Mysterious Man

Mysterious Man
Jebakan



Jessica duduk di kursinya dan menyapa Tom,


"Selamat malam Paman.." sapanya dengan senyuman.


Tom menatap wanita itu dan membalas senyumannya,


"Selamat malam Jessica" sapanya balik.


Jessica menatap kearah Jack yang terlihat acuh dengan kedatangannya. Ia pun berpura-pura tidak enak dan kembali berdiri,


"Ah, Bibi.. sebaiknya aku pulang saja. Rekan-rekanku juga sudah pulang, aku merasa tidak enak disini dan takut mengganggu" ucapnya tidak enak.


Miranda dengan segera menahan tangan wanita itu dan membawanya kembali duduk,


"Jangan pergi! Tidak apa-apa, bergabunglah bersama kami agar Bibi ada teman mengobrol. Sejak tadi Jack dan ayahnya hanya membicarakan hal-hal yang Bibi tidak mengerti" ujarnya sambil melirik kedua pria itu dengan sedikit sinis.


Tom menghela nafasnya pelan dan tersenyum pada Jessica,


"Tidak apa-apa, bergabunglah bersama kami" ujarnya.


Jessica pun akhirnya kembali duduk di kursinya. Miranda mengambilkan beberapa makanan untuk Jessica dengan wajah senangnya,


"Ayo, makanlah ini.. Ini sangat enak, kau pasti suka" ujarnya.


Jessica tersenyum dan mengambil makanan yang di berikan oleh Miranda. Wanita itu melirik kearah Jack yang terlihat hanya fokus dengan makanannya tanpa melirik sedikit pun kearahnya.


Jessica menghela nafasnya pelan dan mencoba terlihat tenang. Bagiamana pun juga jika rencananya dan Miranda berhasil malam ini, maka Jack akan menjadi miliknya untuk selama-lamanya..


~


Makanan utama pun selesai. Kini saatnya makanan penutup di sediakan di meja. Seorang pelayan terlihat membawa beberapa makanan penutup dan meletakkannya di atas meja.


"Ini adalah menu baru dessert di restoran kami. Bahan-bahannya sangat berkualitas karena langsung di petik dan di ambil dari tempat kami" ucapnya sambil memberikan makanan itu pada Jack, Tom, Miranda dan juga Jessica.


Miranda tersenyum melihat dessert di depannya yang terlihat lezat dan juga memiliki penampilan yang sangat menarik dan menggugah selera,


"Sepertinya ini enak" ujarnya.


Ia pun memakan pudding itu dan tersenyum puas,


"Wah benar.. Ini sangat enak dan menyegarkan. Jessica ayo di cicipi" ucapnya sambil menatap Jessica.


Jessica pun tersenyum dan mencoba dessert itu. Ia tersenyum dan mengangguk menyetujui ucapan Miranda,


"Benar, ini sangat lezat" ujarnya.


Ia pun menatap Jack yang terlihat belum menyentuh makanan di depannya,


"Kau harus mencobanya" ucapnya pada pria itu.


Jack terlihat memasang wajah datar dan mulai memakan makanannya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Jessica yang melihat hal itu hanya dapat terdiam.


Lalu, tiba-tiba seorang pelayan pun kembali masuk untuk memberikan minuman pada mereka. Pandangan Miranda dan pelayan itu pun saling bertemu. Wanita paruh baya itu terlihat mengangguk kecil pada pelayan itu seperti memberikan sebuah kode.


Pelayan itu pun mengambil botol anggur yang di bawanya,


"Ini adalah anggur buatan kami yang dibuat secara khusus.. Hanya tamu VIP yang bisa mencicipinya. Anggur ini dibuat terbatas karena kami benar-benar memilih anggur dan bahan terbaik untuk membuatnya" ucap pelayan itu.


Ia pun menuangkan anggur itu pada gelas dan memberikannya pada masing-masing dari mereka,


"Silahkan dicicipi" ucap pelayan itu sambil membungkuk pelan.


Ia pun kembali menatap Miranda sekilas dan berbalik pergi meninggalkan ruangan itu.


Jack terlihat mengeluarkan handphonenya dan terdiam sejenak. Lalu tiba-tiba ia pun berdiri dari kursinya,


"Ibu, ayah.. aku ada sedikit urusan yang harus di selesaikan. Kurasa aku akan pulang duluan" ujarnya yang membuat Miranda terlihat panik seketika.


"Apa?? Kau mau pulang duluan?? Tidak bisa!! Tunggu sebentar lagi Jack, kita bahkan baru berada disini selama satu jam lebih" cegahnya.


