
Di bawah langit malam, Nerissa berjalan di pinggir kolam renang tak jauh dari ruangan tempat Cordelia mengadakan pesta ulang tahunnya.
Nerissa sengaja menjauh dari Daniel karena ia masih kecewa pada sikap Daniel yang seolah membenarkan ucapan Cordelia tentang mutiara yang diberikannya pada Cordelia.
"Pulanglah jika ingin pulang,"
Sebuah suara membuat Nerissa menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
"Apa maksudmu?" tanya Nerissa pada Cordelia.
"Aku tidak mengundangmu kesini, tapi Daniel sudah memberi tahuku jika dia akan mengajakmu datang malam ini dan sepertinya tempat ini tidak cocok untukmu," ucap Cordelia.
"Aku tidak merasa seperti itu," balas Nerissa.
"Aku tidak tau kau sebenarnya siapa, tapi melihat apa yang terjadi sekarang aku jadi tau seperti apa dirimu yang sebenarnya!" ucap Cordelia.
"Sepertinya apa yang kau tau tentangku itu salah, tapi aku tidak peduli, itu bukan masalah besar buatku," balas Nerissa.
Cordelia tersenyum tipis kemudian membawa langkahnya mendekat ke arah Nerissa.
"Kau hanya perempuan murahan yang sengaja menggoda Alvin dan Daniel, benar bukan?"
Nerissa menggelengkan kepalanya dengan menatap tajam kedua mata Cordelia.
"Kau salah besar, kedatanganku kesini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka, justru mereka sendiri yang datang dalam hidupku tanpa aku berniat mendekati mereka!" balas Nerissa.
"Kau pikir kau siapa? Ratu? Cinderella? kau seharusnya sadar kalau kau tidak pantas untuk Alvin ataupun Daniel!" ucap Cordelia dengan menunjuk dan mendorong Nerissa dengan jari telunjuknya.
"Apa kau takut kalau Alvin dan Daniel jatuh cinta padaku? apa kau takut karena Alvin lebih mempercayaiku dibanding dirimu?" tanya Nerissa dengan tatapan tajam pada Cordelia, membuat Cordelia semakin kesal.
Cordelia kemudian berbalik, hendak meninggalkan Nerissa. Namun dalam sekejap saja Cordelia membalikkan badannya dan mendorong Nerissa ke arah kolam renang.
BYUUUUURRR!!!!
Nerissa tercebur ke dalam kolam renang yang cukup dalam itu. Nerissa segera menggerakkan kaki dan tangannya agar kembali naik ke atas, namun entah kenapa ia tidak bisa naik ke atas.
Bukan hanya tidak bisa berenang, Nerissa semakin gugup karena ia tidak bisa bernafas di dalam air. Beberapa kali air kolam renang sempat masuk ke dalam mulutnya.
Di sisi lain, Cordelia hanya tersenyum penuh kemenangan kemudian berjalan pergi begitu saja.
Tanpa Cordelia tau, Alvin sedari tadi mencari keberadaan Cordelia karena ia ingin segera pulang meninggalkan pesta ulang tahun Cordelia.
Saat Cordelia baru saja meninggalkan kolam renang, dari arah lain Alvin masuk ke arah kolam renang.
Alvin membawa pandangannya ke setiap sudut kolam renang untuk mencari keberadaan Cordelia. Alvin begitu terkejut saat matanya menangkap seseorang dengan rambut coklat terang sedang berada di dalam kolam renang tanpa bergerak sedikitpun.
Tanpa berpikir panjang, Alvin segera melompat ke dalam kolam renang dan mendapati Nerissa yang tampak sudah lemas.
Alvin segera meraih tubuh Nerissa dan membawanya berenang ke arah tepi kolam renang yang lebih dangkal.
Alvin kemudian mengangkat tubuh Nerissa keluar dari kolam renang lalu membaringkannya di lantai.
"Nerissa, bangunlah Nerissa!" ucap Alvin sambil mendekatkan telinganya ke arah mulut dan hidung Nerissa untuk mengecek pernapasan Nerissa.
Alvin juga memperhatikan dada Nerissa yang bergerak naik turun untuk memastikan apakah Nerissa masih bernapas.
