
Miranda terlihat sedikit resah di kursinya. Ia menatap kearah pintu belakang dan tidak melihat Jessica yang kunjung kembali.
Apa yang sebenarnya terjadi?? Bukankah mereka bertiga masuk ke dalam bersama tadi?? pikirnya.
Apa.. terjadi sesuatu disana??
Tom memperhatikan ekspresi wajah istrinya dan menghela nafasnya pelan,
"Sayang.. Bisakah kau sedikit menghargai Alice?? Bagaimanapun juga ia sekarang telah menjadi kekasih Jack. Dan, Jack juga terlihat bahagia dan tulus mencintai gadis itu" ucapnya lembut.
"Jangan terus membandingkan Jessica dengannya" lanjut Tom yang membuat Miranda mendelik kearahnya.
"Kau ingin aku berbuat baik pada gadis yang telah membuat hubungan Jack dan Jessica berakhir?? Tidak mungkin!!" balasnya tajam.
"Dia bukan gadis yang baik untuk Jack! Semenjak Jack berhubungan dengan gadis itu, Jack sudah mulai berani membantah ucapanku dan jarang pulang ke rumah!" lanjutnya menahan amarah.
"Jadi untuk apa aku menerima gadis yang membawa pengaruh buruk pada Jack??" tanyanya tajam pada sang suami.
Tom menghela nafasnya dalam dan menatap Miranda dengan serius,
"Bukankah kau sudah tau apa alasan Jack mengakhiri hubungannya dengan Jessica?? Mengapa kau harus mengungkitnya lagi dan menyalahkan Alice??" tanyanya.
Miranda hanya memalingkan wajahnya mendengar ucapan sang suami,
"Aku tidak percaya dengan alasan Jack! Tetap saja ia telah mencampakkan Jessica! Dia seenaknya memutuskan wanita itu secara sepihak! Seharusnya Jack tau bagaimana dalamnya cinta Jessica padanya... Dia tidak akan pernah menemukan wanita seperti Jessica lagi! Wanita yang tulus dan menerima dirinya dalam keadaan suka maupun duka!" ucap Miranda tajam.
Wanita paruh baya itu terdiam sejenak dan tersenyum sinis,
"Lagipula, gadis bernama Alice itu mungkin memanfaatkan Jack dan mendekatinya hanya untuk mengincar lelaki kaya" lanjutnya sinis.
Tom seketika terdiam dan menggeleng mendengar ucapan pedas Miranda,
"Alice bukan gadis yang seperti itu.. Apa kau tau latar belakang keluarganya?? Dia juga berasal dari keluarga yang berada" ucap Tom.
Miranda hanya mendelik mendengar ucapan Tom,
"Tetap saja lebih kaya keluarga kita!" balasnya tak mau kalah.
Miranda pun menghela nafasnya kasar,
"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu! Aku masih tetap pada pendirianku untuk membuat Jessica dan Jack kembali bersama. Suatu hari Jack pasti akan menyesal telah meninggalkan wanita seperti Jessica" lanjutnya tegas.
Miranda pun hendak berdiri dari duduknya untuk menyusul Jessica ke dalam rumah. Namun, belum sempat ia berdiri, ia melihat Jessica yang tengah keluar dari arah pintu dan berjalan menghampiri meja.
Miranda menghela nafasnya lega. Ia tersenyum pada Jessica yang baru saja tiba. Namun, seketika wanita paruh baya itu mengernyitkan keningnya saat melihat mata Jessica yang sedikit sembab,
"Ada apa?? Apa kau habis menangis??" tanyanya khawatir.
Jessica terdiam sejenak dan memasang senyuman tipisnya,
"Tidak.." jawabnya pelan.
Wanita itu pun kembali menatap Miranda dan Tom dengan tatapan kecewanya,
"Bibi, Paman.. Tadi, alergi Jack sepertinya kambuh setelah ia memakan kue yang di berikan Alice barusan.. Jack terlihat sesak dan berkeringat. Aku takut.. aku takut kejadian dulu terulang lagi" ucapnya bergetar.
