Nerissa, Story Of Mermaid

Nerissa, Story Of Mermaid
Marin dan Daniel



Di tempat lain, Marin baru saja sampai di toko bunga tempat dimana ia pertama kali tinggal di daratan dan menjadi penjual bunga.


Sekarang toko bunga itu dikelola oleh orang lain yang tidak Marin kenal. Marin sengaja pergi kesana hanya untuk mengingat kembali momen kebersamaannya bersama Daniel yang lebih banyak membuatnya kesal.


"memang lebih baik kau membuatku kesal daripada membuatku merindukanmu," ucap Marin dalam hati lalu membawa langkahnya masuk ke dalam toko bunga itu.


Saat baru saja kakinya melangkah masuk, ia begitu terkejut karena mendapati Daniel yang berada disana.


Marin terdiam beberapa saat hingga akhirnya Daniel menyadari keberadaannya yang membuat Daniel segera menghampiri Marin.


"Akhirnya kita bertemu lagi, apa kau sedang mencari bunga?" tanya Daniel pada Marin.


Marin hanya menganggukkan kepalanya dengan gugup karena detak jantungnya sedang berdetak tak beraturan saat itu.


Marin kemudian membeli bunga tulip warna kuning seperti bunga yang pernah Daniel berikan padanya saat ia kembali ke daratan untuk mengembalikan mutiara biru pada Alvin.


Saat Marin keluar dari toko bunga itu Daniel masih menunggunya di depan mobilnya lalu segera berlari kecil menghampiri Marin.


"Dimana rumahmu? aku akan mengantarmu pulang," tanya Daniel.


"Kenapa aku harus pulang bersamamu? kita bahkan belum saling mengenal," balas Marin.


Daniel tersenyum tipis lalu mengulurkan tangannya sambil menyebut namanya. Marinpun membalas uluran tangan Daniel dan menyebutkan namanya.


"Oke jadi kita sudah saling mengenal, apa itu artinya aku bisa mengantarmu pulang sekarang?" tanya Daniel yang dibalas gelengan kepala oleh Marin.


"Kenapa? bukankah kita sudah saling mengenal?" protes Daniel.


"Kau ingin mengantarku pulang hanya untuk bertemu dengan temanku bukan?" balas Marin menerka.


"Apa maksudmu Nerissa?" tanya Daniel.


"Siapa lagi, bukankah kau menyukainya?"


"Lagi lagi kau salah paham padaku, atas dasar apa kau menyimpulkan bahwa aku menyukai Nerissa, padahal kita baru bertemu satu kali dan ini adalah pertemuan kita yang kedua kali," balas Daniel.


"Kau baru pertama kali bertemu dengannya dan kau sudah mengajaknya berkenalan, kau juga....."


"Marin, sejak kapan perkenalan itu menjadi dasar bahwa seseorang itu menyukai orang lain," ucap Daniel memotong ucapan Marin dengan menatap kedua mata Marin sambil memegang kedua bahu Marin, membuat Marin terdiam dengan degup jantung yang berdetak sangat kencang.


"kenapa dia berkata seperti itu? apa itu artinya dia tidak menyukai Putri?" tanya Marin dalam hati.


"Kenapa kau hanya diam? apa sekarang kau berpikir bahwa aku laki-laki jahat yang berniat buruk padamu?" tanya Daniel membuyarkan lamunan Marin, membuat Marin segera melepaskan kedua tangan Daniel dari bahunya.


"Aku baru mengenalmu tidak mungkin aku pulang ke rumah bersamamu," ucap Marin beralasan.


"Daniel!" panggil seorang wanita dari dalam mobil Daniel yang membuat Marin dan Daniel seketika membawa pandangan mereka ke arah wanita itu.


"Sebentar lagi ma," ucap Daniel pada sang Mama yang sudah menunggunya di dalam mobil.


"Aku sedang bersama mama, jadi tidak mungkin aku berbuat jahat padamu, apa kau sekarang percaya padaku?" ucap Daniel sekaligus bertanya pada Marin.


"Aku.... aku...."


"Ayolah jangan banyak berpikir, aku sudah menceritakan tentangmu pada mama," ucap Daniel yang membuat Marin mengernyitkan keningnya.


