
Nerissa masih berada di rumah Alvin bersama Marin. Ia memang sangat membutuhkan mahkota miliknya yang ia pikir berada di tangan Cordelia saat itu, tetapi entah kenapa ia ragu dengan pilihan yang Cordelia berikan padanya.
"Putri kau pasti tahu apa yang terbaik untukmu!" ucap Marin pada Nerissa.
Marin sangat mengerti bagaimana Nerissa menyukai Alvin sejak pertemuan pertama mereka, tetapi Marin juga harus mengingatkan bahwa tujuan mereka ke daratan adalah untuk mendapatkan mutiara biru milik Ratu Nagisa.
Meski begitu Marin tidak memaksa Nerissa atas keputusannya sendiri, ia percaya Nerissa akan memberikan keputusan yang terbaik untuk semuanya.
Mendengar ucapan Marin, Nerissa menganggukkan kepalanya, ia menghela nafasnya panjang sebelum mengucapkan keputusannya.
"Baiklah, aku akan......"
Nerissa menghentikan ucapannya saat ia melihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah Alvin, Nerissa sangat mengenal mobil itu. Ya, itu adalah mobil Alvin dan tak lama kemudian Alvin keluar dari mobilnya.
Alvin yang baru saja sampai di rumahnya begitu terkejut karena melihat Nerissa dan Marin disana.
"Nerissa, Marin apa yang kalian lakukan disini? apa kalian mencariku?" tanya Alvin pada Nerissa dan Marin.
Nerissa membawa pandangannya pada Marin, seolah meminta Marin untuk menjawab pertanyaan Alvin.
"Tidak Alvin, aku dan Putri ke sini untuk menemui Delia," jawab Marin.
"Ada apa? apa terjadi masalah lagi diantara kalian?" tanya Alvin dengan membawa pandangannya pada Nerissa, Marin dan Cordelia bergantian.
"Apa kau tidak melihat berita yang sudah heboh di sosial media sekarang?" balas Marin bertanya pada Alvin.
"Aku belum melihatnya," jawab Alvin sambil mengeluarkan ponselnya, berniat untuk melihat berita yang Marin bicarakan.
Namun tiba-tiba Cordelia merebut ponsel Alvin karena tidak ingin Alvin menggagalkan rencananya untuk membuat Nerissa menjauhi Alvin.
"Bukan apa-apa, kau tidak perlu tahu, masuklah! urusan mereka denganku bukan denganmu!" ucap Delia pada Alvin.
"Apa kau baik-baik saja Nerissa?" tanya Alvin pada Nerissa yang tampak bersedih saat itu.
Nerissa menganggukkan kepalanya dengan berusaha untuk memberikan senyumnya pada Alvin.
"Baiklah, selesaikan masalah kalian bertiga tapi aku mohon jangan membuat keributan disini!" ucap Alvin sambil membawa pandangannya pada Cordelia di akhir kalimatnya.
Alvin kemudian melangkah masuk ke dalam rumahnya, namun tiba-tiba Nerissa memanggilnya.
"Alvin!" panggil Nerissa yang membuat Alvin menghentikan langkahnya dan membawa pandangannya ke arah Nerissa.
"Apa kau ingat tentang mahkota pemberian orang tuaku?" tanya Nerissa pada Alvin.
"Iya aku mengingatnya, kenapa? apa kau sudah menemukan mahkota itu?"
"Aku sudah menemukannya tetapi sepertinya susah untukku mendapatkannya lagi karena ada hal besar yang harus aku korbankan untuk mendapatkan mahkota itu," jawab Nerissa.
Alvin kemudian kembali membawa langkahnya menghampiri Nerissa.
"Apa yang sebenarnya terjadi Nerissa? katakan padaku di mana mahkota itu, aku akan membantumu untuk mendapatkannya lagi!" ucap Alvin sambil memegang kedua bahu Nerissa, membawa pandangan Nerissa ke arahnya.
"Aku tidak tahu apa kau nanti akan percaya padaku bahwa mahkota itu milikku atau kau malah percaya padaku seseorang yang menemukannya," ucap Nerissa pada Alvin.
"Aku pasti mempercayaimu Nerissa, katakan saja padaku aku pasti akan membantumu mendapatkan kembali mahkota itu!" balas Alvin berusaha meyakinkan Nerissa.
