Nerissa, Story Of Mermaid

Nerissa, Story Of Mermaid
Kecurigaan Nerissa



Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang saat Alvin sedang makan siang bersama Daniel.


"Mungkin kau harus meminta maaf pada Cordelia agar dia mengakhiri berita yang heboh saat ini!" ucap Daniel pada Alvin.


"Aku tidak akan pernah meminta maaf karena apa yang aku lakukan bukanlah kesalahan!" balas Alvin santai.


"Apa kau masih tidak mengerti situasi saat ini? kau akan mendapat masalah besar saat media mengetahui jika kau adalah laki laki yang dimaksud oleh Delia," ucap Daniel.


"Ada masalah lain yang jauh lebih penting daripada masalah itu Daniel, aku tidak akan menghabiskan waktuku hanya untuk memikirkan drama yang Delia buat!" balas Alvin.


"Apa masalahmu kali ini lebih berat daripada citra baikmu yang ternodai jika media mengetahuinya?"


"Iya, ini jauh lebih berat," jawab Alvin yang tampak sedang berpikir keras.


"Apa kau bisa memberi tahuku?" tanya Daniel penasaran.


"Aku masih tidak yakin, tapi sepertinya Ricky mempunyai tujuan lain pada perusahaan ini," jawab Alvin.


"Tujuan apa maksudmu?"


"Entahlah, aku akan coba memahami permainannya dan merubah strategi yang sudah ku buat selama ini," jawab Alvin.


Daniel mengernyitkan keningnya tidak mengerti apa yang sedang Alvin bicarakan padanya.


Tiba tiba Cordelia datang dan duduk di sebelah Alvin.


"Apa kau akan menyerah?" tanya Cordelia penuh percaya diri.


Alvin hanya diam lalu mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah video pada Cordelia.


Cordelia membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Video yang dilihatnya menunjukkan saat dia sedang mengambil ikan milik Alvin dan sengaja membunuhnya di dapur.


"Apa kau pikir aku hanya main main dengan ucapanku? kalau kau mau aku bisa menunjukkan semuanya pada media saat ini juga, termasuk saat kau sengaja menghancurkan aquascape yang baru saja dikirim ke rumahku!" ucap Alvin dengan serius.


"Aaaa.... aku... aku tidak menghancurkannya, aku.... aku hanya....."


"Berhenti menjadikanku bagian dari drama mu Delia, hiduplah sesukamu tapi jangan pernah menggangguku!" ucap Alvin lalu beranjak dari duduknya dan meninggalkan Cordelia.


"Aku melakukan semua itu karena kau lebih mementingkan ikan ikan sialan itu daripada aku Alvin!" ucap Delia dengan mengepalkan kedua tangannya menahan kesal pada Alvin.


"Pikirkan baik baik akibatnya sebelum kau bertindak bodoh Delia!" ucap Daniel lalu berlari mengejar Alvin.


"Aaarggghhh!!!" teriak Delia kesal membuat semua yang ada di sana kompak menatap ke arah Delia.


Delia lalu membawa pandangannya mengelilingi semua yang ada di sana.


"Kalau sampai ada yang merekam atau menyebarkan kejadian ini, kalian akan dikeluarkan dari perusahaan ini dan tidak akan diterima di perusahaan manapun!" ucap Cordelia mengancam lalu segera pergi.


Mereka semua pun menundukkan kepala tanpa berani berbuat apapun dan menganggap seolah tidak ada yang terjadi.


**


Di Seabert.


Nerissa masih memikirkan apa yang terjadi semalam. Sang bunda seolah tiba tiba melupakan apa yang terjadi pada mahkota milik Nerissa.


"aku hanya berharap dalam hati kalau bunda akan melupakan tentang mahkota itu dan bunda benar benar melupakannya, apa ini....."


"Hai putri pemalas," sapa Marin yang tiba tiba datang membuyarkan lamunan Nerissa.


"aku harap kau melupakan kejadian semalam Marin, tentang mahkota dan juga laki laki tampan di tepi pantai," ucap Nerissa dalam hati, mencoba memastikan apa yang sedang ia pikirkan saat itu.


