
"Dengar Jack!! Siapapun wanita itu jika bukan Jessica maka selamanya ibu tidak akan merestui hubungan kalian!!!" ujarnya memperingati.
Alice terdiam di balik sofa dengan perasaan yang tidak menentu. Gadis itu memilih untuk bersembunyi karena ia tidak siap untuk bertemu dengan Miranda. Walaupun mereka sudah pernah bertemu sebelumnya, tetapi Alice belum siap bertemu dengannya lagi.
Alice juga sedikit terkejut karena sepertinya Miranda mengetahui bahwa Jack telah memiliki hubungan dengan wanita lain. Apa sebelumnya pria itu telah memberitahu ibunya? pikir Alice.
Mendengar ucapan Miranda barusan pun sudah terlihat jelas bahwa wanita paruh baya itu tidak menginginkan perpisahan Jack dan Jessica.
Jack menghela nafasnya dan bangkit dari duduknya,
"Aku tidak mencintai Jessica ibu, harus berapa kali aku mengatakannya??" ucap Jack.
Miranda hanya mendelik kesal mendengar ucapan Jack,
"Ibu hanya memikirkan perasaan Jessica tanpa memikirkan perasaanku juga.. Aku tidak bisa mencintainya walaupun aku berusaha. Jika ibu tetap bersikeras maka ibu akan menyakiti aku dan juga Jessica" lanjut Jack serius.
Pria itu menatap kearah pantulan lemari kaca di belakang sofa dan melihat Alice yang tengah bersembunyi disana. Pria itu menghela nafasnya dan kembali menatap Miranda dengan serius,
"Selama hidupku, aku tidak pernah merasakan perasaan cinta dan perasaan ingin memiliki.. Tapi, saat aku bertemu dengan seorang gadis ini.. aku baru dapat merasakan apa itu cinta dan ketulusan.." ucap Jack yang membuat Miranda menatap kearahnya.
"Aku sangat mencintai gadis ini bu.. Aku... ingin menikah dengannya!" lanjut Jack yang membuat Miranda terkejut.
Wanita paruh baya itu tersenyum sinis mendengar ucapan putranya itu,
"Kau ini.. Baru saja merasakan jatuh cinta, lalu kau berpikir untuk langsung menikah?? Sungguh tidak masuk akal!! Apa kau yakin tidak salah pilih?? Bahkan kau baru mengenal gadis itu!!" ucap Miranda tajam.
Jack menatap sang ibu dengan mata yang memicing,
"Darimana ibu tau kalau aku baru mengenal gadis ini??" tanyanya curiga.
Seketika Miranda pun terdiam mendengar ucapan Jack. Dia hampir saja keceplosan..
"Iya tentu saja.. kau mungkin baru mengenalnya!" ujarnya membela diri.
Jack menghela nafasnya dan menatap kearah Alice yang bersembunyi dengan tatapan dalamnya,
"Aku sudah mengenalnya sejak lama.. Bahkan.. Sejak aku masih koma" ucap Jack yang membuat Alice terdiam.
Miranda mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Jack,
"Apa kau bercanda?? Bagaimana bisa kau mengenalnya saat koma?? Kau sendiri bahkan tidak sadar sama sekali" ucap Miranda tidak percaya.
Jack hanya terdiam dan menatap ibunya dengan tatapan seriusnya,
"Ibu tidak akan mengerti" ucapnya penuh arti.
Jack pun seketika melangkah mendekati sofa dengan tatapan dalamnya..
Disisi lain, Alice yang masih tidak menyadari kedatangan Jack, hanya terduduk di balik sofa dengan tatapan kosong. Gadis itu masih tenggelam dalam lamunannya setelah mendengar kata-kata Miranda sebelumnya.
Lalu, tanpa Alice sadari..
Jack telah berdiri di depannya dengan tatapan lembutnya.
Gadis itu seketika menatap sepasang sepatu yang berada di depannya. Alice mengangkat wajahnya dan menatap tangan Jack yang terulur di depan wajahnya.
Jack tersenyum lembut menatap kekasihnya itu,
"Jangan sembunyi lagi.." ucapnya lembut dan dalam.
Alice menatap wajah teduh Jack dan terlihat ragu.
Disisi lain, Miranda yang melihat putranya tengah berbicara pada seseorang di balik sofa pun seketika berdiri dengan penasaran..
"Tidak apa-apa.." ucap Jack lagi meyakinkan Alice.
Alice pun terlihat menggigit bibirnya dan dengan perlahan menerima uluran tangan Jack.
Jack pun tersenyum dan membawa tubuh Alice berdiri. Miranda seketika membelalakkan matanya saat melihat seorang wanita yang berdiri membelakanginya.
Lalu, perlahan Jack pun merangkul tubuh Alice dan menuntunnya mendekati Miranda yang masih terlihat syok..
