
BRUK!!
"Aakkhh!" pekik Alice terkejut.
Jack memeluk pinggang Alice dan menatap wajah kekasihnya dengan intens,
"Sekarang sudah masuk jam istirahat. Jadi... Kau bukan lagi mahasiswa magang.." ucapnya terputus.
"Tetapi.. kekasihku.." bisiknya intens dan dalam.
Pria itu tersenyum lembut dan menyentuh pipi Alice. Ia mengecup pipi itu cukup lama dan dalam, membuat Alice menutup matanya menikmati kehangatan bibir Jack disana.
Jack perlahan melepaskan ciuman di pipi Alice dan menatap wajah kekasihnya dengan lekat. Alice membuka matanya perlahan dan balas menatap mata Jack yang tengah menatapnya dalam.
Jack membelai pipi Alice dan berbicara lembut padanya,
"Ada apa?? Aku tau ada yang menganggu pikiranmu sekarang.. Aku bisa melihatnya dari tatapan matamu" ucap Jack lembut.
Alice pun hanya bisa menghela nafasnya pelan dan menatap Jack dengan kagum. Pria itu selalu mengetahui isi hatinya hanya dengan menatap kedua matanya saja..
Alice menunduk pelan dan kembali menatap Jack,
"Pagi tadi... Apakah.. Apakah Jessica mengatakan sesuatu padamu??" tanyanya pelan.
"Dia terlihat sangat marah dan menatapku dengan tatapan penuh kebencian" lanjut Alice dengan pelan.
Jack menatap kekhawatiran Alice dan kembali membelai pipi sang kekasih untuk menenangkannya,
"Jangan terlalu di pikirkan.. Seiring berjalannya waktu, dia pasti akan menerima keadaan dan mulai menerima semuanya dengan lapang dada" ujar Jack menenangkan.
Alice pun kembali menghela nafasnya pelan,
"Dia pasti sangat membenciku.. Dan, berpikiran yang tidak-tidak padaku" ucap Alice lagi.
Jack mengeratkan pelukannya di pinggang Alice dan menatapnya dengan lembut,
"Dia hanya salah paham dan belum menerima kenyataan. Seiring berjalannya waktu, ia akan menemui kebenarannya dan mulai menerima semuanya. Bagaimanapun juga.. Jessica sudah sangat tau bahwa aku tidak memiliki perasaan sedikitpun padanya dan alasan apa yang membuat hubungan kami harus berakhir. Jadi.. tidak perlu merasa bersalah" ucap Jack.
Alice masih terlihat memendam kekhawatiran dan membuat Jack perlahan menakup wajah gadis itu agar bertatapan dengannya,
"Sayang.. Jangan mengkhawatirkan hal ini lagi. Kau juga tidak perlu merasa bersalah.. Kau tidak melakukan kesalahan apapun" ujarnya lembut.
"Sekarang.. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum dan berhenti memikirkan hal-hal yang tidak penting. Jadi.. Bisakah kau memberiku sebuah senyuman??" tanyanya dengan tatapan memohon.
Alice pun menatap kedua mata pria itu dan mulai tersenyum lembut. Jack yang melihat senyuman dari sang kekasih pun mulai mengembangkan senyumannya,
"Jangan biarkan senyuman ini hilang di wajah cantikmu.. Aku ingin selalu melihatnya.." bisik Jack dalam.
Pria itu pun perlahan menatap Alice dengan intens dan mulai mengarahkan pandangannya pada bibir merah muda Alice.
Perlahan tapi pasti, pria itu mulai menakup wajah Alice dengan sebelah tangannya dan mendekatkan bibirnya pada bibir Alice,
"Aku mencintaimu.." bisiknya dalam.
Ia pun mengikis jarak di antara mereka dan mulai menempelkan bibirnya pada bibir Alice,
CUP!!
Bibir kedua insan manusia itu pun saling menempel dengan lembut dan saling menyalurkan kehangatan satu sama lain.. Menyalurkan cinta mereka yang begitu dalam dan tulus.
Perlahan bibir Jack pun terbuka dan mulai ******* lembut bibir Alice dengan hati-hati. Ciumannya semakin dalam dan bertempo lebih cepat dari sebelumnya saat Alice mulai membuka mulutnya dan memberikan akses bagi pria itu untuk memperdalam ciuman mereka.
Tangan Jack semakin erat memeluk pinggang Alice dan membuat jarak diantara keduanya semakin hilang. Sedangkan Alice mulai memeluk leher Jack dan menikmati ciuman mereka yang membuat perasaan gundah yang ia rasakan sebelumnya menghilang..
Mereka menikmati ciuman itu dengan perasaan penuh cinta, dalam dan bergairah..
Dan..
