The Moon of Love With You

The Moon of Love With You
Episode 163



Mengingat kecelakaan itu, Eggy merasa bahwa kecelakaan tersebut sangatlah parah. Dia mengingat kembali kejadian di mana dirinya melihat tempat kejadian peristiwa itu. Mobil milik Adelia rusak parah, asap mengepul dan sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Mobil truk yang terguling, juga bagian depannya rusak parah dan hancur pula.


Awal Pertama Eggy melihat semua itu, dia terkejut. Pantas saja jika pihak polisi mengatakan bahwa ada korban jiwa yang meninggal di tempat. Dia berpikir bahwa Adelia lah yang korban meninggal di tempat itu. Namun setelah dia melihat beberapa korban yang di bawa oleh ambulance, dia melihat bahwa di sana ada Adelia. Untunglah Adelia masih bisa terselamatkan, di sana Eggy langsung ingin mengantarkan Adelia saja. Rupanya Eggy benar-benar sangat mencemaskan Adelia, walau pun tidak ada hubungan apa-apa, tetapi di lihat dari perhatiannya sudah agak berbeda.


"Syukurlah. Jika ingatannya tidak begitu parah. Lalu kapan saya bisa menemuinya, Dok? Saya ingin bertemu dengannya," kata Eggy.


"Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruangan lain. Setelah itu, Anda bisa menemuinya," kata Dokter kepada Eggy.


"Baiklah."


"Syukurlah, Jika Adelia baik-baik saja," sahut Bulan merasa sangat lega.


"Apakah di sini ada keluarganya, saudaranya, atau suaminya?" tanya Dokter kepada mereka bertiga.


"Saya, Dok," jawab Eggy.


"Apakah Anda suaminya?" tanyanya.


Bukan dan Fadhla langsung menatap ke arah Eggy. Begitu pun dirinya.


"Sa-saya calon suaminya, Dok," jawab Eggy.


"Baiklah. Bisa ikut saya?" tanya Dokter.


"Baik, Dok. Tunggu sebentar, sqya ambil jas dulu," jawab Eggy, lalu dia mengambil jasnya.


"Mm, untuk yang lain, bisa menunggu di ruang tunggu yang ada di depan. Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruangan lain," kata Dokter pada Bulan dan juga Fadhla.


"Ah, baiklah, Dokter."


Dokter pun pergi menuju ruangannya dan disusul oleh Eggy. Saat Eggy hendak mengikutinya, dia sejenak menatap Bulan.


"Maafkan aku, Bulan," ucap Eggy dengan nada yang pelan.


"Tidak apa-apa, Kak. Lanjut saja," sahut Bulan.


Eggy tersenyum, lalu dia mengusap rambut Bulan dengan lembut. Dan dia pun pergi menyusul Dokter.


"Ayo, Bulan. Kita tunggu di depan saja."


"Baiklah."


"Apa kamu lapar? Mau makan? Kamu belum makan, bukan?" tanya Fadhla.


"Ah, iya. Tapi sebenarnya aku sudah makan sih. Tadi di restoran bareng pegawai-pegawai yang lain. Karena kan hari ini kerjaku lembur," jawab Bulan kepada Fadhla.


"Ah, iya. Bener juga, ya. Kamu kan udah kerja lembur. Jadi, mau makan lagi atau enggak?" tanya Fadhla menawarkan.


"Beli cemilan aja dulu kali, ya. Aku pengen ngemil nih!" sahut Bulan.


"Yaudah, deh. Ayo kita pergi beli cemilan," ajak Fadhla.


"Kalau Kak Eggy gimana? Nanti dia cari kita, gimana?" tanya Bulan pada Fadhla.


"Ya jangan lama-lama dong cari cemilannya. Sekalian belikan cemilan juga buat Eggy. Kasihan dia, mungkin dia butuh makan juga, bukan?" tanya Fadhla.


"Iya. Beli di supermarket aja kali, ya? Apa di jalanan?" tanya Bulan.


"Di jalanan? Cemilan apa yang ada di jalanan?" tanya Fadhla balik.


"Menurutku lebih murah dan lebih banyak makanan di pedangan kaki lima sih, dibanding supermarket, toko atau mall gitu," sahut Bulan.


"Astaga. Apa kamu itungan, Bulan? Belajsr menghemat atau emang pelit?" tanya Fadhla.


"Ih, kamu. Bukan gitu lho, Fadhla. Ya biar kita bisa beli banyak makanan cemilan aja. Bikin perut kenyang gitu lho. Paham gak?" jelas Bulan kepada Fadhla.


"Iya deh, iya. Aku paham. Yaudah, karena kamu gak bisa kenyangin perutmu dengan cemilan toko, maka dari itu, ayo kita pergi cari cemilan di pinggir jalan," ajak Fadhla seraya menyindirnya.


"Ih, kamu, ya. Jangan gitu dong! Yaudah deh. Kita ke supermarket aja," kata Bulan seraya cemberut.


"Hei! Jangan panggil itu. Ingat, aku ini masih istrinya kakakmu lho," kata Bulan mengingatkan.


"Iya, iya. Aku tahu. Yaudahlah. Ayo kita pergi."


"Ayo!"


Bulan dan Fadhla pun pergi ke luar rumah sakit meninggalkan Eggy di ruangan dokter.


Terlihat Eggy sedang duduk saling berhadapan dengan sang Dokter. Eggy kelihatannya sangat tegang dan resah.


