Mysterious Man

Mysterious Man
Don't Go



Pagi ini terlihat Mandy dan Patrick sedang menyusun koper-koper mereka di lantai bawah rumah Lola. Semua barang bawaan mereka terlihat sudah rapih disana.


Mereka akan berangkat ke bandara sekitar 2 jam lagi dan pesawat mereka akan terbang pukul 10.30.


Mandy terlihat sedikit cemas karena sekarang sudah pukul 7 pagi namun Alice belum juga kembali.


Semalam, Alice memberikan pesan padanya bahwa ia harus menginap di apartemen Jack karena kemarin gadis itu pulang terlalu larut dari taman bermain. Alice juga mengatakan bahwa ia akan tiba di rumah pukul 7, dan gadis itu juga mengatakan pada ibunya untuk tidak usah cemas dengan barang-barangnya karena ia sudah merapikannya dan memasukkannya ke dalam koper.


Sekarang sudah pukul 7 pagi. Mandy menatap jam dengan sedikit khawatir sambil menunggu kepulangan putrinya.


Disisi lain, terlihat Patrick tengah duduk termenung di halaman rumah Lola. Mandy yang kebetulan sedang berjalan kesana seketika menghampiri sang suami.


"Kau sedang apa disini??" tanya Mandy lembut sambil menyentuh bahu sang suami.


Patrick seketika menatap sang istri dan tersenyum pelan,


"Ah.. aku hanya mencari udara segar saja" jawab Patrick dengan wajah yang terlihat sendu.


Mandy mengamati wajah sang suami dan mengetahui pasti ada yang tidak beres dari tatapan suaminya itu. Ia menghela nafasnya pelan dan menyentuh tangan Patrick dengan lembut,


"Apa kau mau cerita padaku??" tanyanya tiba-tiba yang membuat Patrick langsung menatapnya.


"Aku tau.. pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu.. Sejak semalam setelah kita pulang dari restoran, kau tidak banyak bicara" lanjutnya lembut.


Patrick menghela nafasnya pelan dan menatap sang istri dengan ragu. Haruskah ia menceritakan pertemuannya dengan Miranda semalam?? pikirnya. Tapi.. ia takut pembicaraan dirinya dan Miranda tentang alasan kepergian Alice membuat istrinya terganggu.


Patrick terlihat berpikir sejenak dan kembali menghela nafasnya. Ia menggenggam tangan sang istri dan menatapnya,


"Sebenarnya.. semalam, aku bertemu dengan Miranda" ucapnya pelan.


Seketika Mandy pun terdiam dan terlihat cukup terkejut. Ia pun mencoba menenangkan dirinya dan tersenyum pada sang suami,


"Jadi.. itu yang mengganggu pikiranmu" balasnya pelan.


Patrick mengusap tangan istrinya dan menatapnya dalam,


"Iya.." ucapnya.


Patrick pun kembali terdiam dan memutuskan untuk menceritakan semua pembicaraannya dengan Miranda semalam pada sang istri, termasuk alasan kepergian Alice yang tiba-tiba karena permintaan Miranda..




(-*Disarankan sambil dengerin lagunya Dudy-Laksana Surgaku 😁*-)



Cahaya matahari masuk melalui celah jendela..



Seorang pria terlihat masih berada di atas tempat tidurnya dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Senyuman masih terlihat di wajah pria itu yang terlihat begitu bahagia dengan kejadian semalam sampai terbawa mimpi.



Jack perlahan membuka matanya saat ia merasakan cahaya matahari yang sedikit mengenai wajahnya. Pria itu tersenyum cerah dan perlahan tangannya mencoba untuk meraih seseorang yang tidur bersamanya semalam.



Mata Jack mulai terbuka dan perlahan ia menatap kearah samping tempat tidurnya..



Seketika Jack pun sedikit terkejut saat ia tidak menemukan keberadaan Alice di sampingnya. Ia pun perlahan bangkit dari tidurnya dan terduduk sambil mengarahkan pandangannya ke sekitar untuk mencari Alice,



"Alice?" sahutnya.



Jack pun meraih celana miliknya yang berada di bawah tempat tidur. Setelah itu ia pun berjalan kearah kamar mandi untuk mencari Alice,



"Alice? sayang, kau dimana?" sahutnya lagi sambil membuka pintu kamar mandi dan tidak menemukan keberadaan gadis itu.



