Nerissa, Story Of Mermaid

Nerissa, Story Of Mermaid
Membuat Aquascape



Sesampainya Alvin di tempat yang ia tuju, iapun turun dari mobilnya bersama Nerissa.


Alvin masuk ke dalam sebuah toko yang di dalamnya menjual berbagai macam perlengkapan akuarium dan hiasan untuk membuat aquascape.


"Apa kau sudah memikirkan tema aquascape yang akan kita buat nanti Nerissa?" tanya Alvin pada Nerissa.


"Sudah, aku akan membuatnya terlihat seperti tempat tinggal mereka yang sebenarnya," jawab Nerissa.


"Pilihlah apa yang kau butuhkan, aku akan mengikuti semua idemu," ucap Alvin yang dibalas anggukan kepala Nerissa.


Menit demi menit berlalu, Alvin dan Nerissa masih memilih beberapa bahan yang akan mereka gunakan untuk membuat aquascape.


"Apa kau tidak akan menambah batu karangnya?" tanya Alvin yang melihat Nerissa hanya mengambil beberapa karang.


"Itu saja sudah cukup Alvin, jika terlalu banyak karang aku khawatir mereka akan terjebak dan mati diantara karang," jawab Nerissa.


"Baiklah, apa ini sudah cukup?"


"Aku rasa sudah, bagaimana menurutmu?"


Alvin menganggukkan kepalanya kemudian membayar semua yang sudah ia dan Nerissa pilih.


Alvin dan Nerissapun kembali ke mobil, lalu meninggalkan tempat itu.


"Aku sudah tidak sabar ingin segera membuat aquascape di rumahmu," ucap Nerissa bersemangat.


"Bersabarlah, masih ada sesuatu yang harus aku beli," balas Alvin sambil menepikan mobilnya dan masuk ke tempat parkir sebuah mini market.


Alvin masuk ke dalam mini market kemudian keluar dan kembali ke mobil sambil membawa satu kantong belanja lalu memberikannya pada Nerissa.


"Untukmu agar kau tidak bosan di rumahku," ucap Alvin.


"Waaaahhh terima kasih Alvin," balas Nerissa setelah ia mengetahui isi dari kantong belanja Alvin ternyata adalah rumput laut kering dan beberapa makanan ringan.


"Aku juga sudah menyiapkan beberapa ice cream di freezer, kau pasti akan menyukainya," ucap Alvin.


"Tentu saja aku akan menyukainya, sebenarnya kau tidak perlu menyiapkan semua ini untukku Alvin, aku tidak akan bosan berada di rumahmu karena ada banyak ikan disana," ucap Nerissa.


"Benarkah? tapi kenapa kau tidak pernah datang ke rumahku?"


"Mmmmm.... aku.... aku....."


"aku tidak mempunyai alasan untuk datang ke rumahmu walaupun sebenarnya aku ingin datang," lanjut Nerissa dalam hati.


"Kau bisa datang ke rumahku kapanpun kau mau Nerissa, tidak perlu alasan khusus untuk datang ke rumahku," ucap Alvin yang membuat Nerissa segera membawa pandangannya pada Alvin.


"apa dia bisa membaca isi hatiku?" tanya Nerissa dalam hati.


"Aku bisa menjemputmu kalau kau mau," ucap Alvin.


"Terima kasih Alvin, aku hanya tidak ingin menggangumu di rumah, kau pasti sangat sibuk di kantor dan ingin segera beristirahat di rumah bukan?"


"Kau sama sekali tidak menggangguku Nerissa, aku justru senang jika kau mau bermain di rumahku dan sepertinya ikan ikanku juga senang bertemu denganmu," balas Alvin sambil membawa pandangannya pada Nerissa di akhir kalimatnya.


Nerissa hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun. Sejujurnya ia sangat suka berada di rumah Alvin. Suasana di rumah Alvin membuatnya melepas sedikit rindunya pada kehidupan laut yang sudah lama ditinggalkannya.


Tidak hanya menemui ikan, tetapi juga ada bintang laut dan banyak hewan laut lainnya yang ada di rumah Alvin.


"Aku senang bisa mengenalmu Nerissa, aku senang karena kita sama sama mencintai lautan," ucap Alvin pada Nerissa.


"Laut seperti rumah bagiku Alvin," ucap Nerissa.


"Jika begitu belajarlah berenang bersamaku Nerissa, aku akan menunjukkan keindahan bawah laut yang sebenarnya padamu!" ucap Alvin yang membuat Nerissa terdiam.


