
BRAK!!
Jack melempar berkas laporan di atas meja dengan cukup kuat dan menatap seorang karyawan pria berkacamata tengah menunduk takut melihat tindakan bos nya itu,
"Apa ini yang kau sebut sebagai laporan??" tanyanya dengan tatapan dingin dan tajam.
Seketika karyawan pria itu menatap Jack dengan tatapan takut dan kaki yang gemetar,
"Ma.. maaf Tuan, apa.. apa ada yang salah dari laporan itu?? Aku.. aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakannya" jawabnya bergetar.
Jack mendelik tajam pada pria itu,
"Maksimal?? kau bilang ini maksimal?? masih banyak kesalahan yang ada di dalam laporan itu! Apa mata empatmu itu tidak bisa melihat dengan jelas kesalahan disana??" tanya Jack lagi tajam.
Karyawan itu semakin menunduk dan tidak tau kata apa lagi yang harus ia katakan pada Jack selain kata maaf,
"Ma.. maaf Tuan, aku.. aku akan memperbaiki laporannya" ucap pria itu pelan.
Jack pun meraih laporan yang ia lempar di atas meja tadi dan merobeknya menjadi dua,
"Kau punya waktu sampai sore ini untuk memperbaiki laporan ini!" tegas Jack sambil membuang laporan yang ia sobek itu ke lantai.
Karyawan pria itu menatap laporan yang tersobek di lantai dan mengangguk dengan takut,
"Ba.. Baik Tuan" balasnya lalu berlalu pergi setelah membungkuk pada Jack.
Jack menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memijat keningnya. Suasana hatinya sangat kacau dan memang selalu kacau..
Sejak kepergian Alice, Jack tidak pernah lagi merasakan warna di hidupnya. Pria itu merasa hidupnya hanya berwarna hitam dan putih. Tidak ada yang menarik dan membuatnya bersemangat.
Jack bahkan tidak tau kapan terakhir kali ia tersenyum dan merasakan bahagia di hatinya. Seluruh tubuhnya terasa seperti batu yang mudah tersulut api.
Di dalam lubuk hatinya, dia sudah merasa lelah.. sangat lelah dengan semua yang ia rasakan..
Jack membutuhkan Alice..
Ia sangat membutuhkan gadis itu untuk kembali menyusun puzzle di hidupnya yang berantakan..
Tapi..
Terkadang pikiran negatif Jack mulai berpikir, apakah Alice meninggalkannya karena sebenarnya gadis itu tidak benar-benar mencintainya??
Apakah Alice saat ini tidak merasakan kehampaan yang ia rasakan??
Apakah.. gadis itu sudah melupakannya??
Jack mengacak rambutnya dan mencoba kembali menenangkan pikirannya. Pria itu terkadang membutuhkan alkohol agar bisa sedikit menghilangkan kegundahan di hatinya.
Entah sejak kapan Jack mulai bergantung pada minuman keras itu. Tetapi setidaknya, minuman itu bisa membuatnya sedikit lupa dengan kekacauan hidupnya saat ini.
Tok..
Tok..
Tiba-tiba pintu terketuk dari luar. Jack dengan malas menatap kearah pintu dan menyahut dengan enggan,
"Masuk!" ucapnya.
Pintu pun terbuka dan memperlihatkan Morgan yang masuk ke dalam dan membungkukkan badannya pada Jack sebelum pria itu menghampirinya.
Jack menatap tidak tertarik pada Morgan dan kembali memijat keningnya pelan,
"Jika tidak ada hal penting yang membuatku tertarik, maka lebih baik kau keluar. Aku sedang tidak ingin di ganggu oleh pekerjaan sialan ini" ujar Jack sambil menutup matanya.
Morgan terdiam sejenak dan berdehem pelan untuk berbicara pada Jack,
"Tuan, ada hal penting yang ingin aku sampaikan" ucap Morgan.
Jack tidak bergeming dan enggan menatap Morgan,
"Jika ini masalah pekerjaan atau pertemuan dengan investor dan lainnya, maka jangan bicara padaku. Kau lebih baik keluar. Aku sedang ingin beristirahat" balas Jack tegas.
Morgan pun menatap Jack dan menggeleng pelan,
"Tidak Tuan. Ini.. Ini informasi tentang Nona Alice" ujar Morgan lagi yang membuat Jack langsung membuka matanya dengan jantung yang berdebar.
"Katakan padaku informasi apa yang kau dapat?? Apa kau tau dimana dia sekarang??" tanyanya cepat dan terlihat tidak sabar.
Morgan terdiam sejenak dan menggeleng,
"Maaf Tuan, untuk itu.. aku belum mengetahui dimana Nona Alice berada" jawab Morgan yang membuat harapan Jack seketika sirna.
Jack kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil menutup wajahnya frustasi,
"Sial!! Lalu untuk apa kau kemari!!" ujar Jack cukup keras mencoba meluapkan emosinya.
Morgan menatap iba pada pria itu dan kembali berbicara,
"Aku memang tidak tau dimana keberadaan Nona Alice Tuan. Tapi.." ucapnya terhenti sejenak.
