
Alvin keluar dari kamarnya dengan membawa kunci mobilnya, bersiap untuk pergi ke rumah sakit sesuai perintah Nerissa.
"Jangan bilang kalau kau akan mengendarai mobil sendiri!" ucap Nerissa saat ia melihat Alvin membawa kunci mobil.
"Aku masih bisa...."
"Tidak, aku sudah memesan taksi untukmu, sebentar lagi pasti sampai!" ucap Nerissa memotong ucapan Alvin.
Benar saja, tak lama kemudian taksi pesanan Nerissa sudah sampai.
"Baiklah, aku pergi dulu, kau harus tetap disini sebelum aku pulang, mengerti?"
Nerissa hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengucapkan apapun. Setelah Alvin pergi, Nerissa segera memberi makan ikan ikan yang ada di akuarium.
"Sebenarnya apa kalian bahagia tinggal disini? aku tau ini bukan tempat kalian, tapi.... aku rasa dia bukan pemilik yang jahat, hanya saja terkadang dia bisa menjadi sosok yang sangat menyebalkan!" ucap Nerissa pada ikan di hadapannya.
"Daniel pasti sering menjadi korban kemarahan Alvin karena cuma Daniel teman yang Alvin punya, dia..... teman? astaga aku lupa belum menghubungi Marin!"
Seketika Nerissa teringat Marin saat ia mengucapkan kata teman. Ia pun segera menghubungi Marin menggunakan telepon rumah yang ada disana karena ia tidak membawa ponsel.
"Halo selamat pagi dengan Marin Florist disini," sapa Marin dengan suara ceria.
"Marin, ini aku!" ucap Nerissa.
"Putri? kau dimana sekarang? apa kau masih berada di rumah Alvin? apa kau baik baik saja?" tanya Marin khawatir.
"Aku sedang di rumah Alvin sekarang dan aku baik baik saja, apa Alvin mengatakan sesuatu padamu Marin?"
"Dia hanya memberi tahuku jika dia bertemu denganmu di pantai, karena kau basah kuyup dia membawamu pulang ke rumahnya," jawab Marin menjelaskan.
"Sepertinya aku tidak bisa segera pulang Marin, apa kau baik baik saja disana tanpa aku?"
"Aku baik baik saja, tapi kenapa kau tidak bisa segera pulang? apa terjadi sesuatu disana?"
"Alvin sedang sakit dan kebetulan bibi sedang pulang kampung, jadi.... aku....."
"Aaahhh.... aku mengerti, tetaplah disana selama yang kau mau Putri, dia sedang membutuhkanmu saat ini, hehehe...." ucap Marin menggoda Nerissa.
"Aku hanya membantunya saja, aku.... aku tidak ingin ikan ikan disini mati kelaparan karena Alvin mengabaikan mereka," ucap Nerissa beralasan.
"Yaaa yaaa yaaa, terserah kau saja, pastikan kau menjaganya dengan baik agar dia segera mengingatmu hehehe...."
"Marin!!"
"Hehehe..... maaf Putri, aku harus mematikan teleponnya karena ada pembeli!"
"Baiklah, semangat Marin!"
"Semangat juga untukmu Putri, semoga dia segera mengingatmu hehehe...."
Nerissa hanya tersenyum tipis sambil menaruh gagang telepon ke tempatnya.
Nerissa kemudian menghampiri satu per satu akuarium yang ada di rumah Alvin. Ia ingin tau apa yang membuat Alvin mempunyai banyak akuarium di rumahnya.
"Apa jangan jangan dia pangeran dari laut?" tanya Nerissa yang membuat dirinya sendiri tertawa.
"Hahaha.... mana mungkin!" lanjutnya berbicara sendiri.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah Alvin, Nerissapun segera melihatnya dari jendela dan melihat seorang gadis keluar dari mobil.
"Aaahhh dia lagi," ucap Nerissa malas kemudian kembali menghampiri ikan di akuarium.
"Kau, kenapa kau disini?" tanya Cordelia yang sudah bisa diterka oleh Nerissa.
"Memberi makan ikan ikan milik Alvin," jawab Nerissa.
Cordelia hanya diam melihat Nerissa dari bawah sampai atas. Ia tau gadis di hadapannya memang begitu cantik dengan pakaian sederhananya dan itu membuatnya kesal.
