Nerissa, Story Of Mermaid

Nerissa, Story Of Mermaid
Fakta tentang Nerissa (2)



Alvin masih berada di tepi pantai bersama Nerissa. Ia masih tidak bisa menerima semua penjelasan Nerissa yang baru saja ia dengar.


Sampai tiba tiba ia melihat seorang wanita cantik dengan rambut panjang seperti Nerissa yang perlahan menampakkan dirinya di tepi pantai.


Namun saat wanita cantik itu semakin dekat, Alvin baru menyadari jika wanita cantik itu bukanlah manusia.


Setengah badannya tampak bersisik biru berkilau dengan ekor besar yang juga berwarna biru dengan kilauan yang lebih indah.


Di tengah keterkejutannya itu, Rafapun perlahan kehilangan kesadarannya dan pingsan di samping Nerissa.


"Alvin, bangunlah Alvin!" ucap Nerissa berusaha membangunkan Alvin.


"Bunda, apa yang harus Nerissa lakukan sekarang, sepertinya dia pingsan!"


"Tenanglah sayang, bunda akan membuatnya kembali sadar," balas sang bunda yang semakin mendekati Alvin.


"Sepertinya Alvin sangat terkejut bunda, mungkin setelah ini dia akan menjauhi Nerissa karena hal ini," ucap Nerissa bersedih


"Jika dia benar benar mempercayaimu, tidak akan ada satu halpun yang membuatnya menjauhimu sayang," balas sang bunda lalu menaruh telapak tangannya di kening Alvin.


Tak lama kemudian Alvinpun mengerjapkan matanya dan melihat Nerissa yang duduk di sampingnya.


"Nerissa..... sepertinya aku baru saja bermimpi," ucap Alvin sambil memijit keningnya.


"Kau tidak bermimpi Alvin," balas Nerissa yang membuat Alvin segera beranjak dan begitu terkejut saat melihat Ratu Nagisa yang berada di dekatnya.


"Jangan takut Alvin, ini bundaku, bunda tidak akan melukaimu," ucap Nerissa berusaha menenangkan Alvin.


"Tapi dia akan membawamu pergi Nerissa, aku pernah melihatnya di mimpiku, dia......"


"Alvin, aku sudah berbeda dunia dengan bunda, tidak mungkin bunda membawaku pergi dari sini," ucap Nerissa memotong ucapan Alvin.


"Berbeda dunia? jadi.... sebenarnya.... kau....."


"Iya.... aku tau apa yang kau pikirkan, aku sudah menjelaskannya padamu, aku sebenarnya bukan manusia sepertimu, aku mermaid yang menukar kehidupan mermaidku untuk menjadi manusia seutuhnya jadi sekarang aku manusia sama sepertimu," ucap Nerissa menjelaskan.


"Apa kau takut dengannya Alvin? apa kau akan menjauhi Nerissa karena hal ini?" tanya Ratu Nagisa pada Alvin.


Alvin terdiam beberapa saat, ia seperti pernah mendengar suara yang baru saja di dengarnya. Suara ratu Nagisa seperti tidak asing di telinganya.


"Aku bisa mengerti jika kau akan menjauhiku karena masa laluku yang berbeda denganmu, tapi aku mohon jangan memberi tahu siapapun tentang hal ini," ucap Nerissa membuyarkan lamunan Alvin.


"Tidak Nerissa, aku tidak akan menjauhimu, bukankah sudah ku bilang, aku akan menerima bagaimanapun masa lalumu," balas Alvin dengan menggenggam tangan Nerissa.


"Tapi aku......"


"Aku tidak peduli siapapun sebenernya dirimu, karena yang aku cintai tetap kau Nerissa, tidak akan ada yang berubah," ucap Alvin berusaha meyakinkan Nerissa.


Nerissapun hanya bisa terdiam dengan kedua mata yang berkaca-kaca, membuat Alvin segera membawa Nerissa ke dalam dekapannya.


"Aku mencintaimu Nerissa, tidak akan ada yang bisa merubah rasa cintaku untukmu," ucap Alvin dengan erat memeluk Nerissa.


"Terima kasih Alvin, terima kasih sudah memberikan cinta yang begitu besar untukku," balas Nerissa.


"Jangan pernah mengecewakan dan menyakitinya Alvin, Nerissa sudah mengorbankan hidupnya hanya untukmu," ucap Ratu Nagisa yang membuat Alvin melepaskan Nerissa dari dekapannya.


