Mysterious Man

Mysterious Man
Hatred



Miranda berjalan di koridor dengan perasaan tidak menentu. Ia merasa kesal pada Jack karena begitu berani memperkenalkan kekasih barunya tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Walaupun Jack mencintai gadis itu, tetap saja bagi Miranda tindakan pria itu telah salah karena menjalin hubungan di belakang Jessica sebelum mereka resmi berpisah.


Ditambah lagi gadis bernama Alice itu terlihat menyebalkan menurutnya. Walaupun ia mengakui bahwa Alice adalah gadis yang cantik, tetapi ia mempunyai sifat yang buruk karena telah merebut Jack dari Jessica...


Saat wanita paruh baya itu hendak berbelok di koridor, tiba-tiba saja ia berpapasan dengan Jessica yang berjalan berlawanan arah dengannya,


"Ah! Jessica" seru Miranda sedikit terkejut.


Jessica juga terlihat terkejut dan langsung tersenyum saat menyadari Miranda yang berada di depannya,


"Bibi" ucapnya.


"Bibi ke kantor hari ini??" tanyanya.


Miranda balas tersenyum pada Jessica dan mengangguk pelan,


"Iya.." jawabnya.


Pandangan Miranda pun terarah pada sebuah berkas yang di bawa Jessica,


"Kau.. Mau kemana??" tanyanya.


Jessica pun menatap arah pandang Miranda dan tersenyum pelan,


"Oh, aku ingin mengantar berkas ini ke ruangan Jack" jawabnya dengan nada pelan.


Miranda pun seketika menghela nafasnya dan menggeleng pelan,


"Jangan masuk ke dalam! Berikan saja berkas itu pada Morgan" cegahnya tiba-tiba yang membuat Jessica mengernyitkan keningnya.


"Memangnya.. Kenapa??" tanya Jessica tidak mengerti.


Mengapa Miranda melarangnya untuk ke ruangan Jack?? pikirnya bingung.


Miranda terlihat sedikit salah tingkah dan mencoba tersenyum,


"Tidak apa-apa.. Bibi hanya.. Bibi hanya ingin mengajakmu keluar sekarang. Kau.. mau kan menemani Bibi??" ucapnya cepat.


Jessica terlihat sedikit bingung, namun Miranda dengan cepat memasang wajah seriusnya,


"Bibi.. juga ingin mengatakan sesuatu hal yang penting padamu" lanjutnya lagi meyakinkan Jessica.


Jessica pun akhirnya menghela nafasnya pelan dan tersenyum pada Miranda,


"Baiklah.." jawabnya.



Saat ini Miranda dan Jessica tengah berada di salah satu restoran. Keduanya terlihat menikmati makanan mereka sambil berbincang ringan.



Jessica terlihat terdiam sejenak dan menatap Miranda dengan penasaran,



"Tadi.. Bibi bilang ingin mengatakan sesuatu padaku?? Tentang apa itu??" tanyanya pelan.



Miranda seketika berhenti mengunyah makanannya dan menatap Jessica dengan serius. Ia menghela nafasnya pelan,



"Setelah Bibi mengatakan ini, Bibi mau kau tidak bersedih.." ucapnya.



Jessica mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Miranda,



"Memangnya... Ada apa??" tanyanya penasaran.



Miranda pun menegakkan tubuhnya dan menatap Jessica,



"Sepertinya.. Dugaanmu tentang hubungan Jack dan Alice itu... adalah benar" ucap Miranda.



Jessica terlihat terkejut dan menatap Miranda dengan tatapan meminta penjelasannya,



"Darimana.. Bibi tau??" tanyanya.



Miranda terdiam sejenak dan menjawab pertanyaan Jessica,



"Karena.. Jack mengenalkan Alice langsung pada Bibi.. sebagai kekasihnya" jawabnya dengan perasaan bersalah.



DEG!!



Seketika Jessica merasa seluruh tubuhnya melemas dan mati rasa. Tubuhnya langsung tersandar ke sandaran kursi dengan lemas.



'Apa??? Jack mengenalkannya langsung??' tanyanya dalam hati dengan perasaan sakit.



Miranda yang melihat reaksi Jessica pun seketika menggenggam tangan wanita itu untuk menguatkannya,



"Tenang Jessica! Tenang! Kau jangan terlalu memikirkannya.. Bibi tidak akan merestui hubungan mereka sampai kapanpun" ucap Miranda.




"Tidak Bibi... Tidak.. hiks.." rintihnya.



Wanita itu merasa hatinya sangat hancur mendengar bahwa Jack saat ini telah memiliki hubungan dengan Alice. Bahkan, pria itu sendiri yang mengenalkannya pada Miranda..



"Jangan menangis sayang.. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Masih ada Bibi disini yang berada di pihakmu.. Bibi akan membantumu untuk bisa kembali bersama Jack" ucap Miranda.



