Nerissa, Story Of Mermaid

Nerissa, Story Of Mermaid
Rencana Daniel untuk Berlibur



Di bawah langit malam bertabur bintang, Marin masih bersama Daniel di depan minimarket.


Marin masih terdiam mendengar ucapan Daniel, ia tidak mengerti apa yang Daniel pikirkan saat itu.


"Kenapa kau hanya diam Marin? apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Daniel membuyarkan lamunan Daniel.


"Aku sedang berusaha mencerna dengan baik semua ucapanmu yang baru saja aku dengar, apa kau yakin dengan apa yang baru saja kau ucapkan?"


"Tentu saja aku yakin, Alvin adalah sahabatku Marin, dia lebih dari sekedar teman biasa untukku!"


"Apa kau akan baik-baik saja jika pada akhirnya Alvin dan Putri menjadi semakin dekat dan memiliki hubungan yang serius?"


"Mungkin aku akan sedikit sedih, tapi aku tidak khawatir karena ada kau yang bisa menemaniku bukan?" balas Daniel yang membuat Marin tersenyum tipis dengan menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan kedua pipinya yang merona karena ucapan Daniel.


Marin kemudian mengambil minuman di hadapannya untuk meredakan kegugupan yang saat itu ia rasakan.


"Lalu apa rencanamu sekarang?" tanya Marin pada Daniel.


"Kita berlibur berempat," jawab Daniel.


"Berlibur berempat? kemana?"


"Mmmmm..... apa kau tahu kemana Alvin dan Nerissa berlibur weekend kemarin?" balas Daniel bertanya.


"Putri bilang Alvin mengajaknya berlibur ke taman bermain yang ada di dekat danau, tetapi aku tidak tahu pasti dimana tempatnya," jawab Marin.


"Aaahh taman bermain itu, iya aku tahu, itu taman bermain yang baru buka," ucap Daniel dengan mengangguk anggukkan kepalanya.


"Apa kita akan berlibur kesana?" tanya Marin penuh semangat.


"Tentu saja, apa kau menyukainya?"


"Aku mendengar cerita Putri saat dia berlibur bersama Alvin disana, sepertinya sangat menyenangkan!"


"Memang sangat menyenangkan jika kau berlibur kesana bersama orang yang kau sukai," balas Daniel yang membuat Marin terdiam seketika.


"Hahaha..... kenapa wajahmu seperti itu Marin? apa kau sangat kasihan padaku?"


"Aku tidak yakin kau akan baik-baik saja saat melihat kedekatan Alvin dan Putri nanti," jawab Marin.


"Tenang saja Marin, aku akan baik-baik saja," balas Daniel sambil menepuk nepuk kepala Marin.


Marin hanya diam dengan menghela nafasnya.


"Kenapa helaan nafasmu berat sekali? apa kau sebegitu khawatirnya padaku?"


"Tidak, aku hanya tidak ingin ada keributan saat kita berlibur nanti, karena aku tahu kau adalah perusuh yang suka membuat keributan!" jawab Marin dengan tersenyum tipis.


"Aku perusuh? apa kau yakin? baiklah kalau begitu lebih baik kau tidak perlu ikut, kau di rumah saja menunggu Nerissa pulang hahaha....."


"Baiklah, aku tidak akan ikut, memang lebih baik aku di rumah daripada harus berlama-lama melihat wajahmu!" balas Marin kesal.


"Hahaha..... jangan seperti itu Marin, aku hanya bercanda, kau harus ikut karena kau yang akan menemaniku, aku tidak ingin menjadi obat nyamuk diantara Alvin dan Nerissa!"


"Tidak, aku tidak akan ikut!" ucap Marin sambil melipat kedua tangannya di dada dan mengalihkan pandangannya dari Daniel.


Daniel kemudian memegang kedua bahu Marin dan membawa Marin menghadap ke arahnya.


Daniel menundukkan kepalanya, menatap wajah Marin dengan senyum di bibirnya.


"Kau harus ikut Marin, aku membutuhkanmu!" ucap Daniel yang membuat Marin kembali merasakan debaran dalam dadanya.


Untuk beberapa saat Marin hanya diam menatap laki-laki di hadapannya. Sedangkan Daniel memberikan senyum termanisnya untuk membuat Marin mengiyakan ajakannya.


