
Pagi ini Miranda terbangun dengan perasaan gusar. Besok adalah hari dimana keluarga Alice akan tiba ke rumahnya. Dan, itu artinya ia akan bertemu dengan Patrick.
Tidak!!
Tidak!! Dia tidak ingin bertemu dengan pria brengsek itu!!
Ia tidak sudi untuk bertatapan muka kembali dengannya! Ia harus mencari cara agar pertemuan ini tidak terjadi.
Miranda keluar dari kamar dan melihat sang suami yang sudah terjaga dan sedang berbicara dengan beberapa pelayan. Miranda yang penasaran pun dengan segera menghampirinya,
"Rapihkan rumah, dan sedikit dekor ulang ruang tamu. Besok kita akan kedatangan tamu penting. Jadi, aku ingin semuanya bersih dan rapih. Dan satu lagi, tolong hubungi koki terbaik dan suruh dia memasak makanan yang enak untuk acara besok malam" perintahnya pada para pelayan.
Miranda sedikit mengernyitkan keningnya dan menatap sang suami dengan penasaran. Mengapa ia menyuruh para pelayan untuk bersiap-siap?? pikirnya.
"Ada apa?? Apakah ada acara penting besok??" tanyanya.
Tom menatap sang istri dan tersenyum padanya,
"Apa kau tidak di beritahu oleh Jack?? Bukankah besok keluarga Alice akan datang dan makan malam disini??" tanyanya yang membuat Miranda terbelalak seketika.
"Apa?? Kau.. Kau mempersiapkan semua ini untuk keluarga gadis itu??" tanyanya tidak percaya yang di balas anggukan oleh Tom.
Miranda pun menggeleng dengan marah,
"Mengapa kau tidak bertanya pendapatku?? Aku bahkan tidak merestui gadis itu bersama Jack, mengapa harus membiarkan keluarganya datang kemari!!" jawabnya tidak terima.
Tom hanya dapat menghela nafasnya mendengar ucapan sang istri,
"Apakah aku harus bertanya lagi?? Tidak bisakah kau membiarkan Jack bahagia dengan pilihannya sendiri?? Apa kau mau terus memaksanya untuk bersama wanita yang tidak dia cintai??" tanyanya balik.
Tom pun lalu berdiri di hadapan istrinya dan menatapnya dengan serius,
"Lagipula.. Mengapa kau begitu tidak suka dengan Alice?? Apa yang telah ia lakukan padamu sampai kau harus memperlakukannya seperti ini?? Dia adalah gadis yang baik" tanyanya.
Miranda terlihat terdiam sejenak dan menatap suaminya dengan berani,
"Tentu saja karena gadis itu telah membuat hubungan Jessica dan Jack berakhir!! Dia juga belum tentu gadis yang baik!!" jawabnya.
Tom menyipitkan matanya mendengar ucapan sang istri,
"Apa hanya karena hal itu??" tanyanya lagi dengan tatapan curiga.
"Bukankah jelas-jelas Jack mengatakan bahwa ia tidak pernah mencintai Jessica?? Mengapa kau harus sampai seperti ini untuk memaksanya?? Sebenarnya.. apa kau bahagia jika melihat putramu bahagia??" tanyanya mengintimidasi.
Miranda seketika terdiam dan tidak bisa menjawab apa-apa. Ia memalingkan wajahnya dari sang suami dengan gugup. Namun, wanita paruh baya itu berusaha untuk mengontrol ekspresinya,
"Tentu saja aku bahagia! Aku tau perasaanku sebagai seorang ibu tidak pernah salah! Gadis itu bukan yang terbaik untuk Jack, titik!!" ujarnya lagi keras kepala.
Tom menutup matanya sejenak sambil menghela nafasnya pelan. Ia pun kembali menatap sang istri dengan tatapan yang sulit diartikan,
"Mengapa kau bisa berpendapat seperti itu?? Apa kau sudah mengenal baik Alice?? Apa kau sudah mengenal keluarganya??" tanyanya.
Miranda terlihat tergagap dan memalingkan wajahnya dari sang suami,
"Tentu saja tidak!!" balasnya.
Tom pun menghela nafasnya dan membalikkan tubuhnya,
"Terserah apa pendapatmu. Yang jelas kita akan makan malam bersama keluarga Alice besok!!" ucapnya kembali tegas, lalu berlalu pergi.
Miranda pun hanya menghela nafasnya dengan raut wajah tidak tenang. Apa yang harus ia lakukan sekarang?? pikirnya.
