.


Orang-orang di sana pun saling melempar pandangan satu sama lain.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi Joylada dengan akun Lani Nurohmah (comeback).


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga.


Terima kasih, semuanya. :*