Mysterious Man

Mysterious Man
Truth



PLAK!!


Alice seketika merasakan sebuah tamparan keras mendarat di pipinya..


Gadis itu terlihat syok untuk beberapa saat lalu mengangkat tangannya pelan untuk menyentuh pipinya yang terasa perih, bahkan telinganya pun sampai berdengung setelah mendapatkan tamparan tadi.


Sherly menatap Alice dengan tatapan penuh amarahnya. Nafasnya pun terlihat memburu dengan mata yang berkaca-kaca,


"Kau.... Kau benar-benar keterlaluan!!!!" ucapnya tajam.


Alice menatap Sherly yang tengah emosi dan tidak berbicara sepatah katapun. Gadis itu tadi pasti melihatnya saat bersama dengan Jack, tebak Alice.


Alice hanya dapat menghela nafasnya dan menerima apapun yang terjadi. Ia tidak menyangka akan secepat ini semua orang mulai mengetahui hubungannya dan Jack..


"KAU ****** ALICE!!!!" teriak Sherly marah.


Alice menurunkan tangannya yang memegang pipi dan menatap Sherly dengan ekspresi yang sulit diartikan. Pipi gadis itu terlihat sangat merah, bahkan sudut bibirnya terlihat sedikit mengeluarkan darah.


"Ternyata.. Semua yang di katakan kakakku itu benar!! Kau!! Kau lah penyebab kakakku putus dengan Kak Jack!! Kau yang telah membuat kakakku menderita!!!" ucapnya lagi keras.


"Kau benar-benar tega Alice... Kau benar-benar jahat!!!" teriaknya lagi.


"Apa salah kakakku padamu sampai kau melakukan hal seperti ini???"


"Kenapa kau merebut Kak Jack darinya?? Tidak adakah pria lain yang kau incar??? Mengapa harus Kak Jack???" ujar Sherly keras dengan mata yang berkaca-kaca.


Alice hanya terdiam menatap Sherly dengan tatapan dinginnya,


"Aku kecewa padamu... Aku benar-benar kecewa padamu!! Aku masih mencoba berpikir positif saat kakakku mengatakan bahwa kau telah merebut Kak Jack darinya, karena kau adalah sahabatku.. aku sangat mempercayaimu.." ucapnya terhenti sejenak.


"Tapi.. Tapi ternyata.. aku salah.. aku salah karena aku begitu percaya padamu!!!! Kau... Kau malah menipuku dari belakang!!! Kau sungguh jahat Alice!!!!" teriaknya lagi.


Alice menatap Sherly dengan tatapan yang sulit di artikan,


"Apa kau sudah selesai??" tanya Alice dengan wajah datarnya.


Sherly seketika terdiam dan tak berkata-kata melihat reaksi Alice,


"Jika kau sudah selesai... Maka aku yang akan berbicara" lanjutnya.


Sherly masih terdiam dengan amarah yang tertahan. Alice pun menghela nafasnya pelan dan menatap Sherly dengan serius,


"Aku... tidak pernah merebut siapapun dan menusuk siapapun dari belakang!" tegasnya.


"Kau telah salah paham" lanjut Alice dengan wajah seriusnya.


Sherly yang mendengar hal itu seketika tersenyum sinis,


"Benarkah??? Lalu apa tadi?? Adegan apa yang baru saja aku lihat tadi!!!" ucapnya keras.


"Kak Jack mengantarmu pulang, dan kalian terlihat begitu mesra. Bahkan Kak Jack mencium mu tanpa canggung, apa itu salah paham??? Kau pikir aku bodoh hahh!!!" lanjutnya tajam.


Alice pun kembali terdiam sejenak sebelum membalas ucapan Sherly. Namun, Sherly yang menggebu-gebu kembali berbicara pada Alice dengan sinis,


"Katakan padaku, apa kau dan Kak Jack menjalin hubungan??" tanyanya serius.


Alice seketika terdiam dan menatap Sherly dengan ragu. Tidak perlu ada lagi yang harus di tutup-tutupi bukan?? pikirnya. Ia harus meluruskan semua kesalahpahaman ini..


Alice berharap semoga Sherly bisa percaya padanya dan tidak termakan oleh ucapan kakaknya. Ia pun menghela nafasnya dan menatap Sherly dengan tatapan seriusnya,


"Iya! Aku dan Jack.. kami memang menjalin hubungan" jawabnya yang membuat Sherly langsung terbelalak.


Gadis itu terlihat syok dan kecewa secara bersamaan. Ia menatap Alice dengan tatapan kecewanya,


"Kau.. Kau benar-benar jahat!!!!" teriaknya pada Alice.


Sherly pun dengan cepat menarik blazer Alice dan mengguncangnya kuat,


"KAU KETERLALUAN ALICE!!! KAU JAHAT!!!" teriaknya penuh emosi.


"Selama ini aku selalu mengganggap mu seperti sahabatku sendiri!! Bahkan lebih dari itu!! Aku selalu mengganggap mu sebagai saudaraku!! Tapi.. Tapi mengapa kau tega seperti ini!!!" ujarnya lagi.