Cordelia kemudian berjalan ke arah kamar Alvin dan mengetuknya.
"Dia tidak ada di rumah!" ucap Nerissa pada Cordelia.
"Jangan bohong, aku melihat mobilnya di garasi!"
"Terserah kau saja!" balas Nerissa kemudian berjalan ke arah kolam renang.
Setelah lama mengetuk pintu dan memanggil Alvin, akhirnya Cordelia menyerah karena tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar Alvin.
"Bibi! bi Sita!" teriak Cordelia memanggil bibi namun tidak ada jawaban, bahkan ia tidak melihat batang hidung bi Sita disana.
Cordelia kemudian menghampiri Nerissa yang berada di kolam renang.
"Kemana semua orang pergi? kenapa bibi juga tidak ada?" tanya Cordelia.
"Alvin pergi ke rumah sakit dan bibi pulang kampung," jawab Nerissa.
"Lalu apa yang kau lakukan disini?"
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku disini untuk memberi makan ikan ikan milik Alvin? apa memorimu sependek itu?" balas Nerissa yang membuat Delia kesal.
Cordelia lalu tertawa kecil kemudian menatap tajam pada Nerissa. Bukannya takut, Nerissa malah menatap balik Cordelia dengan tatapan yang dingin.
"Aku tidak tau siapa kau dan kenapa Alvin membiarkanmu di rumah ini sendirian, tapi yang harus kau tau Alvin adalah milikku jadi jangan pernah berharap untuk memilikinya!" ucap Cordelia pada Nerissa.
Nerissa hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tipis, seolah mengejek Cordelia.
"Sekarang pergilah sebelum aku memaksamu keluar dari rumah ini!"
"Aku tidak akan pergi sebelum Alvin kembali!" balas Nerissa.
"Waahh kau sangat berani sekali ternyata, kalau begitu....."
Cordelia menghentikan ucapannya saat mendengar suara pintu depan yang terbuka. Ia yakin Alvin sudah kembali saat itu dan ia akan membuat Alvin memaksa Nerissa pergi dari rumahnya.
Di sisi lain, ponsel Alvin berdering saat Alvin baru saja sampai di rumahnya.
"Halo, kau kenapa Alvin? kau sakit?"
"Hanya sedikit demam dan pusing, maaf karena harus membuatmu sibuk hari ini!" jawab Alvin.
"Tidak masalah, cepatlah sembuh dan segera kembali ke kantor, oh ya apa Nerissa masih ada di rumahmu? aku dengar dari Marin dia ada di rumahmu dari semalam!"
Alvin diam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan Daniel.
"Dia baik baik saja kan?" tanya Daniel.
"Iya, dia baik baik saja, kau tenang saja!" jawab Alvin.
"Apa aku boleh menjemputnya nanti siang?"
"Tentu saja, kenapa kau bertanya padaku!"
"Hahaha....baiklah, bye!"
Sambungan berakhir, saat Alvin baru saja melanjutkan langkahnya ia mendengar suara teriakan dari kolam renangnya.
Alvinpun segera berlari ke arah kolam renang dan mendapati Cordelia yang sudah berada di dalam kolam renang dan Nerissa yang berdiri di dekat kolam renang.
Tanpa banyak bertanya Alvin segera menjatuhkan dirinya ke dalam kolam renang karena ia tau jika Cordelia tidak dapat berenang.
Ia membawa Cordelia ke pinggir kolam renang dan mengeluarkannya dari kolam renang.
"Alvin.... aku takut....." ucap Cordelia sambil menangis memeluk Alvin.
"Aku akan mengambilkan handuk untukmu, kau bisa berjalan kan?"
"Rasanya kakiku masih lemas Alvin," ucap Cordelia.
Alvin kemudian menggendongnya dan membawanya ke kursi panjang yang ada di dekat kolam renang lalu mengambilkan handuk untuk Cordelia.
"Kau licik sekali!" ucap Nerissa kesal pada Cordelia.
"Pergilah, sebelum Alvin mengusirmu!" balas Cordelia dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Tidak, dia tidak mungkin mengusirku!" ucap Nerissa yakin.
"Kau....!!!"
"Keringkan dirimu dan pakai pakaian milikku untuk sementara!" ucap Alvin sambil memberikan handuk pada Cordelia.
"Terima kasih Alvin!" ucap Cordelia.
