
Sebelum Marin menghubungi Nerissa
Di Seabert.
Chubasca sedang berada di perpustakaan, ia sedang mencari tahu tentang tanaman yang ia sembunyikan dari sang ayah, Cadassi.
Sejak Cadassi kembali dari daratan dan membawa tanaman itu, Chubasca masih berusaha untuk mencari tahu tentang tanaman yang dibawa sang ayah.
Tidak seperti sebelumnya, Chubasca menumpuk buku yang sudah dibacanya dengan rapi. Ia melakukan hal itu karena ia baru saja mendapat teguran dari ratu Nagisa secara langsung akibat ulahnya yang membuat berantakan perpustakaan.
"Aku pikir kau tidak akan mendengarkan ucapan Ratu Nagisa," ucap mermaid penjaga perpustakaan pada Chubasca.
"Jika bukan karena kau yang melaporkannya aku pasti tidak akan mendapat teguran dari ratu Nagisa, kau memang kekanak-kanakan sekali!" balas Chubasca kesal kemudian mengembalikan buku buku yang sudah dibacanya ke tempat semula.
"Sebenarnya apa yang sedang kau cari Chubasca? kenapa kau sekarang sering berada di perpustakaan dan menghabiskan waktumu untuk membaca buku?"
"Apa aku tidak boleh membaca buku di perpustakaan?"
"Tentu saja boleh, aku hanya heran saja mermaid sepertimu membaca buku di perpustakaan itu adalah sebuah hal aneh yang patut untuk dipertanyakan!"
"Kau benar-benar menyebalkan!" ucap Chubasca yang hendak berbalik untuk meninggalkan perpustakaan, namun tanpa sengaja ia menabrak mermaid penjaga perpustakaan, membuat mermaid penjaga perpustakaan itupun hampir saja terjatuh jika Chubasca tidak segera menangkapnya dengan sigap.
Saat Chubasca menahan tubuh mermaid penjaga perpustakaan itu, tanpa disadarinya tumbuhan yang dibawahnya terjatuh dan diambil oleh mermaid penjaga perpustakaan.
"Apa ini milikmu?" tanya mermaid penjaga pada Chubasca.
Chubasca tidak menjawab pertanyaan itu, ia segera merebut tumbuhan itu dari tangan mermaid penjaga namun mermaid penjaga itu dengan cepat menarik tangannya membuat Chubasca gagal untuk merebut tanaman miliknya.
"Sepertinya kali ini kau akan benar-benar dimasukkan ke penjara kegelapan!" ucap mermaid penjaga pada Chubasca.
"Apa maksudmu? kesalahan apa yang sudah aku perbuat?" tanya Chubasca tak mengerti.
"Ini...... kau membawa tanaman ini ke istana, kau sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi dariku, aku akan segera memberitahu Morgan atau aku akan memberitahu Ratu Nagisa sendiri tentang apa yang aku temukan darimu!"
"Memangnya tanaman apa itu? aku sama sekali tidak mengerti, apa kau tahu aku menghabiskan waktu ku disini hanya untuk mencari tahu tentang tanaman itu!"
"Jangan membuat alasan yang tidak masuk akal Chubasca, kau sudah tertangkap basah sekarang!"
"Aku tidak sedang membuat alasan, kau pikir apa yang membuatku betah berlama-lama di perpustakaan yang sunyi seperti ini? aku hanya ingin mencari tahu tentang tanaman yang aku bawa itu karena aku benar-benar tidak mengerti tanaman apa itu sebenarnya!"
Mermaid penjaga perpustakaan diam beberapa saat untuk memperhatikan Chubasca. Dalam hatinya ia sedikit meragukan ucapan Chubasca, namun ia tidak menemukan kebohongan dari raut wajah Chubasca saat itu.
"Apa benar yang kau ucapkan itu Chubasca? apa kau benar-benar tidak mengerti tanaman apa ini?" tanya mermaid penjaga perpustakaan memastikan.
"Kalau aku tahu itu tanaman apa, aku tidak akan menghabiskan waktuku berlama-lama di perpustakaan ini, kau tahu aku tidak suka suasana yang sunyi apalagi membaca buku-buku yang sangat membosankan ini," jawab Chubasca berusaha untuk meyakinkan mermaid penjaga perpustakaan.
