
Alice menatap kearah jendela di sampingnya dalam diam. Gadis itu masih memikirkan ucapan Jack tadi tentang pernikahan dan bertemu dengan kedua orang tuanya.
Bukannya ia menolak lamaran pria itu, hanya saja.. ia masih belum siap mempertemukan Jack dengan kedua orang tuanya..
Hubungan dirinya dan kedua orang tuanya saja masih belum membaik. Bagaimana caranya ia memperkenalkan Jack sebagai kekasihnya? Apalagi pria itu langsung ingin berniat melamarnya.
Dan lagi, ia juga belum mendapatkan restu dari ibu Jack. Alice berpikir mungkin akan sangat sulit untuk mereka berdua menuju ke pernikahan dalam waktu dekat ini..
Jack menatap Alice yang sejak tadi hanya termenung sambil menatap jalanan dari jendela mobil. Mereka saat ini tengah dalam perjalanan menuju rumah Lola untuk mengantar Alice pulang.
Jack terdiam sejenak dan kembali melirik Alice. Apakah gadis itu sedang memikirkan ucapannya tadi pagi tentang pernikahan?? pikir Jack khawatir.
Apakah menurut Alice ini terlalu cepat? Atau.. ia masih mencemaskan ibunya yang masih menentang hubungan mereka?? pikir Jack lagi.
Perlahan sebelah tangannya pun terangkat dan menggenggam tangan Alice dengan lembut. Alice yang merasakan sentuhan Jack seketika menatap pria itu dalam diam,
"Ada apa?? Apa kau masih memikirkan ucapanku tadi?? Apa.. itu mengganggu pikiranmu??" tanyanya lembut.
Alice terdiam sejenak dan menghela nafasnya pelan,
"Tidak.." jawabnya pelan sambil menunduk.
Jack pun menatap gadis itu dapat mengetahui bahwa Alice tengah berbohong dengan jawabannya. Pria itu menepikan mobilnya ke sisi jalan dan kembali menatap Alice.
Ia terdiam sejenak dan kembali menggenggam tangan gadis itu dengan lembut. Alice pun perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Jack,
"Alice.. Jika ucapanku tadi mengganggumu.. Maka.. Aku minta maaf" ucapnya lembut.
"Jika kau belum siap untuk menikah.. Maka aku tidak keberatan sama sekali. Aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap" lanjutnya menenangkan.
Alice menunduk pelan dan menghela nafasnya. Ia pun kembali menatap Jack dan menggeleng pelan,
"Bukan begitu Jack.. Aku, aku hanya belum siap memperkenalkan mu dengan kedua orang tuaku. Kau tau kan, hubunganku dengan ibu dan ayahku tidaklah baik. Aku.. aku tidak yakin mereka peduli denganku dan juga apa mereka bersedia berkenalan denganmu" jawabnya pelan.
Jack terdiam sejenak dan tersenyum lembut pada gadis itu,
"Alice.. mengapa kau bisa berpikiran seperti itu?? Bagaimanapun juga kurasa mereka adalah orang tuamu. Mereka pasti peduli dan sayang padamu" ujarnya lembut sambil mengusap pipi gadis itu.
"Aku hanya ingin berkenalan dengan mereka. Dan, sebagai seorang lelaki, bukankah aku harus mendapatkan izin dari orang tuamu?? Aku ingin mereka tau bahwa aku adalah pria yang bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh dengan hubungan kita" lanjutnya dalam.
Alice terdiam sejenak dan menghela nafasnya pelan. Sebenarnya dalam waktu beberapa hari lagi orang tuanya akan berkunjung ke rumah Lola. Tetapi, Alice memilih untuk tidak memberitahu Jack terlebih dahulu. Ia belum siap memperkenalkannya sebagai kekasihnya.