"Apa kau baik baik saja? aku akan mengantarmu pulang setelah ini!"
"Aku baik baik saja, kau tidak bertanya apa yang baru saja terjadi?" jawab Cordelia sekaligus bertanya.
"Tidak, jangan, kau tidak perlu memeriksanya, aku.... aku tadi hanya tidak sengaja terpeleset dan jatuh ke kolam renang, itu sangat memalukan, kau tidak perlu melihatnya!" ucap Cordelia membuat alasan.
"Baiklah kalau itu maumu!" balas Alvin kemudian berjalan masuk.
Nerissa kemudian tersenyum dan mengedipkan satu matanya pada Cordelia kemudian berlari kecil mengikuti Alvin.
"Sialan! aku baru saja membahayakan nyawaku sendiri!" ucap Cordelia kesal dengan hal bodoh yang baru saja dilakukannya.
Di sisi lain, Alvin memberi tahu Nerissa jika Daniel akan menjemputnya nanti siang.
"Kenapa dia menjemputku?" tanya Nerissa.
"Entahlah, yang pasti dia mengkhawatirkanmu!" jawab Alvin.
"Jika aku pergi, bagiamana denganmu?" tanya Nerissa.
"Maksudku ikan ikanmu, siapa yang akan memberi mereka makan dan merawat mereka? siapa yang akan membersihkan tempat mereka?" lanjut Nerissa meralat ucapannya.
Alvin hanya tersenyum tipis melihat sikap Nerissa.
"Aku bisa menjaga mereka sendiri," ucap Alvin.
"Bagiamana mungkin? kau bahkan sedang tidak baik baik saja sekarang, dengan rumah sebesar ini mana mungkin kau bisa membersihkan setiap sudutnya sendiri dan mengurus semua akuarium dengan bersamaan!"
"Kenapa kau bawel sekali? apa kau sangat ingin tinggal disini?"
"Haahh, aku? kau bercanda? aku.... aku hanya mengkhawatirkan ikan ikanmu, aku sama sekali tidak peduli padamu!" balas Nerissa gugup.
"Istirahatlah, aku akan menunggu Daniel disini!" ucap Nerissa.
"Jadi kau akan pergi bersama Daniel?"
"Setelah aku pikir pikir lebih baik aku pergi, lagipula sudah ada Delia disini!" jawab Nerissa tak bersemangat.
"Delia tidak sepertimu, aku membutuhkanmu disini," ucap Alvin dengan menatap wajah cantik Nerissa dari samping.
Saat Nerissa membawa pandangannya pada Alvin, Alvin hanya tersenyum kemudian beranjak dari duduknya dan masuk ke kamarnya.
"membutuhkanku? apa dia sudah mengingatku?" tanya Nerissa dalam hati.
Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Berada di rumah Alvin sampai siang sama sekali tidak membuatnya bosan sama sekali karena ia bisa bertemu teman temannya di akuarium milik Alvin.
Tak lama kemudian suara mobil berhenti di halaman rumah Alvin. Nerissapun melihatnya dari jendela dan tampak Daniel yang berlari kecil ke arah pintu.
"Nerissa!" teriak Daniel memanggil saat ia sudah masuk ke rumah Alvin.
"Daniel!" panggil Nerissa pelan.
Daniel lalu berbalik dan melihat Nerissa yang berdiri di dekat jendela.
"Kau disana rupanya, apa kau menungguku?"
"Tentu saja," jawab Nerissa dengan tersenyum.
"Bagiamana keadaanmu? apa kau baik baik saja? kenapa kau bisa bersama Alvin kemarin? kenapa...."
"Daniel, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu bersamaan!" ucap Nerissa memotong ucapan Daniel.
"Hahaha.... lupakan, yang penting kau baik baik saja sekarang!" ucap Daniel.
"Eheemmmm!!" Alvin berdehem cukup keras agar menyadarkan Daniel dan Nerissa jika dirinya ada disana saat itu.
"Bagiamana keadaanmu Alvin? kenapa kau bisa sakit? membuat repot saja!"
"Aku juga manusia biasa Daniel, tentu aku bisa sakit," balas Alvin.
"Mana bibi? biasanya aku selalu melihat bibi setiap masuk kesini!"
"Bibi pulang kampung, anaknya sakit," jawab Alvin.
"Pulang kampung? berapa lama?" tanya Daniel.