"benar juga apa yang dia ucapkan, walaupun aku tidak dekat dengannya aku sangat mengenal siapa dirinya, mermaid nakal, sombong yang selalu membuat ulah, tidak mungkin dia menghabiskan waktunya untuk membaca di perpustakaan jika tidak ada sesuatu yang mendesaknya seperti apa yang baru saja dia ucapkan," batin mermaid penjaga perpustakaan dalam hati.
"Apa kau tahu tentang tanaman itu? jika iya tolong katakan padaku tanaman apa yang kau pegang itu!" ucap Chubasca membuyarkan lamunan mermaid penjaga perpustakaan.
"Kau benar-benar tidak tahu tentang tanaman ini Chubasca?" tanya mermaid penjaga memastikan lagi.
"Berapa kali aku harus bilang padamu kalau aku benar-benar tidak tahu tentang tanaman itu!" balas Chubasca kesal karena ucapannya masih diragukan.
"Lebih baik kau menanyakannya secara langsung pada Ratu Nagisa, tetapi aku tidak bisa menjamin keselamatanmu Chubasca, apapun keputusan Ratu Nagisa nanti kau harus menerimanya, entah Ratu Nagisa akan percaya padamu atau tidak!" ucap mermaid penjaga dengan serius.
"Kenapa ucapanmu serius sekali? memangnya tanaman apa itu? kenapa aku harus melibatkan Ratu Nagisa untuk mengetahui tentang tanaman itu?" tanya Chubasca tak mengerti.
"Tanyakan saja pada Ratu Nagisa, jangan bertanya lagi padaku!" balas mermaid penjaga perpustakaan kemudian segera berenang keluar dari perpustakaan diikuti oleh Chubasca.
Mereka berdua berenang ke arah singgasana Ratu Nagisa. Saat baru saja sampai di sana, sudah ada Cadassi yang sedang berbicara dengan Ratu saat itu.
"Sepertinya ini bukan waktu yang tepat," ucap Chubasca sambil menarik tangan mermaid penjaga perpustakaan agar menjauh dari singgasana Ratu.
"Kenapa? apa kau takut ayah mu akan memarahimu?" tanya mermaid penjaga perpustakaan.
"Diamlah, jangan banyak bertanya!" ucap Chubasca sambil membungkam mulut mermaid penjaga perpustakaan.
Mermaid penjaga perpustakaan itu hanya diam, membiarkan mulutnya dibungkam oleh Chubasca sampai akhirnya Cadassi keluar dari singgasana Ratu Nagisa.
Chubasca lalu melepas tangannya yang membungkam mulut mermaid penjaga perpustakaan.
"Kenapa kau hanya diam? apa kau terpesona oleh ketampananku?" tanya Chubasca sambil mengedipkan satu matanya pada mermaid penjaga perpustakaan.
Mermaid penjaga perpustakaan itu hanya memutar kedua matanya kemudian berenang menjauh dari Chubasca untuk menghampiri Ratu Nagisa di singgasananya.
Chubascapun segera berenang mengikuti mermaid penjaga istana untuk menghampiri Ratu Nagisa.
"Ada ada apa Beetna? sepertinya ada yang ingin kau sampaikan padaku!" tanya Ratu Nagisa pada Beetna, mermaid cantik yang bertugas untuk menjaga perpustakaan.
Beetna tidak segera menjawab pertanyaan Ratu Nagisa, ia membawa pandangannya pada Chubasca, namun ia hanya melihat Chubasca yang terdiam seolah menunggu respon dari ratu Nagisa tentang tanaman yang Beetna bahwa saat itu.
"Saya menemukan tanaman ini Ratu," ucap Beetna sambil memperlihatkan tanaman yang Beetna bawa pada Ratu Nagisa.
Ratu Nagisa membelalakkan matanya terkejut melihat tanaman yang Beetna tunjukan padanya.
"Dari mana kau mendapatkan tanaman itu Beetna? apa kau tahu seberapa berbahaya tanaman itu bagi mermaid?"
"Saya tahu Ratu, tetapi bukan saya yang membawa tanaman ini ke istana tetapi Chubascalah yang membawa tanaman ini ke istana, saya menemukan tanaman ini saat Chubasca membaca buku di perpustakaan istana," jawab Beetna menjelaskan.
Ratu Nagisa kemudian mengambil sebuah wadah dan meminta Beetna untuk memasukkan tanaman itu ke dalam wadah lalu menutupnya dengan erat.
"Chubasca tolong katakan padaku apa benar yang baru saja Beetna jelaskan padaku?" tanya Ratu Nagisa pada Chubasca.
