Nerissa, Story Of Mermaid

Nerissa, Story Of Mermaid
Rencana Nerissa



Daniel dan Cordelia terdiam tak percaya menatap beberapa butir mutiara yang ada di lantai.


Cordelia kemudian mengumpulkan mutiara itu menjadi satu dan menaruhnya di atas meja. Ia menatap fokus mutiara di hadapannya yang ia yakini bahwa mutiara itu adalah mutiara sungguhan.


"Siapa yang masuk ke ruangan ini selain kau dan aku?" tanya Cordelia pada Daniel.


"Seharusnya tidak ada, ini ruangan ICU tidak semua orang bisa masuk kesini selain dokter dan hanya aku yang mengetahui bahwa Alvin ada disini," jawab Daniel.


"Tidak mungkin mutiara ini milik dokter ataupun suster bukan?" tanya Cordelia yang dibalas gelengan kepala oleh Daniel.


"Aku akan membawanya, aku akan memastikan apakah ini mutiara sungguhan atau bukan," ucap Cordelia lalu memasukkan beberapa butir mutiara itu ke dalam tasnya.


"Lalu apa yang akan kau lakukan jika itu mutiara sungguhan?" tanya Daniel.


"Entahlah, aku akan memikirkannya nanti," jawab cordelia.


Daniel kemudian kembali duduk di sofa dan melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Cordelia duduk di kursi yang ada di samping ranjang Alvin.


Matanya menatap laki-laki di hadapannya yang tengah terbaring dengan mata terpejam.


"Sampai kapan Alvin akan seperti ini Daniel?" tanya Cordelia pada Daniel.


"Do'akan saja agar dia segera sadar, jika tidak maka bisa dipastikan dia akan koma entah sampai kapan," jawab Daniel membuat Cordelia segera membawa pandangannya pada Daniel.


"Koma?" tanya Cordelia mengulangi ucapan Daniel.


"Iya, itu yang dokter katakan padaku," jawab Daniel.


"Jika sampai itu terjadi aku benar-benar akan menangkap siapapun yang membuat Alvin seperti ini, tidak peduli siapapun dia dia harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Alvin," ucap Cordelia.


"Aku sudah mengetahui sopir truk yang menabrak mobil Alvin tapi aku tidak bisa menemuinya," ucap Daniel


"Kenapa tidak bisa? dimana dia berada sekarang?" tanya Cordelia.


"Dia juga dirawat di rumah sakit ini, tapi ada dua orang yang berjaga di depan ruangannya yang tidak membiarkanku masuk untuk menemuinya," jawab Daniel.


"Apa yang berjaga di depan ruangannya pihak kepolisian?" tanya Cordelia.


"Bukan, pihak kepolisian bahkan belum bisa menginterogasinya karena dia menggunakan haknya untuk diam, sedangkan pengacaranya baru bisa memberikan jawaban setelah sopir itu keluar dari rumah sakit," jawab Daniel.


"Kalau bukan pihak kepolisian yang berjaga di depan ruangannya lalu siapa? kenapa harus ada yang menjaganya jika dia hanya seorang supir?"


"Aku juga memikirkan hal itu Delia dan itu semakin menguatkan keyakinanku bahwa ada seseorang yang sengaja merencanakan kecelakaan Alvin, seseorang yang berada di belakang sopir truk itu," ucap Daniel.


"Apa kau sudah memeriksa latar belakang sopir truk itu?" tanya Cordelia.


"Aku sudah meminta seseorang untuk mencari tahu tentang latar belakangnya," jawab Daniel.


"Menurutmu siapa yang ada di balik kecelakaan Alvin? apa mungkin rivalnya dari perusahaan lain atau mungkin seseorang dari perusahaan Atlanta group sendiri?"


"Kau tidak perlu terlalu memikirkannya Delia, aku yang akan mencari tahu sendiri tentang apa yang terjadi pada Alvin, aku akan segera memberitahumu jika aku sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ucap Daniel tanpa menjawab pertanyaan Cordelia.


"Baiklah, hubungi aku jika kau membutuhkan bantuanku, aku juga ingin tahu siapa sebenarnya dalang dibalik kecelakaan Alvin," ucap Cordelia yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Daniel.


**


Di Seabert


Pangeran Merville sedang bersama Cadassi di istananya. Ia baru saja melepaskan semua amarahnya pada Cadassi yang dinilainya gagal dalam menjalankan perintahnya.


