Mysterious Man

Mysterious Man
Back



Pagi ini Jack dan ayahnya telah tiba dari luar negri. Mereka terlihat sudah berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Morgan.


Hari ini Jack memutuskan untuk langsung pergi ke kantor walaupun sebenarnya dia sedikit lelah karena penerbangan tadi. Sedangkan ayahnya hanya akan mampir sebentar dan setelah itu kembali pulang.


Tom melirik pada Jack yang duduk di sebelahnya. Ia berdehem sejenak sambil kembali menatap ke depan,


"Bagaimana hubunganmu dengan kekasih barumu itu??" tanyanya tiba-tiba yang membuat Jack langsung menatap kearahnya.


Jack terdiam sejenak dan mengangguk pelan,


"Baik-baik saja.." jawabnya pelan.


Mereka berdua saling terdiam untuk beberapa saat sebelum Jack kembali bersuara,


"Namanya Alice.. Dia, adalah satu-satunya gadis yang aku cintai" ucap Jack tegas.


Tom pun menatap putranya dalam dan kembali menatap ke depan. Ia dapat melihat ketulusan dan kejujuran dari ucapan putranya itu. Tom pun menghela nafasnya dan kembali berdehem pelan,


"Kapan kau akan membawanya ke rumah??" tanya Tom tiba-tiba yang membuat Jack langsung menatap kearahnya.


Tom pun tersenyum pelan,


"Bukankah kau harus memperkenalkannya pada ayah dan juga ibumu??" tanyanya lagi.


Jack terdiam untuk beberapa saat dan menghela nafasnya,


"Ibu sepertinya belum bisa menerima hubunganku dan Alice" jawab Jack pelan.


Tom pun terdiam sejenak dan mengangguk pelan,


"Ibumu hanya belum mengenalnya.." ucap Tom.


Mereka pun kembali terdiam dan tidak melanjutkan pembicaraan itu, sampai tak terasa mobil pun telah tiba di depan Perusahaan Switzer.


Jack bersiap untuk keluar dari mobil. Tom terdiam sejenak dan kembali menatap Jack sebelum pria itu turun,


"Ajaklah Alice untuk makan malam besok di rumah.. Ayah ingin bertemu dengannya" ucap Tom yang membuat Jack menatap kearahnya.


Tom pun menepuk pundak putranya dan tersenyum pelan,


"Turunlah, sepertinya ayah akan langsung pulang saja" lanjut Tom lagi.


Jack pun tersenyum pelan pada sang ayah dan turun dari dalam mobil.




Alice tengah memeriksa beberapa berkas yang telah ia kerjakan kemarin.



Terlihat Jessica masuk ke dalam ruangan itu dan langsung mengarahkan pandangannya pada Alice. Ia melangkah kearah gadis itu sambil memasang senyumannya,



"Alice, apakah kau sedang santai??" tanyanya.



Alice menatap kearah Jessica dan menunjukkan berkas di tangannya,



"Aku hanya perlu memeriksa ulang berkas ini, setelah itu memberikannya pada Kak Lia" jawabnya.



Jessica pun mengangguk pelan,



"Setelah itu, bisakah kau bantu aku mengerjakan laporan ini?? Aku sedang banyak pekerjaan karena seminggu kemarin tidak masuk, jadi aku benar-benar kewalahan.." ucapnya.



"Apa kau bisa membantu yang ini??" tanyanya sambil memberikan sebuah berkas pada Alice.



Alice pun mengambil berkas itu dan mengangguk pelan,



"Akan ku bantu" jawabnya singkat.



Jessica pun tersenyum senang mendengar jawaban Alice,



"Terimakasih.." ucapnya senang.



Alice hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Jessica..



Jessica terdiam sejenak di tempatnya dan kembali menatap Alice,



"Kudengar, Jack akan pulang hari ini.." ucapnya tiba-tiba yang membuat Alice langsung menatap kearahnya.



"Apa dia menghubungimu sebelum berangkat??" tanya Jessica lagi.



Alice pun terdiam sejenak dan menggeleng pelan. Jack memang mengatakan bahwa ia akan pulang hari ini kemarin malam. Tetapi, setelah itu Jack tidak menghubunginya lagi. Pria itu bahkan tidak memberitahunya jam berapa ia akan berangkat pulang.



Jessica terlihat sedikit terkejut dan mengangguk dengan senyuman tidak enaknya,



"Benarkah?? Biasanya.. Dulu jika Jack pergi ke luar negri, ia pasti selalu akan memberitahuku jam berapa ia akan tiba" ucapnya yang membuat Alice terdiam seketika.