Nerissa kemudian mengambil ponselnya, membuka sosial media Cordelia dan menunjukkan pada Alvin foto Cordelia yang sedang mengenakan mahkota milik Nerissa.
"Ini mahkota milikku Alvin, ini pemberian ayah dan bundaku, tapi sekarang mahkota ini ada padanya," ucap Nerissa sambil menunjuk ke arah Cordelia.
Alvin melihat dengan jelas foto yang Nerissa tunjukkan padanya, ia tahu pasti mahkota yang Cordelia pakai dalam foto itu adalah mahkota yang Alvin simpan di kamarnya, mahkota yang dulu ia temukan di pantai, mahkota aneh yang pernah hadir dalam mimpinya.
"Tidak Alvin, kau jangan percaya padanya, mana mungkin dia memiliki mahkota seperti itu!" ucap Cordelia pada Alvin.
"Dari mana kau mendapatkan mahkota itu Delia? apa kau membuka laci di kamarku atau kau membuka isi lemariku tanpa seizin ku?" tanya Alvin pada Cordelia.
"Aku..... aku hanya ingin meminjam charger tetapi aku tidak menemukannya, jadi aku membuka laci dan tidak sengaja melihat mahkota itu, aku hanya memakainya dan mengunggah foto ku dengan mahkota itu, aku tidak tahu jika itu akan menjadi berita heboh dalam sekejap!" ucap Delia berusaha menjelaskan pada Alvin.
Alvin kemudian merebut ponsel miliknya yang masih ada di tangan Cordelia. Alvin kemudian mencari tahu tentang berita heboh apa yang Cordelia dan Marin bicarakan.
Alvin begitu terkejut saat ia mengetahui tentang mahkota yang ia temukan di pantai. Mahkota yang pada awalnya ia pikir hanyalah barang biasa ternyata memiliki nilai jual yang sangat tinggi bahkan menjadi rebutan para kolektor barang mewah dan langka.
"Kau lihat sendiri bukan? mahkota itu bukan mahkota biasa, pasti Nerissa hanya mengarang cerita karena ingin mendapatkan mahkota itu dengan cuma-cuma!" ucap Cordelia pada Alvin.
"Tidak, mahkota itu memang milikku kalau kau memang ingin menjualnya padaku katakan berapa yang harus aku bayar agar aku bisa mendapatkan mahkota itu!" sahut Nerissa.
"Kau tidak akan mampu membayarnya Nerissa, jadi jangan pernah berharap untuk memiliki mahkota itu, kau......."
"Cukup Delia, kenapa kau selalu saja membuat masalah seperti ini? apa kau tidak belajar dari kejadian kemarin?" ucap Alvin memotong ucapan Cordelia.
"Sudah kubilang aku tidak tahu jika mahkota itu bukan mahkota biasa, aku tidak bermaksud untuk membuat berita heboh seperti itu Alvin, tidak ada gunanya juga untukku!" balas Cordelia.
"Mahkota itu bukan milikmu Delia, kau tidak berhak untuk memakai apalagi menjual mahkota itu, lagi pula mahkota itu ada di kamarku dan kau menyentuh barang di kamarku tanpa seizin ku, kau tahu aku sangat membenci hal itu bukan?"
"Maafkan aku Alvin, iaku hanya ingin meminjamnya sebentar untuk berfoto," balas Cordelia berusaha membela diri.
"Apapun alasanmu kau tidak berhak untuk melakukan itu," ucap Alvin kemudian menarik tangan Nerissa, membawanya masuk ke dalam rumahnya.
Nerissa hanya diam mengikuti langkah Alvin yang berjalan ke arah kamar Alvin.
Sedangkan Marin masih berada di depan pintu rumah Alvin. Marin lalu menjulurkan lidahnya mengejek Cordelia kemudian berjalan masuk begitu saja mengikuti Nerissa dan Alvin.
Melihat hal itu Cordelia mengepalkan kedua tangannya dengan geram kemudian pergi meninggalkan rumah Alvin begitu saja.
Belum sampai disitu kekesalan Cordelia, ia juga mendapat amukan dari manajernya yang menilai Cordelia sudah gegabah karena membuat berita heboh beberapa hari terakhir.
