
Saat ini Alice dan Jack tengah berada di taman bermain yang berada di pusat kota. Keduanya terlihat begitu ceria dan mencoba menaiki beberapa wahana yang berada disana.
Jack terlihat mengajak Alice untuk menaiki roller coaster. Namun, Alice menolak karena ia terlalu takut untuk menaiki wahana permainan itu. Akhirnya, mereka pun menaiki beberapa permainan yang tidak terlalu ekstrim.
Senyuman tidak pernah lepas dari wajah kedua pasangan kekasih itu. Mereka terlihat sangat bahagia dan selalu saling bergandengan tangan.
Keduanya juga sering berfoto bersama dari kamera yang sengaja Alice bawa, kamera yang dapat langsung mencetak foto mereka berdua.
Sudah berjam-jam mereka berada di tempat bermain ini, dan sudah hampir banyak permainan yang mereka naiki bersama. Keduanya terlihat sangat bahagia dan menikmati hari ini.
"Ayo kita ambil foto disini" ajak Alice yang berada tidak jauh dari permainan bianglala di belakang mereka.
Jack berdiri di samping Alice dan Alice pun bersiap untuk menekan tombol kamera sambil tersenyum. Namun, tiba-tiba Jack pun mendekatkan wajahnya dan mengecup pipi Alice tepat saat gadis itu menekan tombol kamera.
Alice seketika menatap wajah Jack yang sudah tersenyum menatapnya. Foto pun keluar dan dengan segera Jack mengambilnya. Ia tersenyum puas saat melihat foto dirinya yang mencium pipi Alice,
"Aku akan menyimpan foto yang ini" ucap Jack dengan senyuman cerahnya.
Alice terdiam sejenak dan menatap wajah Jack yang terlihat bahagia. Entah mengapa rasanya ia ingin menangis sekarang..
Jack menatap Alice dan terkejut saat menatap mata kekasihnya yang terlihat sedikit berkaca-kaca. Ia pun menyentuh pipi gadis itu dengan rasa bersalah,
"Apa kau marah?? Maafkan aku.. Aku tidak bermaksud.." ucapnya terputus saat Alice mencoba mengubah ekspresinya dan tersenyum lembut pada pria itu.
"Tidak Jack.. Aku tidak marah.." balasnya menenangkan.
Jack pun memperhatikan wajah Alice dengan khawatir dan menghela nafasnya pelan,
"Kau membuatku khawatir.." ucapnya.
Alice pun menyentuh tangan Jack yang berada di pipinya dan menatap bianglala di belakang mereka,
"Bagaimana kalau kita naik bianglala itu??" tanya Alice bersemangat.
Jack menatap bianglala di belakang mereka yang cukup tinggi dan tersenyum lembut pada kekasihnya itu,
"Apapun yang kau mau, aku akan menurutinya" jawabnya dalam.
Alice pun merasa hatinya terasa sesak. Dia pun mencoba tersenyum kembali dan mulai menarik tangan Jack untuk segera naik bianglala itu,
"Ayo!" ajaknya.
Jack hanya tersenyum dan membiarkan Alice menarik tangannya. Pria itu pun menggenggam tangan Alice dengan erat..
Setelah membeli tiket, akhirnya Alice dan Jack pun masuk ke dalam bianglala..
Perlahan bianglala pun mulai melaju..
Bianglala itu berjalan cukup lambat agar para penumpang bisa menikmati setiap pemandangan yang mereka lihat. Dan, setiap satu bianglala berada di paling puncak, maka mereka memiliki waktu sekitar 3 menit untuk menikmati pemandangan diatas sana.
Saat ini bianglala Jack dan Alice belum berada di puncak. Alice terlihat sibuk mengambil gambar pemandangan di sekitarnya, sedangkan Jack hanya memandangi wajah kekasihnya itu dengan senyuman lembut.
"Wah.. indah sekali. Mungkin jika kita naik ini saat malam hari pemandangannya akan terlihat lebih indah" ucap Alice sambil menatap takjub pemandangan di sekitarnya.
Jack menatap pemandangan di sekitar mereka dan kembali menatap Alice,
"Kalau begitu.. lain kali kita datang lagi kemari saat malam hari" ujar Jack lembut.