Setelah memastikan jika Nerissa masih bernapas, Alvin segera melakukan pertolongan pertama dengan memberikan nafas buatan pada Nerissa.
Alvin melakukan hal itu sampai beberapa kali sebelum akhirnya Nerissa tersadar dengan memuntahkan air dari kolam renang yang sempat terhirup olehnya.
Alvin terduduk lega melihat Nerissa yang tersadar di hadapannya.
Alvin kemudian menghubungi pihak keamanan gedung dan meminta satu ruangan khusus untuk Nerissa agar Nerissa bisa segera mengganti pakaiannya.
Karena masih terlalu lemas, Nerissa tidak bisa berdiri dengan baik, Alvinpun segera menggendong Nerissa masuk ke dalam salah satu ruangan yang sudah disiapkan oleh pihak keamanan gedung.
Nerissa juga diberikan pakaian hangat untuk mengganti pakaiannya yang basah.
Setelah selesai berganti pakaian, Nerissa keluar dari ruangan itu, menghampiri Alvin yang menunggunya di depan.
"Bagaimana keadaanmu? aku akan mengantarmu ke rumah sakit sekarang, atau....."
"Aku baik baik saja, aku tidak perlu ke rumah sakit, terima kasih sudah menolongku," ucap Nerissa yang melihat kekhawatiran Alvin padanya.
"Apa yang terjadi padamu Nerissa? kenapa kau bisa tenggelam di kolam renang?" tanya Alvin penasaran.
"Aku......."
"Alvin!" panggil Cordelia sambil berlari ke arah Alvin dan Nerissa, membuat nerissa menghentikan ucapannya.
"Aku mencarimu di mana-mana, kenapa kau ada disini?" tanya Cordelia pada Alvin.
"Aku juga mencarimu dari tadi tapi aku malah menemukan Nerissa tenggelam di kolam renang, jadi aku membawanya ke sini," jawab Alvin.
"Aku akan menghubungi Daniel agar Daniel kesini, jadi sekarang ayo kita pergi dari sini!" ucap Cordelia sambil menarik tangan Alvin.
Bukannya berdiri dari duduknya, Alvin malah melepaskan tangan Cordelia darinya.
"Aku akan menunggu disini sampai Daniel datang!" ucap Alvin pada Cordelia.
"Pulanglah Alvin, aku akan menunggu Daniel disini!" sahut Nerissa.
"Tidak, aku akan menemanimu di sini sampai Daniel datang," balas Alvin.
Tak lama kemudian Daniel datang dengan berlari kecil ke arah Nerissa.
"Apa yang terjadi Nerissa? kenapa kau ada di sini dan kenapa dengan pakaianmu? kenapa kau berganti pakaian?" tanya Daniel pada Nerissa.
"Kemana saja kau Daniel? kenapa kau tidak menjaganya dengan baik? aku menemukannya tenggelam di kolam renang tanpa ada siapapun disana, apa sebenarnya yang kau lakukan dari tadi?" sahut Alvin yang kesal pada Daniel karena sudah mengabaikan Nerissa.
"Tenggelam? apa benar yang Alvin katakan Nerissa?" tanya Daniel pada Nerissa.
Nerissa hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan Daniel.
"Apa kau baik-baik saja sekarang? apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Daniel khawatir dan merasa bersalah karena terlalu sibuk dengan temannya sehingga tidak sadar jika dia sudah mengabaikan Nerissa.
"Aku baik-baik saja, aku hanya ingin pulang sekarang," jawab Nerissa.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang sekarang," balas Daniel.
Nerissa kemudian beranjak dari duduknya dan pergi dari tempat itu bersama Daniel meninggalkan Alvin yang masih berada di sana bersama cordelia.
"Apa kau masih ingin disini?" tanya Cordelia pada Alvin.
Alvin hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Cordelia. Ia lalu beranjak dari duduknya dan berjalan begitu saja meninggalkan Cordelia.
Cordelia pun berlari kecil mengikuti Alvin dan meninggalkan tempat itu.
"Aku tidak ingin pulang," ucap Cordelia pada Alvin.
"Apa kau masih bertengkar dengar mama dan papamu?"