"Aku sangat mempercayaimu Cadassi, tapi ternyata kau selalu mengecewakanku," ucap Pangeran Merville.


"Maafkan aku Pangeran, tapi aku sudah menyebarkan aroma mawar sesuai dengan perintahmu dan sejak saat itu aku tidak pernah lagi melihat ratu Nagisa jadi aku pikir Ratu Nagisa sudah sekarat karena aroma mawar itu tapi......"


"Tapi ternyata kau lalai, benar seperti itu?"


"Maaf pangeran," balas Cadassi dengan menundukkan kepalanya.


"Kau tidak berniat untuk menghianatiku bukan?" tanya Pangeran Merville dengan menatap tajam Cadassi yang ada di hadapannya.


"Tentu saja tidak pangeran, tidak ada gunanya jika aku berniat menghianatimu, lagi pula aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan jika aku bekerja sama denganmu," balas Cadassi berusaha meyakinkan Pangeran Merville.


"Baiklah aku mempercayaimu, untuk sementara kau harus selalu ada di sampingku, akan sangat berbahaya jika kau pulang ke rumah dan bertemu putri Nerissa karena aku tidak tahu kekuatan apa yang sebenarnya dia miliki," ucap Pangeran Merville yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Cadassi.


"Sekarang ikut aku, kita harus melanjutkan rencana kita," ucap Pangeran Merville lalu berenang keluar dari istananya diikuti oleh Cadassi.


"Kemana kita akan pergi Pangeran?" tanya Cadassi pada Pangeran Merville.


"Tentu saja menemui Ratu Nagisa, aku harus memastikan bagaimana keadaannya yang sebenarnya," jawab Pangeran Merville.


Pangeran Merville dan Cadassipun berenang ke arah istana Seabert. Sesampainya di


sana mereka segera masuk untuk menemui Ratu Nagisa.


Saat baru saja memasuki gerbang istana, Pangeran Merville terdiam untuk beberapa saat lalu membawa pandangannya ke arah Cadassi.


"Aku sama sekali tidak mencium aroma mawar disini," ucap Pangeran Merville pada Cadassi.


"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi Pangeran, aku akan segera mencari tahunya," balas Cadassi.


"Tidak perlu, kau harus selalu ada di sampingku, aku tidak ingin Nerissa membuatmu takluk padanya," ucap Pangeran Merville lalu melanjutkan berenang ke dalam istana.


Beetna yang melihat kedatangan Pangeran Merville dan Cadassi segera memberitahu Ratu Nagisa dan Putri Nerissa.


Ratu Nagisa dan Putri Nerissapun keluar dari kamar untuk menyambut kedatangan Pangeran Merville dan Cadassi.


"Selamat datang di istanaku Pangeran Merville, sepertinya sudah sangat lama aku tidak bertemu denganmu," ucap Ratu Nagisa menyambut kedatangan Pangeran Merville.


"Kau benar Ratu, sudah sangat lama semua yang ada di Seabert juga tidak pernah melihat keberadaanmu, mereka bahkan berpikir jika kau lari dari keadaan Seabert yang sedang memburuk," ucap Pangeran Merville.


"Aku tidak mungkin lari dari tanggung jawabku pangeran, aku bahkan meminta putriku untuk melakukan perjalanan jauh demi menyelamatkan Seabert," balas Ratu Nagisa.


"Kau benar pangeran, aku dan Bunda sengaja tidak memberitahu siapapun karena takut jika akan ada yang berkhianat di istana ini," balas Nerissa sambil membawa pandangannya pada Cadassi.


"Cadassi, sepertinya aku juga sudah sangat lama tidak melihatmu, padahal kau adalah penasehat kepercayaan istana tetapi sepertinya kau lebih sering bersama pangeran Merville sekarang," ucap Ratu Nagisa.


"Maafkan saya Ratu, setelah saya tidak mengetahui keberadaan Ratu saya berniat untuk meminta bantuan Pangeran Merville agar bersedia membantu memimpin untuk sementara sampai Ratu kembali," balas Cadassi beralasan.


"Atas dasar apa kau meminta Pangeran Merville untuk memimpin Seabert? dia bahkan bukan bagian dari Seabert!" protes Nerissa.


"Seabert membutuhkan pemimpin Putri dan saat Ratu tidak ada maka keadaan Seabert semakin memburuk, bukankah kau juga melihatnya sendiri?"