Alice menatap kearah Jack dan terdiam sesaat. Ia seketika merasa sedih dan bertanya dalam hatinya, apakah ia dan Jack bisa kembali lagi kemari suatu hari nanti?? pikirnya sedih.
Jack menatap kearah Alice yang terlihat menunduk dan terdiam. Pria itu pun menyentuh tangan kekasihnya itu dengan lembut,
"Ada apa?? Sejak tadi aku perhatikan, kau terkadang terlihat murung dan sedih. Apa ada sesuatu yang terjadi??" tanyanya lembut.
Alice seketika menatap Jack dan memasang senyumannya sambil menggeleng,
"Tidak ada.." balasnya sedikit gugup.
Saat ini Alice dan Jack duduk saling berhadap di dalam bianglala,
"Oh iya.. Apa kau pernah mendengar tentang mitos bianglala ini??" tanya Alice berusaha mengalihkan pembicaraan.
Jack menatap gadis itu dan menggeleng,
"Mitos apa??" tanyanya lembut.
Alice menatap pemandangan di depannya dan tersenyum pelan,
"Orang-orang bilang, jika bianglala kita tepat berada di paling atas dan kita bersama cinta sejati kita, maka.. apapun yang kita harapkan akan terkabul" ucapnya.
Jack terdiam beberapa saat dan menatap wajah kekasihnya itu dalam,
"Benarkah??" tanyanya.
Alice tersenyum pelan sambil mengangkat bahunya,
"Itu kan hanya mitos yang di percayai oleh beberapa orang" jawabnya sambil menatap Jack.
Jack menatap dalam pada Alice dan mengangkat sebelah tangannya untuk menyentuh pipi gadis itu dengan lembut,
"Jika mitos itu benar.. harapan apa yang ingin kau sampaikan??" tanyanya sambil menatap Alice dalam.
Alice seketika terdiam dan menatap pria itu dalam. Ia mencoba menenangkan debaran jantungnya yang saat ini tidak menentu. Ada kesedihan yang menjalar di hatinya saat ia mengingat bahwa ia akan meninggalkan pria yang ia cintai ini..
Alice menyentuh tangan Jack yang berada di pipinya dan menatapnya dalam,
"Aku harap.. Apapun yang kau harapkan bisa terkabul" jawabnya dengan suara yang sedikit bergetar.
Jack menatap dalam pada Alice dan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu,
"Kalau begitu.. aku berharap.. semoga kita akan selalu bersama untuk selama-lamanya.. Tidak peduli jika dunia ini akan berakhir, aku berharap kita akan tetap bersama di kehidupan selanjutnya.." ucapnya dalam dan intens.
"Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita.. Aku berharap.. Kita akan selalu hidup bahagia bersama anak-anak kita kelak. Hidup kita akan selalu dihiasi dengan tawa bahagia dan warna.." lanjutnya bersungguh-sungguh.
Jarak mereka berdua saat ini terlihat begitu dekat. Alice mencoba membendung air matanya dan menyentuh tangan Jack yang berada di pipinya dengan erat.
Tanpa kedua pasangan kekasih itu sadari, posisi bianglala mereka saat ini sudah berada di atas..
Jack menempelkan keningnya pada kening Alice dan menutup matanya,
"Aku berharap.. Tuhan akan mengabulkan doa ku.. Aku ingin, Tuhan selalu menempatkan aku di tempat yang selalu ada dirimu.. Kita tidak akan pernah terpisahkan sampai kapanpun.. Hatiku akan selalu mencari mu.. Tempatku pulang adalah dirimu.." ucapnya lagi dalam.
"Aku mencintaimu.. sampai kapanpun akan tetap mencintaimu.. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan cintaku padamu sampai kapanpun.." bisiknya lagi dengan penuh kesungguhan.
Lalu.. perlahan bibir Jack pun menempel pada bibir Alice dengan lembut. Seketika Alice menutup matanya dan air mata pun menetes di pipinya.
Gadis itu tidak bisa lagi menahan sakit di hatinya setelah mendengar semua harapan Jack yang terdengar begitu tulus dan dalam.
Ya Tuhan..
Apa yang harus ia lakukan sekarang?? jeritnya dalam hati.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