Mysterious Man

Mysterious Man
Back



Hari ini Jack, Alice dan keluarganya telah sampai ke rumah Lola. Setelah 3 hari berlibur, akhirnya mereka kembali ke rumah.


Patrick menghentikan mobilnya di halaman rumah dan mulai turun untuk menurunkan barang-barang mereka,


"Ah.. akhirnya sampai kembali di rumah" ucap Lola sedikit tidak bersemangat.


"3 hari berlibur terasa sangat singkat.. Seharusnya kita menghabiskan satu minggu penuh untuk berlibur" lanjutnya.


Patrick tersenyum mendengar ucapan ibunya itu,


"Lain kali kita pergi berlibur lagi.. Alice juga harus pergi ke kampus besok, dan Jack juga pasti sudah banyak pekerjaan yang menunggunya di kantor" ucap Patrick.


Lola pun hanya dapat menghela nafasnya dan mengangguk pasrah.


Patrick dan Jack pun menyimpan barang-barang bawaan mereka ke dalam rumah. Setelah itu mereka semua pun masuk ke dalam rumah untuk beristirahat. Namun, Jack hanya beristirahat sebentar dan berpamitan,


"Hati-hati di jalan Jack" ucap Patrick.


"Kau akan pulang naik taksi?? Atau.. apa perlu Paman mengantarkan mu??" tanya Patrick.


Dengan cepat Jack pun menggeleng,


"Tidak perlu Paman, aku akan naik taksi saja" ujarnya.


"Hati-hati di jalan Jack.. Jika ada waktu kemarilah lagi" ucap Lola dengan senyumannya.


Jack hanya tersenyum dan mengangguk pelan,


"Baik nek.." balasnya.


"Alice, antarlah Jack sampai depan" ucap Mandy pada putrinya.


Alice pun mengangguk dan mengantar Jack sampai ke depan pagar.


Kini kedua pasangan kekasih itu tengah berdiri di depan pagar sambil menunggu taksi pesanan Jack tiba,


"Apa Morgan tidak bisa menjemputmu??" tanya Alice tiba-tiba.


Jack menatap gadis itu dan tersenyum pelan, mencoba untuk tidak membuat kekasihnya itu curiga,


"Tidak.. Kebetulan Morgan hari ini menggantikan ku untuk mengadakan pertemuan dengan salah satu pemilik perusahaan asing. Jadi.. dia tidak bisa menjemput ku" jawabnya berbohong.


'Maafkan aku Alice.. Aku harus berbohong padamu' ucap Jack dalam hatinya dengan rasa bersalah.


Alice terdiam sejenak dan menatap pria itu cukup lama. setelah itu ia pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan..


Taksi pesanan Jack akhirnya tiba. Pria itu pun merangkul pinggang Alice dan berpamitan,


"Aku pulang sekarang.. Masuklah dan istirahat" ucap Jack lembut sambil mengusap pipi gadis itu.


Alice mengangguk pelan dan membalas pelukan Jack. Jack pun mengecup kening Alice cukup lama dan setelah itu mengecup pipinya,


"Nanti aku akan menelpon mu setelah sampai" ujar Jack lembut.


Alice pun kembali mengangguk menanggapi ucapan kekasihnya itu. Jack pun melambaikan tangannya dan mulai masuk ke dalam taksi.


Pria itu membuka jendela dan kembali melambaikan tangannya pada Alice,


"Aku mencintaimu.." ucap pria itu di balik jendela.


Alice tersenyum dan mengangguk pelan sambil melambaikan tangannya pada Jack. Lalu, taksi Jack pun mulai melaju pergi meninggalkan kediaman Lola.



Saat di perjalanan..



Handphone milik Jack tiba-tiba bergetar. Pria itu dengan segera mengambil handphonenya dan melihat nama Morgan tertera disana.



Jack sedikit mengernyitkan keningnya dan mengangkat panggilan Morgan,



"Halo, ada apa??' tanya Jack to the point.



Terdengar Morgan terdiam sejenak di balik sana dan menghela nafasnya dengan gugup,



("Tuan.. Ada kabar buruk") ucap Morgan tiba-tiba yang membuat Jack semakin mengernyitkan keningnya dengan tidak mengerti.



"Katakan" ucap Jack tegas.



Morgan menghela nafasnya kembali sebelum berbicara dengan Jack,



("Nyonya Miranda.. Sepertinya Nyonya Miranda dan Tuan Tom telah mengetahui tentang proyek resort milik Tuan") ucap Morgan dengan hati-hati.



Jack seketika terdiam mendengar ucapan sekretarisnya itu,




("Aku kurang tau Tuan, tapi.. sepertinya ada salah satu investor yang telah membocorkannya pada Tuan Tom") jawab Morgan.