Tanpa kedua pasangan itu sadari, ada seorang wanita yang merasakan hatinya bagaikan di hantam ribuan batu besar yang membuat hatinya hancur tak tersisa.
Jessica yang tengah berdiri di balik celah pintu yang tidak tertutup rapat itu pun seketika menutup mulutnya dengan air mata yang langsung mengalir di pipinya. Sebelah tangannya menyentuh dadanya yang terasa sangat sesak sampai ia harus meremasnya dengan kuat.
Di depan matanya..
Ia melihat seseorang yang sangat ia cintai tengah berciuman panas dengan seorang gadis yang sebelumnya ia anggap sebagai adiknya sendiri, namun ternyata menusuknya dari belakang..
Jessica merasakan sakit yang teramat melihat adegan itu. Bahkan.. selama dirinya berhubungan dengan Jack bertahun-tahun pun, pria itu tidak pernah menyentuhnya, bahkan menciumnya seperti yang ia lakukan pada Alice saat ini.
"Kau benar-benar ****** Alice!!!" desisnya tajam dengan suara yang bergetar.
Wanita itu mengepalkan tangannya dan menjatuhkan berkas yang sebelumnya harus ia berikan pada Jack. Namun, sayangnya ia malah melihat adegan yang sangat tidak ingin ia lihat selama hidupnya! Adegan yang membuatnya bahkan merasa lebih baik tertusuk pisau dari pada melihat adegan seperti ini di depan matanya langsung.
Wanita itu pun tanpa mau berlama-lama lagi langsung berlari pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan sakit yang teramat dalam..
Hari sudah menunjukan pukul 6 sore dan langit pun sudah mulai terlihat gelap..
Sherly terlihat berdiri di depan sebuah rumah dengan jantung yang berdebar.
Dan, Sherly sangat berharap semua itu tidak benar adanya..
Gadis itu hendak memencet bel di depan gerbang rumah Lola. Namun, tangan gadis itu terhenti di udara seketika saat mendengar suara mobil yang berhenti tidak jauh dari rumah Lola.
Sherly pun menatap mobil itu dan memilih untuk sedikit bersembunyi di balik sebuah pohon.
Gadis itu mengernyitkan keningnya saat merasa tidak asing dengan mobil di depannya. Lalu.. tatapan Sherly pun seketika berubah terkejut saat melihat Jack yang turun dari pintu kemudinya dan berjalan kearah pintu penumpang di sebelahnya.
'Apa yang Kak Jack lakukan disini??' pikir Sherly sedikit waspada.
Dan, Sherly pun seketika membelalakkan matanya saat melihat Alice yang baru saja turun dari dalam mobil dengan Jack yang membukakan pintu untuknya.
DEG!!
Jantung Sherly pun berdebar kencang dengan tidak percaya. Ia menutup mulutnya sambil menggeleng pelan,
"Tidak mungkin..." bisiknya masih mencoba untuk berpikir positif.
Jack dan Alice terlihat mengobrol sejenak dan terlihat saling melempar senyuman. Jack pun membelai pipi gadis itu dan mengecup keningnya cukup lama.
Seketika hati Sherly pun terasa hancur melihat adegan di depannya. Jadi.. Jadi.. semua yang di katakan kakaknya itu benar??
Alice.. telah merebut Jack dari kakaknya!!
Terlihat Alice melambaikan tangannya pada Jack saat Jack telah kembali masuk dan menyalakan mobilnya kembali untuk pergi.
Alice menatap kepergian mobil Jack lalu menghela nafasnya pelan. Ia memang meminta Jack untuk tidak berhenti tepat di depan rumah neneknya, karena Alice belum siap memberitahu sang nenek tentang hubungan mereka.
Gadis itu terdiam sejenak di tempatnya dan mulai membalikkan tubuhnya untuk berjalan ke rumah neneknya..
Namun, saat gadis itu berbalik, tiba-tiba ia di kagetkan dengan Sherly yang sudah berada di belakang tubuhnya..
Alice sedikit terkesiap dan menatap Sherly yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan..
Saat gadis itu hendak membuka mulutnya untuk bersuara, tiba-tiba saja dengan cepat Sherly mengangkat sebelah tangannya dan menampar pipi Alice dengan kuat,
PLAK!!!
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️
Sedikit curcol, author sebenarnya udah blank bgt sama cerita ini huhu..
Rasanya pengen cepet beres dan ganti sama novel baru yg udah author siapin. Mungkin ide author terbelah nih sama novel baru yg lagi di rencanain ini, jadi mikirin untuk cerita MM ini sedikit stuck dan tidak semangat..
Atau mungkin author harus rehatin dulu cerita ini ya, dan fokus sama cerita baru dulu.. 😔