
CKLEK!!
Pintu pun terbuka dan Morgan terlihat terkejut saat melihat seseorang yang berada di balik pintu,
"Nona Alice" ucap Morgan terkejut.
Alice menatap Morgan dan membungkuk pelan untuk menyapa,
"Selamat malam Morgan" sapanya pelan.
Morgan membungkuk pelan dan menyapa Alice dengan sedikit kikuk,
"Malam Nona.." balasnya.
"Apa.. Yang membawa Nona kemarin malam-malam seperti ini??" tanyanya sambil menatap jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12 malam.
Alice terdiam sejenak dan menatap kearah dalam apartemen Jack,
"Apa.. Jack ada di dalam?? Tadi, dia menelpon ku dan tidak mengatakan apapun.. Aku kemari untuk memastikan apakah dia baik-baik saja" ujar Alice dengan tatapan sedikit khawatir.
Morgan terdiam sejenak mendengar ucapan Alice. Apa Tuan nya itu menghubungi Alice tadi?? pikirnya sedikit waspada.
Atau, jangan-jangan Jessica yang melakukannya?? pikirnya lagi yang entah mengapa begitu curiga dengan gerak-gerik Jessica tadi,
Morgan menutup matanya sejenak dan kembali menatap Alice,
"Tuan Jack ada di dalam.. Sepertinya, dia sedang tidak baik-baik saja" ujarnya yang membuat Alice terlihat semakin khawatir.
"Apa yang terjadi??" tanyanya.
Sebenarnya, Alice berbohong pada Morgan tentang dirinya tidak mendengar apa-apa saat Jack menelponnya. Awalnya ia mematikan panggilan pertama Jack saat pria itu tidak mengatakan apapun. Tetapi, ia mencoba menghubunginya lagi dan ia sempat mendengar suara seorang wanita.
Morgan menghela nafasnya pelan,
"Aku tidak tau persis seperti apa.. Lebih baik Nona masuk dan melihatnya sendiri. Mungkin.. Mungkin Nona bisa membantunya" ucap Morgan sambil menggaruk lehernya pelan.
Alice mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Morgan,
"Apa.. maksudmu??" tanyanya tidak mengerti.
Morgan pun terlihat kikuk dan terkekeh pelan,
"Ah.. bukan apa-apa" balasnya sambil tersenyum.
"Nona.. Bisakah Nona menjaga Tuan Jack malam ini?? Aku harus pulang dan menemani istriku" ucapnya dengan tatapan memohon.
Alice belum menjawab pertanyaan Morgan, tetapi pria itu telah bersiap untuk meninggalkan apartemen Jack dengan tergesa-gesa,
"Kalau begitu, aku pergi dulu, terimakasih Nona" pamitnya lalu berlalu pergi.
'Maaf Nona, sepertinya hanya kau yang bisa menolong Tuan Jack malam ini' pikir Morgan dalam hatinya dengan sedikit rasa bersalah.
Alice terlihat sedikit kebingungan namun hanya dapat menghela nafasnya pelan. Ia pun menatap kearah ruangan apartemen Jack dan masuk ke dalam.
Apa tadi saat di telepon ia salah dengar?? pikirnya.
Ia jelas-jelas mendengar suara wanita tadi, tetapi.. ternyata hanya ada Morgan disini, pikir Alice.
Alice pun masuk dan menutup pintu apartemen Jack. Sebenarnya ada apa dengan Jack?? pikirnya. Morgan bilang pria itu sedang tidak baik-baik saja.
Alice mengarahkan pandangannya ke sekitar dengan tatapan khawatir,
"Jack??" sahut Alice.
Tidak ada jawaban dari Jack. Alice pun kembali melangkah dan menatap pintu kamar Jack yang terbuka. Dengan perasaan khawatir ia pun melangkah menuju kamar Jack.
Saat gadis itu masuk, ia sedikit terkejut saat melihat Jack yang tengah terduduk di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada. Pria itu terlihat sedikit merintih dengan tubuh yang bergetar membelakanginya.
Alice dengan segera masuk dan mendekati Jack dengan cemas,
"Jack.." ucapnya yang membuat Jack langsung membalikkan tubuhnya dengan jantung yang berdebar.
Suara itu..
Suara itu membuat debaran dan reaksi tubuhnya semakin menggila.
Sial!! Sepertinya dia sekarang sudah berada di puncak efek pengaruh obat perangsang itu. Apalagi, ia seperti mendengar suara Alice, kekasihnya yang kebetulan sekarang tengah memenuhi pikirannya.
