
Lola menatap cucunya dengan tatapan penuh keterpesonaannya. Ia merapihkan sisi rambut Alice sedikit dan tersenyum puas,
"Kau benar-benar cantik" pujinya.
Ia pun menuntun Alice ke depan cermin dan tersenyum,
"Bagaimana menurutmu??" tanyanya pada Alice dengan senyumannya.
Alice memandang penampilannya di depan cermin dan terdiam sejenak,
Gadis itu terlihat sedikit tidak percaya diri karena memakai gaun berwarna terang. Biasanya Alice selalu memakai pakaian yang berwarna sedikit gelap.
"Kau terlihat sangat cantik!! Tidak salah waktu itu nenek memilih warna gaun ini untukmu, lihat.. ini benar-benar sangat cocok untukmu" ucap Lola senang.
Alice menatap sang nenek dan terlihat sedikit tidak nyaman. Lola yang mengerti perasaan Alice dari tatapannya pun seketika mengusap bahu cucunya itu,
"Percaya pada nenek, gaun ini sangat cocok untukmu. Kau terlihat sangat cantik dan mempesona! Nenek yakin, Jack pun akan terpesona padamu" ucapnya lagi sambil mengedipkan sebelah matanya.
Alice pun akhirnya hanya dapat menghela nafasnya pasrah. Gadis itu menatap sang nenek dan kembali teringat dengan buku yang di bacanya tadi pagi,
"Nenek.. Bolehkan aku bertanya sesuatu??" tanyanya pelan.
Lola menatap cucunya itu dan tersenyum lembut,
"Tentu saja" jawabnya.
Alice terdiam sejenak dan hendak mengatakan sesuatu. Namun, seketika terdengar suara mobil yang terparkir di halaman rumah Lola,
"Ah.. Itu pasti Jack!!" ucap Lola excited.
Ia pun menatap kearah jendela dan tersenyum senang saat melihat mobil Jack yang terparkir disana,
"Jack sudah tiba! Kau tunggu disini saja, biar nenek yang ke bawah.. Nenek ingin membuat ia terkejut dengan penampilanmu yang memukau ini" ujarnya bersemangat dan dengan segera keluar dari kamar Alice.
Alice menatap kepergian sang nenek dan menghela nafasnya pelan. Gadis itu kembali menatap penampilannya di depan cermin. Entah mengapa jantungnya tiba-tiba berdebar tak karuan sekarang.
Sebentar lagi ia akan makan malam di rumah Jack bersama orang tuanya. Dan, entah mengapa ia benar-benar gugup sekarang. Bagaimana jika ibu Jack masih enggan untuk menerimanya?? pikir Alice takut.
Gadis itu pun menutup matanya dan mencoba relax.
Tenang Alice.. Hadapi semuanya dengan santai, pikirnya mencoba menenangkan diri.
Alice pun merapihkan kembali tatanan rambutnya yang di ikat setengah itu. Tatapannya seketika terarah pada jepit rambut yang di berikan Jack kemarin.
Alice mengambil jepit itu dan tersenyum lembut. Ia pun dengan segera menyematkan jepit itu disisi rambutnya...
~~
Lola membukakan pintu dan terlihat Jack yang sudah berdiri di luar dengan senyuman menawannya,
"Selamat malam nenek" sapanya.
Lola membalas senyuman Jack,
"Selamat malam, ayo masuk!" balasnya bersemangat.
Jack dan Lola pun masuk dan melangkah kearah ruang tamu,
"Silahkan duduk,. Alice masih bersiap di kamarnya.. Sebentar lagi dia akan turun" ucap Lola.
Jack pun tersenyum dan duduk di sofa. Pria itu sudah terlihat rapih dan menawan. Jack memakai jas berwarna coklat tua dan rambutnya di tata dengan rapih, sehingga membuat wajahnya terlihat semakin tampan.
"Apa kau mau minum dulu??" tawar Lola pada Jack.
Jack pun menggeleng pelan,
"Tidak nek, tidak usah repot-repot" jawab Jack tersenyum.
Lalu, tidak lama setelah itu, terlihat Alice pun turun dari arah tangga menuju ruang tamu. Lola membalikkan tubuhnya dan tersenyum puas melihat penampilan Alice,
"Itu dia" ucapnya yang membuat Jack langsung mengarahkan pandangannya kearah tangga.
DEG!!
Seketika jantung pria itu berdebar dengan kencang saat melihat penampilan Alice yang terlihat sangat cantik dan mempesona.
Jack tanpa sadar berdiri dari duduknya dan menatap kekasihnya itu tanpa berkedip. Lola melihat reaksi Jack dan tersenyum puas. Seperti dugaannya, Jack pasti akan sangat terpesona dengan penampilan Alice yang begitu cantik malam ini.
Pria itu menatap penampilan Alice dari atas sampai bawah tanpa mengedipkan matanya sedikit pun. Baru kali pertama ini ia melihat Alice memakai gaun berwarna terang dan membuat warna kulit putihnya terlihat begitu kontras dengan gaun berwarna pink lembutnya.