Jack menatap sang ibu,


"Tapi bu.. Morgan baru saja memberi pesan. Aku harus menyelesaikan beberapa berkas yang akan di bawa untuk rapat besok pagi" ujarnya.


Miranda pun kembali menggeleng dengan keras kepala,


"Ibu tidak mengizinkan mu pulang sekarang!!" ucapnya tegas.


Jessica menatap kearah Jack dengan sedikit panik. Pria itu belum meminum minumannya. Jika Jack pergi sekarang, maka rencananya dan Miranda akan gagal.


Tom menghela nafasnya dan menatap sang putra,


Jack pun akhirnya menyerah dan kembali duduk di kursinya. Miranda tersenyum puas dan langsung mengambil gelas anggurnya,


"Setidaknya kita harus bersulang dulu bukan?? Pelayan tadi bilang ini anggur khusus, jadi.. kita harus mencobanya bersama" ucapnya sambil mengangkat gelasnya.


Jessica ikut mengambil gelasnya dan mengangkatnya pelan. Tatapan Miranda pun mengarah kepada suaminya dan memberikan kode pada pria paruh baya itu untuk ikut mengangkat gelasnya.


Tom perlahan mengangkat gelasnya dan memberikan kode pada Jack untuk ikut mengambil minumannya. Jack menghela nafasnya pelan dan mengambil gelasnya.


Miranda dan Jessica tersenyum dalam hati mereka,


"Cheers!!" ucap Miranda.


Mereka pun bersulang dan mulai meminum anggur yang di berikan pelayan tadi..


Jack terlihat meneguk minumannya sampai habis. Diam-diam Jessica melirik kearah pria itu dan tersenyum penuh arti.


"Wah, ternyata benar, anggur ini sangat enak" ucap Miranda tersenyum senang pada Jessica.


Jessica mengangguk dan saling bertatapan penuh arti dengan Miranda.


Jack kembali berdiri dari duduknya,


"Kalau begitu, aku akan pulang sekarang" ucapnya meminta izin pada kedua orang tuanya.


Miranda hanya menghela nafasnya mendengar ucapan sang anak. Tom pun mengangguk pelan pada Jack,


"Pulanglah, hati-hati di jalan" ucapnya.


Jack mengangguk pelan dan mulai membalikkan tubuhnya untuk pergi. Miranda menatap Jessica dan memberikan kode padanya. Jessica pun mengangguk pelan dan mulai berdiri dari duduknya,


"Kurasa, aku juga lebih baik pulang, ini sudah cukup larut dan aku sudah berjanji pada Sherly untuk tidak pulang terlalu malam" ujarnya pada Miranda dan Tom.


Miranda berpura-pura memasang wajah kecewanya,


"Kau akan pulang juga??" tanyanya.


Jessica mengangguk dan tersenyum pada Tom dan juga Miranda,


"Iya.. terimakasih atas makan malamnya Bibi.. Paman.. aku sangat menikmatinya" ujarnya pamit.


Tom tersenyum dan mengangguk pelan,


"Iya, hati-hati di jalan" ujarnya.


Jessica pun melangkah kearah pintu dan keluar..


Setelah ia keluar, Jessica pun berjalan cepat untuk mengikuti kemana Jack pergi.


Disisi lain, Jack tengah berjalan cepat menuju mobilnya. Namun, tiba-tiba pria itu merasa kepalanya sedikit pusing. Jack merintih pelan dan menyentuh keningnya.


Kenapa kepalanya tiba-tiba terasa pening?? pikirnya.


Jack mencoba mengabaikan rasa peningnya dan kembali melangkah menuju mobilnya. Saat pria itu sudah berada di depan mobilnya, tiba-tiba Jack semakin merasa pening dan tubuhnya tiba-tiba berkeringat.


'Ada apa ini?? Mengapa tubuhnya terasa panas??' pikirnya tidak mengerti.


Jack mencoba menyandarkan tubuhnya di mobil dan mencoba mengatur nafasnya yang tiba-tiba terasa memburu,


Sial! Ada apa dengan tubuhnya?? Jika seperti ini ia tidak bisa mengendarai mobilnya.


Jack hendak mengambil handphone di sakunya untuk menghubungi Morgan. Namun, tiba-tiba seseorang tak sengaja menabraknya dan membuat handphone Jack terjatuh..


BRUK!!


"Akh!! Maaf" ucap seseorang itu yang tidak lain adalah Jessica.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