
Lola tengah menyusun beberapa tanaman miliknya di halaman rumah. Hari masih menunjukkan pukul 10 pagi. Wanita yang sudah berumur itu memilih untuk menanam beberapa bunga miliknya yang sudah berbunga ke dalam pot.
Tiba-tiba sebuah taksi berhenti di depan rumahnya. Lola menatap taksi itu dengan kening yang berkerut, apa Patrick telah selesai berbelanja?? pikir Lola.
Ia hendak berdiri dan berjalan menghampiri taksi itu, namun.. seketika Lola terdiam saat melihat Alice yang baru saja turun dari taksi itu.
Lola mengernyitkan keningnya dan berjalan menghampiri Alice,
"Alice, kau sudah pulang??" tanyanya sedikit bingung.
Alice menatap sang nenek dan terlihat sedikit salah tingkah. Lola menatap jam di tangannya dan kembali menatap Alice dengan bingung,
"Bukankah ini masih pagi?? Kau tidak bekerja?? Atau.. apa kau sakit??" tanyanya mulai cemas sambil menyentuh kening Alice.
Alice terlihat sedikit canggung dan tersenyum pada sang nenek,
"I.. Iya nek.. Aku.. Aku izin pulang cepat" jawab Alice berbohong.
Lola mengernyitkan keningnya mendengar jawaban Alice,
"Kenapa?? Kau tidak sakit kan??" tanyanya lagi sambil memastikan bahwa suhu tubuh Alice tidak panas.
"Kau tidak panas" ucap Lola lagi.
Alice terdiam seketika dan terlihat bingung untuk menjelaskan pada neneknya. Lalu, tiba-tiba Mandy keluar dari dalam rumah dan terlihat terkejut melihat putrinya yang sudah pulang,
"Alice.. Kau sudah kembali??" tanyanya.
Alice menatap sang ibu dan terlihat semakin bingung untuk menjawab pertanyaan dari ibu dan neneknya. Apakah ia harus berbohong?? pikirnya dalam hati.
"Iya.. Aku.. Aku izin pulang karena merasa tidak enak badan" jawab Alice berbohong.
Mandy menatap putrinya sejenak dan menghela nafasnya pelan,
"Begitu.. Kalau begitu, lebih baik kau istirahat di kamar ya, biar ibu antar" ucap Mandy yang langsung menuntun sang putri untuk masuk.
Mandy membawa Alice menuju kamarnya..
Setelah mereka tiba di kamar Alice, Mandy pun membantu sang putri untuk menyimpan tasnya dan mendudukkannya di atas tempat tidur,
"Terimakasih bu" ujar Alice.
Mandy tersenyum lembut dan mengangguk. Wanita paruh baya itu terdiam sejenak dan kembali menatap wajah putrinya dengan lekat. Ia tau, wajah Alice terlihat tengah menyimpan sesuatu..
"Jadi.. Sebenarnya apa yang terjadi?? Kau.. tidak benar-benar izin untuk pulang kan??" tanya Mandy tiba-tiba yang membuat Alice terkejut.
Gadis itu menatap sang ibu dan menghela nafasnya pelan. Sepertinya ibunya tau jika ia sedang berbohong. Alice menunduk pelan dan belum menjawab pertanyaan sang ibu.
Mandy menyentuh tangan putrinya dan mengusapnya pelan,
"Jika kau tidak mau cerita, tidak apa-apa" ujarnya lembut.
Alice pun menghela nafasnya pelan dan menatap sang ibu,
"Ibu Jack.. Baru saja memberhentikan ku" ucap Alice pelan.
Mandy menatap sang putri dan terlihat cukup terkejut mendengarnya. Ia sudah tau pasti ada yang tidak beres saat melihat ekspresi Alice tadi,
"Jadi.. Dia benar-benar sudah bertindak sejauh ini" ucap Mandy pelan.
Mandy menatap sang putri dan menyentuh pipinya pelan,
"Apa Jack sudah tau??" tanyanya.
Alice menatap sang ibu dan menggeleng pelan,
"Sepertinya Jack tidak tau.. Dia sedang ke luar kota bersama ayahnya untuk urusan bisnis" jawab Alice.
Mandy mengernyitkan keningnya pelan,
"Jadi.. Wanita jahat itu memberhentikan mu di saat Jack dan ayahnya tidak ada?? Bukankah itu sangat curang dan keterlaluan??" tanyanya tidak terima.
Alice terdiam sejenak dan menggeleng pelan,
"Jack memang tidak tau.. Tetapi, dalam surat pemberhentian itu ada tanda tangan Tuan Tom" jawab Alice pelan.
Mandy kembali terlihat terkejut dan menggeleng tidak mengerti,
"Apa mungkin tanda tangan itu telah di rekayasa oleh ibu Jack?? Bukankah Tuan Tom jelas-jelas menyetujui hubunganmu dengan Jack, tidak mungkin dia memberhentikan mu" ujar Mandy tidak yakin.
Alice terdiam dan menggeleng pelan,
"Kurasa tidak mungkin Nyonya Miranda merekayasa tanda tangan suaminya" ucap Alice tidak yakin.
Mandy pun terdiam dengan berbagai pikiran di dalam hatinya. Apa.. Miranda membujuk suaminya agar memberhentikan Alice?? pikirnya curiga.
Jika seperti itu.. Mungkin hubungan Jack dan Alice sekarang bisa terancam berakhir..