"Kenapa kau hanya diam? apa aku terlihat sangat tampan di matamu?" tanya Daniel yang membuat Marin segera tersadar dan melepaskan kedua tangan Daniel dari bahunya.


Marin kembali mengalihkan pandangannya dari Daniel, berusaha mengatur debaran dalam dadanya agar tidak membuatnya semakin gugup.


"Aku tetap tidak akan ikut, kau sendiri yang memintaku untuk tidak ikut!" ucap Marin.


Daniel kembali memegang kedua bahu Marin namun Marin segera melepasnya, tetapi Daniel tidak kehabisan akal, ia meraih kedua tangan Marin dan menggenggamnya.


"Apa yang kau lakukan Daniel, lepaskan!" ucap Marin sambil berusaha menarik kedua tangannya.


"Aku tidak akan melepasnya jika kau tetap tidak ingin ikut berlibur bersamaku!"


"Baiklah..... baiklah..... aku akan ikut tetapi lepaskan tanganku!" ucap Marin menyerah.


Danielpun melepaskan genggamannya dari tangan Marin lalu tertawa puas karena berhasil membuat Marin menyerah.


"Puas kau sekarang?" tanya Marin kesal.


"Hahaha..... tentu saja puas, sangat puas!" balas Daniel.


"Kau memang sangat menyebalkan!" gerutu Marin kesal.


"Tapi juga menyenangkan bukan?" balas Daniel dengan menyenggol bahu Marin dengan bahunya.


Marin hanya tersenyum tipis tanpa mengucapkan apapun. Tak bisa dipungkiri bahwa apa yang Daniel ucapkan memang benar, walaupun Daniel terkadang sangat menyebalkan tetapi Daniel juga laki-laki yang menyenangkan bahkan sangat baik padanya.


"Kapan kau akan melakukan rencanamu itu?" tanya Marin pada Daniel.


"Weekend nanti, aku akan mengajak Alvin menjemputmu dan Nerissa tanpa memberitahu Nerissa terlebih dahulu," jawab Daniel.


"Weekend nanti bukannya kau sudah ada janji dengan Putri?"


"Iya aku akan mengatakan pada Nerissa bahwa aku juga akan mengajakmu berlibur, tetapi kau harus merahasiakan dari Nerissa bahwa aku juga mengajak Alvin, oke?"


"Baiklah," balas Marin sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ayo pulang, aku akan mengantarmu pulang sekaligus menemui Nerissa," ucap Daniel sambil beranjak dari duduknya diikuti oleh Marin.


Sesampainya di depan rumah Marin, Daniel dan Marinpun turun dari mobil, Daniel membawa langkahnya mengikuti Marin yang masuk ke dalam rumah.


"Duduklah, aku akan memanggil Putri!" ucap Marin pada Daniel kemudian berjalan ke arah kamar Nerissa.


Marin mengetuk pintu kamar Nerissa beberapa kali sebelum membukanya.


Marin melihat Nerissa yang hanya terbaring dengan memandangi ponselnya.


Marin kemudian menghampiri Nerissa dan merebut ponsel itu dari tangan Nerissa.


"Berhentilah memandangi ponselmu Putri, dari kemarin kau tidak pernah melepaskan ponsel itu dari tanganmu!" ucap Marin pada Nerissa.


"Aku sedang menunggu pesan Alvin, kenapa dia lama sekali membalas pesanku? dia juga tidak menghubungiku sama sekali sejak kemarin!"


"Jangan seperti anak kecil Putri, dia sedang sibuk, kau hanya akan mengganggunya jika kau terus mengirimkan pesan dan menghubunginya, tunggu saja dia pasti akan menghubungimu jika dia sudah menyelesaikan pekerjaannya," ucap Marin sambil menarik kedua tangan Nerissa agar beranjak dari ranjang.


"Daniel menunggumu di ruang tamu, dia bilang ada sesuatu yang ingin dia sampaikan padamu!" ucap Marin pada Nerissa.


Dengan langkah yang tak bersemangat, Nerissapun keluar dari kamarnya menghampiri Daniel di ruang tamu.


"Ada apa dengan wajahmu itu nerissa? kenapa kau terlihat lesu sekali?" tanya Daniel pada Nerissa yang berjalan ke arahnya.


Nerissa hanya menggelengkan kepalanya pelan kemudian duduk di hadapan Daniel.


"Masih menunggu Alvin?" tanya Daniel menerka.


"Apa mungkin dia ingin menjauhiku lagi?" balas Nerissa bertanya.


