
Nerissa, Marin dan Alvin hanya terdiam dan saling pandang untuk beberapa saat ketika mereka menyadari bahwa Daniel mendengar semua percakapan mereka.
"Kenapa kalian hanya diam? kalian membuatku canggung saja," tanya Daniel lalu duduk di samping Daniel.
"Daniel, apa yang baru saja kau dengar mungkin terdengar konyol dan mustahil, tapi..... itu adalah fakta," ucap Nerissa ragu.
"Fakta? bagian mana yang kau anggap fakta Nerissa, jelas jelas aku mendengar kalian membicarakan tentang mermaid," tanya Daniel tak mengerti.
Nerissa kembali terdiam, ia seolah kehabisan kata kata untuk menjelaskan pada Daniel tentang siapa dirinya dan Marin sebenarnya.
"Marin, tolong katakan padaku apa sebenarnya yang kalian bicarakan, kalian sedang bercanda bukan?" tanya Daniel pada Marin.
"Tidak Daniel, semua yang kau dengar itu fakta, aku dan Putri....."
"Stop, hentikan, jangan mengatakan hal yang konyol itu lagi, lebih baik aku pergi sekarang daripada mendengarkan kekonyolan kalian semua!" ucap Daniel memotong ucapan Marin lalu beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari rumah Nerissa.
Marinpun segera beranjak dan mengejar Daniel. Ia menahan tangan Daniel agar Daniel menghentikan langkahnya.
Bagaimanapun juga Daniel sudah mendengar semuanya, meskipun Daniel belum mempercayainya tetapi ia yakin dalam hatinya ada keraguan tentang identitas Marin yang sebenarnya.
"Tunggu Daniel, dengarkan aku dulu," ucap Marin pada Daniel.
"Apa lagi yang akan kau katakan Marin, aku tidak akan mendengarnya jika itu hanya omong kosong!" balas Daniel.
"Kenapa? kenapa kau tidak mau mendengarnya?" tanya Marin.
"Aku..... aku....."
"Apa perasaanmu akan berubah saat kau tau siapa aku yang sebenarnya? apa kau akan menjauhi sekarang?" tanya Marin memotong ucapan Daniel yang tergagap menjawab pertanyaan Marin.
"Tidak, aku mencintaimu dengan tulus Marin, walaupun kau selalu menganggap perasaanku hanyalah candaan tapi aku benar benar mencintaimu," jawab Daniel.
"Lalu apa alasanmu tidak ingin mendengar penjelasan tentang siapa aku dan Putri sebenarnya?"
Meski ia sangat terkejut, ia memilih untuk menganggap semua yang ia dengar itu hanyalah gurauan dan kekonyolan mereka saja.
Namun dalam hatinya ada sebuah tanda tanya besar tentang kepastian semua itu. Tapi dengan logika yang ia miliki, ia memilih untuk menolak fakta yang ia dengar tentang identitas Marin dan Nerissa yang sebenarnya.
"Aku dan Putri punya masa lalu yang sangat berbeda denganmu Daniel, dunia kita bahkan sangat jauh berbeda, tapi aku dan Putri menukar dunia kita dengan dunia baru dimana aku dan Putri bisa bertemu denganmu dan Alvin," ucap Marin.
"Mungkin ini terdengar gila dan tidak masuk akal bagi manusia berpendidikan sepertimu, tapi itulah faktanya, aku dan Putri adalah mermaid yang berasal dari dalam laut, kita menukar kehidupan mermaid kita demi manusia yang kita cintai di daratan," lanjut Marin yang membuat Daniel membawa pandangannya pada Marin.
"Manusia yang kalian cintai?" tanya Daniel.
"Iya, kehidupan kita sudah tergariskan jauh sebelum kita lahir dan garis takdirku bersama Putri adalah terikat dengan manusia yaitu kau dan Alvin, jadi sejauh apapun dunia memisahkan kita, kita tetap akan saling terikat," jawab Marin.
"Entah kau akan percaya atau tidak, tapi inilah kenyataannya Daniel, jika aku boleh memilih aku juga tidak ingin jatuh cinta dengan manusia, tapi garis takdirku membawaku untuk bertemu dan jatuh cinta padamu, membuatku mengorbankan hal besar dalam hidupku hanya untuk bisa bersamamu," lanjut Marin.
"Marin....."
"Sekarang aku hanyalah manusia biasa sama sepertimu dan yang lain, aku dan Putri sudah tidak bisa kembali lagi ke laut, jadi aku harap kau bisa menjaga rahasia ini meskipun pada akhirnya kau akan meninggalkanku," ucap Marin.
Daniel menggelengkan kepalanya pelan lalu merengkuh Marin ke dalam dekapannya. Mendengar semua penjelasan Marin membuatnya mengerti bahwa Marin memiliki perasaan yang jauh lebih besar darinya.
"Semua ini terlalu tiba tiba untukku Marin, semua ini sangat sulit untuk aku terima, tapi bukan berarti aku akan meninggalkanmu, aku mempercayai semua penjelasanmu Marin, aku mempercayaimu, hanya saja.... aku....."
"Aku mengerti," ucap Marin lalu melepaskan dirinya dari dekapan Daniel.
"Semua keputusan ada padamu Daniel," lanjut Marin.
"Aku tidak akan meninggalkanmu Marin, aku tetap mencintaimu seperti sebelumnya, tapi beri aku waktu untuk bisa menerima semua ini, banyak yang aku tidak mengerti dari semua ini, jadi tolong jelaskan semuanya pelan pelan agar aku bisa mengerti," ucap Daniel.
Marin hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum, sedangkan Daniel kembali merengkuh Marin ke dalam dekapannya.