"Apa kau tidak tahu betapa berbahayanya tanaman itu bagi kehidupan kita?" tanya Ratu Nagisa pada Chubasca.
"Maafkan saya Ratu Nagisa, saya benar-benar tidak mengetahuinya, itu kenapa saya berusaha untuk mencari tahunya," jawab Chubasca sambil menundukkan kepalanya.
Dalam hatinya ia begitu terkejut saat mengetahui tanaman yang dibawanya itu adalah tanaman yang berbahaya.
Ia tidak mengerti kenapa ayahnya membawa tanaman berbahaya itu pulang ke rumahnya.
"Dari mana kau mendapatkan tanaman ini Chubasca? ini bukanlah tanaman yang bisa didapatkan di lautan bahkan di lautan terdalam sekalipun!"
Chubasca hanya diam, ia ragu untuk menjawab pertanyaan Ratu Nagisa. Ia tidak tahu apa jadinya jika Ratu Nagisa mengetahui siapa sebenarnya yang membawa tanaman berbahaya itu.
"Kau pasti tahu betul tentang peraturan di Seabert bukan? kau sudah membawa tanaman berbahaya ke wilayah Seabert dan kau membawanya kedalam istana dengan sengaja, kau pasti tahu hukuman apa yang pantas untukmu!"
"Maafkan saya Ratu," ucap Chubasca yang masih menundukkan kepalanya.
"Aku tidak membutuhkan permintaan maaf dari mu Chubasca, aku hanya ingin tahu dari mana kau mendapatkan tanaman ini dan kenapa kau mempunyai tanaman ini?"
Chubasca masih terdiam, ia tidak mungkin membiarkan ayahnya mendekam di penjara kegelapan meskipun ia sendiri tidak tahu apa sebenarnya maksud sang ayah membawa tanaman yang berbahaya itu ke Seabert.
"Kalau kau tidak mau menjawabnya maka aku tidak punya keputusan lain selain membawamu ke penjara kegelapan saat ini juga!" ucap Ratu Nagisa yang membuat Chubasca dan Beetna segera mengangkat kepala mereka berdua.
"Apa kalian berdua menyembunyikan sesuatu dariku? jawab dengan jujur sekarang juga aku akan berbelas kasihan pada kalian berdua jika kalian berdua jujur padaku!" ucap Ratu Nagisa pada Beetna dan Chubasca.
"Maafkan saya Ratu Nagisa, tetapi saya sama sekali tidak ada hubungannya dengan tanaman itu dan yang saya tau selama beberapa hari ini saya hanya melihat Chubasca yang selalu berada di perpustakaan dengan membaca banyak buku tanpa saya tahu jika dia membawa tanaman itu," ucap Beetna menjelaskan.
"Bagaimana denganmu Chubasca? apa kau mempunyai pembelaan diri tentang tanaman berbahaya yang kau bawa itu?"
"Saya hanya ingin mencari tahu tentang tanaman itu Ratu, saya sama sekali tidak tahu jika tanaman itu berbahaya," jawab Chubasca.
"Yang menjadi pertanyaanku adalah dari mana kau mendapatkan tanaman ini? kenapa kau tidak bisa menjawab pertanyaanku Chubasca?"
"Maafkan saya Ratu," ucap Chubasca tanpa menjawab pertanyaan Ratu Nagisa.
"Baiklah kalau begitu aku akan membuat kalian berdua jujur padaku!" ucap Ratu Nagisa kemudian beranjak dari singgasananya.
Ratu Nagisa mengambil sehelai daun dan bunga dari kamarnya kemudian menaruhnya di depan singgasananya.
Chubasca dan Beetna saling pandang saat melihat daun dan bunga yang ada di hadapan mereka saat itu. Mereka cukup tahu apa yang Ratu Nagisa inginkan dengan sehelai daun dan bunga itu.
"Aku tidak akan memaksa kalian berdua tetapi aku akan sangat berterima kasih jika kalian berdua mau melakukan apa yang seharusnya kalian lakukan!" ucap Ratu Nagisa pada Beetna dan Chubasca.
"Saya akan melakukannya Ratu!" ucap Chubasca dengan berenang mendekat kearah bunga dan daun di hadapan Ratu Nagisa.
"Apa kau yakin Chubasca? kau tahu betul bukan konsekuensi dari apa yang akan kau lakukan?" tanya Ratu Nagisa memastikan.
