
Malam sebelum Marin dan Nerissa ke tepi pantai.
Kerlip warna warni lampu menerangi malam di tepi pantai. Muda mudi berjoget riang bersama alunan musik yang memecah malam.
Beberapa dari mereka hanya duduk dan menikmati night party yang diadakan di tepi pantai itu.
Tak terkecuali Alvin yang hanya duduk dengan raut wajah yang tak bersemangat. Ia sudah beberapa jam berada disana dan ia belum juga bertemu dengan seseorang yang ditunggunya.
Alvin bahkan sudah berkeliling di sekitar tepi pantai namun ia tidak juga menemukan seseorang yang ia harapkan kedatangannya.
"Kenapa kau tiba tiba terlihat tidak bersemangat? bukankah kau yang paling bersemangat tadi?" tanya Daniel yang duduk di samping Alvin.
Alvin hanya menggelengkan kepalanya pelan, tanpa menjawab pertanyaan Daniel.
"Baiklah, aku tau apa yang akan membuatmu bersemangat!" ucap Daniel pada Alvin.
Daniel lalu berdiri dari duduknya dan meninggalkan Alvin. Tak lama kemudian Daniel kembali menghampiri Alvin bersama seorang gadis.
Danielpun memperkenalkan gadis itu pada Alvin dan meminta si gadis untuk duduk disana menemani Alvin.
Namun bukannya senang, Alvin malah beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja, membuat Daniel segera mengikuti langkah Alvin.
"Ayolah Alvin, nikmati night party ini!" ucap Daniel pada Alvin.
"Bukan seperti itu caraku menikmati night party ini Daniel, apa kau masih belum mengenalku dengan baik?" balas Alvin kesal.
"Aku pikir kau mau datang kesini karena kau ingin berkenalan dengan gadis gadis disini, itu kenapa kau sangat mempersiapkan penampilanmu dari tadi!" ucap Daniel.
Alvin hanya menghela nafasnya kasar kemudian duduk di atas batu karang yang tidak terlalu tinggi.
"Apa kau belum melupakan......"
"Pergilah Daniel, aku ingin disini sendiri," ucap Alvin memotong ucapan Daniel.
Daniel hanya menganggukkan kepalanya kemudian melangkah pergi meninggalkan Alvin yang berada sedikit jauh dari para pengunjung night party.
Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan lewat dari tengah malam. Satu per satu pengunjung night party meninggalkan pantai hingga kini tersisa Daniel dan beberapa karyawan kafe yang mengadakan acara night party itu.
Daniel kemudian mencari Alvin ke tepi pantai untuk diajaknya pulang, namun setelah ia berkeliling beberapa lama, ia tidak juga menemukan keberadaan Alvin.
Bahkan sampai para karyawan kafe itu pergi, Daniel masih berusaha mencari Alvin. Ia juga sudah menghubungi Alvin, namun tidak tersambung.
"Alvin, kau menyusahkan ku saja," ucap Daniel kesal.
Saat Daniel akan meninggalkan pantai, samar samar ia mendengar suara gadis dari tepi pantai.
Dari jauh Daniel melihat seorang gadis yang berkali kali terjatuh di atas pasir pantai. Daniel pun menghampirinya dan dengan sigap menangkapnya saat gadis itu akan kembali terjatuh.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Daniel saat ia berhasil menangkap gadis cantik itu.
Nerissa terdiam seketika saat ia menyadari seseorang menangkap tubuhnya.
"Putri, apa yang terjadi padamu?" tanya Marin yang berlari menghampiri Nerissa.
Menyadari kedatangan Marin, Nerissapun segera melepaskan dirinya dari Daniel dan kembali terjatuh.
Daniel kemudian berjongkok, membantu Nerissa untuk kembali berdiri.
"Apa kau baik baik saja? apa kakimu terluka?" tanya Daniel pada Nerissa.
"Aku..... aku.... baik baik saja," jawab Nerissa gugup.
Jika biasanya ia berbicara pada Alvin dengan menyembunyikan ekornya, kali ini ia berbicara pada Daniel dengan berhadapan secara langsung, membuatnya tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.
"Maaf aku meninggalkanmu Putri, aku....."
Marin menghentikan ucapannya saat ia melihat Daniel di hadapannya.
"Kau.....!"
"Kau....!"