"Tapi.. aku punya informasi penting tentang kepergian Nona Alice" lanjutnya yang membuat Jack kembali menatapnya.
"Katakan!" ucap Jack tidak sabaran.
Morgan terdiam sejenak sebelum kembali berbicara,
"Malam tadi.. aku tidak sengaja mendengar Nyonya Miranda yang berbicara dengan bawahannya. Dan.. dan dari pembicaraan itu, aku menyimpulkan bahwa.. Ternyata Nona Alice pergi atas permintaan Nyonya Miranda" ucap Morgan yang membuat jack terkejut.
DEG!!
Pria itu seketika merasa jantungnya berdetak kencang dan tubuhnya tiba-tiba terasa panas sampai ke ujung kepala,
"Iya Tuan.. Nyonya Miranda meminta Nona Alice untuk pergi dari kehidupan Tuan.. Nyonya juga menutup akses informasi saat di bandara waktu itu. Ia menutup semua informasi apapun tentang keberadaan Nona Alice dari Tuan" jawab Morgan.
Seketika Jack pun mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya dengan kuat. Jadi.. Jadi selama ini, ibunya yang telah membuat Alice pergi?? pikirnya tidak percaya.
Jack pun tanpa berkata-kata lagi langsung berdiri dari duduknya dan bersiap untuk melangkah pergi dengan tatapan yang menakutkan,
"Tolong gantikan aku disini Morgan! Aku ada urusan!" ujarnya dengan suara yang menakutkan.
Morgan pun menatap punggung Jack yang berjalan cepat keluar dengan sedikit membanting pintu ruangan. Seketika pria itu bergidik dan membayangkan apa yang akan pria itu lakukan..
Tapi, setidaknya Jack sekarang memiliki sedikit petunjuk tentang kepergian Alice. Jujur, Morgan sebenarnya sudah tidak tahan melihat sifat Jack setelah kepergian kekasihnya itu.
Tapi, untung saja dewi fortuna sedang mengasihaninya dan membuatnya tidak sengaja mendengar percakapan anak buah Miranda kemarin malam. Dan, setidaknya itu akan memecahkan teka-teki tentang kepergian Alice dan mungkin bisa membuat Jack segera bertemu dengan belahan jiwanya itu.
Miranda tengah berada di kamarnya dengan perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Mata wanita paruh baya itu sembab karena menangis setelah pembicaraannya dengan Tom tadi sore. Ia sangat marah dengan kejujuran Tom.. sangat marah..
Pria itu telah menipunya dan membuatnya menderita dengan perasaan sakit yang seharusnya tidak pernah ia rasakan. Tom.. telah menjebaknya dalam pernikahan mereka selama ini..
Miranda kembali teringat dengan pertemuannya dan Patrick saat di restoran waktu itu. Ia seketika merasa malu dengan perdebatan mereka waktu itu. Ia merasa dirinya dan Patrick telah di adu domba oleh seseorang yang serakah.. seseorang yang ingin mewujudkan keinginannya dengan cara menjebak orang lain yang dulunya saling mencintai menjadi saling membenci.
Tom benar-benar jahat..
Pria itu benar-benar telah mempermainkannya..
Miranda mencengkram rok nya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Sekarang.. Tom bahkan membicarakan tentang perceraian. Pria brengsek itu bahkan ingin mencampakkannya setelah membuat sebuah dosa besar terhadap dirinya di masa lalu.
Pria itu benar-benar licik! Tom mengatakan bahwa ia melakukannya karena pria itu mencintai dirinya. Tapi.. tanpa pria itu sadari, dia telah melukai dan menyakiti orang yang ia cintai dengan keegoisannya!
Saat Miranda tengah bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan cukup keras tanpa di ketuk terlebih dahulu.
BRAK!!
Miranda yang terkejut seketika menatap kearah pintu dan menatap Jack yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Walaupun ia tidak terlalu jelas mengartikan ekspresi Jack, tetapi Miranda tau pria itu tengah marah karena tarikan rahangnya yang kuat,
"Jack.. Apa yang kau.." tanya Miranda terhenti saat dengan cepat Jack melangkah ke hadapannya dengan mata yang memancarkan kemarahan yang tertahan.
"Dimana Alice??" tanya Jack dengan suara berat dan tajamnya.
Miranda sedikit mengernyitkan keningnya sambil menatap putranya itu,
"Apa maksudmu Jack?? Mengapa kau menanyakan hal itu pada ibu??" tanyanya berpura-pura tidak mengerti.
Jack mengepalkan tangannya kuat dan menatap Miranda dengan tajam,
"Berhenti berpura-pura ibu.. Aku tau.. aku sudah tau semua yang ibu lakukan!!" ucap Jack tajam yang membuat Miranda terkejut seketika.
Bersambung..
Hai, jangan lupa dukung cerita ini ya, kasih like, komen dan vote nya ☺️
Kira-kira gimana kabarnya Alice ya??
Ikutin terus ceritanya ☺️
Dan, jangan lupa waktu kalau baca novel, apalagi lupa buat sholat hehe 😁