Cordelia pun hanya bisa meminta maaf dan meminta manajernya untuk tidak menyangkut pautkan masalah mahkota itu dengan dirinya.
"Jangan sampai karena masalah sepele ini aku harus mengemis maaf lagi dari Alvin, kau memang benar-benar bodoh Delia, sangat bodoh!" ucap Dahlia merutuki kebodohannya sendiri.
"Duduklah dan katakan padaku bagaimana ciri-ciri mahkota milikmu yang hilang!" ucap Alvin sambil mendudukkan Nerissa di tepi ranjangnya.
"Mahkota itu memiliki 2 butir mutiara putih dan 1 butir mutiara merah muda di tengahnya, mahkota itu juga memiliki gambar mermaid di bagian dalamnya dan yang paling penting mahkota itu bisa berkilau jika dia berada di dalam air," jawab Nerissa menjelaskan secara detail bentuk mahkota pemberian ayah dan bundanya.
Alvin benar-benar terkejut mendengar jawaban Nerissa. Kini ia tahu siapa pemilik mahkota yang ia temukan di tepi pantai.
Alvin kemudian menarik laci di bawah mejanya dan mengeluarkan mahkota yang ada di sana.
Nerissa yang melihat Alvin memegang mahkota itu begitu terkejut karena mahkota yang ada di hadapannya benar-benar mahkota miliknya, mahkota pemberian ayah dan bundanya yang selama ini ia cari.
Alvin kemudian memasang mahkota itu di kepala Nerissa lalu menarik ikat rambut Nerissa agar rambut coklat terang milik Nerissa tergerai indah, semakin indah karena mahkota yang ada di kepalanya.
"Sangat cantik sekali," ucap Alvin sambil merapikan rambut Nerissa.
Nerissa tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, ia tidak menyangka mahkota yang selama ini ia cari ternyata ada di dekatnya tanpa ia sadari.
Sama seperti Nerissa, Marin juga tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Ia merasa langkahnya semakin dekat dengan tujuannya untuk mendapatkan mutiara biru milik Ratu Nagisa yang berada di daratan.
"Terima kasih Alvin, terima kasih karena sudah mempercayaiku, aku tidak tahu harus berterima kasih seperti apa padamu, mahkota ini benar-benar sangat berarti untukku dan sekarang aku mendapatkan mahkota ini karena bantuanmu, terima kasih Alvin!" ucap Nerissa dengan suara bergetar.
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku Nerissa, ini adalah milikmu dan sudah seharusnya aku mengembalikannya padamu, kau harus berjanji padaku untuk menjaganya dengan lebih baik lagi dan jangan sampai kau kehilangan mahkota ini untuk kedua kalinya!"
Nerissa menganggukkan kepalanya dengan tersenyum meski matanya masih berkaca-kaca karena terharu.
Alvin kemudian mengajak Nerissa dan Marin untuk keluar dari kamarnya. Karena ia baru saja pulang dari membeli makanan, ia mengajak Nerissa dan Marin untuk makan bersama di rumahnya karena Cordelia sudah pergi dari rumahnya.
"Kau terlihat lebih cantik dengan mahkota itu Putri!" ucap Marin pada Nerissa.
"Berhenti mengucapkan hal itu Marin, kau membuatku malu," balas Nerissa.
"Benar yang kemarin ucapkan, kau memang terlihat semakin cantik dengan mahkota itu," sahut Alvin.
"Tapi kalau aku boleh tahu, dimana kau menemukan mahkota itu Alvin dan sejak kapan kau menyimpannya di rumahmu?" tanya Marin pada Alvin.
"Aku menemukannya di tepi pantai beberapa hari sebelum aku bertemu Nerissa, aku sengaja membawanya pulang karena aku tidak melihat siapapun di sana saat itu," jawab Alvin menjelaskan.
"Kau beruntung karena Alvin yang menemukan mahkota itu Putri, karena dia menjaganya dengan baik!" ucap Marin yang dibalas anggukan kepala Nerissa.
"Jika aku tahu mahkota ini adalah barang yang kau cari selama ini, aku pasti sudah mengembalikannya padamu Nerissa!" ucap Alvin pada Nerissa.
"Dengan kau menjaganya saja aku sudah sangat berterima kasih Alvin, mahkota ini sangat berarti untukku," balas Nerissa.
