Mysterious Man

Mysterious Man
Travail



Jack memasuki ruangannya dan melangkah kearah meja kerjanya yang terlihat sudah tersusun rapi beberapa berkas-berkas penting yang harus ia tanda tangani hari ini.


Pria itu tidak menghiraukan tumpukkan berkas di mejanya dan langsung mengarahkan pandangannya pada Morgan yang baru menyusul masuk ke dalam ruangannya.


"Morgan.. Bagaimana dengan mahasiswa magang yang akan mulai bekerja hari ini?? Apa mereka sudah tiba??" tanya Jack.


Morgan membungkuk pelan pada Jack lalu mengangguk,


"Iya Tuan.. Para mahasiswa yang di terima baru saja bertemu dengan pembimbing mereka dan siap melakukan tugas magangnya hari ini" jawab Morgan.


Jack pun terlihat terdiam sejenak dan kembali menatap Morgan,


"Siapa yang menjadi pembimbing mereka??' tanya Jack penasaran.


Morgan pun membuka berkas di tangannya sejenak dan kembali menatap Jack,


"Pembimbing para mahasiswa magang itu.. adalah Nona Jessica, Tuan" jawab Morgan yang membuat Jack terdiam seketika.


"Jessica?? Mengapa Jessica yang menjadi pembimbing mahasiswa magang?? Bukankah ia mempunyai pekerjaan yang lebih penting dari pada itu??" tanya Jack sedikit bingung.


Morgan pun hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan Jack,


"Saya tidak tau pasti Tuan.. Tetapi, jika tidak salah dengar, sebelumnya Nona Jessica memang mengajukkan diri untuk menjadi pembimbing mahasiswa magang. Dan, Tuan Joe pemimpin dari bagian manajemen menyetujuinya dan juga mendukungnya menjadi pembimbing mahasiswa magang" jawab Morgan.


"Walaupun.. Nona Jessica bukanlah bagian dari staff manajemen, tetapi ia sangat pintar dan menguasai semua bagian bidang di perusahaan ini Tuan" lanjutnya.


Jack pun terdiam sejenak dan mengangguk pelan,


"Begitu.. " jawab Jack pelan.


Ia pun menatap Morgan dengan tatapan seriusnya,


"Morgan.. Bisakah kau memberi aku kabar tentang tugas apa yang akan di lakukan mahasiswa magang hari ini??" tanyanya.


Morgan sedikit mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Jack,


"Baik, Tuan" jawabnya sambil menunduk.


Setidaknya, walaupun Alice tidak menginginkannya untuk ikut campur dengan pekerjaan magangnya, tetapi Jack tetap akan mengawasinya dari sini..



Jessica dan Alice telah tiba di lantai 10 perusahaan ini. Ini bukanlah lantai paling atas di perusahaan, tetapi di lantai inilah tempat ruangan khusus berkas-berkas lama milik perusahaan.



Jessica berjalan ke ruangan yang berada di sudut lantai ini dan berdiri di depan sebuah pintu bertuliskan 'Old Files Room'



Wanita itu membalikkan tubuhnya dan menatap Alice sambil tersenyum pelan,



"Alice, ini adalah ruangan berkas-berkas lama.. Aku, ingin kau menyusun beberapa berkas dari tahun 2018 sampai tahun lalu. Tidak banyak.. hanya ada beberapa saja" ucap Jessica.



Alice hanya menanggapi ucapan Jessica dengan anggukan kecil. Jessica pun perlahan mengangkat tangannya dan menyentuh pundak Alice,



"Maaf ya, aku menempatkanmu di hari pertama magang disini. Bukan apa-apa.. Pekerjaan ini sepertinya cukup santai untukmu. Besok, mungkin kau akan bergantian dengan Irene" ujarnya pelan.



Alice menatap Jessica dengan tatapan datarnya,



"Tidak perlu meminta maaf. Bukankah ini juga bagian dari pekerjaan magang??" tanyanya datar.



Jessica pun seketika terdiam dan tersenyum pelan pada Alice,



"Iya, tentu saja" jawabnya.



Jessica pun memberikan berkas di tangannya pada Alice,



"Baiklah kalau begitu.. Ini file-file yang harus kau susun. Kuharap kau bisa menyelesaikannya sebelum jam istirahat nanti" ujarnya.



"Dan, ini kunci ruangan ini. Jika kau mengalami kesulitan atau perlu sesuatu yang di tanyakan, kau bisa menanyakan pada staff yang akan membantumu disini nanti.. Aku juga akan kemari nanti untuk membantumu jika kau mengalami kesulitan. Tapi.." ucapnya terputus sejenak.