Jessica pun menatap wajah Alice dan tersenyum,



"Ah, maaf.. Bukan maksudku membandingkan. Hanya saja.. sedikit aneh, dia tidak memberitahumu" lanjut Jessica.



Alice terlihat tidak menanggapi ucapan wanita itu dan memilih diam. Jessica melirik Alice sekilas dan mulai berpamitan,



"Baiklah.. Aku akan kembali ke ruanganku. Tolong berkas itu di selesaikan ya.. Aku harap hari ini semua laporannya bisa selesai" ucapnya tersenyum dan berlalu pergi.



Alice yang melihat kepergian Jessica pun seketika mendengus pelan. Entah mengapa ia merasa Jessica tengah mengejeknya, pikirnya dalam hati.



Alice pun mengeluarkan handphonenya dan melihat tidak ada satu pesan pun yang Jack kirimkan padanya. Dengan sedikit kesal Alice pun menyimpan handphonenya di atas meja.



Kenapa pria itu tidak mengabarinya apakah ia sudah berangkat atau belum?? tanyanya sedikit kesal dalam hati.



Gadis itu pun menghela nafasnya dan memilih untuk beranjak sambil membawa berkas yang harus ia berikan pada Lia..



Alice melangkah ke ruangan Lia dan mengetuknya pelan,





"Masuk"



Terdengar sahutan dari dalam dan Alice pun dengan segera membuka pintunya.



Lia terlihat langsung mematikan teleponnya dan menatap kearah Alice dengan sedikit terkejut.



Mengapa ia terlihat terkejut saat melihatnya?? pikir Alice tidak mengerti.



Ia pun mengabaikan perasaan itu dan melangkah ke meja Lia,



"Ada apa Alice??" tanya Lia.



Alice pun menyerahkan berkas yang di bawanya pada Lia,



"Ini berkas yang kemarin. Aku sudah selesai memeriksanya" ucap Alice.



Lia pun mengambil berkas itu dan membacanya untuk beberapa saat. Ia pun tersenyum melihat berkas yang telah di kerjakan Alice itu,



"Bagus.. Sempurna, tidak ada kesalahan disini" pujinya.



Alice pun hanya mengangguk pelan menanggapi pujian Lia. Lia kembali menutup berkasnya dan tersenyum penuh arti pada Alice,



"Nah, sekarang ada tugas terakhir untukmu.." ucapnya yang membuat Alice mengernyitkan keningnya.



"Bisakah.. Kau menyimpan berkas ini di meja Tuan Jack??" tanyanya.



Alice pun semakin mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Lia,



"Bukankah Tuan Jack belum kembali, apakah harus di antar sekarang??" tanya Alice balik.



Lia pun sedikit menggaruk tengkuknya mendengar pertanyaan Alice,



"Iya.. Tidak apa-apa, antarkan saja dan simpan di mejanya. Tuan Jack memang belum kembali, tetapi setidaknya setelah ia tiba nanti, berkas ini sudah ada di mejanya" ucapnya meyakinkan.



Alice pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,



"Baiklah kalau begitu.." ucap Alice pasrah.



Lia pun tersenyum senang dan memberikan kembali berkas itu pada Alice,



"Terimakasih, kau memang bisa di andalkan" ucapnya tersenyum senang.



Alice tidak menanggapi ucapan Lia dan langsung melangkah keluar untuk segera menyimpan berkas itu di ruangan Jack.



Setelah menaiki lift menuju lantai atas, Alice pun akhirnya tiba di ruangan Jack.



Lantai ruangan ini terlihat sepi karena Morgan juga sedang tidak ada. Dan, tanpa mau berlama-lama, Alice pun mulai berjalan kearah pintu ruangan Jack dan membukanya.



CKLEK!!



Ruangan Jack terlihat kosong dan tidak ada siapapun di dalam..



Alice dengan segera melangkah ke depan meja Jack dan menyimpan berkas yang di bawanya tadi disana.



Saat gadis itu hendak membalikkan tubuhnya..



Tiba-tiba saja sebuah tangan besar memeluk tubuh gadis itu dari belakang,



GREP!!



Alice yang terkejut seketika membeku di tempat dengan jantung yang berdebar..



Namun, sebuah suara yang sangat ia rindukan, membuat tubuhnya tiba-tiba menghangat saat merasakan bisikan lembut di telinganya,



"Aku.. merindukanmu.."



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁



Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