Mysterious Man

Mysterious Man
Ring



"Alice..." bisiknya pelan.


"Menikahlah denganku..." ucapnya lagi dengan nada yang serius dan dalam.


Alice seketika membuka matanya dan menatap wajah Jack yang sedang menatapnya dengan tatapan serius.


Gadis itu seketika merasakan degupan jantungnya yang terasa cepat..


Alice perlahan menjauhkan wajahnya dari Jack dan memalingkan pandangannya ke samping sambil menunduk,


"Jack.. Aku..." ucap Alice terputus saat dengan lembut Jack meraih dagu gadis itu untuk tetap saling bertatapan dengannya.


Jack menatap Alice dalam dan tersenyum lembut,


"Aku tau.. Kau pasti berpikir ini semua terlalu cepat bukan??" tanya Jack lembut.


Pria itu menghela nafasnya pelan dan kembali menatap Alice,


"Alice.. Aku benar-benar serius dengan ucapanku.. Aku.. Aku ingin hidup bersamamu untuk selama-lamanya. Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini selama hidupku.. Aku.. Aku ingin.. menghabiskan sisa hidupku bersama denganmu.." ucapnya dalam.


Pria itu pun perlahan meraih tangan Alice dan meletakkan tangan gadis itu di dadanya,


"Aku benar-benar mencintaimu Alice.. Dan aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku.. Aku sangat yakin, bahwa kau lah seseorang yang telah di ciptakan Tuhan untukku" lanjutnya lagi.


Alice terdiam mendengar ucapan Jack dan kembali menghela nafasnya. Ia tidak tau apa yang harus ia katakan pada pria di depannya ini..


Ada perasaan bahagia di hatinya..


Namun, ada juga perasaan ragu dan khawatir menjadi satu..


Hubungan mereka saat ini masih bisa di katakan baru, dan mereka juga merahasiakan hubungan ini dari orang-orang di sekitar mereka.


Apalagi.. Saat ini hubungan antara Jack dan Jessica juga belum benar-benar selesai. Alice belum siap jika sampai orang-orang di sekitarnya mengetahui hubungan dirinya dan Jack.


Jack yang menatap kecemasan di mata kekasihnya itu, seketika terdiam sejenak dan perlahan mengusap pipi gadis itu dengan lembut,


"Tidak usah memberikan jawabannya sekarang.." ucap Jack pelan yang membuat Alice langsung menatap kearahnya.


"Aku tau apa yang kau khawatirkan" lanjut Jack dalam.


Alice pun seketika menghela nafasnya dengan sedikit lega. Jack memang selalu mengerti apa yang ia rasakan..


Pria itu, seperti bisa membaca apapun yang ada dalam hatinya tanpa perlu Alice yang berbicara..


"Jangan khawatirkan apapun lagi.." ucap Jack lembut.


Pria itu pun tersenyum pada Alice untuk menenangkan gadis itu. Walaupun ada sedikit rasa kecewa, tetapi Jack tidak mau membuat Alice terbebani..


Jack terdiam sejenak dan seketika teringat dengan sesuatu..


Ia pun dengan cepat meraih sesuatu di dalam saku celananya dan memberikannya pada Alice,


"Aku.. Punya sesuatu untukmu" ucap Jack tiba-tiba dengan senyumannya.


Ia pun perlahan membuka kotak kecil itu dan memperlihatkannya pada Alice,



Di dalam kotak itu, terlihat sepasang cincin pasangan yang berwarna putih dan hitam.


Desain cincin itu terlihat simple namun melambangkan ikatan seperti tali yang mengartikan sebuah ikatan dalam hubungan. Cincin itu juga di buat khusus dan terbuat dari perak asli.


"Ini.. Adalah cincin yang sengaja aku pesan beberapa hari yang lalu untukmu dan untukku. Bentuknya, terlihat seperti tali yang terikat.." jelas Jack.


"Ikatan ini.. melambangkan kesetiaan dan keterikatan antara kita. Dan.. ikatan ini juga bisa menjadi sebagai doa agar kita selalu bersama dan hubungan kita semakin erat seperti ini.." lanjutnya sambil mengambil salah satu cincin yang berwarna putih dari kotaknya.


Jack meraih tangan Alice dan memasangkan cincin putih itu pada jari manisnya..


Alice hanya terdiam dan menatap cincin yang sangat pas itu di jarinya. Setelah memasang cincin itu, Jack pun mengecup pelan tangan Alice dan menatapnya,


"Apa kau suka??" tanya Jack lembut.


Alice menatap pria itu dan mengangguk pelan,


"Aku menyukainya" jawab Alice tersenyum pelan.


Jack tersenyum senang dan mengambil satu cincin lagi yang berwarna hitam, lalu memakainya..