Ucap Daniel dan Marin bersamaan dengan menunjuk satu sama lain.
"Berbuat jahat? waahhh waaahhh waaahhh, rupanya kau belum sadar juga ternyata, aku....."
"Ayo kita pergi Putri, jangan dekat dekat dengannya, dia manusia yang berbahaya!" ucap Marin dengan menarik tangan Nerissa.
Nerissa yang belum siap untuk berjalan pun kembali terjatuh, membuat Daniel segera mendekat ke arah Nerissa.
"Sepertinya kakimu terluka, biarkan aku melihatnya!" ucap Daniel yang hendak menyentuh kaki Nerissa.
PLAAAAKKKK
Sebuah tamparan mendarat dengan keras di pipi Daniel, membuat Nerissa membelalakkan matanya terkejut melihat apa yang Marin lakukan pada manusia di hadapannya.
"Kau gila?" teriak Daniel penuh emosi pada Marin.
"Kau yang gila, berani beraninya kau menyentuh kakinya," balas Marin yang tak kalah emosi.
"Apa kau tidak lihat dia berkali kali terjatuh, mungkin kakinya terluka, aku hanya ingin membantunya!" ucap Daniel menjelaskan.
"Apa kakimu terluka Putri?" tanya Marin pada Nerissa.
"Entahlah Marin, rasanya sedikit sakit," jawab Nerissa.
"Aku akan mengobati kakimu disana, jadi izinkan aku untuk menggendongmu!" ucap Daniel pada Nerissa.
Nerissa membawa pandangannya pada Marin, seolah meminta jawaban dari Marin.
"Baiklah, tapi aku akan mengawasimu!" ucap Marin dengan menunjuk mata Daniel dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Daniel hanya menggelengkan kepalanya pelan kemudian menggendong Nerissa ke arah gazebo.
Daniel kemudian memeriksa kaki Nerissa dan mendapati beberapa luka kecil disana. Daniel lalu mengambil tasnya dan menempelkan sebuah plester di atas luka Nerissa.
"Dimana rumahmu? aku akan mengantarmu pulang!" tanya Daniel pada Nerissa.
"Rumah? mmmmm.... aku....."
"Rumah kita sangat jauh dari sini, jadi kita tidak mungkin pulang malam ini," sahut Marin menjawab.
"Kalau begitu kalian bisa menginap di rumah temanku untuk sementara, besok pagi aku akan mengantar kalian pulang!" ucap Daniel dengan menatap wajah cantik Nerissa.
Nerissa kembali membawa pandangannya pada Marin, ia membiarkan Marin memutuskan apa yang harus mereka lakukan saat itu.
"Baiklah," jawab Marin.
Daniel kemudian mengajak Marin dan Nerissa meninggalkan pantai. Ia mengendarai mobilnya ke arah rumah Alvin bersama Nerissa dan Marin.
Sesampainya di rumah Alvin, Daniel meminta Nerissa dan Marin untuk tetap berada di dalam mobil sampai ia menjemput mereka.
Daniel kemudian masuk ke rumah Alvin, beruntung saat itu Alvin sudah berada di rumah.
"Kenapa kau pulang tanpa memberi tahuku?" tanya Daniel kesal pada Alvin.
"Maafkan aku," balas Alvin.
"Aku akan memaafkanmu asalkan kau mau membantuku," ucap Daniel.
"Membantu apa?" tanya Alvin.
Daniel kemudian menjelaskan tentang pertemuannya dengan Nerissa dan Marin lalu meminta Alvin agar mengizinkan Nerissa dan Marin menginap di rumahnya untuk semalam.
"Apa kau gila? sejak kapan aku membiarkan orang asing tidur di rumahku? apa lagi perempuan dan kau bahkan baru mengenal mereka!"
"Rumah mereka jauh Alvin, mereka tidak bisa pulang sekarang, aku janji akan menjemput mereka besok pagi dan aku sendiri yang akan mengantar mereka pulang, tolonglah Alvin!" ucap Daniel berusaha membujuk Alvin.
"Kenapa kau tidak membawa mereka ke rumahmu saja?"
"Kau pasti akan melihat mayatku besok pagi kalau aku membawa mereka pulang, kau tau papaku seperti apa, jadi aku mohon terima mereka disini, oke?"
"Tidak!" ucap Alvin lalu masuk ke kamarnya begitu saja.