"Tidak, aku hanya ingin menghabiskan malam ini bersamamu, bolehkah?"
"Tidak Delia, kau harus pulang!"
"Kenapa Alvin? kenapa kau selalu mengabaikan ku seperti ini?"
"Aku tidak mengabaikanmu Delia, kalau aku mau aku tidak akan datang ke pesta ulang tahunmu malam ini, tapi aku tetap datang sesuai janjiku padamu bahwa aku akan datang pada setiap acara ulang tahunmu!" ucap Alvin pada Delia.
Cordelia hanya diam dengan memanyunkan bibirnya. Dia kesal karena Alvin tidak membiarkan yang menginap di rumahnya.
Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah Cordelia. cordelia keluar dari mobil Alvin dengan malas dan tak bersemangat.
"Apakah selamanya aku tidak bisa menginap di rumahmu? bukankah kita sudah cukup dekat?" tanya Cordelia sebelum masuk ke dalam rumahnya.
"Masuklah Delia, ini sudah malam, beristirahatlah dan jangan memikirkan apapun yang mengganggu pikiranmu!" ucap Alvin tanpa menjawab pertanyaan Delia kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai nya pergi dari rumah Delia.
Sepanjang perjalanan Alvin masih memikirkan Nerissa. Ia sedikit merasa aneh karena ia pikir Nerissa bisa berenang mengingat ia sering melihat Nerissa berendam di pinggir laut.
Sesampainya di rumah, Alvin segera masuk ke kamarnya. Saat akan melepas jasnya, Alvin mengambil sesuatu dari saku jasnya.
Sebuah penjepit rambut dengan hiasan mutiara dan bunga kering kini ada di tangannya. Alvin sengaja membawanya dan ingin memberikannya pada Nerissa saat Nerissa sudah sadar namun ternyata ia lupa dan malah membawanya pulang.
"Mutiara ini seperti mirip dengan mutiara yang Nerissa berikan pada Delia, apa ini mutiara yang sama?" tanya Alvin pada dirinya sendiri.
Alvin kemudian menaruh penjepit rambut itu di mejanya lalu merebahkan badannya di ranjang.
"aku akan mengembalikannya besok," ucap Alvin dalam hati.
Di tempat lain Nerissa baru saja sampai di depan rumahnya. Ia turun dari mobil Daniel diikuti dengan Daniel yang berlari kecil menghampiri Nerissa.
"Apa kau yakin kau baik-baik saja?" tanya Daniel pada Nerissa.
"Aku baik-baik saja, pulanglah aku ingin istirahat," jawab Nerissa.
"Apa kau marah padaku?" tanya Daniel yang merasa sikap Nerissa tiba-tiba dingin padanya.
Nerissa hanya menggelengkan kepalanya pelan kemudian berjalan masuk meninggalkan Daniel begitu saja.
Daniel menghela nafasnya kasar kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah Nerissa.
Iaa berpikir jika Nerissa marah padanya karena ia terlambat mengetahui keadaan Nerissa saat tenggelam di kolam renang.
Di sisi lain, Marin begitu terkejut saat melihat Nerissa datang dengan menggunakan pakaian yang berbeda dengan saat Nerissa berangkat.
"Apa yang terjadi padamu Putri? kenapa pakaianmu berbeda? kau juga tampak sedikit berantakan!" tanya Marin pada Nerissa.
Nerissa hanya diam dengan kedua mata yang berkaca-kaca kemudian memeluk Marin.
"Ada apa Putri? apa ada yang menyakitimu? apa Daniel yang membuatmu menangis atau Cordelia yang sudah membuat masalah padamu?" tanya Marin khawatir.
Nerissa hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Marin. Ia masih sangat kecewa pada sikap Daniel saat di pesta ulang tahun Cordelia tadi.
"Ceritakan padaku Putri, ada apa sebenarnya? apa yang sudah terjadi padamu?" tanya Marin pada Nerissa.
Nerissa masih diam dengan memeluk Marin erat.
"Kalau kau tidak ingin menceritakannya sekarang tidak apa, masuklah ke kamar dan beristirahatlah, aku akan menemanimu malam ini!" ucap Marin pada Nerissa.