"Kenapa harus Pangeran Merville?" tanya Nerissa.


"Karena tanpa dimintapun Pangeran Merville sudah turun tangan untuk membantu beberapa mermaid yang terkena imbas dari kedatangan Ran di wilayah utara, apa itu tidak cukup untuk menjadi alasan kenapa aku memilih Pangeran Merville?" jawab Cadassi.


Nerissa hanya terdiam dengan menganggukkan kepalanya pelan, ia tidak menyangka jika Pangeran Merville dan Cadassi sudah menyiapkan banyak rencana untuk tujuan mereka masing-masing.


"Sekarang aku sudah kembali Cadassi, bukankah ini waktunya bagimu untuk kembali ke istana dan mengurangi waktumu bersama pangeran Merville?" ucap Ratu Nagisa pada Cadassi.


Cadassi hanya terdiam lalu membawa pandangannya pada Pangeran Merville.


"Maaf Ratu Nagisa, tetapi sepertinya aku membutuhkan bantuan Cadassi saat ini," sahut Pangeran Merville.


"Jika kau memang sangat ingin Cadassi berada di istanamu, maka aku tidak bisa menahan Cadassi lagi, tetapi dengan berat hati aku akan mencari penasehat istana lain untuk menggantikan posisi Cadassi," ucap Ratu Nagisa yang membuat Cadassi begitu terkejut.


"Tidak Ratu, saya akan tetap berada di Seabert," ucap Cadassi yang membuat Pangeran Merville segera membawa pandangannya pada Cadassi.


"Pilihan ada di tanganmu Cadassi, aku akan memberikan waktu untukmu memutuskan apakah kau akan ikut Pangeran Merville atau kau tetap berada di Seabert!" ucap Ratu Nagisa lalu berenang pergi begitu saja.


"Mungkin sebaiknya kau memilih Pangeran Merville karena sepertinya dia lebih membutuhkanmu," ucap Nerissa kemudian mengikuti sang Bunda meninggalkan pangeran Merville dan Cadassi.


Pangeran Merville hanya terdiam dengan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi dalam dirinya saat itu.


Pangeran Merville kemudian berenang keluar dari istana Seabert diikuti oleh Cadassi yang tampak ragu.


"Sepertinya kau berniat untuk menghianatiku Cadassi," ucap Pangeran Merville dengan pelan namun cukup bisa didengar dengan jelas oleh Cadassi.


"Aku tidak punya pilihan lain Pangeran, jika aku memilih untuk ikut denganmu lalu bagaimana dengan tujuanku untuk memimpin Seabert? jika aku ikut bersamamu maka aku akan semakin jauh dari Seabert dan itu artinya aku akan semakin jauh dengan tujuanku, benar begitu bukan?"


"Kau bahkan tidak tahu seperti apa kekuatan Nerissa yang sebenarnya, bisa jadi selama dia pergi dia sedang mengasah kemampuannya untuk menggunakan kekuatannya, itu artinya bisa saja dia menggunakan kekuatannya untuk membuatmu berada di pihak Seabert dan menentangku," ucap Pangeran Merville.


"Itu tidak akan terjadi pangeran, jika putri Nerissa menggunakan kekuatannya untuk mempengaruhiku itu artinya dia memanggil Ran dan jika Ran kembali maka semua yang ada di Seabert akan menyalahkan Putri akibat dari kerusakan yang disebabkan oleh Ran," balas Cadassi.


Pangeran Merville terdiam untuk beberapa saat lalu menggangguk anggukan kepalanya pelan menyetujui ucapan Cadassi.


"Baiklah kalau itu keputusanmu, tapi kau harus tetap berhati-hati pada Nerissa dan menjaga jarak dengannya," ucap Pangeran Merville.


"Pasti pangeran, dengan adanya aku disini aku akan semakin mudah untuk mengetahui keadaan istana dan memberitahukannya padamu," balas Cadassi.


Pangeran Merville hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu berenang meninggalkan istana Seabert, sedangkan Cadassi masih berada di tempatnya tanpa mengikuti Pangeran Merville.


**


Di tempat lain Nerissa sedang bersama sang Bunda di dalam kamar. Mereka sedang memikirkan langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan untuk menghentikan rencana buruk Cadassi dan Pangeran Merville.


