Mysterious Man

Mysterious Man
Past



Tom masuk ke dalam kamar dan melihat Miranda yang tengah duduk di meja riasnya sambil melamun. Wanita paruh baya itu bahkan tidak menyadari sang suami yang masuk ke dalam kamar,


"Kau sudah puas??" tanya Tom tiba-tiba yang membuat Miranda terkejut dan menatap kearahnya.


Miranda pun memalingkan wajahnya sambil menghela nafasnya,


"Apa kau puas sudah membuat putramu malu di depan orang tua kekasihnya??" tanyanya lagi tajam.


Miranda mendelik tajam pada Tom,


"Aku tidak mempermalukannya! Bukankah aku sudah katakan sejak awal bahwa aku tidak merestui hubungan mereka?? Mengapa kau malah mengizinkan Jack untuk membawa keluarga gadis itu kemari??" tanyanya tidak terima.


"Aku punya hak untuk menolak rencana pernikahan Jack dengan gadis itu karena aku tidak suka! Aku tidak akan pernah mengizinkan Jack bersama gadis itu, titik!" lanjutnya tajam.


Tom menatap tidak habis pikir pada sang istri, ia pun menghela nafasnya dan kembali menatap Miranda dengan tajam,


"Mengapa kau begitu tidak menerima Alice menjadi kekasih Jack?? Apa karena kau belum bisa melupakan masa lalu mu??" tanyanya tajam yang membuat Miranda menatapnya dengan terkejut.


DEG!


'Apa maksud pria ini?? Mengapa ia mengungkit masa lalu?? Atau.. jangan-jangan..' pikir Miranda dengan jantung yang berdegup.


"A.. Apa yang kau bicarakan?? Masa lalu apa??" tanyanya mencoba untuk tetap tenang.


Tom terdiam sejenak menatap sang istri dan tersenyum miris,


"Kau pikir aku tidak tau tentang hubunganmu dan pria bernama Patrick itu??" tanyanya lagi yang membuat Miranda bertambah panik dengan jantung yang berdebar kencang.


"Apa kau masih belum melupakannya??" ucap Tom kembali dengan suara yang terlihat jelas menahan kekecewaan.


Miranda terdiam untuk beberapa saat dan mencoba mengatur debar jantungnya. Bagaimana Tom bisa mengetahui hubungannya dengan Patrick, padahal dirinya sejak dulu tidak pernah menceritakan tentang masa lalunya pada pria itu.


Pikiran Miranda seperti bola kusut saat ini, ia masih terkejut dengan pertanyaan Tom,


"Ba.. Bagaimana kau tau??" ucap Miranda akhirnya setelah terdiam dengan pikiran yang kacau.


Tom tersenyum miris dan memalingkan wajahnya dari sag istri. Pria paruh baya itu jelas mengetahui masa lalu istrinya itu.


Saat ia di kenalkan dengan Miranda untuk pertama kali, pria itu sudah sangat jatuh hati pada istrinya itu. Ia pun tanpa berpikir panjang langsung menerima perjodohan yang di tawarkan oleh orang tuanya dengan Miranda.


Miranda awalnya terlihat acuh dan enggan bertemu dengan Tom. Namun, entah mengapa setelah pertemuan beberapa kali akhirnya Miranda mau menerima perjodohan itu.


Dan, tentu saja Tom sangat tau alasannya..


Disaat dirinya bertemu dengan Miranda, Miranda selalu terlihat murung dan seperti ada sesuatu yang ia pendam. Wanita itu selalu terlihat gelisah seperti tengah menunggu sesuatu. Tom yang penasaran akhirnya mencari tau dan sampai menyuruh bawahannya utuk mencari tau informasi detail tentang Miranda.


Saat itulah, bawahannya bilang bahwa Miranda sering pergi keluar hanya untuk mengirimkan surat. Hampir setiap hari wanita itu selalu pergi keluar untuk mengirimkan surat pada seseorang yang entah siapa.


Sampai pada akhirnya, Tom pun tau bahwa Miranda selalu mengirimkan surat pada seorang pria yang bernama Patrick. Tom pun tau bahwa Miranda dan Patrick tengah menjalin hubungan. Namun, Patrick terlihat sibuk dengan sekolah militernya.


Tom saat itu jelas sangat cemburu dan tidak suka dengan hubungan Miranda dan Patrick yang saat itu menggantung. Disisi lain, orang tua Miranda menjodohkan gadis itu dengannya. Namun, disisi lain Miranda masih terlihat berharap dan selalu menghubungi Patrick lewat surat.


Dan, disitulah Tom yang cemburu mulai bertindak. Ia selalu mengikuti Miranda saat wanita itu ingin mengirim surat. Setelah itu ia membayar pengirim surat itu untuk memberikan surat Miranda pada dirinya. Dan, begitu juga sebaliknya..