"Tapi.. Jack menolak saat aku menyuruhnya untuk ke rumah sakit. Dan, Alice juga terlihat mencegah Jack untuk di bawa ke rumah sakit" lanjutnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Seketika Miranda pun terbelalak dan mulai panik,
"Benarkah?? Dimana dia sekarang?? Akan sangat bahaya jika sampai alerginya kambuh!!!" ujarnya cemas.
Tom juga terlihat sedikit panik namun mencoba untuk tenang. Miranda dengan cepat hendak berlalu masuk ke dalam rumah untuk menyusul Jack. Namun.. Seketika langkahnya terhenti saat melihat Jack dan Alice yang baru saja keluar dari dalam rumah sambil bergandengan tangan.
Kening Tom pun seketika berkerut saat melihat Jack yang terlihat baik-baik saja. Begitu juga Miranda.. wanita paruh baya itu seketika berjalan mendekati Jack dan menyelidiki tubuh Jack dengan khawatir,
Jack terdiam sejenak melihat reaksi sang ibu dan seketika ia pun melirik kearah Jessica yang terlihat sedikit menunduk di tempatnya.
Tom berjalan kearah Jack dan menatapnya,
"Apa kau baik-baik saja?? Jessica bilang, kau sesak setelah memakan kue tadi.. Apa alergi mu kambuh??" tanyanya.
Jack kembali melirik Jessica yang terlihat menunduk. Ia pun menghela nafasnya pelan,
"Aku tidak apa-apa.. Hanya sedikit sesak, tapi semua sudah kembali normal" jawabnya singkat.
Miranda pun menghela nafas leganya dan seketika melirik kearah Alice sekilas dengan tajam,
"Seharusnya kau tidak usah memakan kue tadi! Bukankah Jessica telah memberitahumu bahwa kue itu mengandung kacang?? Jangan hanya karena gadis ini yang memberikannya lalu kau makan begitu saja!!" ucapnya tajam.
Alice yang mendengar hal itu seketika menunduk pelan,
"Maaf, aku tidak bermaksud.." ucapnya terputus saat dengan cepat Jack berbicara.
"Ini murni kesalahanku! Aku hanya ingin mencoba kue itu, ku kira tidak apa-apa jika memakan kacang sedikit. Lagipula.. Alice yang telah membantu menghilangkan sesak karena alergiku tadi. Jika tidak ada Alice, mungkin aku akan kehabisan nafas dan tak sadarkan diri" ucapnya tegas.
Miranda hendak kembali berbicara namun dengan segera Tom menghampiri mereka untuk melerai,
"Sudah.. sudah.. Jangan berdebat lagi! Lagipula Jack sudah baik-baik saja, tidak perlu ada yang saling menyalahkan!" ujarnya tegas.
Tom pun menatap Alice dan tersenyum kepadanya,
"Terimakasih nak Alice sudah membantu Jack menghilangkan alerginya" ucapnya lembut.
Miranda pun mendelik kesal pada suaminya,
"Sudahlah!! Aku lelah!!" ucapnya kesal.
Ia pun pergi meninggalkan taman belakang dan masuk ke dalam rumah dengan perasaan kesal. Tom yang melihat tingkah istrinya hanya dapat menghela nafasnya pelan.
Jessica pun menghela nafasnya dan menatap Tom,
"Paman, sebaiknya aku juga pulang.. Terimakasih atas jamuan makan malamnya" ucapnya pelan sambil membawa tas nya yang berada di kursi.
Ia pun menatap Jack sejenak dan berpamitan,
"Aku permisi dulu" ucapnya dan berlalu pergi.
Jack hanya dapat menghela nafasnya dan tidak mengatakan apa-apa, begitu juga Alice yang hanya terdiam menunduk.
Jack menggenggam tangan Alice dan tersenyum lembut padanya untuk menenangkan. Tom pun menyentuh bahu Alice dan tersenyum pelan,
"Kuharap kau mau memaklumi sifat ibu Jack.. Dia begitu mungkin karena belum terbiasa denganmu" ucapnya menenangkan.
Alice pun membalas senyuman Tom dan mengangguk pelan,
"Iya.. Aku sangat mengerti" jawabnya tersenyum pelan.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