Mysterious Man

Mysterious Man
Beautiful Night



Jack kembali merintih dan menyandarkan kepalanya pada bahu Alice. Nafas pria itu terdengar memburu dan tubuhnya masih berkeringat.


Harum tubuh Alice dapat tercium olehnya, dan itu membuat sesuatu di dalam tubuh Jack semakin memberontak dan tidak tertahan. Namun, pria itu mencoba menahannya sekuat tenaga dan membuat ia mengerang.


Jack telah mencoba membasuh seluruh wajahnya tadi, namun itu semua tidak berpengaruh sama sekali. Sepertinya ibunya memberikan obat perangsang ini dengan dosis yang melampaui batas, pikir Jack.


Alice dapat merasakan tubuh bergetar dan erangan Jack. Pria itu menyandarkan kepala di bahunya dan Alice dapat mengetahui bagaimana pria itu sekuat tenaga menahan gejolak di tubuhnya.


Alice terlihat semakin khawatir dan sekaligus bingung apa yang harus ia lakukan untuk membantu Jack.


"Jack.." bisik Alice.


Jack perlahan menaruh kedua tangannya di pinggang Alice dan memeluknya cukup erat. Bisikan Alice yang menyebut namanya membuat tubuh Jack semakin terasa panas dan tidak bisa di kontrol.


Pengaruh Alice pada tubuhnya begitu besar. Jika di bandingkan dengan Jessica tadi, ia sama sekali tidak tertarik dan sangat mampu mengendalikan tubuhnya. Tapi.. Ia tidak bisa menahannya hanya dengan mendengar suara gadis yang ia cintai itu.


Jack perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Alice dengan tatapan intens nya,


"Alice... Aku.." ucapnya dengan suara serak dan nafas yang terengah.


Jantung Alice seketika berdebar saat melihat tatapan Jack yang begitu dalam. Ia dapat melihat bagaimana dalamnya pria itu menahan gejolak tubuhnya dari tatapannya.


"Jack.." bisik Alice lagi sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Jack yang melihat hal itu pun perlahan tersenyum pelan dan mencoba menahan tubuhnya dengan sangat kuat. Ini benar-benar sangat menyiksa..


Bahkan rasanya kepala Jack seperti ingin meledak karena harus menahan gejolak di dalam tubuhnya.


Ia menyentuh pipi Alice dan mengusapnya dengan lembut. Pria itu sudah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan menyentuh Alice jika gadis itu tidak mengizinkannya,


"Aku.. lebih baik sekarang aku ke kamar mandi untuk menyegarkan pikiran dan tubuhku.." ucapnya pelan.


"Morgan bilang.. mungkin efek obat ini bisa sedikit menghilang dengan berendam air dingin" lanjutnya.


Jack pun perlahan melepaskan rangkulan tangannya di pinggang Alice dan hendak berbalik untuk pergi ke kamar mandi.


Namun..


Sebelum pria itu berbalik, Alice dengan cepat menaruh tangannya di dada bidang Jack dengan lembut.


DEG!!


Seketika tubuh Jack menggelinjang dan semakin merasakan sesuatu yang membuncah di dalam tubuhnya.


Jack menyentuh tangan Alice dan mencoba melepaskannya,


"Untuk saat ini.. Jangan sentuh aku dulu.." ucapnya dengan nafas yang memburu.


"Aku tidak ingin melakukan hal yang tidak-tidak padamu.. Aku sedang berusaha untuk menahannya.." lanjutnya sambil menatap Alice sangat dalam.


Alice hanya dapat terdiam sambil menatap dalam mata Jack. Pria itu.. Pria itu pasti sangat tersiksa, pikirnya.


Jack tersenyum lembut dan menyentuh pipi Alice,


"Kau tidak perlu khawatir.. aku.. aku bisa mengendalikannya" ujarnya mencoba meyakinkan Alice.


Jack pun melepaskan tangannya dari Alice dan mulai berbalik untuk pergi ke kamar mandi.


Alice hanya terdiam di tempatnya dan menatap punggung Jack..


Seketika ia pun terdiam saat baru menyadari bahwa ternyata sejak tadi tubuh Jack, rambut dan juga celananya sudah basah.


Apa..


Sebelumnya pria itu juga telah merendam dirinya untuk meredakan efek obat perangsang itu?? pikirnya.


Alice terdiam di tempatnya sambil mengepalkan tangannya kuat. Apa yang harus ia lakukan sekarang?? pikirnya lagi.


Jack berdiri di depan pintu kamar mandi dan hendak masuk ke dalam.


Namun..


Tiba-tiba sebuah tangan melingkar dan memeluk tubuhnya dengan erat.


DEG!!


Seketika jantungnya pun berdebar dengan tidak karuan saat merasakan tangan lembut dan harum tubuh Alice.


Jack menutup matanya dan mencoba kembali menahan gejolak di tubuhnya yang semakin menggila,


"Alice.. Apa yang kau.." ucapnya terputus dengan suara bergetar menahan sesuatu di tubuhnya.


Alice memeluk tubuh Jack dari belakang dengan jantungnya yang juga sedang berdebar dengan kencang. Ia telah membuat keputusan, dan ia tidak tega melihat Jack yang tersiksa seperti ini.