Hari ini adalah hari dimana keluarga Alice akan berkunjung ke rumah Jack. Pagi ini terlihat Alice dan Mandy tengah sibuk mempersiapkan sarapan untuk mereka.
Hubungan antara ibu, ayah dan anak itu kini telah sangat membaik. Alice bahkan sudah sering mengobrol dengan kedua orang tuanya. Mereka juga sudah tidak terlalu canggung dan mulai terbuka satu sama lain.
Lola sangat bahagia melihat kedekatan Alice dan kedua orang tuanya. Hatinya terasa tenang dan tentram melihat perubahan yang teramat sangat besar ini. Ia akhirnya bisa melihat Alice dan kedua orang tuanya bisa dekat dan bertingkah seperti keluarga yang sebenarnya. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu..
Hubungan antar keluarga itu seperti orang asing yang diliputi aura dingin.
Tapi.. Untungnya sekarang semua telah berubah menjadi lebih baik. Jack juga sangat berperan penting dalam memperbaiki hubungan Alice dan orang tuanya.
Pria itu selalu berkunjung sekedar memberikan buah tangan pada calon mertuanya itu dan mengobrol bersama mereka...
Setelah selesai sarapan, terlihat kini Alice dan Mandy tengah duduk bersama di halaman rumah Lola. Kebetulan Lola dan Patrick sedang pergi ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan.
Mandy meletakkan teh hangat buatannya di atas meja dan tersenyum pada sang putri,
"Minumlah, teh hangat bagus untuk perutmu" ucapnya lembut.
Alice mengambil teh itu dan tersenyum pelan,
"Terimakasih" balasnya.
Mandy menyeruput teh nya dan kembali menatap Alice,
Alice menatap sang ibu dan terdiam sejenak,
"Sedikit" jawabnya berbohong.
Sebenarnya Alice merasa sangat gugup untuk pertemuan keluarganya dengan keluarga Jack malam ini. Ia masih mengkhawatirkan tentang ibu Jack yang jelas masih belum menerimanya sebagai kekasih Jack.
Apa ibu Jack tidak akan menyambut mereka dan menolaknya di depan kedua orangtuanya?? pikirnya sedikit khawatir.
Mandy menatap kekhawatiran di wajah sang putri. Ia pun menyentuh tangan Alice dan mengusapnya dengan lembut,
"Gugup itu wajar.. Ibu juga saat pertama kali bertemu dengan keluarga ayahmu merasa sangat gugup" ucapnya menenangkan.
Alice hanya mengangguk pelan mendengar ucapan sang ibu,
"Ibu sangat menyukai Jack.. Dia pria yang baik dan juga tampan. Ibu sangat setuju jika kau menikah dengannya" ucap Mandy yang membuat pipi Alice sedikit tersipu mendengarnya.
"Jack adalah pria yang bertanggung jawab. Dia juga terlihat sekali sangat tulus mencintaimu, ibu bisa melihatnya dari sorot mata Jack. Ia menatapmu dengar tulus dan penuh cinta. Jarang sekali ada lelaki seperti itu di jaman sekarang" ucapnya sambil tersenyum pada Alice.
"Oh iya.. Apa kau sudah pernah bertemu dengan orang tua Jack sebelumnya??" tanya Mandy yang membuat Alice terdiam sejenak lalu mengangguk pelan.
Mandy pun tersenyum lega mendengarnya,
"Syukurlah, ibu kira ini akan jadi pertama kalinya kau bertemu dengan mereka.. Bagaimana? Apa mereka orang yang baik?" tanya Mandy.
Alice menatap ibunya dan mengangguk dengan pelan,
"Iya.. Mereka sangat baik" jawabnya.
Mandy pun kembali tersenyum mendengarnya,
"Ibu jadi penasaran bertemu dengan mereka. Bukankah mereka pengusaha yang sukses di kota ini? Bahkan ibu sering mendengar nama perusahaan mereka di koran ataupun majalah" ucapnya.
"Kalau ibu boleh tau, siapa nama orang tua Jack??" tanyanya.
Alice terdiam sejenak dan menjawab pertanyaan sang ibu,
"Nama ayah Jack adalah Tom Switzer, dan nama ibunya adalah Miranda Claria Switzer" jawab Alice.
Mandy seketika terdiam sejenak mendengar nama ibu Jack. Ia merasa tidak asing dengan nama itu, tetapi.. dimana ia pernah mendengarnya ya..
Ia merasa pernah mendengar nama Miranda Claria sebelumnya, pikirnya.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