"aku bahkan mengetahuinya lebih banyak darimu Alvin, andai saja kau tau itu," ucap Nerissa dalam hati.


"Aku tidak akan memaksamu, katakan saja padaku jika kau ingin belajar berenang," ucap Alvin yang dibalas anggukan kepala Nerissa.


Sesampainya di rumah, Alvin sedikit terkejut karena ada mobil Cordelia yang terparkir di halaman rumahnya.


Tetapi dia tidak ambil pusing karena tidak ingin ada keributan antara dirinya dengan Cordelia atau Cordelia dengan Nerissa.


"Sepertinya ada Delia," ucap Nerissa yang juga melihat mobil Cordelia.


"Iya, apa kau tidak keberatan jika ada dia disini?"


"Tentu saja tidak, mungkin dia ada perlu denganmu," jawab Nerissa.


Alvin dan Nerissapun keluar dari mobil dengan membawa barang barang yang baru saja mereka beli.


Alvin dan Nerissa membawa langkah mereka masuk ke dalam rumah, namun tidak menemukan Cordelia disana.


"Tunggu sebentar, aku akan berganti pakaian!" ucap Alvin pada Nerissa kemudian berjalan masuk ke kamarnya, sedangkan Nerissa menunggunya di ruang tengah.


Tak lama kemudian Alvinpun keluar dari kamarnya dan tiba tiba saja Cordelia berlari lalu memeluk Alvin.


"Honeeeyyy!!!!!"


"Apa yang kau lakukan disini Delia?" tanya Alvin sambil melepaskan pelukan Cordelia.


"Memasak bersama bibi," jawab Cordelia.


"Lanjutkan saja, aku akan ke belakang untuk membuat aquascape bersama Nerissa," ucap Alvin.


"Nerissa? apa dia disini?" tanya Cordelia namun Alvin tidak menjawabnya.


Alvin berjalan ke ruang tengah diikuti oleh Cordelia.


"Akuarium yang baru ada di belakang, ayo kita kesana!" ucap Alvin pada Nerissa.


Nerissa menganggukkan kepalanya kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan mengikuti Alvin. Ia tidak mempedulikan Cordelia yang menatapnya dengan tatapan tidak suka padanya.


"Waaahhh, ini akuarium barunya? besar sekali!" ucap Nerissa saat melihat akuarium baru milik Alvin.


"Aku ingin memindahkan beberapa ikan dari beberapa akuarium kesini agar mereka tidak terlalu berdesakan hehe...."


"Aku setuju dengan idemu, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Kita buat aquascape sesuai dengan tema yang kau pikirkan Nerissa!"


"Baiklah, mari kita mulai!" balas Nerissa penuh semangat.


Nerissa dan Alvinpun mulai membuat aquascape sesuai dengan apa yang Nerissa inginkan. Meski begitu beberapa kali Nerissa meminta pendapat Alvin dan meminta Alvin untuk memutuskan beberapa pilihan yang Nerissa ajukan.


Nerissa dan Alvin bercanda dan tertawa sembari menyiapkan aquascape yang baru. Mereka tampak bahagia dengan hal kecil yang mereka lakukan saat itu.


"Aaahh.... rambut ini menggangu sekali!" ucap Nerissa sambil menyibakkan rambutnya yang cukup mengganggunya.


"Tunggu sebentar!" ucap Alvin kemudian berjalan meninggalkan Nerissa.


Tak lama kemudian Alvin kembali dengan membawa ikat rambut.


"Apa aku boleh mengikat rambutmu?" tanya Alvin sambil menunjukkan ikat rambut pada Nerissa.


Nerissa hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum senang. Alvinpun berdiri di belakang Nerissa, dengan pelan dan hati hati ia menyibakkan rambut Nerissa dan mengumpulkannya menjadi satu bagian lalu mengikatnya.


"Apa kau menyimpan ikat rambut di kamarmu?" tanya Nerissa pada Alvin.


"Tidak, ini milik bibi, aku memintanya hehe...."


"Milik bibi?"


"Iya, tenang saja ini ikat rambut baru, bibi memiliki stok banyak di kamarnya," jawab Alvin menjelaskan.


"Sudah, apa kau merasa lebih nyaman?" lanjut Alvin bertanya setelah ia selesai mengikat rambut panjang Nerissa.


"Iya, seperti ini lebih baik, terima kasih Alvin."


Alvin menganggukkan kepalanya lalu kembali merangkai aquascape bersama Nerissa.