Nerissa kemudian masuk ke dalam kamar diikuti dengan Marin. Setelah berganti pakaian Nerissa merebahkan badannya di ranjang bersama Marin.
Malam semakin larut, namun Nerissa belum juga terpejam, bukan hanya karena memikirkan sikap Daniel dan Cordelia padanya, namun juga memikirkan apa yang sudah terjadi di kolam renang beberapa waktu yang lalu.
"kenapa aku tidak bisa berenang? kenapa aku tidak bisa bernafas di dalam air? apa aku sudah kehilangan jati diriku? apa aku sudah menjadi manusia seutuhnya? sekarang apa aku sudah tidak bisa menjadi mermaid dan kembali ke Seabert?"
Nerissa bertanya-tanya dalam hatinya yang membuat matanya kembali terasa panas dan berkaca-kaca.
Ia takut jika dirinya sudah menjadi manusia seutuhnya dan tidak bisa kembali lagi ke Seabert sebagai mermaid, putri dari ratu Nagisa.
**
Malam telah berlalu, seperti biasa Marin bangun lebih pagi untuk membuka toko bunganya dan membiarkan Nerissa yang masih terpejam di atas ranjangnya.
Waktu berlalu, jam telah berganti, Nerissa belum juga keluar dari kamarnya. Marin sengaja membiarkan Nerissa di dalam kamar karena ia berpikir jika Nerissa membutuhkan waktu untuk sendiri karena kejadian semalam yang tampak membuat Nerissa begitu bersedih.
Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan toko bunga Marin, si pemilik mobil segera turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Marin.
"Hai Alvin, apa kau mencari putri atau mencari bunga?" tanya Marin pada Alvin.
"Aku mencari Nerissa, aku ingin mengembalikan barang miliknya yang tidak sengaja terbawa oleh ku," jawab Alvin.
"Sepertinya kau tidak bisa menemuinya sekarang, sejak semalam dia terlihat sangat sedih aku pikir dia membutuhkan waktu untuk sendiri hari ini," ucap Marin.
"Apa dia baik-baik saja? aku ingin melihat keadaannya karena semalam dia tenggelam di kolam renang, aku khawatir terjadi sesuatu padanya!"
"Tenggelam di kolam renang? Putri tenggelam di kolam renang? apa kau tidak salah?" tanya Marin yang begitu terkejut mendengar ucapan Alvin.
"Apa dia belum bercerita padamu? semalam dia tenggelam di kolam renang dan sempat tidak sadarkan diri tapi untungnya aku masih bisa membuatnya kembali tersadar?"
"Putri tidak menceritakan apapun padaku, dia hanya tampak bersedih setelah dia pulang dari pesta ulang tahun itu," jawaban Marin yang kini mulai tampak khawatir pada Nerissa.
"Apa aku bisa melihat keadaannya sekarang marin? aku benar-benar khawatir padanya!"
"Ikutlah bersamaku, mari kita lihat keadaan Putri!" ucap Marin lalu berlari kecil ke arah rumahnya diikuti oleh Alvin.
Marin membuka pintu kamar Nerissa dan mendapati Nerissa yang masih terpejam di atas ranjangnya.
Marin kemudian mendekat dan menyentuh tangan Nerissa, berniat untuk membangunkan Nerissa.
"Badannya sangat dingin Alvin, apa yang terjadi padanya? apa kita harus membawanya ke rumah sakit?" tanya Marin pada Alvin.
Alvin kemudian mendekat ke arah Nerissa dan memegang tangan Nerissa. Benar saja, tangan Nerissa terasa begitu dingin, bahkan sangat dingin.
"Tolong siapkan pakaian yang hangat untuknya, aku akan membawanya ke rumah sakit sekarang!" ucap Alvin pada Marin.
Marin pun segera mencari pakaian hangat milik Nerissa yang ada di dalam lemari.
"Nerissa, apa kau mendengarku?" tanya Alvin dengan menyentuh kening Nerissa.
Tidak ada jawaban dari Nerissa, matanya masih terpejam, seluruh badannya terasa semakin dingin dan wajahnya sangat pucat.
"Nerissa bangunlah, aku mohon!" ucap Alvin dengan menggenggam tangan Nerissa.