Mysterious Man

Mysterious Man
Des Soucis



Saat ini Jack tengah berada di taman untuk menunggu Alice. Pria itu mengarahkan pandangannya ke jalan untuk menunggu sang kekasih.


Ia pun memutuskan untuk duduk di salah satu kursi yang berada di taman. Namun, saat Jack tengah berjalan kearah kursi itu, ia tidak sengaja melihat seorang anak kecil yang tengah menatap ke atas pohon sambil berteriak,


"Hati-hati kak!!" teriak anak itu.


Jack terlihat sedikit penasaran dan mencoba menghampiri anak kecil itu. Jack seketika melihat sepeda yang tidak asing di matanya tengah tergeletak di tanah.


Bukankah itu sepeda Alice?? pikirnya.


Jack pun dengan cepat menghampiri anak kecil tadi sambil menatap keatas pohon.


DEG!


'Bukankah itu....' tebaknya dalam hati.


Dari bawah, Jack sudah dapat melihat siapa sosok yang tengah berada di atas pohon itu.. Ia yang panik pun dengan segera berjalan cepat kearah pohon tersebut.


Namun, seketika jantungnya berdetak semakin kencang saat melihat kaki Alice yang terpeleset dan membuat gadis itu kehilangan keseimbangannya.


"Akhh!!" teriak Alice.


"KAKAK AWAS!!" teriak anak lelaki itu.


Dan tanpa pikir panjang lagi, Jack pun berlari kesana dan dengan sigap menahan tubuh Alice agar tidak terjatuh ke tanah.


GREP!!


Alice yang telah pasrah sambil menutup matanya pun seketika cukup terkejut saat tubuhnya tidak merasakan sakit.


Gadis itu merasakan dekapan seseorang di tubuhnya, dan juga rintihan kecil dari seseorang yang tengah menahan tubuhnya itu.


Alice dengan segera membuka matanya dan terkejut melihat Jack yang tengah menggendong tubuhnya. Pria itu terlihat meringis karena menahan tubuh Alice yang hampir terjatuh tadi,


"Jack!" ucap Alice terkejut.


Jack menatap wajah Alice dengan tatapan yang sulit diartikan. Wajahnya terlihat penuh dengan kecemasan. Jack tidak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya tadi tidak cepat menangkap tubuh Alice. Gadis itu pasti akan terjatuh dan terluka, pikirnya.


Alice dengan segera turun dari gendongan Jack dan menatap pria itu dengan khawatir,


"Jack, kau tidak apa-" ucapnya terputus saat dengan cepat Jack memeluk tubuhnya.


GREP!


"Jangan lakukan hal seperti itu lagi.. Kau tau tadi itu sangat berbahaya!" ujarnya penuh kekhawatiran.


Alice dapat merasakan debaran jantung Jack yang begitu cepat. Pria itu pasti sangat takut dan cemas, pikirnya merasa bersalah.


Alice hanya dapat menganggukkan kepalanya pelan di dalam pelukan Jack.


Jack perlahan melepaskan pelukannya dan menakup wajah Alice,


"Aku benar-benar takut" ucapnya dengan tatapan yang benar-benar memperlihatkan kekhawatiran.


Alice kembali mengangguk dan merasa bersalah pada pria itu,


"Wah.. Kakak sangat hebat bisa menangkap kakak cantik ini!" ucap anak lelaki di samping mereka dengan kagum.


Jack menatap anak lelaki itu sambil mengernyitkan keningnya,


"Kau siapa??" tanyanya.


Alice menatap Jack dan berdehem pelan,


"Ah.. Balon anak ini tersangkut di atas pohon. Aku.. mencoba untuk mengambilkannya tadi karena dia menangis" jawab Alice pelan.


Jack seketika menatap kearah pohon dan melihat balon doraemon yang tersangkut disana. Ia pun seketika menghela nafasnya dan menatap anak lelaki tadi,


"Kenapa kau menyuruh kekasihku untuk mengambilnya?? Apa kau tidak bisa membeli balon yang lain?? Kekasihku hampir saja terkena bahaya karena mengambil balonmu" ucap Jack terlihat kesal.


Alice yang mendengar hal itu seketika menatap anak lelaki tadi yang langsung menatap takut pada Jack dengan mata yang mulai berkaca-kaca,


"Jack.. Ini bukan salahnya.. Aku yang menawarkan untuk mengambilkan balon itu" jawab Alice mencoba menenangkan.