"Jack.. Aku... Aku akan membantumu menghilangkan efek obat itu" ucapnya pelan.


DEG!!


Lagi-lagi jantung Jack kembali berdebar dua kali lebih kencang setelah mendengar ucapan Alice tadi.


Apa.. Apa ia salah dengar?? pikirnya masih tidak percaya.


Jack pun dengan segera membalikkan tubuhnya dan menatap Alice dalam,


"Apa.. Apa yang baru saja kau katakan??" tanyanya masih tidak percaya.


Alice menutup matanya sejenak dan menghela nafasnya pelan. Ia pun menegakkan tubuhnya dan menatap Jack dengan serius,


"Aku tau.. kau telah mencoba untuk merendam dirimu.. Tapi, tapi kurasa itu tidak berhasil" ujarnya yang membuat Jack terdiam.


Alice pun mendekati Jack dan menyentuh dada pria itu dengan tatapan yang sedikit berkaca-kaca,


"Jangan menyiksa dirimu Jack.." ucapnya sedikit bergetar.


Tubuh Jack semakin menggila saat tangan Alice menyentuh dada polosnya. Ia menutup matanya dengan kuat sambil mengerang pelan.


Ia tidak bisa lagi menahannya!!


Jack membuka matanya dan menatap Alice sangat dalam sambil menyentuh tangan gadis itu yang berada di dadanya,


"Alice.. Jangan memaksakan dirimu.. Aku.. Aku tidak mau jika kau melakukannya dengan terpaksa" ucapnya dengan suara beratnya.


Alice menyentuh bibir Jack dengan jari telunjuknya dan menatapnya dengan tatapan dalam dan yakin,


"Lakukanlah.." ucapnya tanpa ragu.


Jack pun kembali meyakinkan dirinya dan menatap mata Alice. Tatapan gadis itu terlihat yakin dan tidak ragu ataupun takut..


Dengan perlahan pria itu pun memeluk pinggang Alice dan mendekatkan wajahnya pada wajah kekasihnya itu,


"Aku.. Aku akan mengeluarkannya di luar" bisik Jack dalam.


Alice menutup matanya dan mencoba menenangkan debaran jantungnya yang menggila..


Tubuh Jack perlahan membawa tubuh Alice mendekati tempat tidur tanpa melepaskan ciuman mereka.


BRUK!!


Keduanya pun terjatuh diatas tempat tidur. Jack perlahan melepaskan ciumannya dan menatap Alice dalam,


"Aku mencintaimu... sangat.. sangat.. mencintaimu.." bisiknya dalam.


Setelah itu mereka pun mulai melewati malam itu dengan penuh cinta dan kehangatan..




Cahaya matahari terlihat mulai masuk melalui celah jendela..



Seorang pria yang sudah terjaga terlihat tidak pernah melepaskan pandangannya dari seorang gadis yang masih tertidur dengan lelap.



Jarinya menelusuri rambut gadis itu dengan lembut dan penuh cinta..



Setelah ia melakukannya dengan Alice semalam. Jack telah memutuskan sesuatu di dalam hatinya. Dan, ia yakin keputusannya ini tidak akan bisa membuat ibunya ikut campur dan menentangnya.



Jack tidak akan membiarkan siapapun kali ini menghalanginya!



Perlahan Alice terlihat menggeliat dan membuka matanya pelan. Pandangannya langsung tertuju pada Jack yang terlihat masih bertelanjang dada dan tersenyum lembut padanya.



Seketika pipi Alice pun bersemu merah ketika mengingat apa yang ia lakukan bersama Jack semalam. Ia pun dengan cepat menarik selimut dan menutup wajahnya.



Jack yang melihat hal itu mencoba untuk kembali menatap Alice,



"Hey, ada apa sayang??" tanyanya lembut.



Jantung Alice berdebar kencang dan ia terlihat malu untuk menatap Jack. Perlahan tangan Jack pun meraih selimut itu dan membukanya untuk menatap Alice,



"Alice.. Apa kau baik-baik saja??" tanyanya.



Alice tidak menjawab pertanyaan Jack dan hal itu membuat Jack terlihat khawatir dan cemas. Apa.. Alice menyesal atas apa yang mereka lakukan semalam?? pikirnya panik.



"Alice.. Apa.. Apa kau menyesalinya??" tanya Jack dalam.



Alice seketika menatap pria itu dan menggeleng pelan,



"Tidak Jack.." jawabnya pelan.



"Aku.. Aku hanya malu" lanjutnya sambil membuang wajahnya ke samping.



Seketika perasaan lega pun menghampiri Jack. Ia tersenyum lembut dan menyentuh pipi kekasihnya itu,



"Alice.. ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucapnya tiba-tiba dengan serius.



Alice terdiam sejenak dan kembali menatap Jack,



"Apa??" tanya Alice penasaran.



Jack menghela nafasnya pelan dan menatap Alice dengan tatapan paling seriusnya,



"Aku.. Aku ingin bertemu orang tuamu. Dan.. Aku ingin, kita segera menikah!" ucapnya yang membuat Alice terkejut seketika.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁



Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