Saat itu ada beberapa kali surat dari Patrick yang dikirim untuk Miranda. Namun, Tom yang cemburu memilih untuk merobek surat itu dan tidak membiarkan surat itu sampai pada Miranda.


Lalu, beberapa hari kemudian saat pertemuan kembali dirinya dan keluarga Miranda, akhirnya Miranda pun menerima perjodohan itu.


Tom sangat bahagia saat mendengar bahwa Miranda menerima perjodohan itu, walaupun disisi lain, ia punya sedikit rasa bersalah karena membiarkan hubungan Miranda dan Patrick berakhir dengan kesalahpahaman.


Tom menyadari, walaupun sudah puluhan tahun berlalu, tetapi ternyata istrinya itu masih memiliki sedikit perasaan pada Patrick. Wanita itu bahkan menyimpan dendam yang tidak seharusnya pada Patrick, dan sekarang dendam itu berimbas pada Jack..


Tom pikir, istrinya itu akan berubah dan sudah melupakan masa lalunya. Namun, ternyata ia salah.. Miranda masih menyimpan dendam itu..


"Aku suamimu.. Jelas aku harus tau masa lalu istriku bukan??" tanya Tom dingin.


"Ba.. Bagaimana kau tau?? Aku bahkan tidak pernah memberitahumu" ucap Miranda sedikit bergetar.


Tom menatap sang istri dengan tatapan dalamnya,


"Aku tau semua tentang dirimu Miranda.. Sebelum aku menikahi mu, aku mencari tau semua informasi tentangmu" jawabnya.


"Bukankah itu hal yang wajar untuk pasangan yang ingin menikah??" tanyanya.


Miranda hanya terdiam dan tidak berani menatap sang suami. Ia memalingkan wajahnya dan mencoba untuk tenang,


"Ya, kau benar.." ucapnya pelan.


"Aku dan pria itu memang memiliki hubungan di masa lalu. Tapi.. aku sekarang sama sekali tidak memiliki perasaan padanya!" tegasnya.


Miranda pun menatap Tom dengan tatapan yang sulit diartikan,


"Yang aku miliki saat ini hanyalah.. kebencian!" lanjutnya.


"Aku sangat membenci pria itu! Dan.. aku tidak mau keluarga kita sampai berhubungan dengannya! Aku tidak mau lagi melihat wajahnya berada di sekitarku!" tegasnya.


"Jadi.. Aku tidak ingin Jack memiliki hubungan dengan putri dari pria brengsek itu!! Aku tidak akan membiarkan Jack bersama gadis itu!!" lanjutnya dengan suara yang lebih tegas.


Tom menatap tatapan mata sang istri yang begitu berapi-api. Sepertinya dendam wanita ini sudah terlalu dalam, pikir Tom dalam hatinya.


Ia pun menghela nafasnya dan kembali menatap Miranda,


"Jika masih ada dendam... Berarti kau belum benar-benar melupakannya" ucap Tom yang membuat Miranda sedikit terkejut menatapnya.


Wanita paruh baya itu menunduk sejenak dan mengangguk pelan,


"Kau benar.. Aku memang belum bisa melupakan segala sakit hati yang pernah aku rasakan karena pria itu.. Aku.. Aku.. sangat membencinya" ucap Miranda dengan suara bergetar.


Wanita paruh baya itu pun seketika terduduk dan mulai menangis,


"Aku.. Aku.. sangat-sangat membencinya hiks.. Aku tidak mau lagi bertemu dengannya!" rintihnya.


Tom menatap sang istri yang menangis dalam diam. Ia tidak tau sakit hati Miranda bisa sedalam ini..


Apakah dirinya bisa di salahkan atas dendam istrinya ini?? pikir Tom merasa bersalah.


Pria paruh baya itu pun menyentuh bahu istrinya dan mencoba menenangkannya. Ia tidak bisa melihat Miranda seperti ini..


"Kumohon Tom.. Kumohon.. Jangan biarkan aku bertemu lagi dengannya hiks.. Jangan biarkan Jack menikah dengan putri pria itu" rintih Miranda dengan penuh permohonan.


Tom menutup matanya dan menghela nafasnya pelan. Ia pun perlahan membawa tubuh sang istri ke dalam pelukannya,


"Aku.. tidak akan membiarkanmu bertemu lagi dengan pria itu.." ucap Tom menenangkan sang istri.


Pria paruh baya itu pun menutup matanya dengan perasaan bersalah.


Apakah sekarang dia harus mengorbankan perasaan Jack?? pikirnya bimbang.


Bersambung..


Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺


Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..


Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁


Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