Jack yang mulai sedikit panik pun berjalan keluar kamar dan mencari keberadaan Alice ke ruang tamu dan dapur. Namun nihil, ia tidak menemukan gadis itu dimana pun,



"Alice!" sahutnya lagi cukup keras dan terlihat mulai panik.



Jack pun kembali ke dalam kamar dan tidak menemukan pakaian ataupun barang milik Alice. Ia dengan segera meraih handphone miliknya dan mencoba menghubungi Alice,



Tut..



(Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan..)



Jack semakin bertambah panik dan mencoba kembali menghubungi Alice berulang kali. Dan, tetap saja nomor Alice tidak dapat di hubungi.



"Ada apa? Mengapa nomornya tidak aktif" bisik Jack panik.



Ia pun dengan cepat memakai kaosnya dan mencoba untuk mencari Alice. Mungkin gadis itu sudah pulang.. Tapi, mengapa ia tidak membangunkannya dan tidak berpamitan dengannya terlebih dahulu, pikir Jack cemas.



Jack hendak meraih jaketnya yang berada di atas meja. Namun, tiba-tiba selembar kertas pun terjatuh dari atas meja.



Jack seketika terhenti dan mengambil kertas yang terjatuh di lantai itu. Ia pun membuka kertas itu dan melihat tulisan tangan Alice di dalamnya.



Dengan panik ia pun mulai membaca tulisan itu,



("**Jack.. mungkin.. setelah kau membaca surat ini, aku sudah tidak berada di tempatmu**..




**Mungkin, pertemuan kita semalam akan menjadi pertemuan yang terakhir untuk kita**..



**Jack.. maaf.. ini adalah keputusan yang aku ambil dengan sangat terpaksa. Mungkin ini adalah keputusan yang terbaik untuk kita berdua**..



**Aku tau, aku sangat egois**..



**Tapi, aku tidak punya pilihan lain**..



**Kau tidak perlu mencari ku, kuharap.. kau bisa tetap bahagia dengan hidupmu tanpa adanya aku di sisimu**..



**Jack.. aku sudah tau tentang keputusan dirimu yang pergi dari rumah dan juga perusahaan orang tuamu. Aku berharap.. kau bisa kembali pulang dan berkumpul dengan orang tuamu**.



**Jack.. baik-baiklah terhadap mereka. Bagaimanapun juga, mereka adalah orangtuamu**.



**Dan.. Jack**..



**Aku hanya ingin kau tau, bahwa aku sangat.. sangat.. berterimakasih kepada Tuhan karena telah mempertemukan ku denganmu. Kau adalah satu-satunya pria yang berada di hatiku. Dan tetap akan berada di hatiku**..



**Aku sangat mencintaimu Jack**...



**Aku sangat beruntung bisa memilikimu sampai hari ini**..



**Kuharap kau akan bisa hidup bahagia mulai hari ini**..



**Jagalah selalu kesehatanmu**..



**Dan**..



**Maafkan aku**..)



Seketika Jack meremas surat di tangannya dengan perasaan sakit. Jantung pria itu berdebar kencang dan matanya mulai berkaca-kaca.



Jack merasakan sesak yang teramat sangat di dalam hatinya setelah membaca surat itu. Apa maksud dari surat Alice ini?? Apakah ia benar-benar akan pergi?? pikirnya tidak percaya.



"Tidak.. Alice pasti sedang bercanda" bisiknya bergetar.



Jack pun dengan cepat memakai jaketnya dan meninggalkan apartemennya untuk menemui Alice. Ia berlari keluar dan secara kebetulan berpapasan dengan Morgan yang baru ingin menemuinya,



"Tuan.." sapa Morgan terputus saat Jack dengan cepat menggeledah saku jasnya.



"Berikan aku kunci mobilmu!!" ucapnya terburu-buru.



Morgan yang terkejut mencoba untuk berbicara. Namun, tangan Jack telah terlebih dahulu mengambil kunci mobil miliknya.



Jack pun kembali berlari ke bawah dan masuk ke dalam mobil Morgan. Ia mulai menyalakan mobilnya dan dengan kecepatan penuh melaju menuju rumah Lola dengan perasaan yang bercampur aduk.



"Kumohon.. Jangan tinggalkan aku Alice.." bisiknya dengan perasaan takut.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊



Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..



Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁



Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