"Kau sudah memberitahu Jack tentang hal ini??" tanya Mandy lagi.
Alice pun menggeleng pelan,
"Belum, Jack sedang berada di luar kota.. Aku tidak mau mengganggu pekerjaannya dengan hal seperti ini" jawab Alice.
Mandy pun hanya dapat terdiam sambil menghela nafasnya,
"Aku.. tidak mengerti, mengapa ibu Jack begitu membenciku.." ujar Alice pelan.
Mandy menatap putrinya dengan prihatin. Ia merasa bersalah pada Alice yang harus menanggung masalah dari masa lalu ibu Jack dan ayahnya. Sepertinya dia harus menyuruh Patrick untuk segera berbicara dengan Miranda.
Walaupun, sebenarnya dia juga tidak terlalu mengerti masalah sebenarnya antara suaminya dan Miranda, tetapi dia hanya berharap masalah apapun itu jangan sampai berdampak pada hubungan Jack dan Alice..
"Jangan terlalu dipikirkan.. Mungkin, dia hanya belum mengenalmu saja" ucap Mandy menenangkan.
Ia pun mengusap tangan putrinya dengan lembut,
"Semua pasti akan baik-baik saja" lanjutnya menenangkan.
Pagi ini Jack telah tiba dari luar kota. Pria itu langsung mengarahkan perjalanannya menuju Perusahaan. Dia belum memberitahu Alice tentang kepulangannya karena pria itu ingin memberikan kejutan pada kekasihnya itu.
Jack membawa buket bunga yang harum dan masih segar di tangannya. Ia tersenyum lembut dan berjalan menuju ruangan Alice bekerja.
Pandangan para karyawan di sekitarnya tertuju pada pria itu. Mereka terlihat terpesona dengan senyuman Jack yang jarang sekali mereka lihat,
"Lihat, Tuan Jack sepertinya akan memberikan kejutan pada kekasihnya.. Hah.. beruntung sekali gadis itu mendapatkan hati Tuan Jack" ucap salah seorang karyawan wanita pada temannya.
"Hey, apa kau tidak dengar gosip hari ini?? Ada yang bilang bahwa Alice telah di berhentikan menjadi karyawan magang. Dia bahkan di pecat langsung oleh Nyonya Miranda" timpal salah satu wanita yang membuat terkejut karyawan lain.
"Benarkah?? Yang benar saja?? Kau tau darimana??" tanya yang lain penasaran.
"Ya ampun.. Jadi, hubungan Alice dan Tuan Jack ternyata tidak di restui" timpal yang lain.
"Benar, sepertinya Nyonya Miranda masih menginginkan Tuan Jack bersama Nyonya Jessica" ucap karyawan lain yang kebetulan terdengar oleh Jessica yang baru saja tiba.
Wanita itu terdiam sejenak dan tersenyum pelan. Sepertinya sekarang jalannya untuk kembali bersama Jack sudah terbuka. Ayah Jack sekarang juga tidak memihak pada Alice. Jadi.. kesempatannya sudah terbuka sangat lebar, dan.. ia tidak akan menyia-nyiakannya kali ini, tekad Jessica dalam hati.
~
Jack berdiri di depan pintu ruangan tempat Alice bekerja. Ia terdiam sejenak disana sambil merapihkan sedikit penampilannya. Jack pun menghela nafasnya pelan dan mulai mengetuk pintu di depannya dengan pelan,
Tok..
Tok..
Lalu ia pun membuka pintu itu dan melangkah ke dalam dengan senyuman manisnya,
CKLEK!
Pintu pun terbuka dan Jack seketika langsung mengarah kearah sebuah meja tempat Alice biasa mengerjakan tugasnya.
Senyumannya seketika menghilang saat melihat meja Alice yang telah terisi dengan orang lain. Jack mengernyitkan keningnya dan menatap seorang wanita yang baru ia lihat itu.
Wanita yang duduk di meja Alice seketika bangkit dari duduknya dan menatap Jack dengan salah tingkah,
"Se.. selamat pagi Tuan.. A.. Ada yang bisa saya bantu??" tanyanya dengan gugup dan pipi yang merona.
Jack seketika terdiam dan menatap wanita itu dingin,
"Siapa kau?? Dimana gadis yang menempati tempat ini??" tanya Jack.
Wanita itu menunduk pelan dan menggeleng dengan bingung,
"Sa.. Saya tidak tau Tuan, kebetulan.. saya mahasiswa magang baru disini" jawabnya yang membuat kening Jack berkerut seketika.
"Mahasiswa magang baru??" tanyanya lagi.
"I.. Iya Tuan.. Saya menggantikan mahasiswa sebelumnya yang telah di berhentikan kemarin" ucap gadis itu lagi takut-takut.
DEG!
Seketika Jack pun terbelalak tidak mengerti,
"Di berhentikan??" tanyanya cukup keras.
Jack pun dengan segera mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang,
"Halo Lia, apa kau melihat Alice?? mengapa ada mahasiswa baru di ruangannya??" tanya Jack tajam.
("A.. I.. Itu.. Maaf Tuan.. Kemarin.. Kemarin Alice telah di berhentikan oleh Nyonya Miranda") jawab Lia takut-takut di balik sana.
DEG!
"APA??? Diberhentikan??" tanya Jack lagi dengan nada yang cukup keras.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