"Marin bilang ada yang ingin kau sampaikan padaku, apa itu?" tanya Nerissa pada Daniel.


"Tentang liburan kita weekend nanti, apa aku boleh mengajak Marin juga?"


"Tentu saja boleh, berlibur bertiga sepertinya lebih seru!" jawab Nerissa tanpa berpikir panjang.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menjemput kalian nanti, sekarang aku harus pulang, kau beristirahatlah Nerissa!" ucap Daniel kemudian beranjak dari duduknya.


Danielpun meninggalkan rumah Nerissa lalu kembali pulang ke rumahnya


**


Hari-hari telah berlalu, Daniel benar-benar merahasiakan pertemuannya dengan Amanda pada Alvin.


Ia tidak ingin masa lalu buruk Alvin kembali terulang saat Amanda kembali dalam kehidupan Alvin. Melihat Amanda yang pergi menghindar darinya membuatnya berpikir jika Amanda juga akan menghindar dari Alvin, itu artinya ia tidak perlu khawatir jika Amanda akan kembali mendekati Alvin.


Pagi itu Daniel keluar dari kamarnya bersiap untuk menjemput Alvin.


"Apa kau akan pergi Daniel?" tanya mama Daniel.


"Iya ma, mama tidak akan ikut dengan Daniel bukan?"


"Apa urusanmu itu sangat penting Daniel? mama ingin kau mengantar mama mencari bunga di toko bunga Marin!"


"Toko bunga Marin libur ma, Marin akan berlibur bersama Daniel!" ucap Daniel yang membuat sang mama terkejut namun senang.


"Benarkah? kau akan berlibur bersama Marin? hanya berdua?"


"Tentu saja tidak, Daniel juga mengajak Nerissa dan Alvin," jawab Daniel.


"Nerissa dan Alvin? hmmmm..... sepertinya mereka berdua cocok!" ucap mama Daniel yang membuat Daniel tersenyum tipis mengerti maksud yang sebenarnya dari ucapan sang mama.


"Mama selalu saja menilai seseorang cocok atau tidak hanya dengan beberapa kali melihatnya!" gerutu Daniel.


"Hehehe....... itu karena mama lebih suka jika kau bersama Marin, sekarang cepatlah pergi sebelum Marin menunggumu lama!" ucap mama Daniel sambil mendorong Daniel agar keluar dari rumah.


Tak lupa Daniel mencium kening sang mama sebelum ia pergi.


Daniel mengendarai mobilnya ke arah rumah Alvin, meskipun ia belum memberitahu Alvin jika ia mengajak Alvin berlibur, tetapi ia sudah memastikan bahwa Alvin sedang di rumah saat itu.


Sesampainya di rumah Alvin, Daniel segala turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah setelah Bi Sita membukakan pintu untuknya.


Daniel membawa langkahnya ke ruang tengah dan mendapati Alvin yang sedang sibuk dengan laptopnya saat itu.


"Berhenti bekerja dan ikutlah keluar bersamaku!" ucap Daniel sambil menarik laptop yang ada di hadapan Alvin.


"Aku belum menyimpan fileku Daniel!" ucap Alvin berusaha merebut laptopnya dari tangan Daniel.


Daniel kemudian menyimpan file pekerjaan Alvin lalu menutup laptopnya dan menaruhnya di meja.


"Aku sudah menyimpannya, sekarang cepat mandi!" ucap Daniel sambil memaksa Alvin berdiri.


Alvinpun hanya menurut, ia beranjak dari duduknya, masuk ke dalam kamar lalu mandi dan berganti pakaian kemudian kembali menghampiri Daniel di ruang tengah.


"Memangnya kau akan mengajakku kemana?" tanya Alvin pada Daniel.


"Berlibur," jawab Daniel singkat lalu berjalan keluar dari rumah Alvin diikuti oleh Alvin.


"Berlibur? bukankah seharusnya hari ini kau berlibur dengan Nerissa?" tanya Alvin.


"Jangan banyak bertanya Alvin, ikut saja!" ucap Daniel lalu menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan rumah Alvin bersama Alvin yang duduk di sebelahnya.


"Kenapa kita kesini?" tanya Alvin pada Daniel saat Daniel menghentikan mobilnya di depan rumah Nerissa.


"Tentu saja untuk menjemput mereka," jawab Daniel kemudian turun dari mobil.


