Mysterious Man

Mysterious Man
Birthday



Miranda membawa Jessica masuk ke dalam rumah. Mereka berdua masuk ke ruang tamu dan duduk di sofa.


Miranda menyentuh tangan Jessica dan tersenyum lembut padanya,


"Sudah.. Jangan bersedih lagi. Bibi tidak mau melihat air matamu keluar lagi.." ucapnya lembut.


Jessica tersenyum pelan dan mengangguk,


"Jangan pikirkan lagi tentang hubunganmu dan Jack. Selama masih ada Bibi, tidak perlu ada yang harus di khawatirkan" lanjutnya menenangkan Jessica.


Jessica pun mengangguk pelan,


"Terimakasih, Bibi" ucapnya.


Seorang pelayan pun masuk dan menyimpan bingkisan yang di bawa Jessica tadi, lalu meletakkannya di atas meja.


Tatapan Miranda pun mengarah pada bingkisan yang terlihat cukup besar itu,


"Mengapa kau harus repot-repot membawa ini?? Ini terlihat cukup berat.." ucap Miranda sambil mencoba membuka bingkisan yang berbentuk kotak itu.


Jessica menatap bingkisan itu dan terlihat sedikit salah tingkah,


"Sebenarnya... Itu.." ucapnya terputus saat Miranda telah membuka bingkisan yang ternyata berisi sebuah kue ulang tahun itu.


Miranda pun seketika terkejut dan menatap tulisan yang tertera di kue itu,


'SELAMAT ULANG TAHUN JACK'


Miranda langsung menatap kearah Jessica yang terdiam sambil menunduk dengan sedih. Wanita paruh baya itu bisa merasakan apa yang Jessica rasakan saat ini..


Miranda sangat tau, bagaimana dalam dan tulusnya cinta Jessica untuk Jack. Saat Jack koma dulu pun, Jessica selalu membawa kue ulang tahun untuk Jack pada hari ulang tahunnya.


Miranda menghela nafasnya pelan dan mengusap pundak wanita itu dengan lembut ,


"Terimakasih sayang.. Kau selalu ingat hari ulang tahun Jack dan memberikannya kue.. Bibi yakin, Jack pasti sudah mengambil keputusan yang salah untuk mengakhiri hubungan kalian. Ia pasti akan sadar tidak lama lagi dan merasa menyesal dengan keputusannya saat ini.." ucap Miranda


"Dia tidak akan pernah menemukan wanita sempurna seperti dirimu.." lanjutnya lagi.


"Jadi.. Jangan khawatirkan apapun. Bibi juga akan selalu mendukungmu" tambahnya.


Jessica menghela nafasnya dan tersenyum pada Miranda. Setidaknya, ibu Jack masih berada di pihaknya dan merestui hubungannya dengan Jack.


Jessica seketika berpikir, apakah.. jika Miranda mengetahui hubungan Jack dan Alice saat ini.. apakah ia akan merubah pikirannya dan memberi restu pada Alice juga?? pikirnya khawatir.


Bagaimana jika Alice mendapatkan hati Miranda dan akhirnya wanita paruh baya itu merestui hubungannya dengan Jack?? pikirnya lagi khawatir.


Tidak!!


Itu tidak boleh terjadi!!


Jessica terlihat berpikir sejenak dan akhirnya menghela nafasnya pelan sambil menatap Miranda,


"Bibi.. Sebenarnya.. Ada sesuatu hal yang ingin aku beritahu pada Bibi" ucapnya pelan.


Miranda pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Jessica,


"Apa itu??" tanyanya penasaran.


Jessica kembali terdiam untuk beberapa saat dan memberanikan diri untuk berbicara pada Miranda,


"Jack.. Sebenarnya Jack sedang dekat dengan wanita lain" ucapnya yang membuat Miranda terbelalak seketika.


Sebenarnya..


Wanita paruh baya itu tidak terlalu terkejut mendengar kabar dari Jessica ini, karena sebelumnya Jack telah mengatakan padanya bahwa ia tengah jatuh cinta pada seorang wanita.


Tetapi, Miranda terkejut karena sepertinya Jessica juga mengetahui tentang hal itu..


"Be.. Benarkah??" tanya Miranda pelan.


Jessica pun mengangguk pelan,


"Iya Bi... Aku bahkan mempunyai bukti-buktinya" ujar Jessica lagi yang membuat Miranda terkejut.


"Kau punya buktinya??? Siapa?? Siapa wanita yang sedang dekat dengan Jack sekarang???" tanyanya ingin tau.


Jessica menghela nafasnya dan kembali menunduk dengan sedih,


"Namanya.. Alice.." ucap Jessica dengan raut wajah sedihnya.


Miranda mengernyitkan keningnya mendengar nama yang tidak terlalu asing di telinga nya itu,


"Alice??? Alice siapa?? Apa kau mengenalnya??" tanya Miranda penasaran.


Jessica menatap wanita paruh baya itu dan mengangguk,


"Iya.. Bibi juga pernah bertemu dengannya saat kita membeli gaun bersama waktu itu" jawabnya.


Miranda terlihat berpikir sejenak.. dan seketika terbelalak saat mengingat sesuatu,


"Alice??? Alice yang waktu itu pergi bersama neneknya?? Bukankah dia temannya Sherly??" tanyanya lagi memastikan.


