
Hari hari berlalu seperti warna indah musim semi. Marin dan Nerissa benar benar menjalani kehidupan mereka sebagai manusia seutuhnya.
Meski begitu, mereka tidak melupakan kehidupan awal mereka sebagai seorang mermaid. Nerissa masih sering menemui sang bunda di tepi pantai saat bulan purnama, begitu juga Marin yang masih sering dikunjungi oleh Cadassi dan Chubasca.
Kebahagiaan Nerissa dan Marin tinggal di daratan diwarnai dengan banyak hal baru yang membuat mereka semakin mengerti bagaimana kehidupan manusia yang sesungguhnya.
Manisnya pernikahan terkadang diselingi rasa pahit dan asam yang pada akhirnya mampu mereka lewati. Tak jarang canda dan tawa terdengar meski masih saja ada air mata dan rasa sedih yang hinggap untuk beberapa saat.
Namun cinta yang sudah digariskan oleh takdir tidak membuat Nerissa dan Marin mudah menyerah.
Mereka mengerti bahwa kehidupan bagaikan roda yang berputar. Mereka harus bisa menerima keadaan saat mereka berada di bawah.
Cinta yang ada dalam hati merekalah yang menguatkan mereka.
Sama halnya dengan Nerissa dan Marin, Alvin dan Danielpun merasakan hal yang sama. Entah darimana cinta tumbuh dengan kuat dalam hati mereka untuk pasangan mereka masing masing.
Jalan yang tidak mudah mereka lalui demi cinta yang sudah ditakdirkan pada mereka. Hal hal di luar nalar yang baru mereka ketahui, tidak membuat cinta dalam hati mereka pupus.
Semakin lama cinta itu justru semakin kuat, terlebih saat tangan tangan mungil menggenggam jari mereka.
Pada akhirnya takdir panjang yang berliku membawa akhir bahagia dalam kehidupan mereka. Mereka bisa membuktikan bahwa cinta bisa mengalahkan ketidakmungkinan yang terjadi, termasuk fakta bahwa pasangan mereka masing masing adalah seorang mermaid yang sudah berubah menjadi manusia seutuhnya.
Sama halnya dengan kehidupan di darat, kehidupan di Seabert juga begitu damai dengan meninggalnya pangeran Merville.
Pangeran Merville yang dikurung oleh bundanya di penjara kegelapan nekat mengakhiri hidupnya sendiri karena keputusasaannya.
Menyedihkan memang, tapi tidak ada yang bisa dilakukan karena takdir kematian sudah membawa Pangeran Merville pergi.
Kini Ratu Nagisa bisa menjalani kehidupannya sebagai Ratu dengan aman tanpa gangguan dan rencana jahat siapapun.
Tidak ada yang berani menyerang Seabert karena ratu Nagisa memiliki orang orang kepercayaan yang sangat setia padanya.
Cadassi yang merupakan penasihat istana kepercayaan Ratu Nagisa. Chubasca dan Ran yang setia menjaga Seabert dengan seluruh kekuatan yang mereka punya.
Meskipun menjalani hari harinya tanpa Nerissa, tapi senyum ratu Nagisa tidak pernah pudar. Kebahagiaan Nerissa di daratan sudah cukup membuat ratu Nagisa bahagia.
Pada akhirnya, semua jalan terjal dan berliku berhasil mereka semua lewati. Puncak kebahagiaan hidup kini sudah ada dalam genggaman mereka.
Bagi cinta, tidak ada yang tidak mungkin jika takdir sudah berkehendak. Bahkan dunia yang berbedapun bisa disatukan oleh takdir yang membawa 2 hati dengan dunia yang berbeda.
Seperti cerita dongeng yang sering diceritakan sebelum tidur, kebahagiaan menjadi akhir dari kisah hidup mereka yang menjalani kehidupannya dengan kebaikan dan kesabaran.
"Terima kasih sudah kembali untukku," ucap Alvin lalu memberikan kecupannya di kening Nerissa dengan penuh cinta.
THE END
.
.
.
.
.
Terima kasih banyak karena sudah membaca Nerissa, Story of Mermaid sampai akhir episode.ππ
Terima kasih atas dukungan yang membuat author semakin bersemangat dalam menulis setiap episodenyaπ
Semoga kebahagiaan selalu berjalan mendampingi kita semua π₯°
Jangan lupa mampir ke karya terbaru author yang berjudul "Perempuan Kedua" π
Terima kasih ππππ₯°