"Marin, apa kau ingat kejadian semalam?" tanya Nerissa pada Marin.


"Tentu saja, apa ratu memarahimu? apa kau mengatakan kalau kau kehilangan mahkota itu saat kita mendekat ke tepi pantai?"


"haaahhh, Marin masih mengingatnya? bisa bisanya aku berpikir kalau aku bisa menghilangkan ingatan bunda hanya dengan mengucapakannya dalam hati!" batin Nerissa kecewa.


"Putri, kenapa kau hanya diam saja, apa yang terjadi? apa ratu memarahimu?" tanya Marin yang melihat Nerissa hanya diam.


Nerissa lalu menarik tangan Marin dan memeluknya. Ia benar benar tidak mengerti apa yang terjadi dengan pikirannya.


"andai saja aku bisa membuatmu melupakan kejadian semalam Marin, saat kita keluar dari istana dan pergi ke pesta yang membosankan," batin Nerissa dalam hati.


Tiba tiba Nerissa merasakan hawa disekitarnya semakin dingin, sama seperti yang ia rasakan semalam saat ia memeluk sang bunda.


Seketika Nerissa membawa pandangannya ke arah rumput laut dan ubur ubur yang juga terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mereka kembali bergerak.


"Aku tau pasti ratu sangat kecewa padamu, jangan bersedih putri, aku akan membantumu untuk menemukan mahkota itu lagi," ucap Marin lalu melepaskan dirinya dari pelukan Nerissa.


"Terima kasih Marin," balas Nerissa.


"Mmmm.... Marin, apa kau ingat semalam kita meninggalkan istana?" lanjut Nerissa bertanya.


"Tentu saja putri, kenapa kau menanyakannya lagi?"


"Aku sedikit lupa Marin, tolong ceritakan padaku!"


Marin lalu menceritakan pada Nerissa bahwa mereka pergi ke batu besar di bawah bulan purnama dan ia mengajak Nerissa untuk ke tepi pantai.


Tentang mahkota dan laki laki tampan semalam, Marin mengingatnya dengan baik. Tapi Nerissa sadar jika Marin sama sekali tidak menceritakan tentang pesta yang mereka datangi semalam.


"Kau yakin kita tidak pergi kemana mana sebelum ke batu besar di bawah bulan?" tanya Nerissa memastikan.


"Iya, aku yakin, setelah keluar dari istana kita ke batu besar itu, ke tepi pantai lalu kembali ke istana," jawab Marin.


"Marin benar benar melupakan tentang pesta itu, apa karena aku mengatakan harapanku sambil memeluknya? aku juga melakukan hal yang sama pada bunda semalam," batin Nerissa dalam hati.


"Putri, apa kau baik baik saja?" tanya Marin khawatir.


"Aah iya, aku baik baik saja," jawab Nerissa yang masih terkejut dengan apa yang baru saja ia ketahui.


"Kau terlihat lebih banyak diam hari ini, apa ratu sangat marah padamu?"


"Tidak Marin, bunda tidak memarahiku, tapi lebih baik kau tidak membicarakan hal itu pada bunda agar bunda tidak semakin kecewa padaku," jawab Nerissa.


"Baiklah putri, aku mengerti," balas Marin.


"Kau pulanglah Marin, aku akan menemuimu nanti malam," ucap Nerissa pada Marin.


Nerissa lalu masuk ke kamarnya setelah Marin pergi. Ia berpikir keras tentang apa yang sudah terjadi.


"apa aku benar benar bisa menghapus ingatan mereka? aaahh tidak, aku harus memastikannya lebih dulu, aku akan mencoba untuk mendatangi mermaid lain dan melakukan apa yang telah ku lakukan pada bunda dan Marin!" batin Nerissa dalam hati.


Nerissa lalu keluar dari istana untuk pergi ke Orton, sebuah tempat dimana banyak mermaid berkumpul.


Di sana para mermaid melakukan banyak kegiatan, seperti membuat hiasan rambut, membuat kerajinan tangan atau beberapa dari mereka hanya berenang melihat lihat keramaian yang ada di sana.


Nerissa sengaja pergi ke sana untuk memastikan apa yang ada dalam pikirannya.