Gadis itu pun mendekati anak tadi dan mengusap kepalanya,


"Jangan menangis.. Kakak ini hanya mengkhawatirkan ku, dia tidak memarahi mu" ucapnya sambil melirik kearah Jack dan memberikan kode pada pria itu untuk tidak membuat anak lelaki itu takut.


Jack menghela nafasnya dan mendekati anak lelaki itu,


"Maaf, aku tidak memarahi mu.. Aku hanya khawatir" ucap Jack pelan.


Pria itu pun menatap kearah balon yang menyangkut di atas pohon itu,


"Biar aku ambilkan balon itu untukmu" ucap Jack lagi pada anak lelaki itu.


Jack pun telah menaiki pohon dan tangannya dengan mudah menarik tali balon doraemon yang tersangkut. Setelah itu ia pun turun dan memberikan balon itu pada anak lelaki tadi,


"Ini balonmu" ujar Jack sambil memberikannya pada anak lelaki tadi.


Seketika senyuman anak itu pun merekah. Ia mengambil balon miliknya dan berjingkrak dengan girang,


"Wah!! Terimakasih paman tampan!!" ucapnya gembira.


Alice tertawa kecil melihat ekspresi bahagia anak itu,


"Pegang dengan erat agar balonnya tidak terbang" ucap Alice lembut pada anak itu.


Anak lelaki itu pun menatap Alice dan memeluknya,


"Terimakasih kakak cantik, karena kakak balonku akhirnya kembali" ujarnya senang.


Alice hanya tersenyum dan berjongkok untuk membalas pelukan anak itu,


"Sama-sama" balas Alice.


Anak lelaki itu pun menatap ke seberang taman dan tersenyum,


"Ibuku sudah kembali, aku harus pulang" ucapnya.


Anak itu pun melepaskan pelukannya dan menatap Alice,


"Terimakasih sekali lagi kakak cantik, aku sangat menyukai kakak" ujarnya.


"Kuharap kita bisa bertemu kembali.. Jangan lupakan aku ya" lanjutnya.


Lalu dengan cepat anak itu pun mengecup pipi Alice dan berlalu pergi sambil melambaikan tangannya.


Alice yang cukup terkejut langsung menyentuh pipinya dan tersenyum pelan pada anak itu. Sedangkan Jack yang melihat hal itu langsung terbelalak dan menatap kesal pada anak lelaki yang sudah berlari pergi itu,


"HEY!! Dasar setan kecil!! Seharusnya aku tidak membantunya tadi" kesal Jack yang merasa cemburu.


Alice yang melihat tingkah Jack hanya dapat tersenyum pelan melihat tingkah kekanakan Jack,


"Sudah.. Dia hanya anak kecil Jack" ucap Alice menenangkan.


Jack menghela nafasnya dan meraih pinggang Alice. Pria itu mendekap tubuh Alice dan memasang wajah merajuknya,


"Tetap saja aku cemburu dan tidak suka" ujarnya lalu mengecup pipi Alice yang dicium oleh anak lelaki tadi.


Alice hanya dapat pasrah dan menghela nafasnya pelan. Jack mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Alice dengan lembut,


"Jangan lakukan hal berbahaya seperti tadi lagi.. Aku sangat takut dan khawatir setengah mati" ujarnya lembut.


Alice menatap pria itu dan tersenyum lembut sambil mengangguk. Gadis itu pun seketika sedikit mengernyitkan keningnya saat melihat Jack,


"Oh iya.. Apa kau baru tiba dari luar kota??" tanyanya tiba-tiba.


Jack terdiam sejenak dan mengangguk pelan,


"Iya.. Aku baru saja kembali. Dan.. aku merasa khawatir karena tidak menemukanmu di kantor hari ini" ucap Jack sambil menyentuh pipi Alice dan menatapnya dalam.


Alice seketika terdiam dan menunduk pelan,


"Ah.. Itu.." ucap Alice terlihat ragu.


Jack terdiam sejenak dan meraih dagu Alice, ia menatap gadis itu dengan tatapan bersalahnya,


"Maafkan aku Alice.." ucapnya dalam.


"Maaf atas segala perbuatan ibuku padamu" lanjutnya.


Alice menatap pria itu dan menggeleng pelan,


"Tidak Jack.. Kau tidak perlu meminta maaf" balas Alice lembut.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