"Apa yang kau ceritakan tentangku pada mamamu? bukankah kita baru bertemu bahkan kita baru saja berkenalan," tanya Marin.


"Mmmm ..... baiklah," balas Marin yang akhirnya masuk ke dalam mobil bersama Daniel.


Marin duduk di bangku belakang sedangkan Mama Daniel duduk di samping Daniel yang mengemudikan mobilnya.


"Maaf sudah membuat Mama menunggu lama, dia tidak percaya kalau Daniel akan mengantarnya pulang," ucap Daniel pada sang mama.


"Tentu saja dia tidak mudah percaya padamu, kau bahkan belum tahu siapa namanya dan baru dua kali bertemu dengannya," balas Mama Daniel membela Marin.


"Namanya Marin ma," ucap Daniel.


"Nama yang cantik, sesuai dengan pemiliknya," ucap mama Daniel yang membuat Marin tersenyum tersipu.


"Dimana rumahmu Marin? Tante dan Daniel akan mengantarmu pulang," ucap Mama Daniel sekaligus bertanya pada Marin.


Marinpun menyebutkan alamat tempat tinggalnya bersama Nerissa.


"Kau memang harus waspada pada seseorang yang baru kau kenal Marin, jangan mudah percaya walaupun dia bersikap baik padamu," ucap Mama Daniel pada Marin.


"Iya tante, maaf karena Marin sempat tidak mempercayai Daniel," balas Marin.


"Kau tidak perlu meminta maaf Marin, lagi pula Daniel memang patut dicurigai, maafkan dia karena dia memang tidak pandai mendekati perempuan," ucap Mama Daniel yang membuat Daniel hanya bisa tersenyum canggung di balik kemudinya.


"Kau harus lebih bisa menunjukkan perasaanmu pada gadis yang kau sukai Daniel, jika tidak gadis itu hanya akan salah paham dan menjauh darimu!" ucap mama Daniel.


"Apa benar kau akan menjauhiku Marin?" tanya Daniel pada Marin.


"Kenapa kau bertanya padaku?" balas Marin bertanya.


"Lihatlah ma, dia sama sekali tidak peka," ucap Daniel pada sang mama, yang membuat mama Daniel hanya terkekeh melihat sikap Daniel dan Marin.


Entah kenapa baru saja mama Daniel bertemu dengan Marin, ia sudah menyukai Marin, bisa jadi karena Marin adalah perempuan pertama yang Daniel ceritakan pada sang mama, membuat sang mama berpikir bahwa Marin berhasil meluluhkan hati Daniel.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Danielpun sampai di depan rumah Marin. Daniel dan mamanya begitu terkejut saat melihat toko bunga yang letaknya menjadi satu dengan rumah Marin.


Setelah melihat nama toko bunga itu seketika mereka menyadari bahwa Marin lah pemilik toko bunga itu.


"Ternyata kau juga memiliki toko bunga Marin?" tanya Mama Daniel pada Marin.


"Iya Tante, hanya toko bunga kecil," jawab Marin.


"Lalu kenapa kau membeli bunga di tempat lain?" tanya Daniel yang membuat Marin sempat kikuk karena kesulitan menjawab pertanyaan Daniel.


"Tidak ada yang salah dengan hal itu Daniel, kau jangan banyak bertanya yang membuatnya tidak nyaman," ucap Mama Daniel.


"Terima kasih sudah mengantar Marin pulang, Marin permisi," ucap Marin lalu keluar dari mobil Daniel.


"Lain kali tante akan kesini, mungkin tante akan menjadi pelanggan tetapmu setelah ini," ucap Mama Daniel pada Marin yang berdiri di samping mobil Daniel.


"Terima kasih Tante, Marin tunggu kedatangannya," balas Marin.


Daniel yang berada di samping sang Mama melambaikan tangannya pada Marin lalu mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Marin.


"Gadis yang cantik, dia juga menyukai bunga seperti mama, sepertinya dia akan menjadi menantu kesayangan mama," ucap Mama Daniel yang membuat Daniel tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya.


Mama Daniel yang melihat hal itupun ikut tersenyum senang karena pada akhirnya anak laki-lakinya itu menceritakan tentang seorang perempuan yang disukainya meskipun baru beberapa kali bertemu dengannya.