Mysterious Man

Mysterious Man
Fatigue



Alice menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memijat pelan bahu dan lehernya yang terasa pegal. Gadis itu menatap jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 3 sore.


Ia menghela nafas leganya sambil menatap berkas-berkas yang telah selesai ia kerjakan..


Gadis itu menyentuh perutnya yang terasa lapar. Ini sudah lewat jam makan siang dan ia belum makan apapun, bahkan minum sekalipun.


Alice berdiri dari duduknya dan kembali menatap jam di tangannya. Jessica belum kembali ke ruangan ini untuk memeriksa pekerjaannya.


Apakah tidak apa-apa jika ia keluar sekarang untuk beristirahat?? tanyanya dalam hati.


Alice pun akhirnya menegakkan tubuhnya dan berjalan kearah pintu untuk keluar. Ia membuka pintu dan menatap koridor yang terlihat sepi.


Alice pun akhirnya keluar dan kembali menutup pintu. Ia berjalan menuju lift untuk pergi ke lantai bawah.


Saat dirinya hampir tiba di lift, tiba-tiba ia berpapasan dengan Irene yang juga tengah berjalan menuju kearah lift.


Irene menatap Alice dan tersenyum tipis padanya,


"Hai Alice, kau mau kemana?? Apakah pekerjaanmu telah selesai??" tanyanya basa-basi.


Alice menatap Irene sekilas dan mengangguk,


"Sudah" jawabnya cuek sambil menatap Irene yang tengah membawa beberapa berkas di tangannya.


Irene yang menatap arah pandang Alice pun seketika menyeringai,


"Aku telah selesai dengan pekerjaanku. Dan, sekarang aku akan mengantar langsung berkas-berkas ini pada Tuan Jack" ujarnya menyombongkan diri.


Alice seketika mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Irene. Apakah pekerja magang bisa langsung bertemu dengan atasan?? pikirnya sedikit bingung.


Ia pun hanya mengangguk pelan dan bersikap acuh..


Pintu lift pun terbuka dan Alice serta Irene pun hendak masuk ke dalam. Namun.. Sebelum itu, Jessica pun tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka.


"Alice! Kau mau kemana?? Apa pekerjaanmu sudah selesai??" tanyanya sedikit ketus.


Alice membalikkan tubuhnya dan menatap Jessica,


"Sudah" jawabnya.


Jessica terdiam sejenak dan menatap kearah Irene,


"Irene, apa pekerjaanmu sudah selesai??" tanyanya beralih pada Irene.


Irene tersenyum pelan dan mengangguk,


"Sudah.. aku di perintahkan oleh Pak Joe untuk mengantar berkas ini pada Tuan Jack" ucap Irene yang membuat Jessica mengernyitkan keningnya dengan tidak suka.


"Apa?? Pak Joe menyuruhmu untuk ke ruangan Tuan Jack??" tanyanya lagi memastikan.


Irene pun mengangguk dengan santainya. Jessica menghela nafasnya kasar dan menengadahkan tangannya untuk meminta berkas yang ada di tangan Irene,


"Berikan berkas itu padaku" ujarnya tegas.


Irene seketika terdiam dan menatap Jessica dengan tidak suka,


"Tapi Pak Joe..." ujarnya terputus oleh ucapan Jessica.


"Aku pembimbingmu disini, bukan Pak Joe!! Sekarang berikan berkas itu!" ucapnya tajam.


Irene terlihat menahan kekesalannya dan dengan terpaksa memberikan berkas itu pada Jessica.


'Dasar wanita sialan!!' gerutu Irene dalam hatinya.


Pandangan Jessica pun langsung beralih pada Alice,


"Alice, ikut aku kembali ke ruangan tadi!" perintahnya lalu berlalu lebih dulu.


Alice terdiam sejenak di tempatnya sambil menatap Jessica yang melangkah terlebih dahulu. Gadis itu pun menghela nafasnya dan mengikuti Jessica dari belakang..


Setelah sampai ruangan tadi, Jessica terlihat memeriksa berkas-berkas yang telah disusun Alice. Wanita itu terdiam sejenak dan mengangguk pelan.


"Semua sudah selesai" ujarnya.


Ia pun menatap Alice yang tengah berdiri di depannya,


"Sekarang.. Bisakah kau antar berkas-berkas ini ke lantai 7??" tanyanya lagi.


Jessica pun memasang wajah memohonnya dan tersenyum tidak enak pada Alice,


"Maaf Alice, aku harus mengantar berkas ini terlebih dahulu pada Jack. Jadi.. Bisakah kau bantu aku memberikan berkas ini pada staff disana?? Setelah itu kau boleh beristirahat" ucapnya memohon.


Alice terdiam sejenak mendengar ucapan Jessica dan menatap berkas-berkas yang bertumpuk-tumpuk di atas meja itu. Bagaimana ia bisa mengangkat berkas sebanyak itu?? pikirnya.


"Kau bisa menyicilnya.. Ini lumayan berat, jadi.. butuh beberapa kali membawanya. Tidak apa-apa kan??" tanya Jessica lagi dengan ekspresi bersalahnya yang dibuat-buat.