Gadis itu tidak yakin orang tuanya akan menetap lama di rumah neneknya. Ia yakin mungkin orang tuanya hanya mampir sebentar saja dan akan kembali sibuk dengan pekerjaan mereka. Pasti mereka tidak punya waktu untuk bertemu dengan Jack, pikirnya.
Jack membelai rambut Alice dan menatapnya dengan lembut,
"Jangan memikirkan hal yang dapat mengganggu pikiranmu. Aku juga tidak bermaksud terburu-buru untuk melamar mu. Tatapi yang jelas, setidaknya aku ingin orang tuamu mengenalku dan mengetahui tentang hubungan kita. Aku sangat menghargai mereka, dan berharap bisa bertemu mereka suatu hari nanti" ucapnya lembut.
Jack pun mengecup kening Alice cukup lama dan kembali membelai pipinya,
"Jangan dipikirkan lagi.." ucapnya lagi lembut.
Alice menatap mata pria itu dan tersenyum pelan. Jack memang selalu bisa membuat perasaannya menjadi lebih baik..
Jack kembali menyalakan mobilnya dan melaju menuju rumah Lola..
~
Setelah perjalanan yang menempuh beberapa menit, akhirnya mobil Jack pun tiba di depan rumah Lola. Jack dengan segera turun dan membukakan pintu untuk sang kekasih.
Ia tersenyum lembut pada gadis itu dan menggenggam tangannya untuk melangkah masuk bersama-sama.
Alice sedikit mengernyitkan keningnya, apa neneknya sudah pulang?? pikirnya.
Mungkin ada tamu atau kerabat dari neneknya yang sedang berkunjung, pikir Alice lagi.
"Sepertinya ada tamu" ucap Jack pelan.
Alice pun mengarahkan pandangannya ke depan sambil terus melangkah masuk ke dalam rumah.
Namun..
Tiba-tiba Alice terkejut seketika saat melihat siapa orang yang tengah berbincang dengan neneknya di ruang tamu.
DEG!!
Gadis itu langsung berhenti di tempatnya sambil menahan tangan Jack yang sedang di genggamnya. Jack yang merasakan genggaman tangan Alice semakin kuat di tangannya, seketika langsung menatap gadis itu,
"Alice.. ada apa??" tanyanya lembut.
Jack pun langsung menatap kearah ruang tamu dan melihat Lola yang tengah berbincang dengan seorang pria paruh baya yang terlihat masih gagah dan tampan serta wanita paruh baya yang juga terlihat masih sangat cantik dan muda.
Pria itu mengernyitkan keningnya menatap sosok asing di depan matanya. Namun, seketika Lola yang menyadari kedatangan mereka pun langsung menatap kearah pintu dengan perasaan terkejut bercampur senang,
"Alice, Jack! Kalian disini??" tanyanya sambil berdiri dari duduknya.
Seketika tatapan pria paruh baya dan wanita paruh baya itu langsung mengarah kearah pintu dengan cepat,
DEG!!
Mandy langsung berdiri dari duduknya dan menatap kearah satu titik dimana putrinya berada dengan mata yang terkejut dan mulai berkaca-kaca,
"A.. Alice??" ucapnya bergetar.
Begitu juga dengan Patrick yang berdiri dan menatap Alice dengan tatapan penuh kerinduan.
Alice yang melihat reaksi kedua orang tuanya hanya terdiam membeku dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Genggaman tangannya pada Jack semakin kuat dan membuat Jack semakin khawatir.
Sebenarnya ada apa dengan Alice?? Mengapa reaksinya seperti itu saat melihat pria dan wanita paruh baya itu.
Jack pun menatap kearah wanita paruh baya yang terlihat meneteskan air matanya saat melihat Alice.
Tunggu!!
Wajah wanita paruh baya itu... sangat mirip dengan Alice, pikirnya.
Ia pun seketika menyadari bahwa pria dan wanita paruh baya yang sedang berdiri tidak jauh dari posisinya itu adalah orang tua Alice!!
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