"Baiklah kalau begitu, bunda harus pergi sekarang Nerissa, jaga dirimu baik baik dan jangan lupa untuk menemui bunda lagi disini," ucap Ratu Nagisa lalu kembali ke dalam lautan luas.


Kini hanya ada Nerissa dan Alvin disana.


"Apa sungguh tidak akan meninggalkanku Alvin?" tanya Nerissa pada Alvin.


"Meskipun semua ini terasa mimpi bagiku, aku akan berusaha untuk bisa menerima kenyataan ini Nerissa, bagiku tidak ada yang lebih berarti daripada dirimu, jadi aku harap kau bisa terus ada di sampingku," balas Alvin yang membuat Nerissa menjatuhkan dirinya dalam dekapan Alvin.


Di bawah terang bulan sempurna malam itu Nerissa dan Alvin saling berpelukan. Meskipun fakta tentang Nerissa membuat Alvin begitu terkejut, itu tidak membuatnya menjauhi Nerissa karena cintanya pada Nerissa jauh lebih besar daripada perbedaan dunia di masa lalu Nerissa.


"Mungkin setelah ini akan ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu Nerissa, tapi kau tidak perlu menjawabnya jika itu memberatkanmu," ucap Alvin yang saat itu sudah berada di dalam mobil bersama Nerissa.


"Tanyakan apapun yang ingin kau tau Alvin, aku akan menjawab semuanya," balas Nerissa.


"Satu hal yang pasti, aku sekarang benar benar sudah menjadi manusia sepertimu, aku tidak akan bisa kembali lagi ke lautan karena aku sudah menukar kehidupan abadiku untuk menjadi manusia seutuhnya," lanjut Nerissa.


Alvin hanya tersenyum dengan menganggukan kepalanya lalu meraih tangan Nerissa dan menggenggamnya.


**


Hari telah berganti, pagi itu Alvin mendatangi rumah Nerissa atas permintaan Nerissa.


Alvinpun duduk di ruang tamu bersama Nerissa dan Marin. Sebelumnya Nerissa sudah menjelaskan pada Marin bahwa Alvin sudah mengetahui tentang masa lalunya sebagai mermaid.


Kini Nerissa akan memberi tahu Alvin tentang Marin yang juga menukar kehidupan abadinya sebagai mermaid untuk menjadi manusia seutuhnya.


"Apa kau melakukan hal itu untuk Daniel, Marin?" tanya Alvin yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Marin.


"Kenapa kalian berdua rela menukar kehidupan abadi kalian? kalian bahkan sudah tidak bisa lagi kembali ke lautan!"


"Bunda memberi tahuku bahwa takdir sudah membuat kita terikat Alvin, sejauh apapun aku dan Marin pergi pada akhirnya kita akan tetap bertemu dan saling jatuh cinta," jawab Nerissa.


"Entah kapan dan dimana takdir mempertemukan kita, tapi yang pasti kita tidak akan bisa menghindar dari takdir itu dan pada akhirnya kita harus merasakan sakitnya perpisahan berkali kali karena dunia kita yang berbeda," ucap Marin.


Alvin terdiam mendengar penjelasan Nerissa dan Marin. Ia masih tidak menyangka bahwa dua gadis cantik di hadapannya sebenarnya adalah mermaid.


Mermaid yang dulu ia pikir hanya khayalannya belaka, nyatanya benar benar ada bahkan terikat dengan kehidupannya.


Tanpa Nerissa, Marin dan Alvin tau, diam diam Daniel mendengar semua percakapan mereka dari depan pintu rumah Nerissa.


Daniel yang akan menghampiri Marin tidak sengaja mendengar percakapan mereka tentang mermaid yang Daniel memutuskan untuk mendengar semuanya sampai selesai.


Namun Daniel hanya tertawa tanpa suara mendengar semua percakapan yang dinilainya tidak serius itu.


Daniel kemudian masuk begitu saja, membuat semua yang ada di dalam rumah Nerissa begitu terkejut.


"Hahaha..... hentikan candaan kalian, ini benar benar sangat lucu!" ucap Daniel..


"Apa maksudmu Daniel? sejak kapan kau ada disini?" tanya Alvin.


"Sejak kalian membicarakan tentang mermaid, apa kalian tidak punya kesibukan lain selain membicarakan hal konyol itu?" jawab Daniel sekaligus bertanya.