Mysterious Man

Mysterious Man
Pesta



"Jadi.. yang harus kita lakukan adalah.. menghilangkan pengganggunya" lanjutnya yang membuat Sherly terlihat sedikit terkejut.


"Apa.. maksud kakak??" tanya Sherly hati-hati.


Jessica terdiam sejenak dan menatap sang adik dengan tatapan penuh arti,


"Menurutmu.. apa yang akan kakak lakukan??" tanya Jessica balik penuh arti.


Sherly terlihat berpikir dan menggeleng dengan sedikit khawatir,


"Aku tidak tau.." jawabnya.


"Jangan katakan.. kakak akan melakukan hal yang tidak-tidak pada Alice??" tanya gadis itu sedikit curiga.


Jessica terlihat diam untuk beberapa saat dan tertawa pelan,


"Kau ini.. tentu saja aku bukanlah orang yang seperti itu. Aku tidak akan melakukan hal kotor apapun atau mencelakai siapapun" balasnya dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.


Sherly seketika menghela nafasnya dengan lega,


"Syukurlah.." ucapnya pelan.


"Walaupun aku bukan lagi teman Alice, tetapi.. aku juga tidak mau bersaing dengan cara kotor seperti itu. Setidaknya aku akan melakukan caraku sendiri untuk menarik hati Justin" lanjutnya.


Jessica tersenyum pelan dan mengangguk,


"Baguslah" ucapnya pelan.


Ia pun menatap jam di dinding dan kembali menatap Sherly,


"Ayo kita berangkat ke hotel sekarang.. Ibu dan ayah pasti sudah menunggu kita" ajaknya.


Sherly pun mengangguk dan sejenak kembali menatap penampilannya di depan cermin. Setelah itu ia dan Jessica pun turun ke bawah untuk segera berangkat menuju tempat pesta ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya.



Mobil Jack telah tiba di depan hotel Klinton. Dari dalam mobil, Alice dapat melihat ramainya para tamu yang di undang ke pesta malam ini. Sepertinya pesta pernikahan orang tua Sherly diadakan cukup mewah dan mengundang banyak rekan bisnis nya, pikir Alice.



Orang-orang yang hadir pun terlihat bukan orang sembarangan. Mereka semua adalah pebisnis sukses dari dalam dan luar negri. Serta ada beberapa artis yang cukup terkenal juga menjadi tamu undangan.



Jack menghentikan mobilnya di depan hotel dan menatap Alice dengan lembut,



"Kita turun sekarang??" tanyanya pada Alice.



Alice terlihat menghela nafasnya pelan dan mengangguk. Jack mengusap lembut tangan sang kekasih, ia tau Alice terlihat gugup sekarang.



Entah mengapa Alice begitu gugup malam ini. Ia sebenarnya merasa sedikit takut untuk bertemu keluarga Jessica dan juga Sherly kembali. Terakhir kali ia bertemu Sherly saat malam dimana gadis itu memergokinya bersama Jack dan menamparnya.



Alice bukan takut karena merasa bersalah. Tetapi, ia merasa takut jika Sherly tidak nyaman dengan kedatangannya.



"Jangan khawatirkan apapun.. Ada aku disini" ucap Jack menenangkan.



Pria itu mengecup tangan Alice cukup lama sambil menatapnya dalam. Alice tersenyum lembut dan merasa mulai relax setelah Jack mengecup tangannya.



Jack pun dengan perlahan mendekatkan tubuhnya pada Alice dan melepaskan sabuk pengaman gadis itu sambil mencuri kesempatan untuk mengecup pipi gadis yang sangat ia cintai itu.



CUP!!



"Kau sangat cantik.. Aku merasa tidak rela membawamu ke dalam sana dan membiarkan orang lain menatap kecantikanmu" bisik Jack di telinga Alice.



Alice seketika tersenyum pelan sambil menepuk bahu Jack pelan,



"Apa kau sedang menggodaku??" tanya Alice.



Jack tersenyum dengan tatapan menggodanya dan kembali berbisik di telinga gadis itu,



"No, I'm serious" ucapnya dalam.



Alice pun tersenyum dan mendorong pelan dada Jack,



"Sudah cukup, kita harus masuk sekarang" ujarnya mengalihkan pembicaraan dan bersiap untuk keluar dari dalam mobil.



Jack pun tersenyum pelan dan dengan segera keluar dari dalam mobil untuk berputar dan membukakan pintu untuk Alice.




Jack mengecup lembut tangan kekasihnya itu dan mengaitkannya di siku tangannya. Pria itu menyerahkan kunci mobilnya pada pelayan dan berlalu pergi untuk segera masuk ke tempat pesta.