Air mata gadis itu pun tidak terbendung lagi. Ia masih mencengkram blazer Alice dan mulai menangis,


"Kau tega Alice.. hiks... Kau tega!!!!" teriaknya.


Alice tidak mencoba untuk menghentikan serangan Sherly. Gadis itu hanya terdiam dengan tatapan yang sulit diartikan. Walaupun ia terlihat dingin namun sebenarnya gadis itu tengah memendam segala emosinya. Ia membiarkan Sherly untuk mengeluarkan segala emosinya pada dirinya.


Sherly masih menangis sambil mencengkram blazer Alice dengan wajah tertunduk. Ia pun perlahan mengangkat wajahnya dan kembali mengguncang tubuh Alice, walaupun tidak terlalu kuat,


"Kenapa Alice??? Kenapa???" ucapnya bergetar.


"Kenapa harus Kak Jack??? Kau bahkan bisa mencari pria yang lebih tampan dan kaya selain Kak Jack!! Kenapa???" lanjutnya kembali mengguncang tubuh Alice.


Alice pun menutup matanya sejenak dengan bibir yang bergetar. Ia menatap Sherly dengan tatapan dalamnya,


Sherly pun dengan cepat menatap wajah Alice dengan tidak percaya sekaligus miris,


"Apa?? Cinta??" tanyanya meledek.


"Kau telah mencintai kekasih orang lain, apa kau sadar!!!!" teriaknya lagi.


"Kau telah merebut kebahagiaan Kak Jessica!!!" lanjutnya kembali emosi.


Alice pun dengan cepat menahan tangan Sherly yang masih mencengkram blazernya,


"Aku tidak merebutnya!!!!" sanggah Alice.


Tatapan kedua gadis itu pun saling bertemu dengan pancaran yang berbeda. Alice menggeleng pelan dan menatap Sherly dengan serius,


"Aku tidak merebut Jack dari kakakmu.. Kau telah salah paham" lanjut Alice mencoba meyakinkan Sherly.


"Aku dan Jack, menjalin hubungan setelah hubungannya dan Kak Jessica berakhir" ucapnya lagi.


Sherly yang mendengar hal itu pun seketika tersenyum sinis,


"Kau pikir aku percaya?? Kau pikir mengapa Kak Jack memutuskan Kak Jessica secara tiba-tiba padahal kakakku masih sangat mencintainya??" tanyanya sinis.


"Itu semua pasti karena mu!!! Kau yang telah membuat Kak Jack memutuskan Kak Jessica dan memilih dirimu!!!" lanjutnya tajam.


Alice mencoba menenangkan dirinya dan kembali menatap Sherly,


"Apa kau tau.. Mengapa Jack memutuskan Kakakmu??" tanyanya dalam.


"Apa kau tau bagaimana hubungan kakakmu dan Jack selama ini??" lanjutnya yang membuat Sherly terdiam.


"Sebaiknya kau tanyakan semuanya pada kakakmu dan juga Jack" ucap Alice lagi.


Sherly terlihat menggertakkan giginya kuat dan menatap Alice dengan tajam,


"Tentu saja aku lebih tau dari pada kau!! Kakakku sangat mencintai Jack dan selalu setia padanya!! Selama ini, hubungan mereka tidak pernah ada masalah... Tapi, setelah mengenal dirimu... Semua masalah itu di mulai!! Kau lah penyebabnya Alice!!!" teriak Sherly.


Gadis itu pun dengan kuat melepaskan cengkeramannya di blazer Alice dan mendorong tubuh Alice. Ia menghapus air matanya kasar dan menatap Alice dengan tajam,


"Aku benar-benar membencimu!" ucapnya tajam.


"Mulai saat ini.. Anggap saja kita tidak pernah bertemu!!" tegasnya yang membuat Alice menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Penyesalan selama hidupku adalah... Mengenal dan mengganggap mu sebagai sahabat terbaik ku!" lanjutnya dengan suara yang bergetar.


Gadis itu pun dengan segera membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan tempat itu..


Alice yang melihat kepergian Sherly pun terlihat masih terdiam di tempatnya dengan tatapan kosong.


Perlahan..


Air matanya pun mengalir membasahi pipinya..


Namun, dengan cepat gadis itu pun menghapus air matanya. Ia sudah menebak hal seperti ini akan terjadi.


Tetapi..


Alice tidak menyangka akan sesakit ini..


Setelah mencoba menenangkan dirinya, Alice pun menghapus air mata di pipinya dan merapihkan penampilannya kembali sebelum masuk ke dalam rumah. Ia tidak mau neneknya melihat penampilan berantakannya.


Ia pun mencoba membersihkan darah yang berada di sudut bibirnya akibat tamparan keras Sherly tadi.


Alice pun menghela nafasnya dan membuka pagar untuk segera masuk ke dalam.


Namun..


Tanpa Alice sadari, Lola telah berdiri di balik pagar dan menatapnya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


Seketika gadis itu pun terbelalak dan menatap sang nenek yang terlihat sedih.


Apa..


Apa neneknya mendengar pembicaraannya dengan Sherly tadi??


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