
Jack melangkah dengan langkah lebarnya menuju sebuah ruangan dengan tangan yang terkepal kuat. Pria itu bahkan mengabaikan para karyawan yang membungkuk kearahnya.
Jack pun telah berada di lantai tempat ruangan ayahnya berada. Ia tau ayahnya sekarang pasti sedang berada di ruangannya. Dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Jack pun langsung membuka pintu di depannya.
CKLEK!
Pintu pun terbuka dan membuat Tom yang tengah berada di dalam terlihat terkejut di buatnya. Pria paruh baya itu menatap sang putra yang terlihat memasang ekspresi dinginnya.
Lalu, tiba-tiba dari arah sebelah kiri ruangan itu terlihat Miranda yang tengah membuat kopi langsung menatap kearah putranya dan tersenyum pelan,
"Jack, tumben kau kemari?? Kemarilah, apa kau mau kopi juga?? Perjalanan kalian tadi pasti cukup melelahkan" ucap Miranda sambil menyimpan secangkir kopi di meja suaminya.
Jack tidak menjawab pertanyaan sang ibu. Ia malah menatap tajam pada Miranda,
"Apa yang telah ibu lakukan pada Alice??" tanyanya langsung dengan suara yang terdengar menahan amarah.
Miranda seketika terdiam dan menatap sang putra dengan wajah santainya. Ia pun tersenyum pelan sambil merapihkan sedikit rambutnya,
"Memangnya apa yang ibu lakukan??" tanyanya balik yang membuat Jack semakin sulit menahan amarahnya.
"Apa ibu memberhentikan Alice kemarin??" tanyanya lagi dengan tangan terkepal.
Miranda terdiam sejenak dan kembali tersenyum pelan,
"Iya.. Ibu memang memberhentikannya" jawabnya santai sambil duduk di samping suaminya.
Jack terlihat semakin marah dan menatap sang ibu dengan tatapan tidak habis pikirnya,
"Apa maksud ibu memberhentikan Alice dengan seenaknya?? Dia adalah mahasiswa magang yang aku pilih!! Tidak ada yang berhak memberhentikannya selain aku!!" tegas Jack.
"Alice selalu bekerja dengan baik dan itu semua sudah di akui oleh para seniornya!! Lalu, alasan apa yang membuat ibu memberhentikannya??" tanya Jack cukup keras sambil menahan emosinya.
Tom yang sejak tadi terdiam langsung menatap Jack dengan tidak suka,
"Kecilkan suaramu Jack! Kau sudah tidak sopan karena berbicara keras di depan ibumu!" ujar Tom memperingati.
Jack langsung menatap sang ayah,
"Ibu telah memberhentikan Alice tanpa alasan ayah!! Padahal waktu magang Alice hanya tinggal satu bulan lagi!! Dia bahkan tidak melakukan kesalahan apapun!!" ucap Jack tegas.
Miranda menghela nafasnya dan tersenyum sinis pada Jack,
"Mengapa kau hanya menyalahkan ibu Jack?? Ibu juga memberhentikan Alice atas persetujuan ayahmu" sahut Miranda dengan senyumannya.
Seketika Jack pun menyipitkan matanya dan menatap sang ayah dengan tatapan bingungnya,
"Apa?? Atas persetujuan ayah??" tanyanya lagi.
"Apakah itu benar??" tanya Jack lagi sambil menatap ayahnya dengan tajam.
Tom yang di tatap Jack pun seketika terdiam dan menghela nafasnya pelan. Ia menatap sang putra dan mengangguk pelan,
"Itu benar" jawab Tom yang membuat Jack terkejut dan menatap tidak percaya padanya.
"Kenapa ayah melakukan hal ini?? Kesalahan apa yang telah Alice lakukan??" tanya Jack yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.
Miranda yang mendengar hal itu seketika tersenyum sinis pada Jack,
"Ini bukan hanya tentang pekerjaannya Jack. Tapi.. Ini juga untuk masa depanmu" ucap Miranda.
"Ayahmu.. juga tidak merestui hubunganmu dengan Alice" lanjutnya lagi yang membuat Jack terbelalak.
"Ayahmu telah menyadari bahwa gadis itu bukanlah pasangan yang baik untukmu!" tegas Miranda lagi.