"Apa kau yakin bisa menghadapi Ran seorang diri Nerissa?" tanya Ratu Nagisa pada Nerissa.


"Nerissa memang belum pernah bertemu dengan Ran, tapi Nerissa yakin Nerissa bisa menghadapinya," jawab Nerissa penuh keyakinan.


"Kekuatan Ran sangat berbahaya Nerissa, tidak hanya untukmu tapi juga untuk kehidupan di Seabert, Bunda khawatir kedatangan Ran hanya akan memancing kebencian penghuni padamu karena menganggap kehadiranmulah yang membuat Ran kembali menyerang Seabert," ucap Ratu Nagisa.


"Nerissa akan menerima resiko apapun termasuk kebencian penghuni Seabert pada Nerissa, bagi Nerissa yang terpenting adalah keselamatan dan keamanan seluruh penghuni Seabert, Nerissa tidak ingin Cadassi dan Pangeran Merville memanfaatkan penghuni Seabert untuk tujuan mereka sendiri," ucap Nerissa.


"Ada satu hal yang harus kau tahu Nerissa, kau tidak akan bisa benar-benar melihat keberadaan Ran bahkan ketika kekuatan Ran sudah menyerang Seabert, hanya kekuatannya yang datang tanpa kau bisa tahu dimana keberadaan Ran saat itu," ucap Ratu Nagisa menjelaskan.


Nerissa terdiam beberapa saat mendengar ucapan sang Bunda, ia memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa bertemu secara langsung sebelum Ran memporak-porandakan seluruh Seabert.


Nerissa kemudian tersenyum saat ia mengingat salah satu dari kekuatannya yang bisa menemukan seseorang hanya dengan insting yang dimilikinya.


"entah ini akan bekerja atau tidak tapi aku akan mencobanya," ucap Nerissa dalam hati.


"Apa yang membuatmu tiba-tiba tersenyum Nerissa? apa kau sudah menemukan jawaban tentang apa yang harus kau lakukan?" tanya Ratu Nagisa.


Tooookkk tooookkk tooookkk


"Putri apa aku boleh masuk?" tanya Marin setelah ia mengetuk pintu beberapa kali.


"Masuklah Marin," jawab Nerissa yang membuat Marin segera masuk ke dalam kamar Nerissa.


"Lihatlah ini Putri, aku baru saja membaca buku kuno ini," ucap Marin sambil memberikan sebuah buku pada Nerissa.


Di dalam buku itu menjelaskan semua tentang Ran, tentang bagaimana Ran bisa menjadi mermaid penghancur yang menghancurkan semua kekuatan yang tercium olehnya.


"Jadi ini semua karena masa lalunya?" tanya Nerissa pada Marin.


"Benar putri, sepertinya aura jahat sudah memenuhi dirinya sejak kepergian kedua orang tuanya, dia menukar jiwanya dengan aura jahat agar dia bisa membalas dendam pada mermaid yang sudah membuat kedua orang tuanya meninggal, itu kenapa dia selalu ingin menghancurkan semua kekuatan yang tercium olehnya," jawab Marin menjelaskan.


Nerissa mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan Marin, kini ia tahu apa yang harus dia lakukan untuk bisa bertemu secara langsung dengan Ran.


"Bunda, Nerissa tahu apa yang harus Nerissa lakukan sekarang, tapi Nerissa membutuhkan bantuan Bunda," ucap Nerissa pada sang Bunda.


"Katakan pada Bunda apa yang bisa Bunda bantu!"


"Tolong kumpulkan semua rakyat Seabert pada satu tempat Bunda, jika memang kedatangan Ran akan memporak-porandakan Seabert setidaknya tidak ada mermaid yang terluka akibat kedatangan Ran dan Nerissa akan berusaha untuk mencegah kekuatan Ran memasuki istana," ucap Nerissa pada sang bunda.


"Baiklah, bunda akan melakukannya, Bunda mempercayaimu Nerissa, Bunda yakin kau bisa melakukannya dengan baik," ucap sang Bunda lalu memeluk Nerissa dengan erat.


Nerissa kemudian keluar dari kamarnya bersama Marin, berniat untuk menemui Cadassi dan menghapus memori Cadassi tentang pangeran Merville.


Dengan begitu Cadassi tidak lagi berpihak pada Pangeran Merville sekaligus kekuatan yang digunakan Nerissa saat itu akan memanggil kedatangan Ran.