Pria itu mengaitkan jemarinya dengan jemari Alice yang sama-sama memakai cincin pasangan itu,


"Cincin ini bukan hanya sebagai simbol terikatnya cinta kita.. Tetapi, cincin ini juga sebagai ganti dari kalung yang ku berikan padamu dulu.." ucapnya sambil menatap Alice dengan perasaan bersalah.


"Maaf.. Aku telah menghilangkan kalung itu.." ucapnya menatap Alice dengan lembut.


"Aku kehilangan kalung itu saat di kantor. Aku merasa telah meletakkannya di saku jas ku, tetapi.. saat aku hendak menyimpannya untuk di kembalikan padamu, aku kehilangannya.." ujarnya pelan.


"Maafkan aku.. Aku tau, kalung itu adalah kalung pertama yang aku berikan padamu.. Dan, kalung itu juga sangat berarti untukku" lanjut Jack sedih.


Alice menatap Jack dan terdiam sejenak. Haruskah ia mengatakan bahwa kalung itu berada pada Jessica sekarang?? pikirnya ragu.


Gadis itu pun menghela nafasnya pelan,


"Tidak apa-apa.." ucap Alice.


Alice memilih untuk tidak memberitahu Jack tentang kalung itu. Menurutnya, jika Jack mengetahui bahwa kalung itu berada pada Jessica, maka Jack akan mengambil kalung itu dari Jessica dan membuat Jessica semakin curiga.


Untuk saat ini, Alice tidak ingin Jessica atau yang lain mengetahui hubungan mereka dulu. Saat ini bukanlah waktu yang tepat.


Hubungan Jessica dan Jack baru saja berakhir kemarin. Dan, itu akan membuat orang-orang semakin berpikir bahwa ia dan Jack berselingkuh di belakang Jessica dan membuat keadaan semakin runyam.


Walaupun.. Alice dapat melihat kecurigaan Jessica pada dirinya. Tetapi.. Jika memang wanita itu tau, bukankah akan lebih baik?? pikir Alice.


Tentu saja tidak!


Jessica pasti akan sangat membencinya..


Begitupula dengan Sherly, pikir Alice.




Miranda mengantar Jessica ke depan rumah. Hari sudah hampir gelap dan Jessica pun bersiap untuk pulang.



"Sering-seringlah datang kemari seperti biasa.. Jangan karena hubunganmu dan Jack sedang seperti ini, kau jadi jarang menemui Bibi.. Bibi sudah menganggapmu seperti anak Bibi sendiri. Jadi.. kau tidak perlu sungkan" ucap Miranda tersenyum.



Jessica pun tersenyum menanggapi ucapan Miranda,



"Baik Bibi" jawabnya.



"Kalau begitu, aku pulang dulu" pamitnya.



Jessica pun membalikkan tubuhnya dan hendak keluar. Namun, ia terdiam sejenak dan kembali membalikkan tubuhnya menghadap Miranda,



"Bibi.. Masalah tadi, tolong jangan sampai Jack mengetahuinya. Aku tidak mau Jack mengetahui bahwa aku mencurigainya menjalin hubungan dengan Alice. Walaupun aku memiliki bukti, tetapi bukti itu masih belum terlalu jelas" ucapnya.



"Dan, jika memang benar Alice yang telah menggoda Jack dan merebutnya dariku.. Maka, aku ingin gadis itu mengakuinya sendiri, dan.. aku juga yang akan berurusan dengannya tanpa melibatkan Jack" lanjutnya serius.



Miranda terdiam sejenak dan menghela nafasnya pelan,



"Baiklah.. Bibi tidak akan mengatakan apapun pada Jack. Tetapi.. Bibi tetap akan mengawasinya dan mengawasi gadis bernama Alice itu" ucap Miranda.



Jessica pun tersenyum pelan dan mengangguk,



"Baiklah Bibi, kalau begitu.. Aku pulang dulu" pamitnya lagi.



Miranda mengangguk pelan dan melambaikan tangannya pada Jessica,



"Hati-hati di jalan" ujarnya.



Jessica pun masuk ke dalam mobilnya dan melambaikan tangannya pada Miranda. Wanita itu mencengkram setir mobilnya dan menatap ke depan dengan tatapan tajamnya.



Ia harus mencari bukti kuat tentang hubungan Alice dan Jack..



Setelah semua bukti benar-benar jelas, maka.. ia tidak akan pernah memaafkan Alice..


Alice sudah benar-benar keterlaluan mempermainkan dirinya dari belakang dan membuat Jack mengakhiri hubungan mereka secara sepihak..



"Kau telah melakukan kesalahan yang fatal, Alice.." bisiknya tajam.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