"Dengan siapa saya berbicara?" tanya Dokter.


"Ah, maaf. Perkenalkan, saya Eggy, Dok," jawab Eggy sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan dengan Dokter tersebut. Setelah itu, dia mulai bertanya kembali. "Lalu bagaimana dengan keadaan Adelia yang sebenarnya, Dok?"


"Baik. Jadi begini, Adelia, calon istrimu memang sedikit bermasalah. Sarafnya terganggu, mungkin akan ada perubahan hormon yang baik, dan yang tak baik yang akan terjadi dengan calon istrimu," jelas Dokter.


"Maksudnya Bagaimana, Dok?" tanya Eggy tidak paham.


"Hormon baiknya, dia akan selalu merasa sabar. Jika hormon yang buruknya, dia bisa menjadi tidak sabaran dan sering marah-marah. Karena benturan itu membuat saraf Adelia terganggu," jawab Dokter kepada Eggy dengan penjelasannya.


"Jadi, semacam dua kepribadian?" tanya Eggy menebak-nebak.


"Bisa jadi seperti itu. Tetapi sebenarnya bukan. Pribadi ganda itu si penderita tidak akan sadar, bahkan tidak akan mengingat apa pun jika pribadinya sering berganti-ganti. Si penderita cenderung menganggap dirinya tidur. Padahal tidak. Kalau yang di alami oleh Adelia adalah, dia akan mengingat semua kejadian. Baik yang sedang dalam keadaan baik-baik saja, mau pun keadaan dirinya sedang mudah emosi. Jadi tidak begitu di khawatirkan," ujar Dokter semakin jelas.


"Begitu, ya. Baiklah, Dok. Apakah itu tidak akan lama?" tanya Eggy.


"Biasanya tidak lama. Ada juga yang lama. Saya tidak bisa memastikan hal itu," jawabnya.


"Lalu maksud Dokter tentang ingatan Adelia yang terganggu, bagaimana?" tanya Eggy penasaran. Karena dirinya tidak ingin hal yang sudah terjadi kepada Bulan waktu lalu, terjadi pula kepada Adelia.


"Jika masalah itu, tidak perlu di khawatirkan. Karena dalam beberapa hari, dia akan ingat semuanya. Wajar saja jika awal dia sadar, dia tidak akan mengingat apa pun. Karena benturan itu membuat kepalanya terasa sakit, pusing, bahkan luka," jelas Dokter.


"Syukurlah. Jadi yang pengaruh besar adalah hormonnya, ya, Dok?" tanya Eggy memastikan.


"Betul sekali, Pak Eggy," jawab Dokter.


"Baiklah. Terima kasih, Dok. Kalau begitu, apakah saya bisa menemui Adelia saat ini?" tanya Eggy.


"Silakan, Pak."


"Baik. Saya permisi."


Eggy pun langsung berdiri dan segera keluar dari ruangan Dokter. Lalu dia mulai berjalan ke arah ruang tunggu yang ada di depan, berniat untuk menemui Bulan dan Fadhla terlebih dulu. Setelah dirinya berada di sana, dia langsung mencari-cari satu per satu wajah orang-orang yang sedang duduk di sana. Rupanya dia tidak melihat siapa pun di sana. Dia tidak melihat adanya Bulan mau pun Fadhla.


"Ada di mana mereka? Apa mereka pergi meninggalkanku sendirian di sini? Sial! Apa aku harus mencoba menelepon Bulan lagi, untuk menanyakan ada di manakah dia berada?" tanya Eggy pada diri sendiri. "Baiklah, aku akan mencoba untuk mencarinya ke ruang tunggu yang lainnya sambil mencari kamar pindahan Adelia. Lupa tidak menanyakan kamar Adelia nomor berapa dan di mana," tambahnya bergumam lagi.


Lalu dia pun mulai berjalan kembali untuk mencari mereka berdua yang entah ke mana. Susah untuk mencari tahu di mana mereka, karena sialnya Eggy meninggalkan barang terpenting miliknya, yaitu ponsel.


*****


PERHATIAN!


Budayakan untuk memberi love dan komen-komen kalian terlebih dulu sebelum membaca next chapternya ya, guys.. 😊😊


Karena itu untuk apresiasi kalian untuk aku bisa lebih semangat menulis dan update yang rajin untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih sebelumnya para readers-readers telah setia membaca novel ini sampai saat ini. Terima kasih banyak.


Untuk yang ingin tahu karyaku yang lain, silakan cek di akun WP @Bulan_lani. Cerita baruku berjudul 'Dia Rehema'. Ada juga aplikasi ******* dengan akun (comeback). Cerita terbaru "Pernikahan Rahasia", sudah dilihat 1-M joy. Silakan di cek.


Ada cerita kisah nyata tentang masa mudaku di aplikasi Kwikku berjudul Labil (plin-plan). Novel itu kisah nyata tentang masa mudaku di sekolah.


Jika ingin mengenalku lebih de


kat, silakan DM di IG @nurohmah.lani atau inbox melalui pesan Facebook Lani Nurohmah. Follow juga, ya. :)


Jangan lupa untuk bergabung dalam grup chat MT Lani Nurohmah, ya. Biar kalian bisa lebih gampang mengirim pesan dan saling berkenalan juga. Atau bisa juga bergabung di grup WA-ku. Silakan hubungi aku saja, nanti aku masukan kok.


Terima kasih, semuanya. :*