
"Maaf atas segala perbuatan ibuku padamu" lanjutnya.
Alice menatap pria itu dan menggeleng pelan,
"Tidak Jack.. Kau tidak perlu meminta maaf" balas Alice lembut.
Jack menghela nafasnya dan mengusap pipi Alice dengan lembut,
"Saat ini, jangan khawatirkan tentang hal apapun lagi.. Kau tidak perlu mendengarkan apa yang ibuku katakan. Aku yakin.. seiring berjalannya waktu, ibuku pasti akan berubah pikiran dan mulai bisa menerima keputusanku" ucapnya.
"Jadi.. saat ini kita jalani saja semua dengan seharusnya. Jangan khawatirkan apapun. Yang perlu kau tau adalah.. ada aku disini yang akan selalu berada di sampingmu sampai kapanpun. Dan.. di sampingku juga akan ada dirimu yang selalu bersamaku" lanjutnya dalam.
Ia menakup wajah Alice dan menatapnya dalam,
"Berjanjilah padaku, apapun yang terjadi, jangan pernah pergi dariku.." pinta Jack dengan tatapan dalam dan memohonnya.
Alice menatap pria itu dan menyentuh tangan Jack yang berada di pipinya sambil mengangguk pelan.
Jack pun tersenyum lembut dan mengecup kening Alice dengan lembut. Setelah itu ia pun mendekap tubuh kekasihnya dengan erat.
Saat ini, Jack tidak peduli bagaimana dengan keputusan kedua orang tuanya. Yang jelas, ia tidak ingin ada siapapun yang memisahkan dirinya dan Alice..
Ia sangat mencintai Alice, dan Jack tidak tau bagaimana hidupnya nanti jika Alice tidak berada disisinya..
Patrick menghampiri Mandy dan Lola yang tengah membuat kue,
"Wanginya enak sekali.. Apa kue nya sudah matang??" tanyanya sambil menghampiri sang istri.
Mandy tersenyum dan menggeleng pelan,
"Sebentar lagi kue nya matang.." balasnya.
Patrick pun tersenyum dan mengarahkan pandangannya ke sekitar,
"Dimana Alice?? Apa dia belum kembali??" tanyanya tiba-tiba.
Mandy terdiam sejenak dan menatap sang suami,
"Alice belum kembali.. Tadi, ada Jack kemari. Dia menyusul Alice dan menunggunya di taman, mungkin sebentar lagi mereka tiba" jawabnya.
Patrick mengernyitkan keningnya mendengar ucapan sang istri,
"Jack?? Tapi aku tidak melihat mobilnya" ucap Patrick.
Mandy pun mengangkat bahunya pelan,
"Tadi Jack bilang ia terburu-buru kemari dan tidak membawa mobil. Dia kemari naik taksi" balas Mandy.
Lalu tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan memperlihatkan Jack dan juga Alice yang baru kembali. Lola mengarahkan pandangannya ke pintu dan tersenyum senang menyambut kedua sepasang kekasih itu,
"Kalian sudah kembali??" tanyanya.
Alice menatap sang nenek dan mengangguk pelan. Lola pun menghampiri mereka dan menuntun keduanya menuju meja makan,
"Ayo duduk disini, ibumu telah selesai membuat kue.. Mari kita cicipi, rasanya pasti enak" ujar Lola.
Jack dan Alice pun duduk di meja makan dan dengan segera Mandy meletakan potongan kue untuk Jack dan juga Alice,
"Ayo dicicipi.." ujarnya.
Mandy pun juga memberikan potongan kue lain pada sang suami dan Lola. Mereka bersama pun duduk di meja makan dan mencoba kue buatan Mandy,
"Hmm.. Enak seperti biasa" puji Patrick sambil menatap sang istri dengan lembut.
Mandy pun tersenyum dan menatap Jack dan juga Alice yang telah mencoba kue buatannya,
"Apakah enak??" tanyanya.
Jack dengan segera mengangguk,
"Ini benar-benar enak" puji Jack yang di setujui oleh Alice.
Mandy pun tersenyum senang mendengarnya,
"Syukurlah kalian suka" ucapnya.
Mereka bersama pun mulai menikmati kue itu sambil mengobrol ringan.
Patrick pun menatap kearah Jack,
Pria itu terlihat sedikit gugup dan berdehem pelan,
"Ah.. Tidak. Kebetulan hari ini di kantor tidak terlalu banyak pekerjaan" jawab Jack berbohong.