"Ini sudah hampir selesai, lebih baik kita beristirahat dulu," ucap Alvin pada Nerissa.


"Beristirahatlah, aku akan menyelesaikan," balas Nerissa.


"Aku akan menyelesaikannya sebelum berisitirahat," jawab Nerissa yakin.


"Baiklah, terserah kau saja," balas Alvin kemudian berjalan meninggalkan Nerissa lalu kembali dengan membawa dua cup ice cream di tangannya.


Alvin duduk sambil menikmati ice cream yang baru saja dibukanya.


"Hmmmm.... sepertinya ice cream ini sebentar lagi akan meleleh," ucap Alvin sambil membawa pandangannya pada Nerissa.


Mendengar kata "ice cream" yang Alvin ucapkan, seketika Nerissa segera membawa pandangannya pada Alvin.


Nerissapun segera meletakkan batu karang yang dipegangnya lalu mencuci tangannya.


"Sepertinya aku memang harus beristirahat," ucap Nerissa lalu duduk di samping Alvin.


"Kenapa tiba tiba berubah pikiran?" tanya Alvin.


"Mmmmm.... sangat disayangkan jika ice cream itu akan meleleh jika tidak segera dimakan," jawab Nerissa sambil membawa pandangannya pada ice cream di hadapannya.


Alvin hanya terkekeh lalu mengambil ice cream itu dan memberikannya pada Nerissa. Nerissapun menerimanya tanpa ragu. Mereka berdua menikmati ice cream di pinggir kolam renang bersama langit senja yang mulai tergores di ujung barat.


"Hmmm...... kenapa manusia bisa membuat makanan seenak ini......" gumam Nerissa sambil menikmati ice creamnya.


Alvin hanya tersenyum tipis menatap gadis cantik yang duduk di sampingnya. Alvin kemudian mengusap sisa ice cream di ujung bibir Nerissa dengan jarinya lalu menjilatnya.


"Hmmm..... rasa coklat memang lebih enak," ucap Alvin yang membuat Nerissa tersipu.


Tiba tiba......


BRAAAAKKKK PRAAAAANGGG!!!!!


Nerissa dan Alvin segera membawa pandangan mereka ke arah sumber suara yang berada di dekat mereka.


Alvin dan Nerissa segera beranjak dari duduk mereka karena terkejut dengan apa yang terjadi di hadapan mereka.


"Maaf Alvin, aku tidak sengaja," ucap Cordelia yang bersimpuh di lantai dengan pecahan akuarium dan hiasan aquascape yang tercecer di lantai.


"Kenapa kau ceroboh sekali Delia!" ucap Alvin dengan menahan emosinya saat itu.


"Aku tidak sengaja terjatuh Alvin," balas Cordelia.


"Apa kau baik baik saja? berdirilah dengan hati hati!" ucap Nerissa sambil membantu Cordelia berdiri agar tidak mengenai pecahan akuarium yang bisa melukainya.


Cordeliapun berdiri dengan bantuan Nerissa, namun tiba tiba Cordelia mendorong Nerissa, membuat Nerissa hampir saja terjatuh di atas pecahan akuarium jika Alvin tidak segera menahan tubuh Nerissa.


Namun Alvin tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya lebih lama, membuatnya terjatuh sehingga tangannya mengenai pecahan akuarium di lantai.


"Alvin, kau terluka!" ucap Nerissa saat menyadari tangan Alvin terluka.


"Aku akan mengambil kotak P3K!" ucap Cordelia yang segera berlari masuk untuk mencari kotak P3K.


Sedangkan Nerissa membawa Alvin kembali duduk di kursi.


"Sepertinya kita harus segera ke rumah sakit Alvin, luka ini cukup dalam!" ucap Nerissa sambil mengikat tangan Alvin agar darahnya tidak semakin banyak yang keluar.


"Tidak perlu Nerissa, kau hanya perlu membalutnya dengan perban," balas Alvin yang tidak merasakan sakit sama sekali pada luka di tangannya.


Cordelia yang datang dengan membawa kotak P3K segera menggeser posisi duduk Nerissa yang saat itu duduk di hadapan Alvin.


"Maafkan aku Alvin, aku benar benar tidak sengaja, aku terpeleset tadi," ucap Cordelia sambil membersihkan darah di tangan Alvin.


"Aku akan menggantinya, katakan saja padaku akuarium seperti apa yang kau inginkan," lanjut Cordelia.