Jack menatap ibunya dengan tatapan serius,
"Ibu.. Inilah gadis yang aku cintai" ujar Jack yang membuat Miranda semakin terkejut.
Alice terlihat hanya menunduk dan tidak berani menatap kearah Miranda. Dari cara bicaranya tadi pun Alice sudah menduga bahwa Miranda pasti tidak akan menyukainya.
Miranda mengepalkan tangannya dan menatap Alice dengan tajam,
"Apa-apaan ini.. Sekarang kau malah terang-terangan memperkenalkan selingkuhanmu pada ibu!" ucapnya menahan emosi.
Jack membawa Alice sedikit ke belakang tubuhnya dan menatap sang ibu dengan tatapan dinginnya,
"Ibu.. Alice bukan selingkuhanku. Aku menjalin hubungan dengannya setelah aku mengakhiri hubunganku dengan Jessica!" ucap Jack memperingati.
"Alice adalah satu-satunya wanita yang aku cintai. Dan.. perlu ibu ingat bahwa selama aku berhubungan dengan Jessica, aku tidak pernah mencintainya" lanjut Jack tegas.
Miranda menatap tak habis pikir pada putranya. Ia menyentuh keningnya dan mendengus kasar,
"Cukup Jack!!" ujarnya keras.
Tatapannya pun mengarah pada Alice dengan tajam. Ia memperhatikan Alice dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tersenyum sinis,
"Kau.. Kukira saat aku pertama bertemu denganmu, kau adalah gadis yang baik dan tulus. Tapi.. Ternyata kau punya sifat menjijikkan seperti ini!!" ujarnya tajam.
"Padahal Jessica menganggap mu seperti adiknya sendiri, tetapi kau malah menusuknya dari belakang dengan merebut kekasihnya!! Dasar tidak tau malu!!" lanjut Miranda kesal.
"CUKUP IBU!!" ujar Jack cukup keras.
Pria itu semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Alice yang terlihat hanya menunduk mendengar ucapan Miranda.
"Jangan pernah berbicara seperti itu padanya!! Dia tidak pernah menggodaku bahkan merebut ku dari siapapun!!" ucap Jack tegas.
"Aku yang pertama menyukainya dan menginginkannya menjadi milikku! Aku yang mengejar Alice dan menginginkannya menjadi milikku!!" lanjut Jack dengan tatapan yang membuat Miranda terdiam seketika.
Wanita paruh baya itu dengan segera memalingkan wajahnya dan mengambil tas miliknya dengan kasar. Ia menatap Alice dan Jack dengan tatapan tajamnya,
"Terserah apa katamu.." ucapnya pelan.
"Yang jelas.. Ibu tidak merestui hubunganmu dengannya!!" lanjutnya sambil melirik Alice dengan sinis.
Setelah itu Miranda pun pergi melangkah keluar dari ruangan Jack dengan sedikit membanting pintu. Jack yang melihat hal itu pun hanya dapat menghela nafasnya dan dengan segera menatap Alice yang sejak tadi hanya terdiam.
Pria itu menatap wajah Alice yang sedikit menunduk dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan. Jack menyentuh wajah Alice dengan lembut dan membawanya untuk saling bertatapan,
"Kau baik-baik saja??" tanyanya lembut.
Alice menatap Jack dan tidak mengatakan apapun. Jack pun menghela nafasnya pelan dan mengusap lembut pipi Alice,
"Maaf, aku telah mengatakan semuanya pada ibuku tanpa persetujuan darimu..." ucapnya merasa bersalah.
"Aku tidak bisa lagi menyembunyikan hubungan kita... Jangan dengarkan perkataan yang tidak baik dari ibuku. Dia hanya masih terlalu berharap pada hubunganku dan Jessica" lanjutnya lagi.
Ia pun merasa bersalah melihat Alice yang sejak tadi masih terus terdiam,
"Apa kau marah padaku??" tanyanya pelan.
Alice menatap Jack dan menghela nafasnya pelan,
"Tidak" jawabnya singkat.
Walaupun sebenarnya perkataan ibu Jack tadi cukup menyakitinya, tetapi.. Alice tidak ingin membuat Jack semakin mengkhawatirkannya dan merasa bersalah.
Jack membawa tubuh Alice ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat,
"Kita bisa melewati ini semua Alice.. Asalkan kita selalu bersama, aku yakin.. semua akan baik-baik saja" bisiknya dalam sambil mengecup kepala Alice.
Sedangkan Alice hanya terdiam dalam pelukan Jack dan menutup matanya pelan.
'Semoga saja...' harapnya dalam hati.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung terus cerita ini dengan kasih like, vote, hadiah dan komennya ya biar author semangat beresin ceritanya 🥺☺️
Oh iya, author punta rencana bikin novel baru tema kerajaan gitu..
Apa disini ada yang suka tema-teman kerajaan gitu gak ya?? 🤔