
Nerissa duduk termenung di dekat jendela kamarnya. Ia masih memikirkan apakah pergi ke daratan adalah jalan satu satunya yang bisa ia lakukan untuk mengalahkan Pangeran Merville.
Ia tidak ingin meninggalkan bunda dengan segala macam bahaya yang mengintai sang bunda.
"Apa yang sedang kau pikirkan sayang?" tanya bunda Ratu yang baru saja masuk ke kamar Nerissa.
Nerissa kemudian mendekat pada sang bunda dan menarik tangan sang bunda agar duduk bersamanya.
"Bunda, apakah tidak ada cara lain selain pergi ke daratan?" tanya Nerissa pada sang bunda.
"Kenapa sayang? apa kau tidak siap pergi ke daratan?" balas bunda Ratu bertanya.
"Nerissa tidak ingin meninggalkan bunda disini, bagaimana kalau nanti Cadassi dan Pangeran Merville mencelakai bunda?"
"Jangan khawatir tentang hal itu sayang, mereka tidak mungkin mencelakai bunda karena mereka membutuhkan bunda untuk mendapatkan mutiara biru itu," jawab bunda Ratu.
"Bunda yakin?"
"Tentu saja, Cadassi membutuhkan mutiara biru itu untuk diberikannya pada Pangeran Merville agar Pangeran Merville bisa memiliki kekuatan terbesar di lautan dan menjadikan Cadassi Raja di Seabert," jawab Ratu menjelaskan.
"Tapi tetap saja, Nerissa tidak bisa meninggalkan bunda seperti ini," ucap Nerissa yang tidak ingin pergi meninggalkan sang bunda.
"Nerissa sayang, tanggung jawab Seabert sekarang ada di pundakmu, kau harus bisa menjaga Seabert dengan baik, bagiamanapun caranya, keselamatan istana dan rakyat kita itu lebih utama sayang," ucap Ratu Nagisa memberi nasihat.
Nerissa hanya diam, ia menundukkan kepalanya tak bersemangat.
"Maafkan bunda karena sudah menempatkanmu di posisi yang sulit sayang, bunda benar benar minta maaf," ucap bunda Ratu dengan menggenggam tangan Nerissa.
"Bunda jangan berbicara seperti itu, Nerissa yang harus minta maaf karena belum bisa berpikir dewasa dalam menghadapi masalah ini," balas Nerissa dengan memeluk sang bunda.
Ia merasa bersalah karena sudah membuat sang bunda harus meminta maaf padanya. Seharusnya ia bisa mengerti pasti tidak mudah bagi sang bunda melepasnya ke daratan yang belum pernah ia datangi sebelumnya.
"Kita harus bersama sama melawan penghianatan yang dilakukan Cadassi sayang, ini tidak akan mudah untuk kita karena kita tidak tau siapa saja yang sudah bersekutu dengan Cadassi dan Pangeran Merville, jadi bunda harap kau bisa menjalankan tugasmu dengan baik, tidak hanya demi bunda tapi juga demi Seabert," ucap bunda Ratu.
"Iya bunda, Nerissa akan melakukannya dengan baik dan akan segera kembali untuk bisa mengalahkan semua yang mempunyai niat buruk pada istana kita," balas Nerissa bersemangat.
"Sekarang kau istirahatlah, besok pagi datanglah ke kamar bunda bersama Marin, ada yang harus bunda berikan padamu dan juga Marin," ucap bunda Ratu pada Nerissa.
"Baik bunda," balas Nerissa.
**
Esok paginya Nerissa masuk ke kamar Ratu Nagisa bersama Marin.
"Mendekatkan Marin, Nerissa," ucap Ratu Nagisa pada Marin dan Nerissa.
Marin dan Nerissa pun duduk di dekat Ratu Nagisa.
"Ulurkan tangan kananmu sayang!" ucap Ratu Nagisa pada Nerissa.
Nerissapun mengulurkan tangan kanannya, kemudian Ratu Nagisa memakaikan gelang mutiara di pergelangan tangan Nerissa, begitu juga Marin.
"Gelang ini akan merubah ekor kalian menjadi sepasang kaki, kalian bisa membaur layaknya manusia lainnya saat kalian memakai gelang ini," ucap Bunda Ratu pada Nerissa dan Marin.