"Mereka? maksudmu......"


Alvin menghentikan ucapannya saat melihat Nerissa dan Marin keluar dari dalam rumah.


Di sisi lain Nerissa begitu terkejut saat melihat Daniel berada di depan rumahnya bersama Alvin.


"Alvin, apa kau juga ikut berlibur bersama kita?" tanya Nerissa pada Alvin.


Alvin hanya diam dengan membawa pandangannya pada Daniel, ia tidak mengerti kenapa Daniel mengajaknya kesana saat itu.


"Tentu saja, kita akan berlibur berempat, sepertinya semakin banyak semakin menyenangkan!" ucap Daniel menjawab pertanyaan Nerissa.


"Kaau benar, liburan kali ini pasti sangat menyenangkan!" ucap Nerissa penuh semangat.


"Ayo masuklah, sebelum jalan raya semakin macet!" ucap Daniel kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di balik kemudi.


Saat Alvin akan membuka pintu mobil bagian depan, Marin tiba-tiba menyerobot untuk duduk di samping Daniel.


Marin hanya memberikan senyum manisnya pada Alvin yang hanya terdiam melihat sikap Marin.


"Ayo Alvin, cepatlah!" ucap Daniel pada Alvin yang hanya terdiam, sedangkan semuanya sudah masuk ke dalam mobil.


Dengan ragu Alvin membuka pintu belakang lalu duduk di samping Nerissa.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu Alvin? apa kau sudah menyelesaikannya?" tanya Nerissa pada Alvin yang duduk di sampingnya.


"Pekerjaanku?" tanya Alvin tak mengerti.


"Dia menyelesaikannya dengan cepat karena dia ingin ikut berlibur bersama kita," sahut Daniel menjawab.


"Kau juga harus bisa mengatur waktumu Alvin, jangan terlalu sibuk bekerja sehingga lupa untuk menyenangkan dirimu sendiri!" ucap Nerissa yang hanya dibalas anggukan kepala Alvin.


Sepanjang perjalanan Alvin lebih banyak diam, sedangkan Marin dan Daniel lebih banyak bercerita, bercanda dan tertawa bersama Nerissa yang sesekali ikut menyahut.


Alvin tidak mengerti kenapa Daniel mengajaknya berlibur bersama Marin dan Nerissa, Daniel bahkan membiarkannya duduk berdua dengan Nerissa di bangku belakang.


Tak lama kemudian merekapun sampai di tempat tujuan, Nerissa dan Marin bersorak senang melihat tempat berlibur mereka.


"Apa kau sudah pernah kesini Nerissa?" tanya Daniel pada Nerissa.


"Sudah, weekend kemarin Alvin mengajakku kesini," jawab Nerissa bersemangat.


"Benarkah? apa kau masih ingin kesini atau kita pindah ke tempat lain saja?" tanya Daniel.


"Tidak apa, walaupun aku pernah kesini rasanya aku tidak akan pernah bosan untuk berkali-kali bermain disini," jawab Nerissa kemudian turun dari mobil dan berjalan ke arah antrian tiket masuk.


"kenapa Daniel bertanya seperti itu? bukankah dia sudah tahu bahwa aku mengajak Nerissa berlibur kesini? bukankah dia sudah melihat foto Nerissa yang ada di ponselku kemarin?" batin Alvin bertanya dalam hati.


"Kalian tunggu saja disini, aku dan Marin yang akan membeli tiketnya!" ucap Daniel pada Alvin dan Nerissa


Daniel dan Marinpun pergi meninggalkan Nerissa dan Alvin, membiarkan Nerissa dan Alvin mempunyai lebih lama waktu untuk berdua.


Selama berdua dengan Alvin, Nerissa hanya diam karena Alvin lebih banyak diam dan terkesan dingin.


"Alvin, ada apa denganmu? apa kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Nerissa yang hanya dibalas gelengan kepala Alvin.


Nerissa menghela nafasnya melihat sikap Alvin yang dingin padanya.


"Bicaralah padaku Alvin, apa aku membuat kesalahan padamu? apa kau sedang marah padaku? kenapa kau bersikap seperti ini padaku?" tanya Nerissa yang sudah sangat kesal dengan sikap Alvin padanya.


"Sepertinya aku tidak bisa ikut berlibur bersama kalian, maaf Nerissa aku harus pulang!" ucap Alvin kemudian berjalan meninggalkan Nerissa begitu saja.