Jessica pun mengangguk dengan pasti,


"Iya Bibi.." jawabnya.


Miranda pun seketika menghela nafasnya dengan syok sambil menyentuh dadanya,


"Bagaimana bisa?? Bagiamana mungkin Jack memiliki hubungan dengan gadis itu??" tanyanya sedikit tidak percaya.


Jessica pun dengan segera mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan foto dari orang misterius pada Miranda. Walaupun tidak terlalu jelas, tetapi Miranda pasti sangat tau bahwa pria di dalam foto itu adalah putranya.


Miranda menutup mulutnya melihat foto itu. Jadi.. Jack benar-benar memiliki hubungan dengan gadis lain di belakang Jessica, pikirnya marah.


"Apa-apaan ini?? Jadi.. Mereka benar-benar memiliki hubungan di belakangmu???" ucapnya kesal.


"Bagiamana bisa Jack bersikap kurang ajar seperti ini??? Ini benar-benar keterlaluan!!!" lanjutnya dengan nada tinggi.


Jessica menatap Miranda dan mencoba untuk menenangkan wanita paruh baya itu,


"Bibi... Kurasa.. Ini tidak sepenuhnya kesalahan Jack" ujarnya pelan yang membuat Miranda langsung menatapnya.


"Apa maksudmu??" tanyanya tidak mengerti.


Jessica terdiam sejenak dan menghela nafasnya pelan,


"Kurasa.. Alice lah yang telah menggoda Jack terlebih dahulu" ucapnya tajam yang membuat Miranda semakin terbelalak tidak percaya..




Alice seketika mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Jack,



"Apa??" tanya Alice penasaran.



Jack terdiam sejenak dan tersenyum,



"Karena.. Hari ini... Adalah hari ulang tahunku" ucap Jack lagi yang membuat Alice seketika terbelalak.



"Ulang tahun??" tanya Alice cepat.



Jack pun tersenyum sambil mengangguk untuk menjawab pertanyaan Alice,




Alice pun seketika menatap Jack dengan perasaan bersalah bercampur kesalnya,



"Kenapa kau tidak memberitahuku dulu??" tanyanya.



Jack tersenyum pelan mendengar pertanyaan Alice dan menegakkan tubuhnya untuk duduk sambil menatap kekasihnya itu,



"Memangnya kenapa aku harus memberitahumu terlebih dahulu??" tanya Jack memancing.



Alice terlihat sedikit salah tingkah namun tetap menatap Jack dengan pandangan sedikit kesalnya,



"Ya.. Setidaknya aku bisa menyiapkan kado untukmu" ujarnya dengan tatapan polos yang membuat Jack terkekeh dengan gemas.



"Aku tidak perlu kado apapun darimu Alice.." ucapnya terhenti sejenak.



Pria itu pun meraih pipi Alice dan menatapnya dalam,



"Kehadiranmu di sisiku pun.. Sudah menjadi kado terindah untukku" ucapnya serius yang membuat pipi Alice seketika merona merah.



Jack mengusap pipi Alice dengan lembut dan menatapnya dalam,



"Hari ini.. Adalah ulang tahun yang sangat berarti bagiku, karena.. Aku bisa bersama dengan seseorang yang aku cintai" ucapnya dalam.



Lalu, tatapan Jack pun mengarah pada bibir pink Alice yang terlihat begitu menggoda di matanya. Pria itu mencoba menahan diri dan kembali menatap mata coklat Alice yang terlihat begitu indah,



"Alice... Bolehkah... Aku mencium mu??" tanyanya dengan tatapan intensnya.



DEG!!



Alice seketika merasa jantungnya berdebar saat mendengar pertanyaan Jack. Begitu juga Jack yang sejak tadi merasakan jantungnya yang berdebar dengan kencang.



Perlahan Jack pun semakin memangkas jarak antara dirinya dan Alice. Pria itu meraih tengkuk Alice dan perlahan menutup matanya..



Ia bahkan dapat merasakan sapuan hangat nafas Alice yang begitu lembut di wajahnya..



Jarak bibirnya dan bibir Alice pun semakin dekat..



Perlahan tapi pasti, bibir keduanya pun saling bertemu dan bersentuhan dengan lembut..



Jack menempelkan bibirnya pada bibir Alice dan membiarkannya untuk beberapa saat.



Setelah itu.. perlahan bibirnya pun mulai \*\*\*\*\*\*\* bibir Alice dengan hati-hati dan lembut..



Alice yang mulai terbawa suasana pun perlahan menutup matanya..



\*\*\*\*\*\*\* Jack terasa begitu lembut dan hangat..



Alice perlahan mulai membuka mulutnya dan membalas ciuman Jack..



Kedua insan itu pun menikmati ciuman mereka dan menyalurkan perasaan cinta mereka yang dalam..



Setelah beberapa lama, Jack pun perlahan melepaskan ciumannya sambil membuka matanya. Ia menatap wajah Alice yang masih menutup matanya.



Gadis itu..


Gadis itu terlihat begitu indah dan cantik..



Bahkan pemandangan di sekitarnya pun tidak bisa mengalahkan keindahan dan kecantikan kekasihnya ini..



Jack menempelkan keningnya pada kening Alice sambil membisikkan sesuatu yang membuat Alice seketika membuka matanya,



"Alice..." bisiknya pelan.



"Menikahlah denganku..."



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