"Tidak perlu, aku akan membelinya sendiri dan membuat aquascape nya lagi bersama Nerissa," balas Alvin sambil membawa pandangannya pada Nerissa yang berdiri di belakang Cordelia.


Nerissa hanya tersenyum dengan mengganggukan kepalanya pelan.


Setelah Cordelia selesai membalut luka Alvin dengan perban, Alvinpun beranjak dari duduknya.


"Kau mau kemana?" tanya Cordelia pada Alvin.


"Beristirahat, kau yang memecahkan akuarium itu jadi kau yang harus bertanggung jawab!" jawab Alvin lalu meraih tangan Nerissa dan mengajaknya ke ruang tengah.


Cordelia hanya menghentakkan kakinya kesal dengan sikap Alvin padanya.


"Kau beristirahatlah, aku akan membantu Delia membereskan pecahan akuarium di belakang!" ucap Nerissa pada Alvin.


"Jangan Nerissa, dia pasti meminta bantuan bibi," balas Alvin.


"Tapi......."


"Tidak ada tapi, tanganku terasa sakit Nerissa, aku kesusahan untuk menggerakkan tangan kananku, apa kau tidak mau membantuku?"


"Baiklah, apa yang kau inginkan sekarang?"


"Minum, aku sangat haus," jawab Alvin dengan tersenyum.


"Tunggu sebentar," balas Nerissa kemudian beranjak dari duduknya untuk mengambilkan Alvin air minum.


Nerissapun membantu Alvin untuk memegang gelas karena tangan kanan Alvin yang terluka.


Merekapun mengobrol di ruang tengah beberapa lama sampai akhirnya bibi menyiapkan makan malam di meja makan.


"Alvin, aku sudah menyiapkan makan malam untukmu!" ucap Cordelia pada Alvin.


"Terima kasih Delia," balas Alvin lalu beranjak dari duduknya dengan menggandeng tangan Nerissa menggunakan tangan kirinya.


"Nerissa, apa kau bisa......."


"Aku akan mengambilnya untukmu," ucap Cordelia memotong ucapan Alvin.


Cordelia kemudian mengambil piring dan menaruh masakan yang baru saja dimasaknya bersama bibi untuk Alvin.


"Ini menu yang baru aku pelajari, kau pasti menyukainya," ucap Cordelia sambil menaruh piring Alvin di depan Alvin.


Alvin hanya menganggukkan kepalanya kemudian menggeser piring itu ke arah Nerissa yang duduk di sebelahnya.


Nerissa hanya membawa pandangannya pada Alvin dengan tatapan tidak mengerti.


"Aku akan menyuapimu jika tanganmu masih sakit," ucap Cordelia lalu mengambil sendok, namun Alvin merebut sendok itu dari tangan Cordelia dan memberikannya pada Nerissa.


Nerissa yang mengerti maksud Alvin hanya tersenyum tipis lalu menyuapi Alvin.


"Kau juga harus makan Nerissa," ucap Alvin pada Nerissa.


"Bagaimana aku bisa makan, kau bayi yang sangat manja," balas Nerissa yang membuat Alvin terkekeh.


"Jangan tertawa atau kau akan tersedak!" ucap Nerissa yang hanya dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Alvin.


Cordelia yang melihat hal itu hanya diam dengan emosi yang hampir mencapai ubun ubunnya.


"Aku pulang!" ucap Cordelia lalu beranjak dari duduknya.


"Terima kasih makan malamnya Delia," balas Alvin namun tidak dihiraukan oleh Cordelia.


"Sepertinya dia marah," ucap Nerissa pada Alvin.


"Seharusnya aku yang marah padanya," balas Alvin.


"Dia tidak sengaja Alvin, lagipula dia sudah memasak makan malam untukmu," ucap Nerissa.


"Aku tidak pernah memintanya memasak untukku Nerissa, dia sendiri yang datang dan melakukan semuanya semaunya sendiri," balas Alvin.


"Sepertinya dia benar benar jatuh cinta padamu," ucap Nerissa.


"Apa kau tau bagaimana seseorang jatuh cinta?"


"Mmmmm..... tidak, tapi dia melakukan banyak hal untuk mendekatimu," jawab Nerissa.


"Seseorang yang sedang jatuh cinta memang akan melakukan banyak hal untuk orang yang dicintainya, bahkan jika hal itu lebih dari batas sanggupnya sekalipun," ucap Alvin.


"Apa kau pernah melakukannya?" tanya Nerissa yang membuat Alvin terdiam seketika.