"A.. Alice.." ujarnya sambil berdiri menatap gadis itu.
Alice mendekati Jack dan terlihat khawatir melihat tubuh pria itu yang berkeringat. Ia pun refleks menyentuh pipi pria itu dengan tatapan cemasnya,
Jack seketika merasakan suatu sengatan saat tangan lembut Alice menyentuh pipinya dengan lembut. Pria itu mengerang pelan dan mencoba menahan reaksi tubuhnya.
Ia menatap Alice dengan tatapan dalamnya,
"Benarkah ini kau?? atau.. aku hanya berhalusinasi??" tanyanya dengan suara beratnya.
Alice seketika mengernyitkan keningnya saat mendengar pertanyaan pria itu,
"Ini aku Jack.. Aku ada disini.." balas Alice lembut.
"Apa yang terjadi?? Mengapa kau berkeringat seperti ini??" tanyanya lagi.
Jack menutup matanya sejenak dan kembali menatap Alice,
"Mengapa kau ada disini?? Ini sudah larut.." ucapnya dengan suara bergetar.
Alice menghela nafasnya pelan dan semakin khawatir melihat kondisi Jack. Sebenarnya ada apa dengan pria ini?? pikirnya.
"Aku kemari karena kau tadi menelpon ku.. Kebetulan, nenek juga sedang tidak ada di rumah, jadi.. aku memutuskan kemari untuk melihatmu" jawabnya pelan.
Ia tidak mengatakan pada Jack bahwa sebenarnya ia tadi mendengar suara wanita dari panggilan Jack tadi.
Jack seketika terdiam dan terlihat berpikir. Ia merasa tidak menghubungi Alice. Apa.. Apa jangan-jangan Jessica yang melakukannya?? pikir Jack marah.
Pria itu mengeram pelan dan kembali menatap Alice dalam,
"Apa.. Kau mendengar sesuatu tadi??" tanyanya dengan suara yang merintih.
Alice seketika terdiam dan tidak menjawab ucapan Jack. Jack yang melihat reaksi Alice seketika menunduk pelan dengan perasaan bersalah. Sepertinya Alice telah mendengar sesuatu, pikirnya.
Jack menatap gadis itu dan menyentuh pipi Alice dengan lembut. Tubuhnya kembali merasakan sengatan yang menyenangkan saat menyentuh kulit lembut Alice. Namun, ia menahan gejolak itu dengan sekuat tenaga,
"Alice.. Kau pasti telah mendengar sesuatu.." ucap Jack yang membuat Alice terdiam.
"Aku.. Sepertinya aku telah di jebak oleh ibuku sendiri.." lanjutnya yang membuat Alice terlihat mengernyitkan keningnya tidak mengerti.
"Apa.. maksudmu??" tanyanya.
Jack menghela nafasnya dan kembali menatap Alice dalam,
"Intinya saat ini.. aku tengah terpengaruh obat yang membuat tubuhku terangsang dan.. bergairah" jelasnya dengan suara seraknya.
DEG!!
Seketika jantung Alice pun berdetak saat mendengar penjelasannya. Jadi.. apa yang ia dengar tadi itu benar suara seorang wanita?? pikirnya resah.
Apa.. Apa Jack telah melakukan sesuatu dengan seorang wanita tadi?? pikirnya lagi.
Jack melihat reaksi Alice dan dapat mengetahui apa yang tengah dipikirkan oleh gadis itu. Dengan cepat ia pun menggeleng pelan,
"Aku tidak melakukan hal apapun" ujarnya memperjelas.
"Jika, kau mendengar suara seorang wanita tadi.. Maka, itu adalah Jessica" lanjutnya yang membuat Alice terkejut.
Jessica??
Jadi, yang berbicara dengan nada suara mendesah itu adalah Jessica?? pikirnya tidak percaya
"Tadi.. aku sempat makan malam bersama orang tuaku dan Jessica. Lalu.. setelah minum anggur, tubuhku mulai terasa aneh.. dan.. Jessica mengantarku kemari" jelas Jack.
Alice kembali terdiam dengan tidak percaya. Ia tidak habis pikir dengan rencana ibu Jack yang begitu nekat dan termasuk kejam.
Ia rela mengorbankan putranya agar bisa hidup bersama wanita pilihannya. Sepertinya.. Miranda benar-benar tidak merestui hubungannya dan Jack.. Wanita paruh baya itu juga sepertinya sangat membenci dirinya..
Sebenarnya apa yang telah ia lakukan sampai Miranda begitu membencinya dan nekat membuat rencana se picik ini?? pikir Alice tidak habis pikir.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