Jessica yang masih tersedu pun mengangkat wajahnya dan menatap Miranda dengan putus asa,



"Bagaimana caranya Bibi?? Jack bahkan sekarang tidak ingin menatapku dan berbicara denganku terlalu lama" ucapnya terisak.



Miranda terlihat menghela nafasnya dan mencoba berpikir,



"Kau tidak perlu cemas.. Bibi akan mencari cara untuk membuat hubungan Jack dan gadis itu segera berakhir.. Kau tenang saja.." ucapnya lembut.



"Lagipula, gadis licik seperti itu tidak cocok dengan Jack. Jika dia memang gadis yang jahat dan memakai cara yang licik untuk mendapatkan Jack, maka kebusukannya lama-lama akan terbongkar.. Tuhan itu tidak tidur!" lanjutnya lagi.



"Jadi.. Jangan terlalu dipikirkan.. Bibi yakin, yang pantas bersama Jack itu hanya dirimu.. Dan, Bibi akan membuat Jack menyesal karena telah meninggalkanmu untuk gadis seperti itu" ujar Miranda lagi tegas.



Jessica pun akhirnya mulai berhenti terisak dan hanya bisa menunduk dengan lemas..



Dia benar-benar tidak rela melihat Alice yang sekarang bahagia diatas penderitaannya. Gadis itu benar-benar telah keterlaluan!! pikirnya emosi.



Hari sudah menunjukkan pukul 12 malam. Sherly terlihat duduk di ruang tamu dengan perasaan yang cemas. Sudah larut seperti ini tetapi kakaknya belum juga pulang.


Ia telah mencoba menghubungi sang kakak namun nomornya tidak aktif. Kebetulan hari ini hanya ada dirinya di rumah karena orang tuanya sedang berada di luar negri untuk beberapa hari.


Sherly yang semakin resah pun bangkit dari duduknya dan mencoba kembali menghubungi Jessica,


Tut...


(Nomor yang anda tuju sedang.....)


Dengan cepat Sherly pun mematikan panggilannya,


"Sebenarnya kau dimana kak??? Jangan membuatku khawatir.." bisiknya cemas.


Lalu dari luar, terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah. Sherly pun dengan segera berjalan cepat kearah jendela dan melihat mobil Jessica yang baru masuk.


Gadis itu pun bernafas lega dan berjalan kearah pintu untuk membukanya..


Sherly berdiri di depan pintu saat melihat Jessica yang sudah keluar dari dalam mobilnya. Gadis itu melipat tangannya di atas dada dan menatap sang kakak dengan tajam,


"Kakak darimana saja?? Mengapa pulang sangat larut??" tanya Sherly kesal.


Jessica terlihat berjalan dengan sedikit oleng dan menyentuh kepalanya yang terasa berat.


Sherly yang menyadari ketidak beresan kakaknya pun seketika mendekati Jessica dengan cemas,


"Kakak, ada apa?? Apa kakak baik-baik saja??" tanyanya khawatir.


Jessica mengangkat wajahnya dan tersenyum pelan pada Sherly,


"Tidak.. Aku.. baik-baik saja" jawab Jessica pelan.


Seketika Sherly pun terbelalak saat melihat mata sembab sang kakak dan juga bau alkohol di tubuhnya,


"Apa kakak mabuk??" tanya Sherly tiba-tiba dengan tatapan kecewanya.


Jessica terlihat memalingkan wajahnya dan kembali menyentuh kepalanya,


"Hanya sedikit..." jawabnya pelan.


Wanita itu pun hendak kembali berjalan meninggalkan Sherly, namun dengan cepat Sherly menahan tangannya dan membuat tubuh Jessica berhadapan dengan Sherly,


"Kenapa kakak mabuk?? Ada apa?? Mata kakak juga terlihat sembab" tanyanya bertubi-tubi.


"Apa.. ini masih berhubungan dengan Kak Jack??" tanyanya lagi penuh kecurigaan.


Jessica terlihat menunduk dan tidak menjawab pertanyaan sang adik. Sherly pun seketika menghela nafasnya dengan kesal,


"Cukup Kak!! Jangan tangisi lagi pria seperti itu!! Masih banyak pria baik di luar sana" ujar Sherly.


Namun, seketika air mata pun jatuh di pipi Jessica. Wanita itu mulai menangis dan menatap Sherly dengan tatapan sedihnya,


"Jack... Jack telah di rebut oleh gadis lain" ucap Jessica tiba-tiba yang membuat Sherly langsung mengernyitkan keningnya.


"Apa maksud kakak??" tanyanya tidak mengerti.


Jessica pun menatap Sherly dengan tatapan amarah yang terpancar disana,


"Alice...." ucap Jessica yang membuat Sherly semakin tidak mengerti.


Mengapa kakaknya tiba-tiba menyebut nama Alice?? pikirnya bingung.


"Alice... telah merebut Jack dari kakak!!" lanjutnya yang membuat Sherly terkejut seketika.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