"Bukankah kita hanya perlu memakan rumput laut agar bisa merubah ekor menjadi kaki?" tanya Nerissa pada bunda Ratu.
"Itu hanya bertahan beberapa jam saja sayang, sedangkan gelang ini selama dia ada di tangan kalian, kalian akan memiliki kaki selama yang kalian inginkan," jawab bunda Ratu menjelaskan.
"Ada satu hal yang belum kau tau sayang, saat kau berada di daratan Ran tidak akan bisa mencium bau kekuatanmu, jadi kau bisa menggunakan kekuatanmu dan mencari kekuatan lain yang ada dalam dirimu!"
"Kekuatan lain?"
"Iya, bunda yakin kau tidak hanya memiliki satu kekuatan dan bisa jadi kau hanya mengetahui 20% dari kekuatan yang kau sadari sekarang," jawab bunda Ratu.
"Jadi maksud bunda Nerissa bisa melatih kekuatan Nerissa dan mencari taunya lebih jauh saat Nerissa berada di daratan?"
"Benar sekali sayang, dengan begitu kau bisa kembali ke Seabert dengan kekuatan sempurna yang kau miliki ditambah dengan kekuatan dari dua mutiara biru milik ayah dan bunda," jawab bunda Ratu.
"Waaahhh, sepertinya perjalanan kita akan panjang Putri," ucap Marin.
"Benar, perjalanan kalian tidak akan mudah, jadi kalian jangan mudah menyerah dan tetap pada tujuan kalian," balas Ratu Nagisa.
"Lalu bagiamana dengan Cadassi dan Pangeran Merville?" tanya Nerissa.
"Jangan memikirkan hal itu sayang, selama kalian pergi, bunda akan menghadapi mereka dengan hati hati tanpa membuat mereka curiga," jawab bunda Ratu.
Nerissa menganggukan kepalanya kemudian memeluk bundanya dengan erat.
"Tapi ingatlah satu hal, jika gelang kalian hilang, kalian hanya akan bertahan selama 24 jam di daratan, setelah 24 jam kaki kalian akan berubah menjadi ekor dengan sendirinya, jadi jika kalian kehilangan gelang ini, cepat temukan kembali atau segera kembali ke laut!"
Nerissa dan Marin kompak menganggukan kepala mereka.
Malam telah tiba. Nerissa dan Marin sudah meninggalkan istana diam diam. Mereka berenang ke arah tepi pantai untuk mencoba menggunakan kekuatan gelang pemberian Ratu Nagisa.
Setelah memastikan tidak ada siapapun yang berada disana, Nerissa dan Marinpun berenang semakin mendekat ke bibir pantai.
"Apa kau yakin akan mencobanya Marin?" tanya Nerissa yang terlihat masih ragu.
"Tentu saja, kita harus memastikan gelang ini bekerja dengan baik sebelum kita benar benar menggunakannya Putri," jawab Marin bersemangat.
Marin memang sudah sering pergi ke daratan bersama Cadassi, namun setelah Raja Zale meninggal, Cadassi sudah tidak pernah lagi mengizinkan Marin untuk ikut ke daratan.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Marin pada Nerissa.
"Bunda bilang kita harus memutar gelang ini 7 kali dan ekor kita akan berubah menjadi sepasang kaki, kalau kita ingin merubahnya lagi menjadi ekor, kita harus masuk ke dalam air dan memutarnya lagi 7 kali," jawab Nerissa menjelaskan.
"Baiklah, ayo kita lakukan bersama!" ucap Marin yang bersiap untuk memutar gelang di tangannya.
"Tunggu!" ucap Nerissa dengan menahan tangan Marin.
"Kenapa lagi Putri?"
"Bagaimana kalau kita tidak bisa mengembalikan ekor kita lagi? kita tidak akan bisa kembali ke istana Marin!"
"Bukankah kau sudah bilang, kita hanya perlu memutarnya 7 kali di dalam air maka ekor kita akan kembali!"
"Iya tapi....."
"Sudahlah, aku akan mencobanya sendiri!" ucap Marin kemudian memutar gelang mutiara di tangannya sebanyak 7 kali.
Tiba tiba ekor Marin bercahaya dengan terang dan dalam sekejap sepasang kaki terlihat, lengkap dengan 10 jari jari mungilnya.