Jack menutup matanya sejenak dan menghela nafasnya,



"Lalu, apa yang mereka lakukan??" tanya Jack lagi.



Morgan terdiam sejenak dan mulai menjawab pertanyaan Jack,



("Cukup gawat Tuan.. Nyonya Miranda telah membayar dan memerintahkan beberapa pekerja proyek untuk berhenti bekerja. Dan.. saat ini proyek resort telah kehilangan cukup banyak pekerja. Dan, itu mengakibatkan pekerja lain terbebani dan mulai ikut berhenti..") jelas Morgan takut-takut.



Jack seketika menggertakkan giginya kuat sambil memijat keningnya. Sepertinya ibunya benar-benar sudah berbuat terlalu jauh, pikir Jack.



"Baiklah.. Kau tolong bereskan semua masalah yang terjadi saat ini. Setidaknya yakinkan Pak Ben untuk tetap melanjutkan proyek itu dan bagaimanapun caranya aku ingin pekerjaan itu segera selesai!" ujar Jack tegas.



("Baik Tuan, akan aku usahakan") balas Morgan.



Setelah itu Jack pun mematikan panggilannya dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia menutup matanya dan mencoba menenangkan diri,



"Tolong putar balik arahnya Pak!"perintah Jack pada supir taksi di depannya.



Supir taksi itu pun mengangguk dan mulai memutar arah untuk pergi ke suatu tempat sesuai dengan arahan Jack..



Miranda tengah meneguk teh miliknya di halaman belakang rumah. Wanita paruh baya itu terlihat begitu tenang dan menikmati pemandangan halaman belakang di rumahnya yang di penuhi dengan bunga-bunga yang indah.


Namun, ketenangan wanita paruh baya itu seketika sirna saat ia mendengar suara seseorang yang ia rindukan tengah memanggilnya dengan suara penuh penekanan,


"Ibu!" panggil Jack mencoba untuk menahan amarahnya.


Miranda tersenyum pelan dan membalikkan tubuhnya untuk menghadap sang putra,


"Jack, kau kembali ke rumah?? Bagaimana liburanmu??" tanya Miranda dengan senyuman meledeknya.


Jack tidak menanggapi ucapan sang ibu dan melangkah mendekati Miranda di mejanya,


"Sebenarnya apa yang ibu inginkan??" tanyanya cukup keras.


"Ibu tidak berhak ikut campur dengan apa yang aku kerjakan! Resort itu milikku dan ibu tidak berhak ikut campur di dalamnya!!" tegas Jack yang membuat Miranda menatapnya dengan marah.


"Apa katamu?? Ibu tidak berhak?? Tentu saja ibu berhak!! Kau anak ibu dan ibu harusnya tau apa yang tengah kau kerjakan!!" tegas Miranda.


"Kau benar-benar keterlaluan!! Bukanya memberitahu ibu dan ayah tentang proyekmu itu, kau malah memberitahu gadis itu terlebih dahulu!! Apa menurutmu gadis itu lebih penting daripada ibu dan ayah??" lanjutnya marah.


"Mengapa kau tidak mendengarkan ucapan ibu Jack?? Ibu sudah memperingatkan mu untuk menjauhi gadis itu!! Tapi kau tidak mendengarkannya dan malah pergi liburan dengan keluarga gadis murahan itu!!" ucapnya lagi.


Jack menatap sang ibu sambil mengepalkan tangannya,


"Pertama, ibu harus tau bahwa proyek resort itu adalah proyek yang aku bangun dengan kerja keras dan usahaku sendiri.." ucap Jack tegas.


"Dan, yang kedua.. seharusnya ibu tau bukan, aku sangat mencintai Alice dan juga dekat dengan keluarganya. Bukankah jika ingin menikah kita harus lebih dekat dengan orang tua pasangan kita??" tanya Jack tajam yang membuat Miranda semakin emosi.


"Apa begitu sulit bagimu untuk mendengarkan ucapan ibu?? Ibu sudah mengatakan berulang kali bahwa ibu tidak akan memberikan restu pada gadis itu sampai kapanpun!!!" tegasnya keras.


Jack menatap sang ibu dengan tatapan yang sulit diartikan,


"Kenapa?? Kenapa ibu begitu menentang hubunganku dan Alice?? Mengapa ibu begitu membencinya?? Memangnya apa yang telah Alice lakukan pada ibu??" tanyanya tajam.


Miranda terdiam sejenak dan tidak menjawab pertanyaan sang putra. Ia menutup matanya dan mengepalkan tangannya kuat,


'Kau tidak akan mengerti Jack..' bisik Miranda dalam hatinya.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