Jack seketika meremas buket bunga di tangannya sampai tak berbentuk. Ia mengarahkan pandangannya pada orang tuannya dengan tatapan tajam,
"Mulai sekarang.. Kau harus akhiri hubunganmu dengan gadis itu!!" ucap Miranda lagi tegas.
Jack menunduk pelan dan tersenyum sinis. Ia pun menatap kedua orang tuanya dengan tatapan yang sangat tajam,
Jack menatap buket bunga yang telah tak berbentuk di tangannya dan membuangnya ke lantai. Pria itu pun memasukan tangannya ke dalam saku celana dan melangkah pelan mendekati orang tuanya.
"Jadi ini yang kalian inginkan??" tanya Jack lagi pelan.
Tom menatap putranya dan mencoba untuk tenang,
"Sudahlah Jack.. Kali ini dengarkanlah apa yang diinginkan orang tuamu. Kami tau mana yang terbaik untukmu" ucap Tom yang di balas senyuman sinis oleh Jack.
Pria itu mendekati meja ayahnya dan menatapnya dengan tajam,
"Yang terbaik?? Kalian bahkan tidak tau mana yang terbaik untukku!!" balas Jack tajam.
Miranda menghela nafasnya dan menatap sang putra,
"Cukup Jack! Kami memang tau mana yang terbaik untukmu! Lagipula gadis itu tidak ada apa-apanya! Masih banyak wanita lain yang lebih berbobot untukmu!" tegas Miranda.
Jack kembali tersenyum sinis dan menatap kedua orang tuanya dengan tajam. Pria itu mencoba menahan amarahnya dan memukul meja di depannya dengan keras,
BRAK!
Tom dan Miranda terlihat terkejut dengan tindakan Jack. Tom seketika berdiri dan menatap putranya dengan tajam,
"APA YANG KAU LAKUKAN!!" teriak Tom marah.
Jack yang mencoba mengatur nafasnya karena amarah seketika menatap sang ayah dengan tajam,
"Jaga sopan santun mu Jack! Kau adalah pewaris perusahaan ini!! Kau harus mencari calon istri yang setara denganmu!" sahut Miranda memperingati.
Jack yang mendengar hal itu seketika tersenyum sinis dan menatap sang ibu dengan tajam,
"Sudah cukup! Kali ini yang ibu lakukan sudah benar-benar keterlaluan!" ucap Jack menahan amarah.
Jack pun menegakkan tubuhnya dan menatap kedua orang tuanya dengan tajam,
"Kalian memang egois!" desis Jack tajam.
Tom yang mendengar hal itu hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun. Sedangkan Miranda hanya mendengus kesal dan menatap sang putra dengan serius,
"Apa yang kami lakukan semua itu hanya untuk kebaikanmu! Kau seharusnya tinggal menurutinya saja Jack!" ucap Miranda tegas.
Jack tersenyum sinis mendengar ucapan Miranda. Ia pun mencoba menenangkan pikirannya dan kembali menatap orang tuanya dengan tajam,
"Baiklah.. Jika ini yang kalian inginkan.." ucap Jack yang membuat Miranda dan Tom menatapnya.
"Aku.. akan meninggalkan perusahaan ini!" tegas Jack yang membuat Tom dan Miranda terbelalak.
"Apa yang kau ucapkan Jack!!" ujar Miranda cukup keras.
Jack kembali menatap orang tuanya dengan tatapan paling seriusnya,
"Aku akan pergi dari perusahaan ini!" ucap Jack lagi.
"Aku tidak membutuhkan semua yang kalian miliki dan menjadi penerus perusahaan ini!!" tegas Jack.
"Aku.. akan mencari jalan hidupku sendiri!!" lanjutnya lagi yang membuat kedua orang tuanya terkejut seketika.
Bersambung..
Halo, jangan lupa dukung cerita ini dengan kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya 😊
Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥺
Dan, boleh juga di ramein ya kolom komentarnya..
Author suka banget baca komen dari pembaca tentang cerita ini 🙏😁
Oh iya, kalai baca novel jangan lupa waktu ya, apalagi sholat 5 waktunya 😁👍