Alice menghela nafasnya dan mengangguk dengan terpaksa,


"Baiklah" jawabnya.


Jessica pun tersenyum puas sambil menepuk bahu Alice pelan,


"Terimakasih" ujarnya.




Alice berjalan keluar dari lift menuju lantai 7 dimana ia harus mengantarkan berkas-berkas yang telah ia susun tadi.



Ini sudah ke 3 kalinya ia berbalik ke lantai ini sambil membawa berkas yang menumpuk di tangannya.



Kening gadis itu sudah terlihat basah oleh keringat, dan wajahnya sedikit pucat karena Alice kelelahan dan belum makan sejak pagi. Ia terpaksa harus mengantarkan berkas-berkas ini dulu sesuai permintaan Jessica.



Entah mengapa Alice merasa tingkah Jessica sangat menyebalkan hari ini. Wanita itu terlihat seperti tengah mengerjainya dan tidak membiarkannya beristirahat.



'Baiklah.. ini yang terakhir..' bisiknya dalam hati menyemangati.



Gadis itu pun hendak berbelok di koridor namun, sayangnya dari arah berlawanan terlihat dua orang karyawan wanita juga tengah berbelok dan menabrak Alice,



BRUK!!



"Aaakkhh!!!" teriak kedua karyawan wanita itu yang hampir terjatuh.



BRUK!!



Seketika berkas-berkas yang di bawa Alice pun jatuh ke lantai dan berceceran..



Alice menatap berkas-berkasnya sambil menghela nafas lelahnya. Tidak! Semua berkas yang telah disusunnya jatuh berantakkan..



Kedua karyawan wanita itu seketika menatap Alice dengan amarahnya,




Alice menatap kedua wanita di depannya dan tidak mengucapkan sepatah katapun. Kedua wanita di depannya menatap penampilan Alice dan mendesis pelan,



"Kau mahasiswa magang???" tanya seorang lagi yang berdandan cukup menor dengan tatapan mencemoohnya melihat penampilan Alice.



Alice lagi-lagi memilih diam dan hanya menatap wanita itu dengan tatapan datarnya. Sebenarnya, ia sangat lelah dan lapar saat ini.. Di tambah lagi melihat berkas-berkasnya yang berantakan, membuat Alice semakin merasa pusing..



"Huh!! Baru sehari bekerja kau sudah melakukan kesalahan! Benar-benar tidak becus!" kesal wanita itu lagi.



Ia pun menatap berkas di bawah dan menendangnya,



"Cepat bereskan ini!!! Dasar tidak berguna!!" kesalnya.



Salah satu temannya pun hanya terkikik pelan melihat hal itu,



Namun, tanpa kedua wanita itu sadari..



Terlihat seorang pria yang sedang di temani sekretarisnya tengah berdiri di belakang tubuh mereka dengan tatapan tajamnya,



"Ada apa ini???" ucapnya dingin yang membuat kedua wanita itu seketika membalikkan tubuhnya.



Terlihat keterkejutan dari tatapan wanita-wanita itu saat melihat sosok di depan mereka,



"Ah.. Tu.. Tuan.. Maaf" ucap mereka sambil menunduk.



"Karyawan magang ini.. tidak bekerja dengan baik dan menabrak kami barusan" timpal seorang lagi.



Seketika tatapan Jack pun mengarah pada Alice yang terlihat hanya menunduk pelan.



DEG!!



Jantung Jack berdebar tatkala ia melihat kekasih hatinya yang terlihat sedikit pucat hari ini. Apa Alice sedang sakit?? pikirnya khawatir.



Pria itu pun menatap berkas-berkas yang berserakan di atas lantai..



"Dia bekerja dengan tidak baik Tuan.. Kami hanya menegurnya saja" ucap salah satu wanita itu tanpa rasa bersalah.



Jack seketika mengepalkan tangannya dan menatap kedua karyawan itu dengan tatapan tajamnya,



"Kalian di pecat!!!!" desis Jack tajam.



Seketika kedua karyawan itu terkejut dan menatap kearah Jack dengan tidak percaya,



"A... Apa?? Di.. Di pecat??" tanyanya lagi gugup.



Jack melirik Morgan yang berada di belakangnya,



"Bawa mereka keluar dari perusahaan ini!!" perintah Jack tegas.



Morgan terlihat bingung namun ia tetap mengangguk dan memerintahkan pada kedua karyawan itu untuk mengikutinya,



"Cepat ikut aku!" perintahnya.



Kedua karyawan itu terlihat panik sambil memohon pada Jack,



"Tu.. Tuan apa salah kami??? Jangan pecat kami!!!" ucap mereka memohon sambil menangis.



Jack tidak menghiraukan mereka dan menyuruh Morgan untuk cepat-cepat membawa kedua wanita itu pergi.



Setelah itu ia pun mendekati Alice yang terlihat kebingungan dan menggenggam tangan gadis itu,



"Ikut aku!" ucap Jack yang langsung membawa Alice pergi.



Bersambung..



Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺



Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