Alice terlihat sedikit salah tingkah dan mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari Jack yang terlihat begitu tampan malam ini. Gadis itu mencoba memasang wajah datarnya dan bersikap seperti biasa.
Lola tersenyum pada kedua pasangan itu dan berdehem pelan,
"Ekhem.. Bagaimana penampilan Alice malam ini menurutmu?? Nenek yang membantu dia berdandan" bisik Lola pada Jack dengan tersenyum bangga.
Jack pun terlihat sedikit salah tingkah dan menatap Lola dengan senyumannya,
"Dia terlihat sangat cantik.. Maksudku, hari-hari biasa pun Alice sudah terlihat cantik, tapi.. malam ini dia terlihat dua kali lipat lebih cantik dan mempesona" bisik Jack pada Lola dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari kekasihnya itu.
Lola pun hanya terkekeh puas mendengar jawaban jujur Jack.
Alice perlahan melangkah mendekati Lola dan Jack. Jack masih memandang Alice dengan tatapan dalamnya,
"Kau terlihat sangat cantik.. Aku sampai tidak bisa melepaskan pandanganku darimu" ucap Jack jujur pada kekasihnya itu.
Pipi Alice terlihat sedikit merona dan gadis itu mencoba untuk mengendalikan ekspresinya,
"Apa kita berangkat sekarang???' tanyanya mengalihkan pembicaraan.
Jack pun terkekeh pelan dan mengulurkan tangannya pada Alice,
"Tentu saja, tuan putri.." balas Jack dengan tatapan menggodanya.
Jika boleh jujur, Jack saat ini ingin sekali mencium Alice sekarang. Tetapi, ia sadar disini masih ada Lola.
Alice terlihat sedikit protes mendengar ucapan Jack tadi namun tetap meraih uluran tangan pria itu.
Jack tanpa berbasa-basi langsung mengecup tangan Alice yang meraih jabatan tangannya tadi. Seketika Alice pun sedikit terkejut dan memberikan isyarat pada Jack bahwa neneknya masih ada diantara mereka sekarang. Namun, Jack terlihat santai dan tersenyum pada Lola yang malah terlihat senang saat Jack mengecup lembut tangan Alice.
"Nenek, kami pamit sekarang" ucap Jack pamit pada Lola.
Ia pun tersenyum dan mengangguk,
"Baiklah.. Nenek titip Alice ya" ucap Lola.
Jack pun tersenyum dan mengangguk,
"Baik nek" balasnya.
Setelah itu Jack pun menuntun Alice menuju mobilnya dan membukakan pintu untuk gadis itu, dan segera berangkat menuju kediaman orang tuanya.
"Kau gugup???' tanya Jack.
Alice seketika melirik pada Jack dan mengangguk pelan,
"Lumayan" jawabnya singkat.
Jack tersenyum pelan dan mengecup lembut telapak tangan gadis itu,
"Tidak usah gugup.. ada aku disini" ujarnya menenangkan.
Alice pun hanya dapat menghela nafasnya pelan dan mengangguk pada Jack.
Setelah perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Jack dan Alice pun telah tiba di rumah Jack. Pria itu memarkirkan mobilnya di halaman dan kembali menatap Alice,
"Kau siap??" tanyanya.
Alice terlihat mencoba menenangkan dirinya dan mengangguk pelan. Jack pun tersenyum dan meraih dagu Alice agar bertatapan dengannya.
"Tunggu.. Sebelum kita masuk.. ada satu hal yang ingin aku lakukan sejak tadi.." ucapnya intens dan membuat Alice mengernyitkan keningnya dengan bingung. Sesuatu Apa?? pikir Alice.
Jack pun dengan cepat mendekatkan wajahnya pada wajah Alice dan mencium bibir gadis itu untuk beberapa detik,
CUP!!
Alice terlihat cukup terkejut dan langsung menatap Jack yang masih berada sangat dekat dengannya,
"Aku ingin mencium mu sejak tadi.." bisik Jack dalam.
"Kau terlihat sangat cantik.." lanjutnya sambil mengusap tengkuk Alice.
Alice pun mencoba menyembunyikan rona merahnya dan seketika berpaling dari tatapan Jack,
"Sudah cukup, ayo kita masuk" ajak Alice.
Jack yang menyadari rona merah di pipi kekasihnya itu seketika terkekeh pelan,
"Baiklah" jawabnya lembut.
Seorang pelayan pun menghampiri mobil Jack dan membukakannya untuk mereka berdua. Jack meraih tangan Alice dan menggenggamnya untuk masuk bersama ke dalam rumah.
Namun, sebelum mereka benar-benar masuk, tiba-tiba tatapan Jack pun terarah pada sebuah mobil yang juga terparkir di depan rumahnya.
Apakah ada tamu lain?? pikir Jack dalam hatinya.
Ia menelisik mobil itu dan merasa tidak asing. Ia pun mencoba berpikir..
Dan, seketika Jack sedikit terkejut saat telah mengingat mobil siapa yang tengah terparkir di halaman rumahnya.
Bukankah.. ini mobil Jessica?? pikir Jack.
Apa yang wanita itu lakukan disini sekarang?? pikirnya lagi.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