Tanpa kedua pasangan itu ketahui, terlihat dari kejauhan Jessica yang baru tiba tengah menatap kearah mereka berdua dengan tangan yang terkepal kuat.



Sherly menatap sang kakak dan menepuk pundaknya pelan,



"Kita sudah sampai kak, ayo turun" ajaknya.



Jessica pun mulai tersadar dan mengangguk pelan pada Sherly. Mereka berdua pun keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam tempat pesta.




Dari dalam aula tempat pesta yang megah, terlihat Nyonya dan Tuan Klinton tengah menyambut beberapa tamu yang baru saja tiba dengan senyuman bahagia mereka,


"Selamat hari jadi pernikahan Nyonya dan Tuan Klinton" sapa salah satu tamu.


Julie Klinton dan Arthur Klinton pun tersenyum menanggapi ucapan selamat itu,


"Terimakasih Tuan dan Nyonya Wilson, senang sekali kalian bisa menyempatkan waktu datang ke pesta ini" balas Julie Klinton.


"Tentu saja.. Aku sengaja mengosongkan jadwalku untuk hadir ke pesta ini. Selamat ya sekali lagi, anniversary pernikahan kalian yang ke 27 tahun, sungguh angka yang sangat luar biasa" ucap Nyonya Wilson memuji.


Julie Klinton tersenyum dan mengangguk pelan,


"Terimakasih banyak.. Silahkan nikmati pestanya ya" ucapnya.


Julie Klinton mengarahkan pandangannya kearah luar dengan sedikit cemas,


"Dimana Jessica dan Sherly?? Mengapa mereka belum juga sampai, padahal pestanya sebentar lagi akan di mulai" ujarnya khawatir.


Arthur Klinton mengikuti arah pandang istrinya dan menghela nafasnya pelan,


"Sebentar lagi mereka pasti tiba" ucapnya menenangkan.


Kedua pasangan suami istri itu kembali menyapa para tamu yang baru saja hadir.


Tiba-tiba, pandangan Julie Klinton pun mengarah pada Jack dan juga Alice yang terlihat baru masuk ke dalam tempat pesta.


Seketika senyuman Julie Klinton pun menghilang saat melihat kedua pasangan itu,


"Siapa yang mengundang gadis itu kemari??" bisiknya tidak suka pada sang suami.


Arthur Klinton mengikuti arah pandang istrinya dan terdiam sejenak,


"Memangnya kenapa?? Kita kan mengundang Jack. Tentu saja Jack juga pasti membawa kekasihnya" balasnya santai.


Julie Klinton mendelik tidak suka dan menatap kedua pasangan itu dengan tajam.


Jack menuntun Alice untuk mendekati pasangan suami istri itu. Alice terlihat mengeratkan sedikit pegangan tangannya pada Jack. Pria itu pun mengusap lembut tangan Alice untuk menenangkannya,


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Klinton" sapa Jack saat mereka telah tiba di hadapan pasangan suami istri itu.


Arthur tersenyum pada Jack dan membalas sapaannya,


"Selamat malam Jack" balasnya ramah.


Sedangkan Julie Klinton terlihat mendelik pada pasangan kekasih itu. Arthur menatap Alice dan juga menyapanya dengan ramah,


"Ah, ini pasti Alice.. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir disini" sapanya ramah.


Alice tersenyum pelan dan membalas sapaan Arthur,


"Selamat malam Tuan dan Nyonya, selamat atas hari jadi pernikahan kalian" balas Alice sedikit canggung.


Arthur tersenyum dan mengangguk pelan, sedangkan sang istri tidak menanggapi ucapan Alice dan memilih memalingkan wajahnya.


Lagipula, siapa gadis itu..


Tidak seharusnya ia ada disini. Bahkan, ia pun bukan teman Sherly lagi, pikirnya.


Lalu, tiba-tiba terlihat seorang wanita paruh baya yang menatap kearah Alice dengan kening yang berkerut. 'Sepertinya.. ia mengenal gadis itu' pikirnya saat melihat Alice.


Seketika ia pun sedikit terbelalak setelah mengingatnya,


"Ah.. Kau Alice kan??" tanyanya tiba-tiba menghampiri gadis itu.


Tatapan Jack, Julie dan Arthur pun seketika teralihkan pada wanita paruh baya itu yang mereka kenal sebagai salah satu seorang pebisnis wanita yang berpengaruh di negara ini.


Alice terlihat sedikit kebingungan dan mencoba tersenyum,


"I.. Iya" jawab Alice sedikit canggung.


Siapa wanita paruh baya ini??


Dan, mengapa ia mengenalnya?? pikirnya.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