Saat tengah menikmati makan malam mereka, tiba-tiba bel rumah Alvin berbunyi, Bi Sita pun segera berlari kecil ke arah pintu.
"Malam Bi!" sapa Daniel pada Bi Sita.
"Malam Den, silakan masuk!" balas Bi Sita.
Daniel pun membawa langkahnya masuk dan mendapati Alvin yang sedang makan malam bersama Nerissa dan Marin.
Daniel segara menghampiri mereka bertiga lalu duduk di sebelah Marin sambil menyeruput minuman milik Marin.
"Kalian keterlaluan sekali, makan malam tanpa mengajakku!" ucap Daniel.
"Jika bukan karena Delia kita tidak akan makan malam bersama disini," balas Alvin.
"Tentang Delia, aku ke sini karena ingin menanyakan hal itu padamu, sepertinya aku tahu di mana Delia mengambil fotonya yang sedang heboh saat ini, dia di kamarmu bukan?" ucap Daniel sekaligus bertanya pada Alvin.
"Iya tapi dia sudah pergi sekarang," jawab Alvin.
"Bagaimana dengan mahkota itu? siapa yang......"
Daniel menghentikan ucapannya karena ia baru menyadari jika Nerissa mengenakan mahkota yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial malam itu.
"Mahkota ini kenapa bisa ada padamu Nerissa? tolong jelaskan padaku apa yang sudah terjad,i aku benar-benar tidak mengerti!" tanya Daniel pada Nerissa.
"Mahkota ini milikku Daniel, aku sudah lama kehilangan mahkota ini dan ternyata Alvin yang menemukannya dan menyimpannya!" jawab Nerissa.
"Lalu bagaimana dengan Delia?" lanjut Daniel bertanya.
"Delia mengambil mahkota itu dari laci kamarku tanpa seizin ku, aku juga tidak tahu jika dia mengambilnya untuk berfoto dan mengunggahnya di sosial media," sahut Alvin menjawab.
Daniel diam beberapa saat menatap Nerissa dengan mahkota yang ada di kepalanya saat itu. Ia memikirkan siapa sebenarnya Nerissa, kenapa ia begitu misterius. Gadis yang terlihat sederhana itu memiliki mutiara dan juga mahkota yang tak ternilai harganya.
"Kau tahu berapa harga mahkota milikmu bukan?" tanya Daniel pada Nerissa.
"Tidak, aku tidak mengetahuinya karena mahkota ini pemberian ayah dan bundaku," jawab Nerissa.
"Nerissa, nilai mahkota ini tidak sebanding dengan......"
"Dengan kenangan yang sudah diberikan oleh mahkota ini, kau tidak bisa menilai suatu barang hanya dari segi harganya saja Daniel, mahkota ini adalah pemberian raja dan ratu yang....."
"Raja dan Ratu?" tanya Daniel membuat Marin menghentikan ucapannya.
"Mmmmm..... maksudku.... itu.... mahkota itu....."
Marin tergagap menjawab pertanyaan Daniel yang tiba tiba. Ia merasa sangat bodoh karena sudah mengucapkan kata "Raja dan Ratu" di hadapan Daniel.
Kini ia bingung harus menjelaskan seperti apa maksud dari ucapannya pada Daniel. Sedangkan Nerissa segera membawa pandangannya pada Marin seolah meminta Marin untuk mempertanggungjawabkan ucapannya yang ceroboh itu.
Sama seperti Nerissa, Alvin pun membawa pandangannya pada Marin seolah meminta penjelasan pada Marin tentang raja dan ratu yang Marin ucapkan.
Kini Marin merasa benar-benar terpojok, ia harus bisa memutar otaknya dengan cepat untuk menjelaskan tentang maksud ucapannya agar tidak membuat Daniel dan Alvin curiga pada dirinya dan juga Nerissa.
"Aku tidak tahu siapa sebenarnya kalian berdua tetapi aku yakin kalian berdua berbeda denganku ataupun Alvin, aku yakin ada hal besar yang kalian berdua sembunyikan dari semua orang," ucap Daniel yang membuat Marin semakin terpojok.
"Apa benar yang Daniel katakan Marin, Nerissa?" sahut Alvin bertanya dengan membawa pandangannya pada Marin dan Nerissa bergantian.