Pria itu tidak mungkin memberitahu Alice dan keluarganya bahwa dia baru saja memutuskan untuk meninggalkan perusahaan orang tuanya. Alice pasti akan merasa khawatir dan menyalahkan dirinya.
Patrick pun mengangguk pelan mendengar jawaban Jack,
"Oh iya.. ayah sudah membooking tempat untuk kita liburan keluarga besok lusa" ucap Patrick beralih menatap Alice dengan senyumannya.
Patrick memang telah merencanakan liburan keluarga. Ia sengaja cuti cukup lama untuk menghabiskan waktunya bersama Alice.
Lola tersenyum senang mendengar ucapan Patrick,
"Syukurlah.." ucapnya.
Wanita tua itu pun menatap kearah Jack yang terlihat penasaran,
"Jack, besok lusa kami sekeluarga akan pergi liburan ke villa yang berada di dekat pantai. Apa kau mau ikut??" tanya Lola pada Jack.
Alice yang mendengar ajakan Lola seketika menatap pria itu dengan tidak enak,
"Ah.. Nenek, Jack baru saja kembali dari luar kota. Jack juga mungkin banyak pekerjaan yang akan tertunda nanti di kantor" ucap Alice yang membuat Jack langsung menatap kearahnya.
Patrick pun mengangguk pelan,
"Iya juga.. Kita akan berlibur selama 3 hari. Itu mungkin akan menganggu pekerjaan Jack nanti" timpal Patrick.
Jack seketika berdehem pelan dan mencoba menghilangkan kegugupannya,
"Tidak apa-apa.. Pekerjaanku di kantor tidak terlalu banyak. Lagipula.. Ada sekretaris ku yang akan membantu. Aku hanya perlu mengecek beberapa laporan saja dan itu bisa dikirim melalui email" ucapnya mencoba meyakinkan.
Alice terdiam mendengar ucapan Jack. Gadis itu merasa Jack tengah gugup saat ini.. itu semua terlihat dari ekspresi wajahnya. Walaupun Jack mencoba menyembunyikan kegugupannya, tetapi Alice dapat merasakan kegugupan pria itu.
Apa ada sesuatu yang di sembunyikan pria ini?? pikir Alice dalam hatinya.
Lola pun seketika menepuk tangannya dan tersenyum senang,
"Baguslah kalau begitu.. Berarti Jack juga ikut liburan bersama kita. Wah.. aku sudah tidak sabar" ucapnya excited.
Mandy dan Patrick yang melihat ekspresi Lola hanya dapat tersenyum melihatnya..
Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore. Alice saat ini tengah berada di depan rumah Lola untuk mengantar Jack yang akan pulang.
Hari ini Jack sudah seharian berada di rumahnya. Pria itu juga hari ini banyak mengobrol dengan orang tuanya. Bahkan Jack dan ayahnya sudah terlihat cukup akrab dan bermain catur bersama.
Jack tersenyum lembut sambil menggenggam tangan Alice,
"Hari ini aku sangat senang bisa menghabiskan waktu bersamamu dan juga keluargamu" ucapnya.
Alice pun balas tersenyum pada pria itu. Ia pun terdiam sejenak dan kembali menatap Jack,
"Kau akan pulang naik taksi??" tanya Alice.
Jack pun mengangguk pelan menjawab pertanyaan kekasihnya itu,
"Iya.. Aku tidak membawa mobilku" jawabnya.
Sebenarnya, Jack tidak membawa mobilnya karena itu adalah fasilitas dari orang tuanya. Jadi, pria itu memutuskan untuk tidak membawa mobilnya dan memilih naik taksi.
Alice mengangguk dan kembali menatap Jack,
"Jack.. Apakah.. Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku??" tanya gadis itu tiba-tiba yang membuat Jack terdiam seketika.
Pria itu terdiam sejenak dan tersenyum lembut pada Alice,
"Mengapa kau bertanya seperti itu??" tanyanya.
Alice tidak langsung menjawab dan menunduk pelan,
"Entahlah.. Mungkin hanya perasaanku saja" balas Alice pelan.
Jack menatap Alice dalam dan menyentuh pipinya dengan lembut,
"Kau tidak usah memikirkan hal yang tidak-tidak. Semua baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan" balas Jack mencoba menenangkan.
Alice pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan. Jack mengusap lembut pipi Alice dan membawa tubuh gadis itu ke dalam pelukannya,
'Maaf Alice.. Kali ini, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya padamu.. Aku tidak mau kau merasa khawatir dan menyalahkan dirimu nantinya..' ucap Jack merasa bersalah dalam hatinya.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