Mysterious Man

Mysterious Man
First Day



\=\=SATU MINGGU KEMUDIAN\=\=


Hari ini, adalah hari dimana mulainya mahasiswa yang akan magang di Perusahaan Switzer.


Alice terlihat baru saja keluar dari dalam taxi yang berhenti tepat di depan pintu masuk Perusahaan Switzer. Gadis itu menatap Perusahaan di depannya dengan tatapan datar seperti biasa.


Kemarin ia telah di hubungi oleh salah satu staff Perusahaan ini untuk memberitahu perlengkapan apa saja yang haru ia bawa, serta memberitahukan pakaian apa yang harus ia kenakan besok.


Alice hari ini memakai pakaian formal seperti karyawan magang pada umumnya, yaitu kemeja putih dan rok di bawah lutut berwarna hitam serta blazer berwarna hitam juga. Tidak lupa ia juga mengikat rambutnya dengan rapi karena itu salah satu syarat yang di berikan staff perusahaan kemarin.


Alice juga tidak melupakan tanda pengenalnya yang di kalungkan di leher.


Gadis itu pun perlahan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam perusahaan dengan perasaan sedikit gugup.


Semalam Jack menghubunginya dan memberikan semangat untuknya. Pria itu berkata tidak perlu ada yang di khawatirkan karena ia akan selalu membantu dan mengawasi Alice. Namun, Alice menolak itu semua..


Ia meminta pada Jack untuk tidak di perlakukan istimewa. Alice ingin ia di perlakukan sama dengan para karyawan magang seperti biasanya..


Alice pun masuk ke dalam Perusahaan setelah seorang penjaga memeriksa kelengkapan kartu identitasnya. Ia pun masuk dan berjalan ke koridor sebelah kiri untuk menemui seseorang dari Perusahaan Switzer yang akan menjadi pembimbingnya.


Alice tidak mengetahui siapa salah satu mahasiswa lain yang di terima magang juga di perusahaan ini. Jadi ia merasa sedikit penasaran, siapakah mahasiswa lain yang akan magang bersamanya??


Salah satu staff yang berada di resepsionis menatap Alice dan tersenyum padanya,


"Kau Alice, mahasiswa magang dari kelas Manajemen 1??" tanya staff itu menebak.


Alice pun mengangguk pelan,


"Iya" jawabnya singkat.


"Silahkan isi daftar ini terlebih dahulu" ucap resepsionis itu lagi.


Alice pun mengambil buku daftar itu dan menulis namanya,


"Silahkan masuk ke dalam ruangan ini bersama satu mahasiswa lain yang sudah tiba untuk menunggu pembimbing kalian" ucapnya sambil menunjuk pintu ruangan di sebelahnya.


Alice pun mengangguk pelan dan mulai masuk ke dalam ruangan itu..


Saat Alice sudah masuk, tatapannya seketika mengarah pada seorang gadis lain yang tengah duduk di salah satu meja. Gadis yang sedang duduk itu pun seketika menatap kearah Alice dengan tatapan dinginnya.


Wajah gadis itu tidak terlalu asing di mata Alice. Ia seperti pernah melihat gadis itu sebelumnya.. Tapi, dimana?? pikirnya mencoba mengingat.


Alice duduk di meja sebelah gadis itu dan tidak menyapanya. Ia bukanlah tipikal orang yang bisa menyapa orang lain terlebih dahulu.


Alice menyimpan berkas miliknya di meja dan menunggu pembimbing yang akan memberikan pengarahan padanya..


Gadis di samping Alice melirik padanya sambil berdehem pelan,


"Kau.. Alice bukan??" tanyanya dengan tatapan datarnya.


Alice seketika menatap gadis itu dan mengangguk pelan,


"Iya" jawabnya singkat.


Gadis itu terlihat menelisik penampilan Alice dari atas sampai bawah. Tatapan gadis itu terlihat sedikit mencemooh walau setelahnya ia memasang senyuman palsunya,


"Aku Irene, mahasiswa fakultas manajemen 2" ucapnya memperkenalkan diri.


Seketika Alice pun teringat dengan gadis di depannya ini. Jika tidak salah, ia adalah anak salah satu dari pengusaha sukses di negeri ini yang di ceritakan oleh Lisa waktu mereka melakukan wawancara.


Jadi.. Gadis ini mahasiswa yang di terima magang bersamanya juga, pikir Alice.


Seketika pintu ruangan itu pun terbuka dan membuat Alice juga Irene langsung mengarahkan pandangannya kearah pintu..


CKLEK!!