"Kurasa ini pekerjaan yang mudah dan tidak ada kesulitan bukan?? Kau hanya perlu menyusun beberapa berkas saja" lanjutnya sambil tersenyum pelan.



Alice mengambil berkas dan kunci dari Jessica lalu mengangguk pelan,



"Iya" jawabnya singkat.



Jessica pun mengangguk dan menepuk pelan pundak Alice sebelum pergi,



"Kalau begitu, aku tinggal dulu" pamitnya sambil tersenyum lalu berlalu pergi.




~~



Alice perlahan membuka kunci pintu di depannya dan masuk ke dalam.



Di dalam ruangan ini, terlihat rak-rak tinggi berisikan berkas-berkas yang telah disusun berdasarkan tahunnya.



Alice menghela nafasnya pelan dan mencoba melihat daftar berkas-berkas yang harus ia susun. Sepertinya pekerjaan ini cukup mudah dan tidak akan memakan waktu lama, pikir Alice karena semua berkas disini telah disusun berdasarkan tahun.



Gadis itu terdiam sejenak dan merasa ada sedikit kejanggalan dengan tugasnya saat ini. Apakah menyusun data seperti ini termasuk dari pekerjaan magangnya?? pikirnya sedikit ragu.



Ia pun tidak mau ambil pusing dan mulai mengerjakan pekerjaannya. Namun, sebelum Alice melangkah mendekati rak berkas, seketika handphonenya pun bergetar.



Alice mengambil handphone di dalam saku blazernya dan melihat sebuah pesan dari Jack. Ia pun membuka pesan itu,



(*Pagi 🥰 Bagaimana pekerjaan magangnya?? Apa kau mengalami kesulitan*??)



Alice tersenyum pelan membaca isi pesan dari kekasihnya itu. Mengapa pria itu mengirimnya pesan di saat jam kerja seperti ini?? pikir Alice sambil menggeleng pelan.



Gadis itu terlihat berpikir sejenak dan membalas pesan Jack dengan singkat,



(Tidak) balasnya.



Alice pun memasukkan handphonenya kembali dan mulai mengerjakan pekerjaannya..



Jessica keluar dari lift menuju lantai paling atas dimana ruangan Jack berada. Wanita itu membawa sesuatu di tangannya.


Jessica berjalan menghampiri ruangan Jack dan berdiri sejenak di depan pintu itu dengan perasaan yang gugup.


Jessica kembali menatap bingkisan di tangannya dengan perasaan tak menentu. Bingkisan ini adalah kado ulang tahun untuk Jack yang sengaja di persiapkan olehnya jauh hari sebelum dirinya dan Jack putus.


Jessica mempersiapkan kado ini dari bulan lalu untuk hari istimewa Jack. Tetapi sayangnya, hubungannya dan Jack berakhir begitu saja sebelum hari ulang tahun pria itu.


Ia berpikir, kado ini harus ia berikan pada Jack. Bagaimanapun juga, ia tidak menginginkan perpisahan ini terjadi..


Jessica pun menarik nafasnya dalam dan membuangnya perlahan untuk menenangkan diri. Setelah itu ia pun mengangkat tangannya dan mengetuk pintu,


Tok..


Tok..


Ia menunggu dengan jantung berdebar sampai terdengar suara sahutan Jack dari dalam,


"Masuk"


Jessica pun perlahan membuka pintunya dan menatap kearah seseorang yang amat sangat ia rindukan itu..


Jack masih belum menoleh kearahnya dan terlihat sibuk dengan pekerjaannya..


Jessica pun melangkah masuk dan berdiri di depan meja Jack dengan jantung yang berdegup kencang,


"Hai Jack.." sapa Jessica pelan.


Jack seketika mengangkat wajahnya dan menatap Jessica yang tengah berdiri di depan mejanya dengan membawa sesuatu di tangannya.


Pria itu terdiam sejenak dan menatap Jessica dengan tatapan datarnya,


"Ada apa Jessica??" tanya Jack to the point.


Jessica menatap Jack dengan tatapan sendunya dan memaksakan senyumannya,


"Maaf.. Apa, aku menganggu??" tanyanya.


Jack terdiam untuk beberapa saat dan menatap berkas di atas mejanya,


"Tidak juga" jawabnya mencoba menghargai perasaan Jessica.


"Apa yang membawamu kemari??" tanyanya lagi.


Jessica pun perlahan menatap bingkisan di tangannya dan meletakkannya di atas meja Jack,


"Selamat ulang tahun.." ucap Jessica dengan suara yang sedikit bergetar.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