"Saya mengetahuinya Ratu, dengan apa yang akan saya lakukan ini saya akan memberikan seluruh hidup saya untuk Seabert dan mengabdikan hidup saya pada Ratu Nagisa," ucap Chubasca kemudian melilitkan daun itu pada jarinya.
"Bagaimana denganmu Beetna?" tanya Ratu Nagisa pada Beetna.
Beetna pun berenang mendekat kearah Ratu Nagisa, ia mengatakan hal yang sama seperti apa yang Chubasca katakan pada Ratu Nagisa.
"Baiklah kalau begitu aku akan memulainya sekarang," ucap Ratu Nagisa kemudian memegang kedua jari Chubasca dan Beetna yang sudah terlilit daun.
Ratu Nagisa memejamkan matanya, mengerahkan seluruh tenaganya untuk melakukan pengukuhan pada Chubasca dan Beetna.
Dengan begitu Chubasca dan Beetna bekerja secara langsung di bawah Ratu Nagisa dan jika mereka melakukan penghianatan pada Ratu Nagisa dan istana maka secara langsung darah mereka akan membeku seketika.
Pengukuhan itu telah sah saat darah Chubasca dan Beetna menetes pada bunga yang ada di bawah tangan mereka.
Setelah bunga itu ditetesi oleh darah Chubasca dan Beetna, tangan Ratu Nagisa yang memegang kedua jari Chubasca dan Beetna pun melemah karena kehabisan tenaganya.
Dengan dibantu Beetna dan Chubasca, Ratu Nagisa dibawa ke kamarnya untuk berbaring.
"Terima kasih atas kesetiaan kalian pada Seabert," ucap Ratu Nagisa pada Chubasca dan Beetna.
"Lalu bagaimana dengan tanaman itu Ratu? sepertinya ada yang sengaja membawa tanaman itu mendekat ke istana!" tanya Beetna ada ratu Nagisa.
Ratu Nagisa membawa pandangannya pada Chubasca seolah meminta jawaban dari Chubasca.
"Saya mendapatkan tanaman itu dari ayah Ratu!" jawab Chubasca yang membuat Beetna begitu terkejut.
Sedangkan Ratu Nagisa hanya tersenyum tipis karena sudah bisa menerka siapa yang membawa tanaman berbahaya itu mendekat ke istana.
"Kenapa Ratu tersenyum? apakah Ratu sudah mengetahui hal ini?" tanya Beetna pada Ratu Nagisa.
"Aku akan menjelaskannya pada kalian nanti, tapi sekarang aku mempunyai tugas penting untuk kalian berdua," ucap Ratu Nagisa tanpa menjawab pertanyaan Beetna.
"Kalian berdua harus pergi ke daratan untuk mencari keberadaan Nerissa dan Marin!" ucap Ratu Nagisa yang membuat Beetna dan Chubasca kembali terkejut.
"Pergi ke daratan? bukankah Putri Nerissa dan Marin sedang mendapat penugasan di wilayah lain?" tanya Chubasca pada Ratu Nagisa.
"Aku memang mengatakan hal itu pada semuanya, tetapi sebenarnya aku meminta Nerissa dan Marin pergi ke daratan, ada sesuatu yang harus mereka lakukan di sana tetapi aku tidak bisa mengatakannya pada yang lainnya, karena ini rahasia aku harap kalian berdua juga merahasiakan hal ini dari yang lainnya!" jawab Ratu Nagisa menjelaskan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan saat bertemu dengan Putri Nerissa dan Marin nanti Ratu?" tanya Beetna pada Ratu Nagisa.
"Kalian harus membawa tanaman ini dan memberikannya pada Marin serta menjelaskan padanya tentang apa yang baru saja terjadi, dari semua mermaid yang aku percaya Marinlah yang paling bisa menjelaskan tentang tanaman berbahaya ini, dia juga yang mengetahui cara untuk menghalau efek berbahaya dari tanaman ini!" jelas Ratu Nagisa
"Tapi bagaimana caranya agar kita bisa menemukan putri Nerissa dan Marin dengan cepat? bukankah di daratan sangat luas? terlebih saya dan Beetna belum pernah pergi ke daratan sebelumnya!" tanya Chubasca pada ratu Nagisa.
"Aku akan membantu kalian berdua untuk menemukan Nerissa dan Marin dengan cepat," jawab Ratu Nagisa.