"Entahlah, aku sengaja membiarkan bibi menghabiskan waktunya bersama anaknya!" jawab Alvin.
"Lalu siapa yang membantumu mengurus ikan ikan ini? siapa juga yang akan membersihkan dan menyiapkan makan untukmu?" tanya Daniel.
"Aku, aku yang akan melakukan semuanya untuk Alvin," sahut Cordelia yang tiba tiba datang.
"Kau? mengurus ikan? membersihkan rumah? hahahaha......."
Daniel tertawa puas mendengar ucapan Cordelia, membuat Cordelia melemparkan handuk basahnya pada Daniel.
"Lihat saja Alvin, aku akan menjadi istri yang baik untukmu!" ucap Cordelia meyakinkan Alvin.
"Tidak perlu Delia, aku bisa mencari orang lain untuk membantu membersihkan rumah dan merawat ikan ikanku!" balas Alvin.
"Dengar itu! dia sudah tidak mempercayaimu lagi hahahaha....." ucap Daniel.
"Sudahlah Daniel, jangan membuatnya malu," ucap Nerissa berbisik pada Daniel namun cukup terdengar oleh Cordelia.
Daniel hanya menahan tawanya mendengar ucapan Nerissa.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang, kau harus segera mencari pekerja yang menggantikan bibi untuk sementara waktu!" ucap Daniel pada Alvin.
Alvin hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan Cordelia hanya diam karena sudah sangat kesal dengan situasi saat itu.
Daniel dan Nerissapun meninggalkan rumah Alvin, namun Cordelia masih berada disana.
"Kau juga pergilah, aku ingin istirahat di kamar!" ucap Alvin pada Cordelia.
"Tidak, aku akan menemanimu disini!" balas Cordelia.
"Kau akan sangat bosan disini, jadi pulanglah!"
"Tidak Alvin, anggap saja aku sedang belajar untuk menjadi istri yang baik sekarang!"
"Baiklah, terserah kau saja!" ucap Alvin kemudian masuk ke kamarnya.
**
Di sisi lain, Daniel sudah berada di sebuah tempat makan bersama Nerissa.
"Makanlah, setelah ini aku akan mengantarmu pulang!" ucap Daniel yang hanya dibalas anggukan kepala Nerissa.
Nerissa kemudian menikmati makanan di hadapannya.
"Cumi disini terkenal sangat enak, aku sengaja membawamu kesini karena...."
"Cumi cumi?" tanya Nerissa meyakinkan.
"Iya, kau tidak alergi seafood kan?"
Seketika Nerissa menaruh sendok garpunya. Matanya memerah dan segera berlari ke toilet untuk memuntahkan seluruh isi perutnya.
"cumi cumi? astaga aku memakan temanku sendiri, kau jahat sekali Nerissa!" batin Nerissa merutuki kebodohannya sendiri.
Nerissa berusaha mengeluarkan apa yang baru saja ia makan meski ia tidak bisa benar benar mengeluarkan semuanya.
Nerissa kemudian menatap pantulan dirinya di cermin dengan mata yang berkaca-kaca. Ia begitu merasa bersalah karena baru saja memakan temannya.
"Maafkan aku," ucap Nerissa lirih sambil menghapus air mata di pipinya.
Setelah dirasa sudah lebih tenang, Nerissa keluar dari toilet.
"Nerissa, kau baik baik saja? apa kau alergi seafood?" tanya Daniel khawatir.
"Jangan mengajakku kesini lagi Daniel," jawab Nerissa dengan raut wajah yang masih sedih.
"Aku minta maaf Nerissa, seharusnya aku bertanya dulu padamu, aku akan mengantarmu ke rumah sakit sekarang!"
"Tidak perlu, aku ingin segera pulang sekarang!"
"Tapi...."
"Aku ingin pulang Daniel!"
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang!" balas Daniel.
Daniel dan Nerissa pun meninggalkan tempat makan itu sebelum mereka selesai makan.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Daniel masih merasa bersalah dan berpikir jika Nerissa alergi seafood atau tidak menyukai makanan laut seperti Alvin, mengingat Nerissa begitu mencintai lautan, persis seperti Alvin.
Sesampainya di depan toko bunga Marin, Nerissa segera keluar dari mobil Daniel dan meninggalkan Daniel begitu saja.