Seorang staff pria yang masih terlihat muda masuk ke dalam dan menyapa kedua gadis itu dengan senyuman hangatnya,


"Selamat pagi" sapanya.


"Pertama-tama, aku ingin mengucapkan selamat pada kalian berdua karena telah terpilih menjadi mahasiswa magang di Perusahaan ternama ini.. Ini adalah perdana bagi Perusahaan Switzer menerima mahasiswa magang untuk menerima pengalaman kerja dan mendapatkan peluang yang besar untuk bekerja disini setelah lulus nanti.." ucap Joe.


"Jadi.. Manfaatkan kesempatan ini untuk melakukan yang terbaik dan mendapat pengalaman yang berharga" lanjutnya lagi.


"Hari ini, kalian akan mulai melakukan beberapa tugas dan pekerjaan ringan. Anggap saja hari pertama ini sebagai pengenalan kalian di Perusahaan ini.. Dan, kalian akan di bimbing langsung oleh salah satu pegawai terbaik di Perusahaan Switzer.." ucapnya terputus saat tiba-tiba pintu ruangan itu kembali terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang terlihat elegan dengan tatapan seriusnya.


Joe mengarahkan pandangannya kearah pintu dan tersenyum pada wanita itu,


"Nah.. Perkenalkan, dia adalah karyawan terbaik perusahaan ini yang akan menjadi pembimbing kalian selama magang.. Namanya Jessica Mery Klinton" ucap Joe yang membuat tatapan Alice dan Irene langsung mengarah padanya.


Alice seketika terdiam saat melihat Jessica yang melangkah masuk dan berdiri di tengah ruangan dengan langkah elegannya..


Wanita itu menatap kearah Irena dan juga Alice dengan tatapan tegas namun tetap tersenyum pelan,


"Perkenalkan, Aku Jessica.. Aku akan menjadi pembimbing kalian selama masa magang di Perusahaan ini" ucapnya memperkenalkan diri.


Joe pun bertepuk tangan dan tersenyum pada Alice dan juga Irene,


"Jangan terlalu takut, dia adalah wanita yang baik.. Jadi, kalian sangat beruntung karena pembimbing kalian bukanlah orang yang keras dan galak" ucap Joe menggoda Jessica.


Jessica hanya tersenyum mendengar ucapan Joe,


"Jadi.. Bekerjalah dengan baik dan serius. Pekerjaan magang ini akan sangat berpengaruh dengan nilai kalian di Universitas" ucap Joe.


Pria itu pun memberikan kode pada Jessica untuk mengambil alih,


"Kalau begitu, aku akan menyerahkan langsung tugas ini pada Jessica.. Selamat bekerja" ujarnya menyemangati lalu mengundurkan diri.


Pintu ruangan pun tertutup dan tinggallah Jessica, Alice dan Irene di ruangan ini..


Tatapan Jessica seketika berubah serius dan menatap kearah Alice juga Irene dengan tatapan dinginnya,


"Sebagai mahasiswa perdana yang melakukan pekerjaan magang disini, aku berharap kalian tidak bermain-main dan bekerja dengan serius! Aku akan bersikap tegas jika ada yang berleha-leha dan tidak serius dalam pekerjaan.." ujarnya.


"Aku tidak sebaik yang di katakan Tuan Joe tadi. Aku tidak akan segan-segan menghukum kalian jika kalian tidak serius melakukan pekerjaan atau melakukan kesalahan! Aku akan membuat kalian siap melakukan pekerjaan dalam tekanan.. Jadi, bekerjalah dengan serius, kalian paham??" lanjutnya tegas.


Alice dan Irene pun mengangguk dengan tubuh tegap mereka.


Jessica terdiam sejenak dan melihat berkas-berkas milik kedua gadis itu,


"Baiklah.. Sekarang, aku akan menugaskan kalian untuk melakukan pekerjaan pertama hari ini" ucapnya.


"Irene Stephanina Orland.. Hari ini, kau akan aku tugaskan untuk bekerja di ruang manajemen untuk membantu beberapa staff mengelola data perusahaan" ucapnya tegas sambil menatap Irene.


Irene pun terlihat menghela nafasnya pelan dan mengangguk.


Lalu, tatapan Jessica pun beralih pada Alice,


"Dan kau Alice.. Hari ini, aku menugaskan mu.." ucapnya terputus sejenak.


"Untuk berada di gudang lantai atas dan menyusun beberapa berkas disana" ucapnya tegas yang membuat Alice seketika menatap kearah Jessica.


Apa?


Gudang? pikir Alice sedikit kebingungan.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